Sahabatku, ada sebuah hadits yang mungkin perlu engkau ketahui. Yaitu tentang 
keutamaan shalat berjamaah. Hadits itu berbunyi, “Seseorang yang berwudhu 
dengan sempurna, kemudian pergi ke masjid dan di dapatinya orang-orang telah 
selesai shalat (berjamaah), maka dia akan menerima pahala sebanyak orang yang 
mengerjakan shalat berjamaah, tanpa mengurangi sedikit pun pahala mereka.” (HR. 
Abu Daud, Nasa’i, dan Hakim).

Subhanalllah, ini adalah anugerah besar yang diberikan kepada kita. Ini seperti 
hidangan yang sangat mahal harganya namun diberikan secara cuma-cuma. Lantas, 
mengapa sedikit sekali orang yang mau mengambil hidangan itu?

Sahabatku, kita kadang tidak jadi pergi shalat ke masjid dengan alasan tidak 
ada orang yang shalat berjamaah. Lantas kita shalat sendirian di rumah. 
Padahal, menurut hadits ini, jika kita sudah berniat shalat berjamaah di 
masjid, namun tidak ada lagi yang shalat berjamaah, maka kita tetap mendapatkan 
pahala shalat berjamaah. 

Tentu saja kita mendapatkan pahala itu dengan satu syarat: Jika kita sudah tahu 
ada shalat berjamaah di masjid, lalu kita tunda-tunda dengan harapan tidak 
shalat berjamaah dan dapat shalat sendirian, dengan asumsi bahwa kita akan 
memperoleh pahala shalat berjamaah, maka hal itu tidak benar. Kita tidak akan 
mendapatkan pahala shalat berjamaah. Niat seperti ini sudah melenceng dari yang 
sudah seharusnya, sehingga pahala tersebut tidak kita dapatkan.

Orang yang terbiasa shalat berjamaah, biasanya akan sangat bersedih apabila ia 
tidak shalat berjamaah. Ia ingin, bagaimanapun caranya, dapat melaksanakan 
shalat berjamaah dengan istiqomah. Namun, kadang kala ia lupa dan terhambat 
karena udzur syar’i. Sehingga sesekali ia terhalang untuk shalat berjamaah. 
Niatnya yang kuat untuk selalu shalat berjamaah tetap tertambat di dalam 
hatinya. Ia tidak pernah sedikitpun ingin menghapus niat itu di dalam hatinya. 
Kemudian Allah memberikan hiburan kepadanya dengan hadits Nabi tersebut.

Orang yang merindukan rumah Allah akan selalu datang menunaikan shalat fardhu 
di masjid meskipun sudah tidak ada lagi orang yang shalat berjamaah. Karena 
mengerjakan shalat fardhu di masjid lebih utama daripada mengerjakannya di 
dalam rumah. 

http://abufarras. blogspot. com   


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke