sudahlah..nda usah tuding partai dan menyalahkan, gimana kalau perandaian itu 
dimulai dari diri kita sendiri dan keluarga aja dulu (minimal anak, istri& 
suami). iman, ilmu dan amal. 

hmm..kalau hamas menanamkan benih jihad dan perlawanan dari segala bentuk 
kemungkaran adl jalan kesabaran dan kemuliaan harga diri yg diajarkan islam 
kepada rakyat palestina, kenapa kita nda mulai tanamkan itu dihati anak2, istri 
dan suami kita aja dulu?coba bayangkan kalau semua muslim mengimani kebenaran 
ajaran islam karena kebenaran ilmu yg didapatnya slama ini dan kemudian 
diamalkan dan ditanamkan kebenaran itu pada hati orang2 yg kita pimpin, coba 
bayangkan berapa banyak yg kita tuai nantinya orang2 yg berani teriak akan 
kebenaran dan menjunjung kejujuran, tidak takut pada apapun kecuali Allah dan 
mencintai siapapun kecuali Allah dan RasulNya -:) 

yaaa..tapi itu juga baru mimpi aja, mengingat berapa banyak sich muslim di 
indonesia yg tahu akan ajaran islam yg benar? kebenaran yg selama ini diyakini 
oleh muslim kebanyakan di indonesia adalah mengikuti pendapat orang banyak yg 
merupakan keumuman dan bukan dari hasil pemikiran sendiri yg didasarkan pada 
petunjuk kebenaran hakiki (Al-qur'an dan Hadist) Jadi..kalau mau teriak 
kebenaran, harus liat kanan kiri dulu, apa yg kanan dan kiri sama teriaknya or 
beda, kalau beda biasanya mending diam dan tutupi kebenaran yg sebenarnya. 
daripada sudah tahu benar, malah jadi salah, hanya karena yg orang kebanyakan 
teriak salah. bingung2 dech *_^hehehe

muslim disini kebanyakan, jangankan teriak syariat islam, ngebayangin aja emoh, 
karena takut duluan karena ketidaktahuannya. hmm..coba iseng dech tanya ke kiri 
dan kanan teman2 sekeliling kita, apa sich beda islam dgn yg lain? atau tanya 
siapa aja sich sahabat Rasulullah dan kenapa dikatakan sahabat?or apa sich 
salaf, sunni, syiah, khawariz, mu'tazilah, dlsbnya apalagi  ngomong masalah 
hermeneutik?aahh..cape dechhh..dengernya aja baru, apalagi diajak ngomong?
ya..tapi itulah kenyataan potret muslim di sini, harus ada kerja keras dan 
serius untuk lakukan perubahan. Ya..bukan muslim aja sich..yg luar muslim juga 
kebanyakan gak tahu ttg agamanya tuch?

hehehe..aku jadi ingat omongan guruku:)
"kamu tahu gak?! berapa banyak orang yg mengerti akan kebenaran dari sekitar 
4000 orang yg ada di sini?!saya hanya memprediksi hanya ada sekitar 6 atau max 
10 orang aja!!" (kata guruku sambil melotot2 ke arahku)

"bagus dong pak?! aku pernah baca hadist, dari 1000 orang yg ada, hanya ada 1 
orang yg masuk syurga.:) berarti dari 4000 orang yg ada disini dan ada 6 or max 
10 orang yg benar, berarti dah melampaui batas yg masuk syurga dong!!hehehe 


salam
hana



--- In [email protected], Syahri Mahmud <syahri_mah...@...> wrote:
>
> andai saja parpol Islam di indonesia mengikuti jejak HAMAS
> andai saja parpol Islam di indonesia tidak takut menyuarakan syariat Islam
> andai saja parpol Islam di indonesia berani menampakkan keislamannya
> andai saja parpol Islam di indonesia tidak hanya janji dan ngumbar aurat 
> pedangdut dalam kampanyenya
> andai saja parpol Islam di indonesia memiliki visi dan misi yang sama
> andai saja parpol islam di indonesia bersatu dalam koalisi untuk menerapkan 
> syariat Islam
> andai saja...
