Kita tidak perlu jadi anggota DPR atau pejabat untuk melakukan amar ma'ruf nahi mungkar. Memerintahkan kebaikan dan mencegah kejahatan.
Seandainya 15% kekayaan alam kita untuk para pejabat dan PNS sehingga mereka tidak perlu korupsi lagi, sementara 85% yang semula masuk ke kantong asing kita rubah jadi masuk ke kantong rakyat Indonesia dengan Nasionalisasi ala Chavez di Venezuela atau Arab Saudi yang menasionalisasi perusahaan migas tahun 1974, maka rakyat Indonesia akan sangat makmur. Dengan menyelamatkan kekayaan alam yang masuk ke kantong asing sebesar Rp 2000 trilyun/tahun, hutang luar negeri Indonesia yang Rp 1600 trilyun bisa dilunasi dalam setahun saja. Kita bisa mengungkapkan itu ke teman2 kita, ke saudara2 kita, ke milis2, ke blog2 kita (contoh saya di www.infoindonesia.wordpress.com). Maka insya Allah sebagian besar rakyat Indonesia akan sadar. Percuma kita menjanjikan sekolah gratis, rumah sakit gratis, dsb karena kalau kita tidak punya cukup uang hal itu tak akan bisa terwujud. Sebagai contoh SD dan SMP memang gratis (meski buku tetap mahal). Tapi sebagai gantinya SMA dan PTN jadi mahal luar biasa. UI yang dulu uang masuk dan semester hanya rp 200 ribu, sekarang uang masuk sampai Rp 75 juta dan persemester rp 7,5 juta. Jauh di atas PTS macam BSI yang hanya Rp 1 juta (uang masuk) dan Rp 1 juta (uang semester). Mari kita bersama2 beramar ma'ruf nahi mungkar semampu kita. Hendaklah kamu beramar ma'ruf (menyuruh berbuat baik) dan bernahi mungkar (melarang berbuat jahat). Kalau tidak, maka Allah akan menguasakan atasmu orang-orang yang paling jahat di antara kamu, kemudian orang-orang yang baik-baik di antara kamu berdo'a dan tidak dikabulkan (do'a mereka). (HR. Abu Zar) Wahai segenap manusia, menyerulah kepada yang ma'ruf dan cegahlah dari yang mungkar sebelum kamu berdo'a kepada Allah dan tidak dikabulkan serta sebelum kamu memohon ampunan dan tidak diampuni. Amar ma'ruf tidak mendekatkan ajal. Sesungguhnya para robi Yahudi dan rahib Nasrani ketika mereka meninggalkan amar ma'ruf dan nahi mungkar, dilaknat oleh Allah melalui ucapan nabi-nabi mereka. Mereka juga ditimpa bencana dan malapetaka.. (HR. Ath-Thabrani) Barangsiapa melihat suatu kemungkaran hendalah ia merobah dengan tangannya. Apabila tidak mampu, hendaklah dengan lidahnya (ucapan), dan apabila tidak mampu juga hendaklah dengan hatinya dan itulah keimanan yang paling lemah. (HR. Muslim) --- Pada Kam, 16/4/09, [email protected] <[email protected]> menulis: Dari: [email protected] <[email protected]> Topik: Re: [ekonomi-syariah] Indonesia Lebih Parah - Bls: Pelajaran dari Potret Buram AS: apakah faktor ekonomi sedemikian menentukan? Kepada: [email protected] Tanggal: Kamis, 16 April, 2009, 7:30 PM Apakah umat menyadari ini? Sadar.... Apakah umat perduli dg ini? Tidak.... Apakah Partai2 Islam, tahu ini? Tahu.... Apakah Partai2 Islam, perduli dg ini? Tidak.....at least mereka cuma berwacana saja.... Buktinya 3 besar PiLeg...partai nasionalis yg jelas2 menyokong neo liberalisme Partai Islam terbesar PKS...justru pagi2 merapat ke Demokrat...pendukun g neo liberalisme Partai Islam lain PPP, PKB dan PAN (quasi Partai Islam, lah ini)...either Demokrat atau PDIP.... Suara2 spt sdr Nizami dibawah, ada dimana? ....Wallahu' alamSent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss... !From: A Nizami Date: Thu, 16 Apr 2009 17:58:48 +0800 (SGT) To: <forsim...@yahoogrou ps.com>; <syiar-islam@ yahoogroups. com>; <ekonomi-nasional@ yahoogroups. com>; <ppiin...@yahoogroup s.com>; lisi<l...@yahoogroups. com>; <sab...