Kajian yang terdapat dalam buku Fikih Sunnah ini mencakup berbagai aspek 
kehidupan yang harus diketahui oleh setiap Muslim. Di samping itu, juga 
dipaparkan dengan gaya bahasa yang mudah dicerna dan lengkap. Lebih dari itu, 
penulis berusaha untuk tidak mengangkat perbedaan pendapat yang terjadi di 
antara para ulama. Namun, jika tidak dapat dimungkinkan karena permasalahan 
yang mengharuskannya, penulis mengemukakannya dengan sekilas. Pentingnya buku 
ini untuk dimiliki juga karena sekian banyak hadits yang terdapat di dalamnya 
yang mencapai 3000 hadits sudah ditakhrij dan ditahkik oleh Syekh Muhamad 
Nasiruddin al-Albani, beserta ulama hadits al-Azhar. Saudaraku, apakah kita 
sudah ridha dengan Allah, ataukah belum? Apa yang tersimpan dalam hati kita, 
ridha, ataukah keluh kesa, dan tidak terima dengan takdir Allah swt. ?
Sesunggunya keinginan untuk mencapai kehidupan yang mapan merupakan hal yang 
wajar, tapi mengeluh dan tidak terima atas takdir Allah swt. merupakan satu hal 
yang tidak dibenarkan dan dilarang. Karenahanya, Dia yang mengatur dan 
merencakan semua peristiwa yang terjadi di alam ini dengan kuasa-Nya. Dia yang 
berhak meminta pertanggungjawaban kepada kita, bukannya kita yang meminta 
pertanggungjawab dari-Nya. Allah swt. yang mencipatakan, bukan Dia yang 
dicipakan. Allah swt. yang berkuasa, dan tidak ada yang berkuasa selain Dia. 
Allah swt. tidak menciptakan apapun kecuali ciptaan-Nya itu mengandung kebaikan 
bagi orang-orang yang taat kepada-Nya dan mau bersyukur atas karunia-Nya.
Namun amat disayangkan, pada masa sekarang, perasaan sempit, pahit dalam 
menjalani kehidupan dan juga ketidak relaan telah menjangkiti hati banyak 
orang. Kita dapat melihat kenyataan itu dengan jelas saat kita memperhatikan 
pola hidup di tengah-engah masarakat. Berapa banyak orang yang tercatat sebagai 
pegawai, tapi ia tetap mengeluh dan tidak terima dengan pekerjaan yang 
dijalaninya. Kalau kita mengamati dengan jeli apa yang bergejolak di samping 
kita, pasti kita akan mendapati hampir 50 % suami tidak terima dengan istrinya, 
dan hampit 75 % istri tidak bisa menerima suaminya dengan ikhlas. Mungkin 
karena ketidaktahuanlah yang mengakibatkan mereka berbuat seperti itu; mereka 
tidak tahu bahwa jodoh adalah kehendak Allah swt.

Read more...
   


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke