----- Forwarded Message ---- From: andri satriawan <[email protected]> To: [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; achmad sutiyono <[email protected]>; [email protected]; [email protected]; AGUS ILHAM <[email protected]>; Alit <[email protected]>; assalamjakarta <[email protected]>; bursamuslim <[email protected]>; Chairul Anwar <[email protected]>; Cynthia <[email protected]>; Darma <[email protected]>; darut tauhid <[email protected]>; diky <[email protected]>; dmaz banu <[email protected]>; dt <[email protected]>; dull <[email protected]>; eramuslim <[email protected]>; Etha_neh Kuradayatquw <[email protected]>; evi diana <[email protected]>; Fajar Budiman <[email protected]>; farisa <[email protected]>; generasi <[email protected]>; herdi <[email protected]>; hidayahnet <[email protected]>; Hidayati Sarah <[email protected]>; ikrema <[email protected]>; indah <[email protected]>; Indra D <[email protected]>; ingatan <[email protected]>; ka09 saja <[email protected]>; kacrut boy <[email protected]>; kafe muslimah <[email protected]>; KAMMI <[email protected]>; Kumpulan Situs Sunnah <[email protected]>; Lenggang Kangkung <[email protected]>; M. Firdaus Ibrahim <[email protected]>; Minie - <[email protected]>; misbach <[email protected]>; MR <[email protected]>; muhammad sulton <[email protected]>; [email protected]; [email protected]; ngaji_di_nola <[email protected]>; noviMR <[email protected]>; Novita <[email protected]>; novyan siswanto <[email protected]>; nurry yi <[email protected]>; Om elan <[email protected]>; Om elan juga <[email protected]>; p h i <[email protected]>; pak saptaji ariwijaya <[email protected]>; pencinta_rosul <[email protected]>; pengajian kantor <[email protected]>; promosi manajer <[email protected]>; qolbuns <[email protected]>; QuranClub_ipb <[email protected]>; RantauNet <[email protected]>; Rima Nindisari <[email protected]>; rina <[email protected]>; rino <[email protected]>; ross dhiana <[email protected]>; SAS - Bambang <[email protected]>; [email protected]; [email protected]; tasya22 <[email protected]>; Trie Andini <[email protected]>; [email protected]; [email protected]; uni feby <[email protected]>; usman <[email protected]>; ust. ahmad <[email protected]>; vina <[email protected]>; yanarto_teguh <[email protected]>; yvone <[email protected]> Sent: Friday, May 1, 2009 5:08:03 PM Subject: (INGATAN) KEMULIAAN MAKAM RASULULLAH SAW Sayyidina Umar bin Khattab ra adalah salah seorang pecinta Rasul saw, beliau ra selalu tak ingin berpisah dengan Rasul saw, maka ketika ia telah dihadapan sakratulmaut, Yaitu sebuah serangan pedang yang merobek perutnya dengan luka yang sangat lebar, beliau tersungur roboh dan mulai tersengal sengal beliau berkata : “dekatkan aku susu�, alangkah mulianya Amirulmukminin ini, beliau masih ingat sunnah Nabinya saw yang menyukai susu, maka saat susu itu diminumkan, segera susu itu tumpah dari luka diperutnya, maka ia memahami bahwa ia sudah diambang sakratulmaut, ia menoleh dan berkata kepada putranya (Abdullah bin Umar ra), "Pergilah pada ummulmukminin, katakan padanya aku berkirim salam hormat padanya, dan kalau diperbolehkan aku ingin dimakamkan disebelah Makam Rasul saw dan Abubakar ra", Maka ketika Ummulmukminin telah mengizinkannya maka berkatalah Umar ra : "Tidak ada yang lebih kupentingkan daripada mendapat tempat di pembaringan itu (dimakamkan disamping makam Rasul saw), maka bila aku wafat, usunglah aku kesana, dan ucapkan lagi salam, dan mohonkan izin lagi pada ummulmukminin, bila beliau mengizinkan maka kuburkan aku, kalau beliau menolak maka tolaklah aku ke pekuburan muslimin" (Shahih Bukhari hadits no.1328). Mustahil Umar ra meminta berkali-kali untuk diizinkan dimakamkan disebelah makam Rasul saw dan Abubakar ra, kenapa?, apakah sekedar iseng belaka?, melainkan bukti bahwa Makam Rasul saw mempunyai kemuliaan, demikian pula Makam Abubakar Shiddiq ra, sehingga Umar ra dalam sakratulmautnya masih sempat mengucapkan kalimat bahwa tak ada yang lebih diperdulikannya selain pembaringan disebelah mereka. Demikianlah Mahabbah (cinta) kepada Rasul saw, dan setelah Rasul saw wafat, diriwayatkan bahwa peninggalan- peninggalan pakaian Rasul saw disimpan oleh para sahabat, sebagaimana cincin beliau saw dipakai oleh Anas bin malik, lalu pindah ketangan Abubakar ra, lalu pindah ketangan Umar bin Khattab ra, lalu pindah ketangan Usman bin Affan ra, lalu terjatuh ke sumur Aris, dan berkata Anas bin malik : Aku mencarinya bersama usman bin Affan selama 3 hari dan kami tak juga menemukannya (Shahih Bukhari hadits no.5540). Betapa mereka menjaga barang barang peninggalan Rasul saw, kalau seandainya cincin itu tak ada nilai mahabbah, maka tak perlulah Usman bin Affan mencarinya hingga 3 hari, ini menunjukkan barang peninggalan Rasul saw dimuliakan dan dicintai oleh para sahabat besar, radhiyallahu 'anhum, Lalu siapa pula yang mengingkari Abubakar Shiddiq ra?, siapapula yang mengingkari Umar bin Khattab ra?, Usman bin Affan ra?, Ali bin Abi Thalib kw?, mereka kesemuanya seperti yang disebutkan Imam Bukhari dan para muhadditsin besar lainnya, demikian mereka ini dan para penerusnya dari zaman ke zaman, para pecinta Rasul saw terus ada dan terus mengenang sang nabi saw, puji-pujian pada Nabi saw terus digandrungi, dan Rasul saw bersabda : "Orang yang dahsyat Cintanya padaku di ummat ini, adalah mereka yang hidup setelah aku wafat, namun hati mereka lebih condong untuk melihatku lebih daripada harta dan keluarga mereka" (Shahih Muslim hadits no.2832) Wahai para pemuda bangkitlah.. kenalkan dirimu.. katakan pada mereka, dan jangan kau malu dan ragu, katakan pada semua temanmu.. : "Kalian ber idola lah dengan idola kalian, idolaku adalah Muhammad Rasulullah saw..!", bangkitlah dengan mencintai sunnah beliau saw, mengenalkan sunnah beliau saw kepada teman teman, Maka mereka yang menolak memuji Rasul saw, dan melarang orang memuji Rasul saw di masjid-masjid, mereka adalah pengkhianat nabi saw, mereka membawa ajaran sesat dari bisikan syaitan, dan bahwa telah terjadi di zaman Rasul saw seorang lelaki menyeramkan dengan jenggot memanjang dan dahi menjorok kedepan, mata membelalak, dan berkepala sulah, menegur Rasul saw seraya berkata : "Bertakwalah kepada Allah wahai Rasul..!", maka murkalah Rasul saw dan berkata : "Bukankah aku yang paling berhak atas ketakwaan dimuka bumi ini..?", maka berkata Khalid bin walid ra : Izinkan aku menebas lehernya Wahai rasulullah.. !, maka berkatalah Rasul saw : "Jangan.. barangkali dia ini shalat", maka berkata Khalid : berapa banyak orang yang shalat dan hatinya tidak shalat?, maka Rasul saw menjawab : "Aku tidak diutus untuk membelah dada mereka untuk memeriksa iman mereka", lalu Rasul saw terus memandangi lelaki buruk akhlak itu seraya bersabda : "akan lahir dari sulbi orang ini suatu kaum yang membaca Kitabullah dengan lembab, tidak melewati tenggorokannya (tidak diamalkan/tidak memahami kemuliaan Alqur'an, hanya sekedar hafal lalu menghina orang lain), mereka menjauh dari agama sebagaimana menjauhnya anak panah dari busurnya, bila aku menjumpai mereka aku akan memerangi mereka sebagaimana memerangi kaum tsamud" (Shahih Muslim hadits no.1063,1064) . Muncullah wabah akidah dizaman kita, mereka banyak menghafal Alqur'an namun pula bibir mereka kotor dengan menuduh Musyrik pada orang muslimin. Wahai Allah.. terbitkan matahari Mahabbah dan cinta kami pada Idola kami Muhammad saw…, curahkanlah hidayah pada semua muslimin yang terperangkap oleh perangkat sesat ini, palingkan hati mereka untuk mencintai Nabi Muhammad saw. Sebagaimana para sahabat mencintai nabi saw, amiin.. amiin.. [Non-text portions of this message have been removed]