@yahoogroups. com>; ekonomisyariah<ekonomi-syariah@ yahoogroups. com> Subject: [ekonomi-syariah] Indonesia Lebih Parah - Bls: Pelajaran dari Potret Buram AS: apakah faktor ekonomi sedemikian menentukan? Harap diperhatikan bahwa AS makmur karena mereka memeras kekayaan alam negara2 lain di seluruh dunia seperti Indonesia di mana 90% migas dikelola oleh perusahaan AS dan sekutunya, begitu pula emas, perak, tembaga, dsb seperti di Freeport di mana mereka mendapat 85% hasilnya sementara Indonesia hanya dapat 15% nya (ini jika kita tidak ditipu). Menurut PENA Rp 2000 trilyun/tahun masuk ke kantong asing terutama AS. Ini juga terjadi di Iraq dan Afghanistan di mana perang tsb juga memperebutkan kekayaan alam negara itu.. Tak heran jika pengantar Piza saja di AS gajinya bisa Rp 14 juta/bulan belum termasuk tip sementara di Indonesia manajer saja ada yang gajinya kurang dari rp 2 juta/bulan. Bagaimana pun juga seburam2nya ekonomi di AS, akan lebih buram lagi di Indonesia karena Indonesia adalah negara sapi perah AS. Oleh karena itu tak heran peristiwa bunuh diri sekeluarga juga sudah lama terjadi di Indonesia.. Indonesia butuh pemimpin yang punya visi ekonomi yang berpihak pada rakyat dan mandiri. Bukan sekedar budak asing. YouTube - Ibu dan Dua Anaknya Nekat Bunuh Diri 23.05.2008Kisah Sedih akibat himpitan ekonomi kembali terjadi. Seorang ibu di Deli Serdang, Sumatra Utara, nekat bunuh diri bersama kedua ... www.youtube. com/watch? v=WfgNw9on5nM Fokus - Ibu Bunuh Diri Setelah Bunuh 4 Anaknya Seorang ibu rumah tangga di Malang, Jawa Timur berinisial JM nekad membunuh ke 4 anaknya dengan cara memberikan racun. Setelah membunuh ke 4 anaknya, ... www.indosiar. com/fokus/ 59626/ibu- bunuh-diri- setelah-bunuh- 4-anaknya [list_indonesia] [ppiindia] Kemiskinan Memaksa Ibu Bunuh Diri ... Jumat, 17 Desember 2004 Kemiskinan Memaksa Ibu Bunuh Diri Bersama Dua Anaknya MAHFUD (32) tampak lemas. Masih amat segar dari ingatannya kematian Jasih ... www.freelists. org/post/ list_indonesia/ ppiindia- Kemiskinan- Memaksa-Ibu- Bunuh-Diri- Bersama-Dua- Anaknya,4 Ibu Ajak Dua Anaknya Bunuh Diri Ibu Ajak Dua Anaknya Bunuh Diri. Oleh Yuyuk Sugarman Yogyakarta-Seorang ibu bernama Ratinah (30), warga Dusun Ngelo Sukoharjo, Ngaglik, Sleman, ... www.sinarharapan. co.id/berita/ 0705/04/sh06. html === Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490 ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900 Informasi selengkapnya ada di: http://www.media- islam.or. id Ingin belajar Islam? Kirim email ke: syiar-islam- subscribe@ yahoogroups. com Jual Rumah Baru di Otista Kampung Melayu Jakarta Timur Rp 650 juta.. Info: http://agusnizami. wordpress. com --- Pada Kam, 16/4/09, Satriyo <lasykarlima@ gmail.com> menulis: Dari: Satriyo <lasykarlima@ gmail.com> Topik: {forsimpta} Pelajaran dari Potret Buram AS: apakah faktor ekonomi sedemikian menentukan? Kepada: sd-is...@yahoogroup s.com, keadilan4all@ yahoogroups. com, al-ikh...@yahoogrou ps.com, insist...@yahoogrou ps.com, forsim...@yahoogrou ps.com, syiar-islam@ yahoogroups. com Tanggal: Kamis, 16 April, 2009, 2:15 AM Salam, Potret buram negeri adidaya Paman Sam makin nyata saja dengan makin meningkatnya angka bunuh diri yang menyertai pembunuhan atas anggota keluarga pelaku bunuh diri. Adakah bedanya dengan nasib nahas para mantan Caled di Pemilu 2009 Indonesia setelah mereka terlilit hutang atau harta benda ludes bersama raibnya impian mengais harta sebagai wakil rakyat terhormat dan beradab? Benang merahnya sangat mungkin adalah ekonomi. Jadi? Faktor iman mungkin luput dari atensi manusia di manapun selama ini. Pelajaran berharga yang berarti hanya buat mereka yang memang mau memikirkannya. Ayo, jangan wariskan watak dan sikap materialisme kapitalis kepada anak-anak kita, generasi penerus ummat dan bangsa ini. salam, Satriyo -- Sesungguhnya, hanya dengan mengingat Allah, hati akan tenang now surely by Allah's remembrance are the hearts set at rest >> al-Ra'd [13]: 28 http://majalah. tempointeraktif. com/id/arsip/ 2009/04/13/ ITR/mbm.20090413 .ITR130022. id.html Bunuh Diri Malaise yang Memicu Pelatuk Kasus penembakan anggota keluarga dan bunuh diri kian banyak ditemukan di Amerika. Akibat tak tahan menanggung krisis ekonomi. Hidup, bagi James Harrison, adalah serpihan tanpa bentuk: pekerjaan sebagai petugas jaga malam tanpa tunjangan tetap, lima anak yang butuh makan, dan seorang istri yang terus-menerus menyalakan api pertengkaran. Pekan lalu, Harrison mengakhiri hidupnya yang pepat dengan cara mengenaskan. Ia menembak kelima anaknya, yang masih tertidur pulas di kamar mereka, lalu menembak kepalanya sendiri di sebuah mobil. Polisi Pierce County, Auburn, di Negara Bagian Washington, menemukan mayat Harrison di dalam mobil yang mesinnya masih menyala, Sabtu dua pekan lalu. Setelah menyisir lokasi, sekitar delapan jam kemudian mereka menemukan kelima anak Harrison di rumah mobilnya. Empat ditemukan bersimbah darah di tempat tidur dan seorang lagi di kamar mandi. Mereka berusia 6-14 tahun. ”Ya, Tuhan! Mereka tampak seperti peri-peri kecil yang sedang tidur,” kata Kepala Polisi Paul Pastor. Para tetangga yang tinggal di dekat rumah mobil Harrison mengatakan pria 34 tahun itu gemar menyiksa anak. Dua tahun lalu, mereka pernah mengadukan Harrison ke bagian pengawasan anak.. ”Setiap hari, Anda bisa mendengar anak-anak malang itu menjerit kesakitan,” kata Carolyn Bader, seorang tetangga. Beberapa jam sebelum peristiwa penembakan, menurut para tetangga, Harrison sempat bertengkar dengan istrinya, Angela. Teriakan pertengkaran menggema ke rumah-rumah sebelah. Setelah itu, dengan tergesa-gesa sang istri keluar dari rumah. Seorang kerabat Harrison mengatakan pasangan itu sudah lama tak cocok. Kebiasaan Harrison yang gemar memukul dan pekerjaannya sebagai petugas jaga malam di sebuah pabrik dengan gaji kecil dan tanpa tunjangan menjadi pemicu pertengkaran. Sang istri bahkan mengancam akan meninggalkan Harrison. Kasus penembakan ini menggenapi peristiwa serupa yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir di Amerika Serikat. Hanya sepekan sebelum kasus Harrison, di Santa Clara, California, Karthik Rajaram membunuh istrinya, dua anak mereka, dan ibu mertuanya, kemudian bunuh diri. Dalam secarik kertas yang ditemukan di sebelah mayatnya, pria yang bekerja sebagai manajer keuangan di anak perusahaan Sony Picture ini mengaku tengah dililit krisis keuangan setelah dipecat dari perusahaan itu. ”Ini keputusan yang lebih terhormat,” tulisnya. November tahun lalu, seorang pria juga menembak istri, dua putri mereka, dan dirinya di Akron, Ohio. Padahal pria itu dikenal sebagai orang yang santun. Seorang tetangga menceritakan anak-anaknya bahkan belajar piano dari pria itu. Kerabatnya mengatakan pria itu berbuat nekat karena tak menemukan cara membayar kredit rumah setelah diberhentikan dari pekerjaan. Kecenderungan menembak anggota keluarga yang berakhir dengan bunuh diri ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan psikolog dan peneliti kejiwaan di Amerika. Dr Edward Charlesworth, psikolog klinis di Houston, bulan lalu mengadakan penelitian tentang korelasi bunuh diri dan krisis ekonomi. Berdasarkan penelitian itu, ia menyimpulkan orang akan cenderung berbuat nekat dalam tekanan ekonomi. Penelitian ini dikuatkan dengan bukti kian naiknya pengaduan yang masuk ke pusat-pusat bantuan pencegahan bunuh diri. Menurut Virginia Cervasio, Direktur Eksekutif Samaritans of New York, yang menangani keluhan bunuh diri, penelepon umumnya mengadu tak mampu lagi menanggung beban hidup setelah krisis keuangan mendera. Sepanjang tahun ini saja, Switchboard of Miami, lembaga bantuan lainnya, merekam 500 panggilan yang berisi keluhan senada. ”Mereka mengeluh sudah tak punya apa-apa, kehilangan rumah, pekerjaan, mobil,” kata Ann Malone, salah satu petugas. Krisis finansial sejak tahun silam memang menghancurkan sendi ekonomi keluarga di negara adidaya itu. Lebih dari empat juta warga Amerika kini menghadapi jatuh tempo utang properti. Mortgage Bankers Association, yang mengurus kredit perumahan, mencatat sudah 500 ribu dokumen penyitaan yang selesai diproses. Tahun ini diperkirakan jumlah itu akan meningkat drastis. ”Sejarah menunjukkan kehidupan keluarga Amerika yang mapan memang mudah rapuh jika krisis ekonomi melanda,” kata Charlesworth. Angela Dewi (AP, Latimes, Nytimes) Berselancar lebih cepat. Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser. Dapatkan IE8 di sini! http://downloads. yahoo.com/ id/internetexplo rer Mulai chatting dengan teman di Yahoo! Pingbox baru sekarang!! Membuat tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah. http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/

