Bismillahirrahmaanirrahiim,,
Assalamu'alaikum Warahmatullahi wabarakaatuh
 
Taktik saudara Yusuf terhadap Nabi Yusuf Alaihissalam
 
Ayat 7-10
 
Sesungguhnya ada beberapa tanda-tanda kekuasaan Allah pada (kisah) Yusuf dan 
saudara-saudaranya bagi orang-orang yang bertanya.
 
(Yaitu), ketika mereka berkata: "Sesungguhnya Yusuf dan saudara kandungnya 
(Bunyamin) lebih dicintai oleh ayah kita daripada kita sendiri, padahal kita 
adalah golongan yang kuat. Sesungguhnya ayah kita berada dalam kekeliruan yang 
nyata.
 
Bunuhlah Yusuf, atau buanglah dia disuatu daerah (yang tidak dikenal) supaya 
perhatian ayahmu tertumpah kepadamu saja, dan sesudah itu hendaklah kamu 
menjadi orang-orang yang baik".
 
Seorang diantara mereka berkata: "Janganlah kamu bunuh Yusuf, tetapi 
masukkanlah dia kedasar sumur supaya dia dipungut beberapa orang musafir, jika 
kamu hendak berbuat".
 
Pada ayat ke delapan, "Nahnu 'Ushbatun" (kami lebih kuat). Imam Al Biqa'i, 
menjelaskan dalam kitabnya :Nudzumuddurar fi tanasub al aayh wassuwar= 
persesuaian/hubungan antara ayat dan surah, jilid 4 hal 11), "Ushbatun" ini 
orang yang berumur dari 10-40 thn. Sementara Prof.Dr. wahbah Addzuhaili dalam 
tafsirnya Al Munir 12:212, mengatakan "Ushbatun, adalah kumpulan dari antara 
satu dan 10 orang)Jadi mereka merasa nabi Yusuf masih sangat kecil, mereka jauh 
lebih kuat ketimbang nabi Yusuf, lantas kenapa ayah mereka lebih sayang sama 
Yusuf ketimbang mereka yang lebih kuat?, lalu apa yang mereka katakan tentang 
ayah mereka sendiri?
 
"Innaa abaanaa lafiyy dhalaalimmubiinin", mereka memakai huruf taukid lagi 
"Inna" merasa  ayah mereka berada dalam kesesatan yang nyata.
 
"Addhalal"=Sesat, hilang, jauh dari jalan kebenaran. Sementara Ibnu Abbas 
mengatakan Addhalal adalah "hawa".
 
Dalam ayat ke 9, kalimat "Ardhan" (Bumi), manshuub, baris atas, ini dikarenakan 
kondisinya sebagai Zharaf makan=tempat. Dan dianya nakirah, (dalam pelajaran 
bahasa Arab, saya pernah menjelaskan, kalau ma'rifah, menunjukkan sesuatu yang 
jelas, dan dikenal, kebalikan dengan ma'rifah, lebih bersifat umum, maka bumi 
yang dimaksudkan secara umum,luas. (bayangkan saja, nabi Yusuf dibuang dimana 
saja tempat mana saja, asalkan jauh dari wajah ayahnya).
 
Didalam ayat ini, ada hal yang perlu kita ambil pelajaran  bagi para orang tua 
dalam bersikap terhadap anak-anaknya dengan bersikap adil diantara anak-anak, 
karena kalau tak adil akan menimbulkan rasa hasad diantara mereka satu sama 
lain, sebagaimana yang disinyalir dalam sebuah hadits Rasulullah 
Shallallahu'alaihi wasallam diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, juga 
Ashabussunan, kecuali Ibnu Madjah, dari Nu'man bin Bashir:"Takutlah kamu kepada 
Allah, bersikap adillah diantara anak-anak kamu".
 
Sikap Ayah Nabi Yusuf yang lebih mencintai Nabi Yusuf dan Bunyamin, menimbulkan 
rasa iri diantara saudaranya, bukanlah kesalahan beliau, namun kesalahan mereka 
sendiri. Kenapa? Jelas, Yusuf dan Bunyamin masih sangat kecil, dan ibu mereka 
telah tiada, tentu kasih sayang lebih di kedepankan sedikit. Saudaranya yang 
terlalu berlebihan menyikapi semua ini. Dan kelebihan yang diberikan nabi 
ya'qub bukan masalah materi, tetapi masalah cinta dan kasih syaang, yang semua 
itu diluar batas kemampuan manusia memanagenya.
 
Lihatlah betapa licik dan jahat saudara Nabi yusuf, dengan perkataan mereka : 
"Bunuh sajalah Yusuf". Atau "Buangsajalah ia ketempat yang asing, jauh, 
majhul(ingat ardhan,nakirah, tidak jelas dimana rimbanya), jauh dari 
perkampungan.Luar biasa" Kalau sudah hasad merasuk dada sukma seseorang, 
kejahatan sampai mau membunuhpun akan dilakukannya.Naudzubillahi mindzalik.
 
 
Ketahuilah saudara-saudaraku, sikap hasad ini bisa membakar semua amalan baik 
kita, sebagaimana api memakan kayu dengan lahapnya. Ini bukan kata saya, tetapi 
sabda Rasulullah. Jauhi benarlah sifat yang satu ini. Yakinilah apapun 
kelebihan, rezeki, nasib baik  yang ada pada orang lain, itu sudah takdir yang 
maha kuasa, kita tak pantas untuk merasa iri didalamnya, bisa rusak hati, tubuh 
cepat peyot, wajah gampang keriput. Kalau mau kelihatan muda, jauhi sifat jelek 
yang membahayakan ini.
 
Ada hukum didalam kisah ini, yakni perkataan saudara Nabi yusuf "Bunuhlah 
Yusuf, sehingga jadilah kamu setelah Yusuf tidak ada menjadi orang yang baik, 
dan bertaubat". (akhir ayat Yusuf 9).
 
Hukum Islam tersebut adalah 
 
1) :"Taubatnya seorang pembunuh masih diterima oleh Allah Subhanahulhakiim" 
(Lihat tafsir Al Ahkam oleh Imam Al Qrtubi 9:131). Jelas terlihat, Allah tidak 
mengingkari perkataan saudara nabi Yusuf ini. Dan perkataan ini membantah 
sebahagian mengatakan bahwa saudara nabi Yusuf ini adalah para Nabi. Hal ini 
dibantah, disebabkan seorang Nabi terbebas/ma'shum dari pembunuhan berencana 
semacam itu, dan merupakan dosa besar.
 
2)Hukum Allaqiith(barang penemuan), lihat dalam ayat "yaltaqithu 
ba'dhussyayyarah"(Dia akan ditemukan sebahagian orang yang sedang 
musafir)(Yusuf :10)
 
Apabila kita menemui seseorang di suatu tempat, dan tidak diketahui 
identitasnya, Islamkah dia, atau Nasrani. Ibnu Al Qasim mengatakan bahwa: 
"Dihukumkan sebagaimana kebanyakan, apabila ditemukan disuatu kampung yang 
mayoritas penduduknya Muslim, maka muslimlah orang yang ditemukan itu, bila 
Nasrani, maka Nasrani, bila pakaiannya muslim, atau Nasrani begitu juga"
 
Selain Ibnu Al qasim mengatakan, kalau saja didalam kampung ditemukannya orang 
tersebut, tidak ada selain satu orang Muslim, maka muslimlah ia, ini disebabkan 
kaedah "Al islam Ya'lu, walaa Yu'laa 'alaihi(lihat postingan saya masalah Islam 
ya'lu walaayu'laa 'alaihi ini, dan.Lihat juga postingan saya masalah hukum 
"Alluqthah=harta dapatan").
 
Pendapat Jumhur, terhadap baranng allaqith ini, boleh yang mendapatinya 
memiliki orang tersebut beserta hartanya, namun apabila datang sipemilik asli, 
harus dikembalikan.  
 
Wassalamu'alaikum. Rahima. 6 Mei 2009, Bukittinggi 
 
 


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke