Dari: DODY ISKANDAR dinata <dody_...@yahoo. co.id
Topik: [dzikrullah] Rasulullah Pembimbing yang Lembut - 3
Kepada: "Dzikrullah"
Tanggal: Rabu, 6 Mei, 2009, 5:42 PM
~~~
Rasulullah Pembimbing yang Lembut - 3
Kalau merunut jalan sejarah, Islam adalah jalan tengah, jalan lurus, setelah
adanya pertarungan peradaban besar antara Persia dan Romawi. Dalam hal ini,
kenyataannya budaya dua kubu banyak mempengaruhi spirit berdienul Islam. Dari
Romawi, yang paling kuat dan mengakar sampai saat ini adalah konsep berfikir
Yunani oleh Descartes dengan jargon "Cogito ergo sum - saya berfikir maka saya
ada". Dari Persia yang paling berpengaruh adalah sebuah konsep kemutlakan
kepemimpinan spiritual seperti guru, mursyid, Imam atau kemutlakan otorisasi
sabda.
Dengan adanya Muhammad, semua itu diluruskan dengan gebrakan konsep awal "Iqra
... bacalah ...", tetapi tidak hanya terhenti disitu melainkan "Bacalah dengan
nama Tuhanmu ..." adalah konsep penolakan halus konsep cogito ergo sum dan
kemutlakan guru. Dua hal ini didudukkan secara adil dan proporsional oleh
beliau tanpa mengingkarinya sama sekali.
Kalau Descartes ngomong saya berfikir maka saya ada, maka oleh Nabi Muhammad
didudukkan persoalan yang sebenarnya menjadi antitesis saya tidak berfikir dan
saya seungguhnya tidak ada. Dan hal ini terangkum menjadi sebuah kalimat agung
La ilaha ilallah .... tidak ada yang patut dibahas - dibesar - besarkan -
disembah - dituju selain Allah sendiri ... karena semua la ... tidak, semu.
Analoginya, kalau orang bisa menjalankan mobil, pasti bisa menghentikan kapan
pun ia mau. Jadi kalau orang merasa bisa berfikir, logikanya ia harus bisa rem
kontan pikirannya kapan saja, terutama ketika ia sholat. Eh..kok ternyata nggak
bisa ya ? berarti ia tidak berdaya dong dengan jalan fikirannya sendiri ? ia
tidak mampu mengendalikan fikirannya sendiri...singkatny a sesungguhnya ia
tidak mampu berfikir.
Islam bukan sebatas produk fikiran atau filosofi. Sebab kalau begitu, pastilah
yang diangkat menjadi Nabi bukanlah Muhammad. Karena pada waktu itu banyak
sekali jago pemikir, filsuf dan penyair yang muatan katanya lebih berat dari
penyair abad kontemporer seperti Khalil Gibran.
Sang Rasul hanya bisa membaca bila dituntun alias dibacakan. Tidak ada
kemampuan diri sendiri, la haula walaaquwwata ila billah ... Beliau hanyalah
manusia yang dibimbing dan dijalankan lintas batas isra' mi'raj - timeless
spaceless dengan kendaraan buraq.
Dalam konsep Quran mengenai isra' - mi'raj ( yang saya artikan secara pribadi
adalah pelipatan kecepatan pencapaian ilmu horisontal alias dunia beserta
filsafat materinya dan ilmu vertikal alias hubungan ruh ), Muhammad menggunakan
kendaraan yang bernama buraq, yang sebenarnya dalam Quran disebut barqun alias
kilat cahaya. Lha kalau gitu buraq dan malaikat Jibril sama dong? Kan sama-sama
dari cahaya.
Kalau masalah itu sih silahkan tanyakan ahli tafsir. Tetapi intinya sampai abad
mutakhir ini, cahaya adalah konten pergerakan tercepat beserta segala
penciptaan peradaban lintas waktunya. Dan Muhammad sang utusan telah dengan
expert mengendarainya belasan abad silam. Sehingga beliau bisa mengetahui data
cahaya sampai akhir peradaban.
Kendaraan buraq inilah yang sesungguhnya setiap manusia memiliki. Dan biasanya
tugas pembimbing ruhani yang menunjukkan kendaraan ini, minimal menunjukkan
cara menemui kendaraan ini. Di sinilah manusia mempunyai potensi yang sama asal
mau menaiki kendaraan ini.
Sang pembimbing sekedar menunjukkan "Ini lho kendaraannya, tinggal kamu mau
menaiki apa tidak. Kendaraanmu dan kendaraanku sama saja. Aku tidak lebih
darimu sebagai orang biasa. Bedanya, kalau kamu tidak mau menaiki, ya silahkan
menikmati rabaan akalmu yang tak berujung sampai ajal tiba". Kata orang Madura,
"Rejeki tak mestek, ilmu tak mestek, maa ... ti mestek (rejeki tak pasti, ilmu
selalu berubah, tetapi mati sudah pasti)".
Memang pembimbing bukanlah segalanya. Tetapi bagaimanapun kita tetap
membutuhkan seorang pembimbing yang memegang warisan luhur nabi. Warusatul
anbiya itu bisa disebut guru, kyai atau apa saja. yang memaknakan orang yang
tidak sekedar memberi keterangan, tetapi membimbing, menemani, meluruskan,
merawat dan mampu menjelaskan serta menuntun pada fenomena realitas dimensi
yang bertingkat. .
Bersambung
Dody Ide
Akses email lebih cepat. Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke
Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini!
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer
[Non-text portions of this message have been removed]