---------- Forwarded message ----------
From: Satrio Arismunandar <[email protected]>
Date: 2009/5/9
Subject: [syiar-islam] Andai Antasari berpoligami
To: news Trans TV <[email protected]>, kampus tiga
<[email protected]>, jurnalisme
<[email protected]>, Forum Kompas
<[email protected]>, [email protected],
[email protected], Syiar Islam <[email protected]>, HMI
Kahmi Pro Network <[email protected]>, sastra
pembebasan <[email protected]>

Dari Moderator:
Sesungguhnya Allah SWT yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
mengetahui kekurangan dan kelemahan manusia.
Oleh sebab itu Allah SWT meski benci, namun menghalalkan perceraian.
Allah juga membolehkan poligami dengan catatan harus adil.
Allah melarang pria merebut bukan hanya istri orang, tapi juga gadis
yang tengah dilamar pria lain sehingga pria itu
berhenti/meridhokannya.

Allah melarang manusia mendekati zina secara tegas.

Namun kadang manusia begitu sombong.
Saat ini poligami dipersulit. Sehingga para suami yang tidak kuat,
akhirnya berselingkuh. Ketika selingkuh dengan istri orang lain, dan
ribut dengan suami orang yang diselingkuhinya, tidak jarang terjadi
keributan bahkan pembunuhan.

Oleh karena itu hendaknya manusia membuat hukum sesuai dengan hukum
Allah. Tidak boleh mengharamkan apa yang dihalalkan Allah atau
sebaliknya.

Wassalam

http://www.waspada. co.id/index. php?option= com_content& task=view&
id=86044& Itemid=44

Andai Antasari berpoligami
Friday, 08 May 2009 06:13 WIB
Hj ERMA S TARIGAN

Pejabat tinggi negara (Ketua KPK= Komisi Pemberantasan Korupsi)
Antasari Azhar masuk bui, gara-gara tersangkut dalam kasus pembunuhan
Nasrudin Zulkarnaen (direktur BUMN), terkait dengan cinta segi tiga di
antara mereka dengan perempuan biasa Rani Juliani (caddy golf). Ini
adalah sebagian penggalan cerita yang terungkap di media massa,
barangkali masih ada hal-hal lain, istilahnya skenario besar, yang
nantinya akan terungkap di persidangan. Yang jelas opini yang sudah
terbentuk adalah masalahnya terkait wanita, yang disertai pemerasan,
sehingga terjadi pembunuhan berencana.

Banyak kalangan menyayangkan keterkaitan Antasari dalam peristiwa yang
tidak sepatutnya itu. Apalagi ia mengerti betul tentang hukum, track
record sebagai Ketua KPK banyak dipuji. Masyarakat masih berharap
terhadap dirinya untuk memberantas korupsi dari bumi pertiwi ini.
Selama ini gebrakannya dalam memberantas korupsi patut diacungi
jempol, meski masih ada kritik dan ketidakpuasan di sana sini.

Dinonaktifkannya Antasari dari jabatannya sebagai Ketua KPK sangat
kita sayangkan, akan tetapi cerita tentang runtuhnya karir seorang
laki-laki disebabkan masalah perempuan, bukanlah cerita baru. Hal
seperti itu sudah ada sejak sejarah anak manusia Adam dan Hawa.

Banyak pria bisa tersungkur, terjerembab disebabkan oleh masalah
wanita. Pada zaman dahulu ketika masih banyak kerajaan di berbagai
wilayah negeri ini, banyak peperangan terkait dengan masalah perebutan
perempuan. Seorang presiden AS Bill Clinton juga menjadi rusak dan
hancur karirnya disebabkan tersandung masalah perempuan, seperti
""affairnya" " dengan Monica Lewinsky. Masih banyak lagi kaum
laki-laki yang mengalami kehancuran dikarenakan �terjebak"
perempuan.
Seringkali apabila upaya suap dengan materi sudah tidak mempan, maka
para penyuap mencari cara lain, yakni apa yang menjadi kelemahan
seorang pejabat, andai kelemahannya perempuan maka dicarilah perempuan
yang kriterianya disukai yang bersangkutan. Jika tak kuat iman, maka
akan masuk perangkaplah dia, maka musuh-musuhnya pun bersorak.

Ketika kasus yang melibatkan Antasari baru saja mengemuka ke
permukaan, kalangan Kejaksaan Agung terkesan dengan cepat menggelar
jumpa pers, dan menyebutkan statusnya sebagai tersangka. Padahal
semestinya Kepolisian selaku penyidiklah yang berkompeten untuk
menyebutkan statusnya sebagai tersangka atau saksi. Dari sini
memunculkan kecurigaan kita, seakan ada dendam pribadi oknum di
Kejagung terhadap Antasari, barangkali terkait dengan kasus
Urip/Artalita ? Namun memang sejak awal dengan dibentuknya KPK, seakan
terjadi persaingan antara KPK dan Kejaksaan dalam penanganan
kasus-kasus korupsi, apalagi ternyata KPK lebih bersikap tegas dalam
menangani kasus korupsi. Banyak kasus korupsi dibongkar dan pelakunya
dihukum.
Sebelumnya seringkali kasus korupsi berakhir tidak jelas. Bahkan kasus
BLBI baru dapat dibongkar setelah dibentuknya institusi KPK di bawah
kepemimpinan Antasari Azhar. Namun dengan gebrakannya itu sudah pasti
Antasari mempunyai banyak musuh, maka seperti dikatakannya, memang
sudah ada skenario besar untuk menghancurkannya. Kita percaya,
pastilah ada upaya untuk menjatuhkannya, barangkali salah satunya
dengan memasang perangkap �Rani," yang kini keberadaannya sudah
diketahui. Rani, wanita muda yang diperalat untuk memeras Antasari.

Poligami
Hemat penulis tidak ada satu pun hukum di muka bumi ini yang
kesempurnaannya melampaui Hukum Islam. Kebolehan berpoligami bagi yang
sanggup, adalah salah satu contohnya. Islam menghalalkan poligami
meski banyak kaum perempuan membenci, bahkan bersikap anti pati
terhadap poligami maupun terhadap pendukung poligami.
Peristiwa Antasari, bisa kita jadikan satu studi kasus. Andaikan
Antasari, yang barangkali mempunyai kelemahan dalam hal wanita, entah
dari sononya, atau entah karena sudah memiliki semuanya yakni tahta
dan harta, sehingga masih memerlukan wanita, kenapa tidak memilih
untuk berpoligami saja? Pilih mana takut pada istri, takut pada
cibiran masyarakat, ataukah takut pada Allah?

Banyaknya yang tidak/kurang menyukai poligami dapat kita maklumi
karena poligami yang sehat hanya sedikit. Kebanyakan poligami
berlangsung tidak sehat, menimbulkan banyak masalah baru.Oleh karena
itu, poligami yang dimaksudkan adalah poligami bagi yang sanggup.

Apabila kita melihat sosok pria semacam Antasari, atau pria-pria lain
yang selevel Antasari, atau apalagi yang posisinya sudah di atas
Antasari, dan masih demen" wanita, maka solusi yang terbaik adalah
dengan berpoligami. Berpoligami akan menjadi lebih terhormat daripada
keluyuran mencari wanita dan berada di tempat-tempat yang mudah
diketahui umum karena hal itu dapat merusak reputasi, nama baik.
Pejabat sangat perlu menjadi nama baiknya karena mereka menjadi orang
yang dipercaya dan menjadi harapan masyarakat untuk membawa Negara ini
ke arah yang lebih baik, adil, tertib dan sejahtera. Apabila kelemahan
sang pejabat diketahui orang banyak akan memudahkan bagi orang yang
tidak senang memasang jebakan/perangkap untuk menghancurkannya.

Penutup
Artikel ini bukanlah dimaksudkan untuk mengajak orang beramai-ramai
berpoligami. Melainkan untuk berhitung, manakah yang lebih banyak
mudharatnya berpoligami atau berzina? Lagipula jangan memotong kalimat
�. bagi yang sanggup. Selain itu kasus semacam Antasari, bukanlah
yang pertama di negeri ini.

Sebelumnya sudah pernah naik di media massa tentang perilaku
pejabat/pejabat tinggi berbuat mesum dengan wanita, di antaranya
direkam di handphone, atau yang keluyuran di Ancol, dan lain
sebagainya, karir mereka hancur. Peristiwa semacam itu tidak perlu
terjadi, apabila pria yang demen wanita melakukan poligami. Poligami
dapat menjadi solusi bagi pria hidung belang, namun harus berlaku
adil. Poligami juga dapat melenyapkan praktik nikah siri, dan
perzinahan. Dengan poligami, kedudukan wanita bermartabat dan yang
terpenting nasab keturunan tetap terjaga sehingga perkawinan
bersaudara dapat terhindari.

Penulis adalah wartawati Waspada

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]




-- 
Salam min Batam
Fahmi Syahab
+62 811 700 9852

Kirim email ke