Dari Moderator:
Sesungguhnya Allah SWT yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang mengetahui 
kekurangan dan kelemahan manusia.
Oleh sebab itu Allah SWT meski benci, namun menghalalkan perceraian.
Allah juga membolehkan poligami dengan catatan harus adil.
Allah melarang pria merebut bukan hanya istri orang, tapi juga gadis yang 
tengah dilamar pria lain sehingga pria itu berhenti/meridhokannya.

Allah melarang manusia mendekati zina secara tegas.

Namun kadang manusia begitu sombong.
Saat ini poligami dipersulit. Sehingga para suami yang tidak kuat, akhirnya 
berselingkuh. Ketika selingkuh dengan istri orang lain, dan ribut dengan suami 
orang yang diselingkuhinya, tidak jarang terjadi keributan bahkan pembunuhan.

Oleh karena itu hendaknya manusia membuat hukum sesuai dengan hukum Allah. 
Tidak boleh mengharamkan apa yang dihalalkan Allah atau sebaliknya.

Wassalam





http://www.waspada. co.id/index. php?option= com_content& task=view& id=86044& 
Itemid=44

Andai Antasari berpoligami
Friday, 08 May 2009 06:13 WIB
Hj ERMA S TARIGAN

Pejabat tinggi negara (Ketua KPK= Komisi Pemberantasan Korupsi) Antasari Azhar 
masuk bui, gara-gara tersangkut dalam kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen 
(direktur BUMN), terkait dengan cinta segi tiga di antara mereka dengan 
perempuan biasa Rani Juliani (caddy golf). Ini adalah sebagian penggalan cerita 
yang terungkap di media massa, barangkali masih ada hal-hal lain, istilahnya 
skenario besar, yang nantinya akan terungkap di persidangan. Yang jelas opini 
yang sudah terbentuk adalah masalahnya terkait wanita, yang disertai pemerasan, 
sehingga terjadi pembunuhan berencana.

Banyak kalangan menyayangkan keterkaitan Antasari dalam peristiwa yang tidak 
sepatutnya itu. Apalagi ia mengerti betul tentang hukum, track record sebagai 
Ketua KPK banyak dipuji. Masyarakat masih berharap terhadap dirinya untuk 
memberantas korupsi dari bumi pertiwi ini. Selama ini gebrakannya dalam 
memberantas korupsi patut diacungi jempol, meski masih ada kritik dan 
ketidakpuasan di sana sini.

Dinonaktifkannya Antasari dari jabatannya sebagai Ketua KPK sangat kita 
sayangkan, akan tetapi cerita tentang runtuhnya karir seorang laki-laki 
disebabkan masalah perempuan, bukanlah cerita baru. Hal seperti itu sudah ada 
sejak sejarah anak manusia Adam dan Hawa.

Banyak pria bisa tersungkur, terjerembab disebabkan oleh masalah wanita. Pada 
zaman dahulu ketika masih banyak kerajaan di berbagai wilayah negeri ini, 
banyak peperangan terkait dengan masalah perebutan perempuan. Seorang presiden 
AS Bill Clinton juga menjadi rusak dan hancur karirnya disebabkan tersandung 
masalah perempuan, seperti ""affairnya" " dengan Monica Lewinsky. Masih banyak 
lagi kaum laki-laki yang mengalami kehancuran dikarenakan �terjebak" 
perempuan.
Seringkali apabila upaya suap dengan materi sudah tidak mempan, maka para 
penyuap mencari cara lain, yakni apa yang menjadi kelemahan seorang pejabat, 
andai kelemahannya perempuan maka dicarilah perempuan yang kriterianya disukai 
yang bersangkutan. Jika tak kuat iman, maka akan masuk perangkaplah dia, maka 
musuh-musuhnya pun bersorak.

Ketika kasus yang melibatkan Antasari baru saja mengemuka ke permukaan, 
kalangan Kejaksaan Agung terkesan dengan cepat menggelar jumpa pers, dan 
menyebutkan statusnya sebagai tersangka. Padahal semestinya Kepolisian selaku 
penyidiklah yang berkompeten untuk menyebutkan statusnya sebagai tersangka atau 
saksi. Dari sini memunculkan kecurigaan kita, seakan ada dendam pribadi oknum 
di Kejagung terhadap Antasari, barangkali terkait dengan kasus Urip/Artalita ? 
Namun memang sejak awal dengan dibentuknya KPK, seakan terjadi persaingan 
antara KPK dan Kejaksaan dalam penanganan kasus-kasus korupsi, apalagi ternyata 
KPK lebih bersikap tegas dalam menangani kasus korupsi. Banyak kasus korupsi 
dibongkar dan pelakunya dihukum.
Sebelumnya seringkali kasus korupsi berakhir tidak jelas. Bahkan kasus BLBI 
baru dapat dibongkar setelah dibentuknya institusi KPK di bawah kepemimpinan 
Antasari Azhar. Namun dengan gebrakannya itu sudah pasti Antasari mempunyai 
banyak musuh, maka seperti dikatakannya, memang sudah ada skenario besar untuk 
menghancurkannya. Kita percaya, pastilah ada upaya untuk menjatuhkannya, 
barangkali salah satunya dengan memasang perangkap �Rani," yang kini 
keberadaannya sudah diketahui. Rani, wanita muda yang diperalat untuk memeras 
Antasari.

Poligami
Hemat penulis tidak ada satu pun hukum di muka bumi ini yang kesempurnaannya 
melampaui Hukum Islam. Kebolehan berpoligami bagi yang sanggup, adalah salah 
satu contohnya. Islam menghalalkan poligami meski banyak kaum perempuan 
membenci, bahkan bersikap anti pati terhadap poligami maupun terhadap pendukung 
poligami.
Peristiwa Antasari, bisa kita jadikan satu studi kasus. Andaikan Antasari, yang 
barangkali mempunyai kelemahan dalam hal wanita, entah dari sononya, atau entah 
karena sudah memiliki semuanya yakni tahta dan harta, sehingga masih memerlukan 
wanita, kenapa tidak memilih untuk berpoligami saja? Pilih mana takut pada 
istri, takut pada cibiran masyarakat, ataukah takut pada Allah?

Banyaknya yang tidak/kurang menyukai poligami dapat kita maklumi karena 
poligami yang sehat hanya sedikit. Kebanyakan poligami berlangsung tidak sehat, 
menimbulkan banyak masalah baru.Oleh karena itu, poligami yang dimaksudkan 
adalah poligami bagi yang sanggup.

Apabila kita melihat sosok pria semacam Antasari, atau pria-pria lain yang 
selevel Antasari, atau apalagi yang posisinya sudah di atas Antasari, dan masih 
demen" wanita, maka solusi yang terbaik adalah dengan berpoligami. Berpoligami 
akan menjadi lebih terhormat daripada keluyuran mencari wanita dan berada di 
tempat-tempat yang mudah diketahui umum karena hal itu dapat merusak reputasi, 
nama baik. Pejabat sangat perlu menjadi nama baiknya karena mereka menjadi 
orang yang dipercaya dan menjadi harapan masyarakat untuk membawa Negara ini ke 
arah yang lebih baik, adil, tertib dan sejahtera. Apabila kelemahan sang 
pejabat diketahui orang banyak akan memudahkan bagi orang yang tidak senang 
memasang jebakan/perangkap untuk menghancurkannya.

Penutup
Artikel ini bukanlah dimaksudkan untuk mengajak orang beramai-ramai 
berpoligami. Melainkan untuk berhitung, manakah yang lebih banyak mudharatnya 
berpoligami atau berzina? Lagipula jangan memotong kalimat �. bagi yang 
sanggup. Selain itu kasus semacam Antasari, bukanlah yang pertama di negeri ini.

Sebelumnya sudah pernah naik di media massa tentang perilaku pejabat/pejabat 
tinggi berbuat mesum dengan wanita, di antaranya direkam di handphone, atau 
yang keluyuran di Ancol, dan lain sebagainya, karir mereka hancur. Peristiwa 
semacam itu tidak perlu terjadi, apabila pria yang demen wanita melakukan 
poligami. Poligami dapat menjadi solusi bagi pria hidung belang, namun harus 
berlaku adil. Poligami juga dapat melenyapkan praktik nikah siri, dan 
perzinahan. Dengan poligami, kedudukan wanita bermartabat dan yang terpenting 
nasab keturunan tetap terjaga sehingga perkawinan bersaudara dapat terhindari.

Penulis adalah wartawati Waspada


[Non-text portions of this message have been removed]



















[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke