Yang sampai ke rakyat Indonesia?
Tentu minim sekali.

Sedang untuk para pejabat. Anggaran cuci baju gubernur saja Rp 70 juta/tahun:
===
Republika Online - APBD DKI Rawan Dikorupsi
APBD DKI 2009. Pos Anggaran APBD 2009 yang Dinilai Boros ... Laundry baju 
gubernur/wagub Rp 70 juta. 6. BBM gubernur/wagub Rp 210 juta. ...
www.republika.co.id/koran/22/17262
==

Sedang untuk pembelian baju gubernur sekitar Rp 1 milyar/tahun (sekali pakai 
ganti).

Tak heran sekarang banyak terjadi penculikan, perampokan dan pembunuhan karena 
faktor ekonomi adalah satu faktor yang menyebabkan orang berbuat jahat. Istri 
profesor di Sumut tewas dirampok, Elen di Pacific Place juga tewas ditikam 
untuk diambil HP dan perhiasannya, 2 pasang suami istri di hotel jawa timur 
tewas diracun untuk dirampas hartanya, dan banyak lagi kejahatan lainnya.

Kondisi ini jika tidak dilakukan perubahan akan terus memburuk. Oleh sebab itu 
kita bersama2 harus fokus dan berusaha agar kekayaan alam Indonesia bisa 
kembali ke tangan rakyat sebagaimana disebut dalam UUD 45 pasal 33 atau sesuai 
dengan sabda Nabi bahwa air, tanah yang luas beserta isinya (tambang), dan api 
(energi) adalah milik bersama. Bukan milik segelintir orang apalagi orang asing.

Wassalam
===
Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490
ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900
Informasi selengkapnya ada di:
http://www.media-islam.or.id
Ingin belajar Islam?
Kirim email ke: [email protected]


Jual Rumah Baru di Otista Kampung Melayu Jakarta Timur Rp 650 juta. Info: 
http://agusnizami.wordpress.com


--- Pada Kam, 16/4/09, Hasbiyanto <[email protected]> menulis:

> Dari: Hasbiyanto <[email protected]>
> Topik: Re: [syiar-islam] Indonesia Lebih Parah - Bls: Pelajaran dari Potret 
> Buram AS: apakah faktor ekonomi sedemikian  menentukan?
> Kepada: "A Nizami" <[email protected]>, [email protected], 
> "ekonomisyariah" <[email protected]>, 
> [email protected], "lisi" <[email protected]>, 
> [email protected], [email protected], [email protected]
> Tanggal: Kamis, 16 April, 2009, 4:25 PM
> 
>  
>  
> 
> AS mendapatkan 85% sedangkan Indonesia hanya mendapatkan
> 15% itupun mungkin masih dikorupsi oleh pejabat-2. 
> Yang menjadi pertanyaan saya,  yang sampai kepada
> rakyat berapa ya....?????????  
> 
> >>> A Nizami <[email protected]> 4/16/2009 5:58
> PM >>>
> 
> Harap diperhatikan bahwa AS makmur karena mereka memeras
> kekayaan alam negara2 lain di seluruh dunia seperti
> Indonesia di mana 90% migas dikelola oleh perusahaan AS dan
> sekutunya, begitu pula emas, perak, tembaga, dsb seperti di
> Freeport di mana mereka mendapat 85% hasilnya sementara
> Indonesia hanya dapat 15% nya (ini jika kita tidak ditipu).
> Menurut PENA Rp 2000 trilyun/tahun masuk ke kantong asing
> terutama AS. 
> 
> Ini juga terjadi di Iraq dan Afghanistan di mana perang tsb
> juga memperebutkan kekayaan alam negara itu.. Tak heran jika
> pengantar Piza saja di AS gajinya bisa Rp 14 juta/bulan
> belum termasuk tip sementara di Indonesia manajer saja ada
> yang gajinya kurang dari rp 2 juta/bulan.
> 
> Bagaimana pun juga seburam2nya ekonomi di AS, akan lebih
> buram lagi di Indonesia karena Indonesia adalah negara sapi
> perah AS. Oleh karena itu tak heran peristiwa bunuh diri
> sekeluarga juga sudah lama terjadi di Indonesia.
> 
> Indonesia butuh pemimpin yang punya visi ekonomi yang
> berpihak pada rakyat dan mandiri. Bukan sekedar budak
> asing.
> 
> YouTube - Ibu dan Dua Anaknya Nekat Bunuh Diri
> 
> 23.05.2008Kisah Sedih akibat himpitan ekonomi kembali
> terjadi. Seorang ibu di Deli Serdang, Sumatra Utara, nekat
> bunuh diri bersama kedua ...
> www.youtube.com/watch?v=WfgNw9on5nM 
> 
> Fokus - Ibu Bunuh Diri Setelah Bunuh 4 Anaknya
> Seorang ibu rumah tangga di Malang, Jawa Timur berinisial
> JM nekad membunuh ke 4 anaknya dengan cara memberikan racun.
> Setelah membunuh ke 4 anaknya, ...
> www..indosiar.com/fokus/59626/ibu-bunuh-diri-setelah-bunuh-4-anaknya 
> 
> [list_indonesia] [ppiindia] Kemiskinan Memaksa Ibu Bunuh
> Diri ...
> Jumat, 17 Desember 2004 Kemiskinan Memaksa Ibu Bunuh Diri
> Bersama Dua Anaknya MAHFUD (32) tampak lemas. Masih amat
> segar dari ingatannya kematian Jasih ...
> www.freelists.org/post/list_indonesia/ppiindia-Kemiskinan-Memaksa-Ibu-Bunuh-Diri-Bersama-Dua-Anaknya,4
>  
> 
> Ibu Ajak Dua Anaknya Bunuh Diri
> Ibu Ajak Dua Anaknya Bunuh Diri. Oleh Yuyuk Sugarman
> Yogyakarta-Seorang ibu bernama Ratinah (30), warga Dusun
> Ngelo Sukoharjo, Ngaglik, Sleman, ...
> www.sinarharapan.co.id/berita/0705/04/sh06.html 
> 
> ===
> 
> Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490
> 
> ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900
> 
> Informasi selengkapnya ada di:
> 
> http://www.media-islam.or.id 
> 
> Ingin belajar Islam?
> 
> Kirim email ke: [email protected] 
> 
> 
> 
> 
> 
> Jual Rumah Baru di Otista Kampung Melayu Jakarta Timur Rp
> 650 juta.. Info: http://agusnizami.wordpress.com 
> 
> --- Pada Kam, 16/4/09, Satriyo <[email protected]> menulis:
> 
> Dari: Satriyo <[email protected]>
> Topik: {forsimpta} Pelajaran dari Potret Buram AS: apakah
> faktor ekonomi sedemikian  menentukan?
> Kepada: [email protected], [email protected], 
> [email protected], [email protected], 
> [email protected], [email protected] 
> Tanggal: Kamis, 16 April, 2009, 2:15 AM
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>     
>            
> 
>            
> 
> 
> 
>       
>       Salam,
> 
> Potret buram negeri adidaya Paman Sam makin nyata saja
> dengan makin meningkatnya angka bunuh diri yang menyertai
> pembunuhan atas anggota keluarga pelaku bunuh diri. Adakah
> bedanya dengan nasib nahas para mantan Caled di Pemilu 2009
> Indonesia setelah mereka terlilit hutang atau harta benda
> ludes bersama raibnya impian mengais harta sebagai wakil
> rakyat terhormat dan beradab? 
> 
> 
> Benang merahnya sangat mungkin adalah ekonomi. Jadi? Faktor
> iman mungkin luput dari atensi manusia di manapun selama
> ini. Pelajaran berharga yang berarti hanya buat mereka yang
> memang mau memikirkannya. 
> 
> Ayo, jangan wariskan watak dan sikap materialisme kapitalis
> kepada anak-anak kita, generasi penerus ummat dan bangsa
> ini.
> 
> salam,
> Satriyo
> 
> -- 
> Sesungguhnya, hanya dengan mengingat Allah, hati akan
> tenang
> now surely by Allah's remembrance are the hearts set at
> rest
> >> al-Ra'd [13]: 28
> 
> http://majalah. tempointeraktif.
> com/id/arsip/ 2009/04/13/ ITR/mbm.20090413 .ITR130022.
> id.html
> 
> 
> Bunuh Diri
> Malaise yang Memicu Pelatuk
> Kasus penembakan anggota keluarga dan bunuh diri kian
> banyak ditemukan di Amerika. Akibat tak tahan menanggung
> krisis ekonomi.
> 
> Hidup, bagi James Harrison, adalah serpihan tanpa bentuk:
> pekerjaan sebagai petugas jaga malam tanpa tunjangan tetap,
> lima anak yang butuh makan, dan seorang istri yang
> terus-menerus menyalakan api pertengkaran. 
> 
> Pekan lalu, Harrison mengakhiri hidupnya yang pepat dengan
> cara mengenaskan. Ia menembak kelima anaknya, yang masih
> tertidur pulas di kamar mereka, lalu menembak kepalanya
> sendiri di sebuah mobil. 
> Polisi Pierce County, Auburn, di Negara Bagian Washington,
> menemukan mayat Harrison di dalam mobil yang mesinnya masih
> menyala, Sabtu dua pekan lalu. Setelah menyisir lokasi,
> sekitar delapan jam kemudian mereka menemukan kelima anak
> Harrison di rumah mobilnya. Empat ditemukan bersimbah darah
> di tempat tidur dan seorang lagi di kamar mandi. Mereka
> berusia 6-14 tahun. Ya, Tuhan! Mereka tampak seperti
> peri-peri kecil yang sedang tidur, kata Kepala Polisi Paul
> Pastor. 
> 
> Para tetangga yang tinggal di dekat rumah mobil Harrison
> mengatakan pria 34 tahun itu gemar menyiksa anak. Dua tahun
> lalu, mereka pernah mengadukan Harrison ke bagian pengawasan
> anak. Setiap hari, Anda bisa mendengar anak-anak malang itu
> menjerit kesakitan, kata Carolyn Bader, seorang tetangga. 
> 
> Beberapa jam sebelum peristiwa penembakan, menurut para
> tetangga, Harrison sempat bertengkar dengan istrinya,
> Angela. Teriakan pertengkaran menggema ke rumah-rumah
> sebelah. Setelah itu, dengan tergesa-gesa sang istri keluar
> dari rumah. 
> 
> Seorang kerabat Harrison mengatakan pasangan itu sudah lama
> tak cocok. Kebiasaan Harrison yang gemar memukul dan
> pekerjaannya sebagai petugas jaga malam di sebuah pabrik
> dengan gaji kecil dan tanpa tunjangan menjadi pemicu
> pertengkaran. Sang istri bahkan mengancam akan meninggalkan
> Harrison. 
> 
> Kasus penembakan ini menggenapi peristiwa serupa yang
> terjadi dalam beberapa bulan terakhir di Amerika Serikat.
> Hanya sepekan sebelum kasus Harrison, di Santa Clara,
> California, Karthik Rajaram membunuh istrinya, dua anak
> mereka, dan ibu mertuanya, kemudian bunuh diri. 
> 
> Dalam secarik kertas yang ditemukan di sebelah mayatnya,
> pria yang bekerja sebagai manajer keuangan di anak
> perusahaan Sony Picture ini mengaku tengah dililit krisis
> keuangan setelah dipecat dari perusahaan itu. Ini keputusan
> yang lebih terhormat, tulisnya. 
> 
> November tahun lalu, seorang pria juga menembak istri, dua
> putri mereka, dan dirinya di Akron, Ohio. Padahal pria itu
> dikenal sebagai orang yang santun. Seorang tetangga
> menceritakan anak-anaknya bahkan belajar piano dari pria
> itu. Kerabatnya mengatakan pria itu berbuat nekat karena tak
> menemukan cara membayar kredit rumah setelah diberhentikan
> dari pekerjaan. 
> 
> Kecenderungan menembak anggota keluarga yang berakhir
> dengan bunuh diri ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan
> psikolog dan peneliti kejiwaan di Amerika. Dr Edward
> Charlesworth, psikolog klinis di Houston, bulan lalu
> mengadakan penelitian tentang korelasi bunuh diri dan krisis
> ekonomi. Berdasarkan penelitian itu, ia menyimpulkan orang
> akan cenderung berbuat nekat dalam tekanan ekonomi. 
> 
> Penelitian ini dikuatkan dengan bukti kian naiknya
> pengaduan yang masuk ke pusat-pusat bantuan pencegahan bunuh
> diri. Menurut Virginia Cervasio, Direktur Eksekutif
> Samaritans of New York, yang menangani keluhan bunuh diri,
> penelepon umumnya mengadu tak mampu lagi menanggung beban
> hidup setelah krisis keuangan mendera.. 
> 
> Sepanjang tahun ini saja, Switchboard of Miami, lembaga
> bantuan lainnya, merekam 500 panggilan yang berisi keluhan
> senada. Mereka mengeluh sudah tak punya apa-apa, kehilangan
> rumah, pekerjaan, mobil, kata Ann Malone, salah satu
> petugas. 
> 
> Krisis finansial sejak tahun silam memang menghancurkan
> sendi ekonomi keluarga di negara adidaya itu. Lebih dari
> empat juta warga Amerika kini menghadapi jatuh tempo utang
> properti. Mortgage Bankers Association, yang mengurus kredit
> perumahan, mencatat sudah 500 ribu dokumen penyitaan yang
> selesai diproses. Tahun ini diperkirakan jumlah itu akan
> meningkat drastis. 
> 
> Sejarah menunjukkan kehidupan keluarga Amerika yang mapan
> memang mudah rapuh jika krisis ekonomi melanda, kata
> Charlesworth. 
> Angela Dewi (AP, Latimes, Nytimes)
> 
> 
> 
>       
> 
>     
>     
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>       Berselancar lebih cepat.
> Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis
> membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka
> browser. Dapatkan IE8 di sini! 
> http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer 
> 
>  
> 


      Akses email lebih cepat. Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke 
Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! 
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer

Kirim email ke