> 
> duh...apakah saya hanya bisa berandai-andai?
> 
> 
> 
> 
> 
> ________________________________
> From: Satriyo <lasykarl...@...>
> To: [email protected]; [email protected]; 
> [email protected]; [email protected]; 
> [email protected]; [email protected]; 
> [email protected]
> Sent: Tuesday, April 21, 2009 9:43:59 AM
> Subject: [syiar-islam] Re: [Tauziyah] Mengapa Hamas Ikut Permainan Demokrasi?
> 
> Subhanallaah ...!
> Andai saja (maaf saya tahu pengandaian tidak diperkenankan oleh Rasulullah)
> negeri ini seperti Palestina, rakyatnya yang muslim menjadi kukuh ditempa
> terjangan terorisme tiada henti sambil terus menggembleng diri dengan
> peneguhan dan pengokohan aqidah ...!
> Setuju, Demokrasi ala kafir Barat hanyalah kuda tunggangan yang dapat
> dimanfaatkan. Tapi HAMAS juga tidak lupa memastikan bahwa mereka memang tahu
> betul cara menunggangi kuda itu sehingga tidak menjadi kuda yang
> mengendalikan si penunggang ...! Subhanallah ...!
> 
> salam,
> Satriyo
> 
> 2009/4/17 Setianto, Budi <budi.setia...@...>
> 
> >
> >
> >   Mengapa Hamas Ikut Permainan Demokrasi?
> >
> > Rabu, 15/04/2009 22:08 WIB Cetak |  
> > Kirim<http://eramuslim.com/suara-langit/undangan-surga/send/mengapa-hamas-ikut-permainan-demokrasi>
> >  |
> > RSS <http://eramuslim.com/suara-langit/undangan-surga/rss>
> >
> > Benarkah Hamas sebagai sebuah gerakan perlawanan Islam yang sudah
> > membuktikan dirinya konsisten berjihad di garis terdepan menghadapi musuh
> > utama ummat Islam yaitu Zionis Yahudi Israel, telah terjebak dalam permainan
> > sistem kafir demokrasi? Ketika Syeikh Abu Bakar Al-Awawida, anggota Ikatan
> > Ulama Palestina, berkunjung ke kantor redaksi Eramuslim,  muncullah
> > pertanyaan soal keikutsertaan Hamas yang dianggap sudah mengikuti sistem
> > demokrasi yang oleh sebagian Muslim dianggap sebagai sistem orang-orang
> > kafir, yang diusung oleh Barat.
> >
> >  Apa sesungguhnya yang telah menyebabkan Hamas pada bulan Januari 2006
> > perlu ikut dalam pemilihan umum alias masuk dalam gelanggang pertarungan
> > politik menurut sistem kafir Demokrasi ala Barat? Padahal bagi sebagian
> > ummat Islam yang sangat kagum dengan keberanian dan konsistensi gerakan
> > perlawanan Hamas tidakkah cukup Hamas sebagai sebuah gerakan yang berjihad
> > secara suci membebaskan dirinya dari ikut serta dalam permainan politik
> > jahiliyyah yang sarat kebusukan? Padahal di dalam anggaran dasar Hamas jelas
> > ditulis: Hamas menjadikan Islam sebagai *manhaj*-nya, sumber pemikiran,
> > pemahaman dan konsepsinya mengenai alam, kehidupan dan manusia. Islamlah
> > yang menuntun seluruh tindakan dan langkah gerakan ini. Padahal Hamas tidak
> > mengakui keberadaan negara Zionis Yahudi Israel sebagaimana mereka sebutkan
> > di dalam konstitusinya: ”Hamas meyakini bahwa bumi Palestina  adalah tanah
> > waqaf Islam kepada segenap generasi Islam sampai hari Kiamat. Tidak boleh
> > dikurangi sebagian atau seluruhnya atau diserahkan kepada orang lain. Tanah
> > ini tidak bopleh dimiliki oleh satu atau seluruh negara Arab. Tidak boleh
> > dimiliki oleh seorang presiden atau raja atau seluruh raja dan kepala
> > negara. Juga tidak boleh dimiliki oleh satu atau seluruh organisasi
> > Pa;estina ataupun Arab. Karena Palestina merupakan tanah waqaf Isalm kepada
> > seluruh generasi Islam sampai hari Kiamat. Siapakah yang memiliki hak
> > mewakili seluruh generasi Islam hingga har Kiamat? Demikianlah hukum negeri
> > Palestina dalam syari’at Islam.”
> >
> > * *Perlu diingat bahwa deklarasi resmi kelahiran Gerakan Perlawanan Islam
> > Hamas terjadi pada Desember 1987. Semenjak dideklarasikan mulailah rakyat
> > Palestina merasakan kehadiran dan manfaat berbagai program Hamas. Hamas
> > mengawali gerakannya dengan mensosialisasikan *Tarbiyyah Islamiyyah
> > Harakiyyah Manhajiyyah* (Kaderisasi Islami Operasional Sistemik). Melalui
> > berbagai halaqah, daurah, tahfidz Al-Qur’an (Menghafal Al-Qur’an), 
> > majelis
> > ilmu, pembangunan sekolah dan universitas. Melalui sarana-sarana ini mereka
> > mempersiapkan suatu generasi ummat yang siap menerima *aqidah* dan *fikrah
> > Islamiyyah* (keimanan dan ideologi Islam). Hamas menekankan bahwa *
> > tarbiyyah* merupakan awal segala-galanya, walaupun tarbiyyah bukanlah
> > segala-galanya. Hamas senantiasa mementingkan tarbiyyah karena yakin bahwa
> > inilah jalan pasti untuk melahirkan para kader-kader militan handal.
> >
> >  Selanjutnya sambil mulai menuai hasil tarbiyyah dan tetap meneruskannya,
> > mereka mengembangkan berbagai kegiatan lainnya seperti kegiatan *’amal
> > khairiyyah-ijtima’iyyah* (aktifitas kebajikan-sosial)  menyantuni para
> > janda dan yatim syuhada, petani, pekerja dan keluarga pejuang yang berada
> > dalam tahanan penjara Israel, kaum fakir dan miskin, menyelenggarakan nikah
> > massal bagi kalangan pemuda yang kurang mampu dan lain sebagainya.  Selain
> > aktifitas *tarbiyyah *dan *khairiyyah-ijtima’iyyah, *Hamas mengembangkan
> > aktifitas *al-jihad wal-muqowwamah* (jihad dan perlawanan). Aspek ini bisa
> > dikatakan merupakan primadona sekaligus pesona utama gerakan Hamas. Oleh
> > karenanya Hamas membentuk sayap militer khusus bernama *Kataib AsySyahid
> >  Izzuddin Al-Qossam* (Batalion AsySyahid Izzuddin Al-Qossam).  Aktifitas
> > ini dilakukan melalui unit-unit militernya, dengan menyelenggarakan berbagai
> > *mukhayyam ’askari* (perkemahan militer) serta mengajarkan  cara membuat
> > persenjataan sendiri mulai dari amunisi, roket bahkan senjata pelontar
> > mortir atau RPG.
> >
> >
> >
> > Selain aktifitas *tarbiyyah, khairiyyah-ijtima’iyyah *dan *al-jihad
> > wal-muqowwamah, *Hamas juga mengembangkan aktifitas *siyasah* (politik).
> > Dalam bidang ini mereka kemudian mengkaji situasi politik masyarakat
> > Palestina. Mereka mengamati terus perkembangan aspirasi masyarakat.  Hamas
> > sadar bahwa sistem politik yang berlaku merupakan sistem kafir Demokrasi ala
> > Barat. Ini bukanlah sistem Islam. Tetapi mereka juga sadar bahwa sistem
> > jahiliyyah Demokrasi dapat dijadikan sebagai sebuah kuda tunggangan untuk
> > mencapapai sasaran antara perjuangan. Maka ketika ada Pemilu  tahun 1996,
> > para pimpinan Hamas mengkaji kemungkinan untuk berpartisipasi. Namun setelah
> > menimbang antara *mafsadat *dan *maslahat*-nya, mereka berkesimpulan bahwa
> > jika partai Hamas terlibat pada saat itu niscaya mereka bakal mengalami
> > kekalahan yang menyebabkan  Hamas menjadi masuk dalam jebakan permainan
> > sistem Demokrasi. Hamas hanya mau terlibat jika kemenangan besar kemungkinan
> > dapat diraih. Pada tahun 1996 Hamas tahu diri dan menilai bahwa hasil
> > aktifitas *tarbiyyah, khairiyyah-ijtima’iyyah *dan *al-jihad
> > wal-muqowwamah *yang mereka lakukan belumlah mencakup jumlah cukup
> > mayoritas rakyat Palestina. Sehingga mereka tunda keterlibatannya dalam
> > Pemilu.
> >
> >  Sepuluh tahun kemudian ketika diselenggarkan Pemilu tahun 2006, Hamas
> > kembali mengkaji kemungkinan terlibat dalam Pemilu. Dan pada saat itu mereka
> > optimis bahwa sebagian besar masyarakat telah terbentuk menjadi pendukung
> > Hamas berkat berbagai program multidimensi yang dijalankan Hamas.  Jika saat
> > itu Hamas ikut pemilu kemungkinan besar mereka bakal meraih kemenangan. 
> > *Lalu,
> > kita bertanya sekali lagi, apakah ini berarti Hamas telah khianat kepada
> > sistem Islam dan berfihak kepada sistem kafir Demokrasi ala Barat?  *
> >
> > * *Satu-satunya saingan politik pada masa itu hanyalah partai Fatah.
> > Partai ini bersifat sekularis-nasionalis. Dan Partai Fatah telah
> > meninggalkan jalan *jihad* dan *perlawanan* diganti dengan jalan damai dan
> > negosiasi sebagai solusi menghadapi negara penjajah Zionis Yahudi Israel. 
> > Ini
> > berarti bahwa PLO dan Fatah telah mengakui eksistensi negara ilegal Zionis
> > Yahudi Israel. Sedangkan fihak Barat memandang PLO dan Fatah sebagai wakil
> > sahih rakyat Palestina yang bisa mereka kendalikan. Dengan kata lain Barat
> > ingin memaksakan opini bahwa rakyat Palestina pada umumnya menyetujui pula
> > eksistensi negara Israel. Sebaliknya hasil kajian Hamas menilai bahwa
> > kebanyakan rakyat Palestina sudah menunjukkan keberfihakan kepada solusi
> > jihad dan perlawanan yang ditunjukkan oleh Hamas, sehingga merekapun
> > memberanikan diri untuk membuktikannya di Tempat Pemungutan Suara. Jadi
> > kesimpulannya, Hamas tidak pernah mengakui sistem Demokrasi sebagai solusi,
> > melainkan sebagai sekedar kuda tunggangan untuk membuktikan di hadapan semua
> > fihak bahwa mayoritas rakyat Palestina memilih sikap dan jalur *jihad* dan
> > *perlawanan *bukan jalur yang ditawarkan oleh partai sekularis-nasionalis
> > Fatah, yaitu jalan damai dan negosiasi dalam menghadapi musuh.
> >
> > *Subhaanallah,* begitu Pemilu dilangsungkan pada akhir Januari 2006,
> > terbukti bahwa perhitungan Hamas benar adanya. Hamas berhasil memperoleh 74
> > dari 132 kursi legislatif. Suatu kemenangan yang mencapai hampir 60% suara
> > pemilih yang masuk. Media massa barat seperti CNN dan BBC langsung
> > menyebutnya sebagai suatu *Political Earthquake*. Semua fihak dibuat
> > terkejut. Padahal Pemilu yang diadakan sarat kecurangan yang dilakukan oleh
> > fihak pemerintah PLO yang berkuasa dibawah kepemimpinan partai Fatah.
> > Padahal Hamas merupakan organisasi yang baru pertama kali berpartisipasi
> > dalam pemilu..!
> >
> >  "*Kemenangan Hamas yang berhasil meraih hampir 60 persen suara rakyat
> > Palestina dalam pemilu membuktikan bahwa rakyat Palestina mendukung jihad
> > dan perlawanan terhadap penjajahan Zionis Israel*," ujar Syeikh Abu Bakar
> > Al-Awawida. Lalu ia melanjutkan, "*Dalam hal ini, bukan berarti Hamas
> > mengikuti konsep demokrasi ala Barat. Demokrasi itu semata-mata hanya
> > sebagai 'wasilah' (sarana), Hamas mengambil manfaat dari demokrasi untuk
> > menuju kemenangan, untuk membela agama dan umat dan bukan untuk kepentingan
> > Hamas*."
> >
> >  Berarti upaya AS, Eropa, Israel dan antek-antek mereka di Palestina dalam
> > tubuh Fatah, untuk membentuk opini publik bahwa *jihad *dan* 
> > perlawanan*bukanlah pilihan rakyat Palestina melalui hasil Pemilu 2006 
> > tersebut
> > terbukti salah. Lalu ketika akhirnya fihak Barat tidak mengakui kemenangan
> > poltik Hamas, maka mereka lalu berkonspirasi untuk memerangi rakyat
> > Palestina melalui perang fisik yang tidak seimbang. Fihak Hamas-pun
> > meladeninya dengan *heroisme* jihad dan perlawanan yang memang merupakan
> > watak orisinal perjuangan gerakan ini. Dan melalui *Ma’rokah  
> > Al-Furqon*(perang Gaza)  yang berlangsung selama 22 hari di akhir Desember 
> > 2008 hingga
> > Januari 2009 Hamas kembali membuktikan kepada dunia bahwa rakyat Palestina
> > memang berfihak kepada *jihad* dan *perlawanan* bukan kepada jalan damai
> > dan negosiasi menghadapi musuh Zionis Yahudi Israel. Sehingga selama perang
> > berlangsung tidak ada terdengar seorangpun warga Gaza maupun Tepi Barat yang
> > menyalahkan Hamas, kecuali dari para politisi Fatah yang memang dengki dan
> > berseberangan dengan gagasan *al-jihad wal-muqowwah *(jihad dan
> > perlawanan).
> >
> >  Saudaraku, belajar dari pengalaman Hamas berarti ada beberapa kesimpulan
> > yang sepatutnya diambil oleh setiap organisasi, jamaah, da’wah, 
> > *harokah*(gerakan) dan partai Islam bila hendak berpartisipasi dalam sistem 
> > kafir
> > Demokrasi ala Barat, khususnya Pemilu:
> >
> > * **Pertama*, Hamas memandang Pemilu -sebagai bagian dari sistem
> > Demokrasi- merupakan sebuah sistem di luar Islam yang bisa dijadikan kuda
> > tunggangan untuk meraih sasaran antara perjuangan. Di dalamnya mengandung
> > unsur *mafsadat *(kerusakan) dan *maslahat* (manfaat). Partai Hamas
> > memastikan bahwa institusinya telah cukup immune untuk tidak terkontaminasi
> > oleh mafsadatnya dan cukup yakin sanggup memetik maslahatnya. Oleh karenanya
> > Hamas  telah melakukan *assessment* yang akurat dan teliti akan dukungan
> > masyarakat terhadap ide-ide Partai Hamas.
> >
> >  *Kedua*, hendaknya ada sasaran kuantitatif yang bisa diukur untuk
> > memastikan bahwa ide Partai didukung oleh masyarakat. Dalam hal Hamas, ide
> > yang mereka usung adalah *al-jihad wal-muqowwah *(jihad dan perlawanan).
> > Dan mereka secara tegas menawarkannya kepada publik. Sedikitpun mereka tidak
> > surut dalam menawarkan gagasan militannya itu. Mereka sejak awal telah
> > secara tegas mengumumkan kepada publik bahwa Hamas tidak akan menempuh jalan
> > damai dan negosiasi dalam menghadapi musuh Zionis Yahudi Israel.
> >
> >  *Ketiga*, Hamas tidak pernah tunduk kepada  selera masyarakat dalam
> > berpolitik, khususnya dalam tampilan kampanyenya. Malah Hamas-lah yang
> > mengarahkan masyarakat. Dan mengingat bahwa kerja *tarbiyyah,
> > khairiyyah-ijtima’iyyah *dan *al-jihad wal-muqowwamah *telah berlangsung
> > dengan kokoh dan meluas di tengah masyarakat, maka Hamas cukup *confident
> > *untuk memastikan mereka bakal memenangkan suara rakyat. Dan terbukti
> > dalam realita bahwa estimasi mereka bukanlah sekadar asumsi apalagi mimpi di
> > siang bolong.
> >
> >  *Keempat*, Hamas membuktikan dirinya sebagai sebuah partai Islam yang
> > tidak sekedar pandai menebar janji. Bahkan jauh sebelum  berpartisipasi
> > dalam Pemilu Hamas telah membuktikan janji-janji yang kemudian
> > dilontarkannya di masa menjelang Pemilu. Sehingga bagi rakyat mereka tidak
> > perlu bertanya apakah janji Hamas sanggup ditepati atau tidak, karena yang
> > terjadi selama ini ialah bukti lapangan telah ditunjukkan sebelum janji
> > dilontarkan.
> >
> >  *Kelima*, sejak hari pertama berkiprah di tengah masyarakat Hamas tanpa
> > ragu telah mengedepankan identitas Islam. Mereka tidak pernah seharipun
> > meninggalkan dan menanggalkan identitas dan ideologi Islam dalam berjuang,
> > sebab mereka sangat yakin bahwa kemuliaan hanyalah bersama Iman dan Islam
> > dan sebaliknya bila meninggalkan Iman dan Islam kehinaanlah yang akan
> > didapat di dunia dan siksa pedih menanti di akhirat. ”*Apakah kamu beriman
> > kepada sebahagian Al Kitab dan ingkar terhadap sebahagian yang lain?
> > Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan
> > kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan
> > kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu
> > perbuat.” (QS AlBaqarah ayat 85)*
> >
> >  *Keenam*, Hamas telah sukses membuktikan bahwa Pemilu/Demokrasi hendaknya
> > hanya dijadikan sebatas kuda tunggangan untuk benar-benar hanya menawarkan
> > Islam sebagai solusi tunggal kehidupan ke-ummatan dan bernegara. Hamas tidak
> > pernah malu-malu mengumumkan bahwa Syariat Islam merupakan cita-cita
> > bersama. Sehingga masyarakat Palestina tidak pernah memiliki kesamaran dalam
> > melihat maksud dan tujuan Partai Hamas. Sehingga jelas sekali perbedaan
> > antara Hamas sebagai partai Islam dengan Fatah sebagai partai
> > nasionalis-sekularis. Sehingga batallah anggapan yang mengatakan bahwa Hamas
> > terjebak terjebak dalam permainan sistem kafir demokrasi sebagaimana banyak
> > partai-partai Islam kebanyakan di negeri lainnnya.
> >
> >  *Ketujuh*, Hamas dengan mudah dan relatif cepat memperoleh dukungan dan
> > kepercayaan luas masyarakat karena mereka sukses membuktikan dirinya bukan
> > sekedar sebuah partai politik yang hanya haus dan sibuk mengejar kekuasaan.
> > Hamas dikenal luas sebagai sebuah organisasi multidimensi mencakup aspek
> >  da’wah, tarbiyyah, sosial-kebajikan, jihad-perlawanan dan politik.
> >
> >
> >
> > *‘Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati,
> > padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu
> > orang-orang yang beriman.” **(QS Ali Imran ayat 139)*
> >
> >
> >
> > 
> >
> 
> 
> 
> -- 
> Sesungguhnya, hanya dengan mengingat Allah, hati akan tenang
> now surely by Allah's remembrance are the hearts set at rest
> >> al-Ra'd [13]: 28
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
> ------------------------------------
> 
> 
> ===
> Paket Umrah Mulai US$ 1.490
> Paket ONH Plus 2009 (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900
> Informasi lengkap di:
> http://www.media-islam.or.id
> Ingin belajar Islam? Kirim email ke [email protected]
> 
> Dapatkan buku-buku Islami di DemiMasa Online Bookstore 
> http://www.demimasa.co.id
> 
> Jual Rumah Baru di Otista Kampung Melayu Jakarta Timur Rp 650 juta. Info: 
> http://agusnizami.wordpress.comYahoo! Groups Links
> 
> 
> 
> 
>       
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke