Dalam peringatan Maulid Nabi di Mauritania, berbondong-bondong warga Afrika 
memeluk Islam. 40 ribu lebih, mulai dari raja sampai seorang menteri.

Oleh Lutfi A Tamimi

Selasa 10 Maret 2009 yang bertepatan dengan 13 Rabiul Awwal 1430 H, World 
Islamic Calls Society menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad saw di ibukota 
Mauritania, Nouakchott. Bukan hanya seremonial peringatan Maulid Nabi, tapi 
pertemuan yang digagas oleh Moammar Qaddafi ini adalah usaha untuk membentuk 
poros baru kekuatan dunia Islam.

Peringatan Maulid Nabi dalam skala besar seperti ini, sudah dilakukan oleh 
World Islamic Calls Society (WICS) sekurang-kurangnya empat kali. Tahun lalu, 
acara yang sama digelar di ibukota Uganda, Kampala. Sebelumnya lagi, Timbuktu 
merayakan Maulid Nabi secara besar-besaran.

Dalam kesempatan ini, WICS mengundang 23 utusan dari Indonesia yang mewakili 
Ormas-ormas Islam seperti, Muhammadiyah, Nahdhatul Ulama, Persis, Raabithah, 
Dewan Dakwah Islamiyyah, Alwasliyah, Al-Ittihadiyah, Al-Irsyad Al Islamiyyah, 
MUI, Dewan Masjid Indonesia dan juga Lembaga Persahabatan Indonesia-Libya.

Kami, rombongan dari Indonesia tiba di Tripoli, ibukota Libya pada 05 Maret 
2009. Setelah menginap tak lebih dari dua hari, semua rombongan dari berbagai 
negara berangkat menuju Nouakchott, Mauritania. Delegasi dari 86 negara semua 
dilayani oleh Libya. Sebanyak lima pesawat komersial disewa khusus untuk 
menerbangkan rombongan dari berbagai negara.

Delegasi terdiri dari utusan negara-negara seperti Pakistan, Bangladesh, 
Afghanistan, Srilanka, India, Singapura, Filipina, Thailand, Kamboja, 
Indonesia, Uzbekistan, Ukraina, Tajikistan, Rusia. Inggris, Spanyol, Prancis, 
Jerman, Swis, Italia, Albania, Kosovo, Malta, Swedia, Belanda, dan juga 
beberapa tokoh Islam dari Amerika Serikat.

Sementara dari Afrika sendiri, tokoh-tokoh Islam yang berpartisipasi datang 
dari Burkinapaso, Mali,  Nigeria, Ghana, Gambia, Guinea, Gabon, Kongo, Burundi, 
Rwanda, Kenya, Mozambique, Madagaskar, Afrika Selatan, Malawi, Zimbabwe, 
Namibia, Botswana, Zambia, Swaziland, Chad, Republik Afrika Tengah, Kamerun, 
Tanzania, Komoro, Benin, Uganda, Mesir, Aljazair, Maroko, Tunisia, Sudan, 
Somalia sampai Djibouti.

Kabar menarik dalam pertemuan ini, Pemimpin Besar Libya, Moammar Qaddafi yang 
juga menjabat Presiden Uni Afrika tahun ini menerima dukungan dari pimpinan 
negara, kepala suku dan berbagai komunitas dari seluruh Afrika. Para pemimpin 
di benua hitam tersebut, ketika acara peringatan Maulid Nabi berlangsung 
memberikan pidato secara bergantian memberi dukungan pada ide Moammar Qaddafi 
menggagas United States of Africa, persatuan negara-negara di Afrika.

Sebanyak 40.000 warga Afrika mengucapkan syahadat dan berikrar untuk memeluk 
Islam. Sebelum bersyahadat, Moammar Qaddafi bertanya kepada 40 pimpinan suku 
dari Togo yang masing-masing membawa 1.000 anggota rombongan. “Apakah kalian 
semua berIslam karena paksaan?” tanya Qaddafi pada para calon Muslim.

Secara serempak mereka menjawab, “Kami tidak dipaksa siapa pun!” Lalu dengan 
perlahan, Moammar Qaddafi sendiri yang memimpin pembacaan syahadat dan diikuti 
oleh hadirin. Lalu, seluruhnya melakukan shalat jamaah dipimpin oleh Moammar 
Qaddafi. Dari puluhan ribu orang yang mengucapkan syahadat,  nampak tokoh-tokoh 
terkemuka di negara masing-masing. Di antaranya 5 tokoh dari Burkina Passo, 3 
tokoh dari Uganda, 16 tokoh dari Sudan, 8 tokoh dari Benin dan Menteri 
Perhubungan Pantai Gading.

Dalam pidatonya di hadapan para tokoh-tokoh dan ulama sedunia, al-Qaid Moammar 
Qaddafi menyampaikan pidatonya dengan penuh semangat, mengimbau agar umat Islam 
memegang panji dakwah dan menyebarkannya ke seluruh dunia. Kemudian Qaddafi 
juga mengharapkan agar segala bentuk diskriminasi yang terjadi pada umat Islam 
dihilangkan. Salah satu statement yang cukup menarik dari Qaddafi adalah 
permintaannya agar para tamu dari seluruh dunia Islam yang hadir memberikan 
dukungan untuk mendirikan Daulah Fathimiyah yang baru.

Cerita menarik lainnya dalam perjalanan ini adalah diusirnya para diplomat 
Israel di Mauritania selambat-lambatnya 24 jam sebelum rombongan tiba. 
Mauritania menutup Kedutaan Besar Israel di negara ini. Pengusiran dan 
penutupan kantor perwakilan Israel di Mauritania adalah simbol penentangan 
dunia Islam, terutama di Benua Afrika atas kekejaman Israel di Palestina. 

Usaha rekonsiliasi yang dilakukan oleh Moammar Qaddafi tidak saja diretas di 
luar negara. Di dalam negeri pun, al-Qaid mencoba untuk menyatukan berbagai 
kelompok yang ada, termasuk kelompok oposisi. Awal Maret ini, Libya membebaskan 
136 anggota Kelompok Perjuangan Islam Libya (LIFG). Saiful Islam, wakil dari 
pemerintahan Libya yang juga anak dari Muammar Qaddafi mengatakan, “Pembebasan 
ini baru permulaan, akan ada gelombang pembebasan lagi sebanyak 170 orang 
lainnya yang masih tersisa.”

Perhatian Qaddafi membangun kekuatan dunia Islam, nampaknya memang tidak 
main-main. Pertama kali yang harus dibangun, menurut Qaddafi adalah 
kesejahteraan penduduk dunia Islam yang hari ini nampak terpuruk. Salah satu 
contohnya ketika harga minyak mengalami booming, pemerintahan Libya hanya 
mengambil 40 persen dari keuntungan penjualan minyak nasional. Sisanya, 
langsung diberikan kembali pada rakyat Libya dalam bentuk pembangunan apartemen 
untuk penduduk dan simpanan keuangan untuk keluarga sampai sebesar US $ 40.000 
dolar.

Tak hanya untuk rakyatnya sendiri, dunia Islam pun juga kebagian berkah minyak 
Libya, salah satunya adalah Indonesia. Sejak dua tahun terakhir, di kawasan 
Sentul, Jawa Barat telah dibangun Islamic Center dan Markas Dakwah Moammar 
Qaddafi. Dalam beberapa bulan ke depan, Islamic Center dan Markas Dakwah ini 
akan diresmikan. Rencananya, Moammar Qaddafi sendiri yang akan datang dan 
meresmikannya.

Rencananya, tak hanya Islamic Center dan Markas Dakwah, di tempat yang sama 
akan dibangun juga Pondok Pesantren Modern dan juga Akademi Ilmu Agama 
Indonesia-Libya. Diharapkan, rencana ini akan melahirkan generasi dakwah baru 
yang santun, ramah dan mampu menjadi bukti bahwa Islam adalah rahmat untuk 
semesta alam.

Pendidikan dan persatuan, nampaknya bisa menjadi senjata yang ampuh untuk 
membangkitkan kekuatan dunia Islam. Al-Qaid Muammar Qaddafi berjanji akan 
menggunakan seluruh kemampuan yang dimilikinya untuk membangun kekuatan umat 
Islam. 

Indonesia sebagai negeri Muslim terbesar akan menjalankan peranan penting di 
masa depan. 

Moammar Qaddafi sangat berharap dan penuh hormat ingin terus bersama-sama kaum 
Muslimin di Indonesia untuk membangun kekuatan dunia Islam yang terpandang di 
dunia internasional.


http://sabili.co.id/index.php/200905061677/Jaulah/Benua-Hitam-Kembali-BerIslam.htm



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke