Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh
Bismillaahirrahmaanirraahiim.
Mereka beralasan bahwa dalam membimbing manusia
kejalan keselamatan, kedamaian dan kebenaran hidup,
Allah mengutus para nabiNya disertai dengan kitab
suciNya. Nabi Muhammad Shallallahu'alaihiwasallam,
adalah nabi akhir zaman dan AlQuran adalah kitab suci
terakhir yang sangat sempurna. Penutup para nabi ini
sebagai penafsir dan praktek nyata dari kehidupan
Qurani, yang memberikan teladan dalam beribadah dan
dalam mengarungi kehidupan di dunia ini. Sebagaimana
Firman Allah yang berbunyi :"Sungguh Rasulullah itu
teladan baik bagimu, yaitu bagi yang mengharapkan
(rahmat) Allah dan hari kiamat, dan banyak mengingat
Allah( al Ahzab 21)
Sungguh amatlah mustahil Allah yang maha luas ilmuNya
dan maha Mengetahui segala-galanya lupa mencantumkan
dalam kitab suci akhir zaman (AlQuran), dan lupa
memberitakan kepada nabi Muhammad tentang suatu
masalah yang terjadi dan yang akan terjadi dihari
kemudian, terutama masalah beribadah kepadaNya dan
tatacara hamba mendekatiNya.Allah Subhanahu Wata'ala
berfirman:"Hari ini telah kusempurnakan agamamu
untukmu dan telah kucukupkan ni'matKu kepadamu, dan
telah kuridhai Islam itu menjadi agamamu".(Al
maidah3).
Pada surat lain Allah berfirman:"Tiadalah kami alpakan
sesuatupun didalam Al Kitab(AlQuran)(Al An'am 38)
At Thabrani meriwayatkan sebuah hadits dengan sanad
shahih:"Tidaklah aku tinggalkan sesuatu yang
mendekatkan kepada Allah Ta'ala, kecuali telah aku
perintahkan kepadamu. Dan tidaklah aku meninggalakn
sesuatu yang menjauhkanmu dari Allah ta'ala, melainkan
aku telah melarangnya".
Rasulullah bersabda lagi:"barang siapa yang melakukan
amalan yang bukan dari ajaranku, maka ia tertolak"(H.R
Muslim)
Jabir bin Abdullah menceritakan bahwa pada suatu
khutbah rasulullah bersabda:"Selanjutnya, maka
sesungguhnya sebaik-baik hadits adalah kitab Allah.
Dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk
Muhammad.Sedangkan sejelek-jelek perkara adalah amalan
yang diada-adakan.Dan setiap bid'ah(yang diada-adakan
adalah sesat"(H.R.Muslim).
Semuanya mengakui, bahwa orang-orang yang membuat
amalan baru diluar yang telah diajarkan oleh
Rasulullah, hanya bertujuan untuk mendekatkan diri
kepada Allah. Berbagai amalan baru itu, tanpak baik
menurut penilaian manusia pada umumnya.Tetapi apakah
dengan melupakan firman Allah yang bebunyi:"Mungkin
kamu membenci sesuatu padahal ia baik bagi kamu, dan
mungkin pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat
buruk bagimu. Dan Allah mengetahui, sedangkan kamu
tidak mengetahui"(Al Baqarah 216).
Oleh karena itu, bagi kaum Muslim yang benar-benar
beriman kepada Allah dan hari akhir, harus berupaya
keras menjauhi segala amalan yang bid'ah dan
menimbulkan syirik, seharusnya kita membersihkannya
dari bahaya kemusyrikan. Kemusyrikan ini masih saja
merajalela dan berada disekitar kita,berupa
tradisi-tradisi adat yang telah membudaya secara turun
menurun, dipraktekkan oleh nenek moyang kita, yang
kalau kita tidak mewaspadainya tradisi itu akan
bercampur dan merembes kedalam aqidah ummat Islam
secara perlahan dan tidak terasa.
A) Apa yang mendorong pelaku tidak mengikuti AlQuran
dan Assunnah?
1.) Fanatisme
Bersambung...
Wassalamu'alaikum. Rahima(Kairo, 15 Pebruari 2008)
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh
Bismillaahirrahmaanirraahiim.
A) Apa yang mendorong pelaku tidak mengikuti AlQuran
dan Assunnah?
1.) Fanatisme
Syeik Dr. Rabi' bin Al hadi dalam bukunya "bahaya
Fanatisme Golongan" mengatakan:" Ahlu Bid'ah
menyelisihi mereka para salafusshalih semenjak
terdongkaknya kepala fitnah dizaman para
sahabat.Disepanjang zaman, daerah fitnah semakin
meluas, bid'ah semakin menjamur,firqah(aliran sesat)
semakin banyak dengan menjamurnya kebid'ahan hingga
zaman sekarang.
Sebabnya adalah kecendrungan hawa nafsu yang merusak
dimana dapat menjerumuskan kepada pemahaman dan daya
tangkap yang jelek, terlepasnya ikatan konsistensi dan
rusaknya niat.
Allah menyelamatkan salafusshalih dan orang yang
berjalan diatas manhajnya hingga sekarang dari itu
semua.
Hal tersebut membuat mayoritas ahlu bid'ah dan
penganut aliran sesat menyerupai musuh-musuh para
rasul sampai pada tingkat yang lebih besar dalam
eksistensi mereka diatas kebathilan dan fanatic
kepadanya meskipun tahu, bahwa mereka diatas
kesesatan dan kebathilan, seperti firman Allah :"Dan
mereka mengingkarinya karena kedzaliman dan
kesombongan, padahal hati mereka
meyakini(kebenaran)nya.(An Naml 14)
FirmanNya lagi:"...Sesungguhnya kami mendapati
bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya
kami adalah pengikut jejak-jejak mereka".(Az Zukhruf
23).
Selanjutnya Dr. Robi bin Hadi mengatakan: "fanatisme
merupakan penyakit kronis yang akan mematikan
akal-akal manusia dan meruntuhkan dasar-dasar
berfikir. Bahkan dapat membunuh jiwa sekalipun.
Fanatisme merupakan bencana pertama yang menimpa
makhluk-makhluk Iblis yang terlaknat, yang merupakan
makhluk pertama yang bermaksiat kepada Allah, ternyata
penyebab kemaksiatannya adalah fanatisme golongan,
ketika Iblis mengatakan:" Kamu menciptakan aku dari
api, sedangkan engkau menciptakannya dari tanah"(Al
A'raf 12)
Ucapan ini merupakan fanatisme tehadap jenisnya.
Dan kaum Nuh, umat-umat yang sesat yang mendustakan
para Rasul serta golongan-golongan dan aliran-aliran
dari kalangan Yahudi, Majusi, Nasrani, kaum
berhalaisme, tidaklah mereka dibinasakan kecuali
karena penyakit kronis ini, naudzubillah.
Penyakit individu yang muncul dihati Iblis, pemicunya
adalah Qiyas bathil yang menguasai otaknya, dimana dia
mengqiyaskan antara api yang...dianggap mulia lebih dari
tanah, diapun menjadi deklatarot qiyas(bathil), dan
dia adalah deklator pertama qiyas(bathil). Sama saja
mengqiyaskan hukum yang dibuat Allah dengan hukum,
atau adat kebiasaan yang dibuat oleh manusia. Apabila
seorang muslim membuat kesalahan, maka jangan
disalahkan agamanya, tetapi salahkan orangnya,
sebagaimana, apabila seseorang membuat kesalahan
didalam adat, jangan salahkan adatnya, tetapi salahkan
orangnya. Ini yang dinamakan qiyas bathil.
Jelas, satu hukum yang dibuat Allah maha benar,
sementara yang satu lagi hukum yang buatnya adalah
manusia itu sendiri.Ini suatu qiyas bathil namanya.
Kalau dalam ilmu balaghah dinamakan wajhuh
sabhahnya(yang dipersamakan, atau yang diqiyaskan itu
substansinya) tidak sama.
Muhammad bin Sirin lebih jauh menggambarkan:"Orang
pertama yang melakukan qiyas adalah Iblis, dan
tidaklah matahari dan bulan itu diibadahi, melainkan
karena qiyas" (lihat Ibnu Katsir 2/212)
Apakah Hujjah (Argumentasi) orang yang Fanatik.
Hampir setiap ummat berhujjah dengan hujjah yang sama,
merupakan tonggak setiap orang yang dzalim yang lemah
dan fanatik, yaitu: sebagaimana yang dikisahkan
tentang kaum Nuh dalam surat Al Mukminun 23-24,"Dan
sungguh telah kami utus Nuh kepada kaumnya, beliau
berkata:"....Sungguh kami ini tidak pernah mendengar
yang demikian dari bapak-bapak kami terdahulu".
Inilah alasan mereka, yaitu tidak datangnya kepada
mereka apa yang dibawa oleh nabi Nuh, 'Alaihissalam
melalui tokoh-tokoh pimpinan mereka.Seandainya Al haq
itu datang kepada mereka, melalui tokoh-tokoh pimpinan
mereka, tentulah mereka menerimanya, akan tetapi al
haq itu jutsru datang melalui orang lain. Itulah yang
disebut fanatik.
Sebagaimana yang digambarkan oleh Allah ta'ala dalam
firmannya:...Bahkan mereka berkata :"Sesungguhnya kami
mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama dan
sesungguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak
mereka".(lihat Az Zukhruf 19-23)
Akibat fanatisme:
Allah Ta'ala berfirman dalam surat Al Ankabut sesudah
menyebutkan kisah nabi Nuh 'Alaihissalam dan kaumnya,
nabi Ibrahim bersama kaumnya, kisah nabi Luth bersama
kaumnya. Kisah-kisah tersebut mengandung berita
tentang kehancuran umat-umat yang mendustakan agama
Allah, fanatik terhadap pimpinan dan menentang dakwah
yang datang kepada mereka. Allah berfirman yang
artinya:"Dan kami telah mengutus kepada penduduk
Madyan , saudara mereka Syu'aib, maka ia berkata:"hai
kaumku, sembahlah olehmu Allah.harapkanlah pahala hari
akhir, dan janganlah kamu berkeliaran dimuka bumi
membuat kerusakan, maka mereka mendustakan Syu'aib
lalu mereka ditimpa gempa yang dahsyat, dan jadilah
mereka mayat-mayat yang bergelimpangan ditempat
tinggal mereka. Dan juga kaum 'Aad dan Tsamud. Dan
sungguh telah nyata bagi kamu(kehancuran) mereka dari
puing-puing tempat tinggal mereka.
Dan Syeitan menjadikan mereka memandang baik
perbuatan-perbuatan mereka, lalu menghalangi mereka
dari jalan Allah, sedangkan mereka adalah orang-orang
yang berpandangan tajam......(Al Ankabut 36-40).
Inilah akibat fanatisme didunia, kebinasaan,
kehancuran, malapetaka..wal'iyadzubillah. Bagaimana
pula akibatnya kelak diakhirat..?
Bersambung...(Rahima.S.S, Kairo 16 Pebruari 2008)
[Non-text portions of this message have been removed]