----- Original Message ----- 
From: Munawar 
To: [email protected] 
Sent: Tuesday, May 19, 2009 4:15 PM
Subject: < MJNY > Membangun Masyarakat Madani



      Membangun Masyarakat Madani  
      Written by Rahmat Arafah A.     
      Monday, 18 May 2009 
      www.nurulyaqin.org

     
                     Tubuh umat merupakan satu sosok makhluk hidup, yang dapat 
menderita penyakit dan gangguan, seperti halnya tubuh seorang individu. Begitu 
pula halnya pemerintah berusaha memelihara individu dan masyarakat dari ancaman 
penyakit yang berbahaya dan gangguan buruk, begitu juga syari'at dan 
peradaban-peradaban yang tinggi berusaha menjaga masyarakat dari 
penyakit-penyakit sosial dan moral. Sehingga tubuh umat terus terpelihara dari 
penyakit; kuat, kokoh, dapat menjalankan kewajibannya dengan penuh vitalitas, 
mampu menghadapi kesulitan dengan tegar, dapat hidup dengan mulia, tangguh daya 
tahannya, mulia tujuannya, terpuji akhlak dan nama baiknya, menikmati keamanan 
yang menyeluruh, dan memiliki kebahagiaan yang dirasakan oleh seluruh manusia. 
Sehingga dalam ketentraman dan ketinggian ruhani, mereka laksana malaikat 
langit yang tidak merasakan takut dan kesedihan. Karena mereka telah berusaha 
dan bertawakkal kepada Allah.

      Barangkali, yang menyebabkan kita ketinggalan dari gerbong kehidupan yang 
mulia dan terhormat adalah, rendahnya perhatian kita terhadap penyakit sosial 
masyarakat dibandingkan perhatian terhadap upaya mengejar pertumbuhan 
pendapatan, kekayaan dan berbagai bidang kehidupan masyarakat. Masih banyak 
dari kita yang berkeyakinan bahwa aspirasi dan kedudukan kita tidak akan 
dihormati serta tidak akan mendapatkan tempat yang layak, kecuali jika kita 
telah memiliki semua bentuk kemewahan dan kemegahan dalam kehidupan 
bangsa-bangsa yang terhormat pada masa kini. 

      Dapat dikatakan, Islam adalah agama yang paling banyak memberikan 
perhatian terhadap keseimbangan antara pelbagai kekuatan yang berbeda dalam 
masyarakat, dan upaya terhadap membangun umat yang kuat, yang tidak memiliki 
celah-celah kelemahan. 

      Kalau seandainya kita telaah dan teliti lebih dalam lagi, maka akan 
didapati bahwa Islam memberikan perhatian dalam terhadap masalah pengaturan 
kehidupan material manusia atau financial, lebih dari yang diberikan oleh 
aliran-aliran ekonomi. Islam juga memberikan perhatian dalam masalah meluruskan 
moral masyarakat, lebih dari perhatian yang diberikan oleh aliran-aliran moral 
yang ada di dunia ini. Islam menyeleraskan semua dimensi tadi dengan baik, 
sehingga kita akan mendapati kehidupan yang sangat indah dalam konsep Islam. 
Muslim yang sejati haruslah tampil kuat dalam seluruh dimensi kehidupannya: 
kuat ruhaninya, kuat akhlaknya, kuat fisiknya, dan kuat dalam seluruh bidang 
kehidupan. Alangkah agungnya sabda Rasulullah Saw berikut ini: "Mukmin yang 
kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah SWT daripada Mukmin yang lemah." 
(HR. Muslim)

      Tidak dipungkiri lagi, saat ini kita mengalami banyak penyakit sosial 
yang akut. Keberadaannya menyebabkan umat ini tidak mungkin dapat meraih 
kebangkitannya, dan tidak dapat berjalan dengan baik. Penyakit sosial kita itu 
berbeda-beda bentuknya, baik dalam lingkup individu, keluarga maupun 
masyarakat. Penyakit itu melanda semua lapisan masyarakat, baik yang terpelajar 
maupun kalangan awam, yang tua maupun yang muda, orang kota maupun penduduk 
pedesaan.

      Titik awal untuk mengobati penyakit moral social, sebaiknya dimulai dari 
lingkup individu; karena individu adalah sel pertama dalam bangunan masyarakat. 
Gerakan-gerakan reformasi masyarakat harus selalu memulai usahanya dari lingkup 
individu, bukan dari lingkup masyarakat. Sehingga dengan demikian membuat 
mereka dapat menjadi pelopor masyarakat dalam mengikuti petunjuk, kebaikan dan 
istiqamah, inilah yang nanti akan mengantarkan masyarakat mereka kepada 
kebaikan dan kehidupan social yang bersih.

      Rasulullah SAW sendiri tinggal di Mekkah; setelah pengutusan beliau- 
selama tiga belas tahun memfokuskan diri untuk mendidik dan mengkader 
individu-individu umat beliau. Sehingga saat binaan beliau telah mencapai 
puluhan orang, mulailah beliau bergerak untuk membangun negara yang baik, dan 
peradaban yang baik pula. 

      Abu Bakar, Umar, Ali, Utsman, Ibnu Mas'ud dan para sahabat semacam 
merekalah yang berperan dalam mendirikan bangunan negara dan peradaban Islam 
yang cemerlang. Mereka itulah yang diajarkan dan dididik oleh Rasulullah SAW di 
pelosok-pelosok kota Mekkah, di Darul Arqam, dan di halaman Ka'bah, untuk 
memperkuat ruhani mereka, menggembleng jiwa mereka, dan meluruskan akhlak 
mereka. Sehingga saat mereka yang dididik itu mulai berperan dalam membela 
agama Islam, mereka segera menunjukkan hasil yang demikian besar, dan peran 
mereka tak tertandingi dalam membawa manusia menuju hidayah Islam.

      Untuk mewujudkan individu yang baik, maka didirikanlah sekolah dan 
universitas, masjid dan tempat ibadah, organisasi masa. Dari sini, maka misi 
sekolah, masjid dan ormas saling melengkapi satu sama lain. Di masjid, ruh 
individu itu dibangun, kemudian di sekolah akalnya dikembangkan, sementara di 
ormas akhlaknya-lah yang dibina. Namun, dibalik itu semua, peranan pendidikan 
yang diberikan dalam lingkungan keluarga juga sanagt membantu. Oleh karena itu, 
keberadaan semua institusi tadi secara bersamaan adalah bagian dari kebutuhan 
primer masyarakat Islam yang sehat, sementara ketiadaan salah satu institusi 
tadi adalah petunjuk adanya ketidak lengkapan dan kekacauan dalam masyarakat 
itu. 

      Sekolah tidak lengkap tanpa keberadaan masjid, dan ormas juga tidak dapat 
sempurna tanpa adanya sekolah. Orang-orang yang berpendapat bahwa masjid 
bukanlah bagian pokok dari bangunan masyarakat, mereka mengatakan demikian 
karena mereka hanya ingin membangun generasi yang berakal namun tidak memiliki 
ruhani. Sikap mereka itu salah, begitu pula halnya orang yang mengatakan bahwa 
sekolah bukanlah sesuatu yang penting dalam bangunan masyarakat modern, dan 
mengatakan bahwa masjid atau ormas tidak membutuhkannya. Karena ruhani tidak 
dapat hidup tanpa adanya akal, dan akal serta ruhani tidak dapat menjalankan 
fungsinya jika tidak disertai akhlak yang membimbingnya untuk menjalankan 
pekerjaan sosial yang menghasilkan dan bermanfaat. Begitu pula dengan 
pendidikan dalm keluarga, karena keluarga merupakantempat bermulanya setiap 
anak mendapatkan bimbingan.

      Oleh karena itu, setiap kali datang waktu shalat, Rasulullah SAW 
memerintahkan Bilal untuk segera melantunkan adzan, dan bersabda: "Bilal, 
hiburlah diri kami dengan adzan dan shalat." Sabda Rasulullah SAW mengandung 
makna kejiwaan yang jauh, yang hanya keluar dari sosok seperti pendidik yang 
agung itu; Rasulullah SAW. Dalam menceritakan pribadi Rasulullah SAW, para 
sahabat mengatakan bahwa jika beliau mengalami suatu masalah atau ditimpa 
kesulitan, beliau segera melaksanakan shalat. Ibrahim bin Adham, salah seorang 
tokoh sufi terkenal, berkomentar saat ia bangun malam dan melaksanakan shalat 
sambil bermunajat kepada Rabb-nya, sebagai berikut: "Kami sedang berada dalam 
kelezatan yang tak terkira, yang seandainya kelezatan itu diketahui oleh para 
raja, niscaya mereka akan memerangi kami untuk merebutnya".

      Ketenangan, kedamaian dan kelezatan seperti itulah yang dibutuhkan oleh 
dunia kita yang sedang sakit, dan masyarakat kita yang dibebani oleh berbagai 
depresi, kegelisahan dan penyakit jiwa. Ukuran kebenaran, keadilan dan 
kemuliaan yang lenyap dalam perilaku para politikus dan pejabat pemerintah, 
tidak dapat diobati kecuali jika para pejabat dan politikus itu merasakan 
kelezatan ibadah seperti yang dirasakan oleh masyarakat, dan menemukan 
ketenangan di hadapan Khaliq-nya yang Maha Agung.  [ Penulis: Mahasiswa 
International Islamic Call College Tripoli Libya]
     

=================================================
Rasulullah SAW bersabda, "Bila seorang anak Adam wafat, maka amalnya terputus 
kecuali tiga hal : 
[1] Shadaqah jariah , 
[2] Ilmu yang bermanfaat dan 
[3] Anak shalih yang mendoakan orang tuanya. 
(HR. Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi , Nasa'i dan Ahmad) 
---- mari kita dukung program pembagunan tpa nurulyaqin untuk anak-anak kita 
----

=================================================
Salurkan Zakat, Infaq dan Sodaqoh (ZIS) anda 
ke Bank Syariah Mandiri, Capem Cikarang
Acc/No : 005-017-6791 
Acc/Name : DKM Masjid NURUL YAQIN
Hotline Bendahara MJNY : 0816-1894727
Hotline Koord. Komitmen Bulanan : 021-70911172
Website : www.nurulyaqin.org
Email : [email protected]
=================================================


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke