Kunci Agar Tidak Gelisah

Apa yang menyebabkan orang-orang beriman tetap bertahan dalam gelombang
cobaan dan ujian, sehingga ia tidak gelisah, khawatir bahkan tidak di
hantui rasa takut yang berkepanjangan. Beberap faktor yang tetap
memperkuatnya adalah:

a.Mempercayakan urusan hanya kepada Allah

Perjalanan dan prilaku kita dalam hidup keseharian merupakan cerminan
dari akidah yang ada dalam hati kita. apabila aqidah yang tersimpan
dalam hati kita baik, maka jalan yang di tempuhpun akan baik lagi
lurus. Tetapi bila aqidah telah rusak, jalanpun menjadi bengkok. Hidup
akan semakin gelisah, di liputi kebimbangan, sempit dan penuh
kejenuhan. Tetapi tidak akan terputus karunia jika kita memohon kepada
Tuhan, dan akan muncul persoalan yang menyusahkan jika kamu meminta
kepada dirimu sendiri”.

Itulah ungkapan ahli hikmah yang sarat makna. Betul, bahwa
mempercayakan segala sesuatu hanya kepada Allah adalah sikap bijak
seorang hamba. Allah, Dialah yang maha tahu segala apapun yang kita
inginkan, sebab karena Dialah yang menciptakan kita. Percaya sepenuhnya
tanpa keraguan sedikitpun adalah unsur positif yang akan melahirkan
tindakan yang positif. Karena sifat ragu terhadap kebenaran adalah
cerminan dari seorang yang lemah, hilang harapan dan rapuhnya keyakinan.

b.Ikhlas berbuat hanya karena Allah

Ikhlas artinya memurnikan tujuan bertaqarrub hanya kepada Allah semata.
Dan sikap ini hanya akan datang dari seseorang yang mencintai Allah dan
menggantungkan seluruh harapannya kepada Allah. Ketika ikhlas telah
menyelimuti diri kita maka akan lahir sifat rela terhadap semua yang
Allah berikan, hatta itu adalah sesuatu yang tidak menyenangkan.

Biasanya kegelisahan yang datang kepada kita, karena kecenderungan kita
kepada hal-hal yang bersifat duniawi. Maka resep untuk menghadirkan
ikhlas adalah dengan memupus kesenangan-kesenangan hawa nafsu,
ketamakan terhadap dunia dan mengusahakan hati agar selalu terfokus
kepada kepentingan akhirat.

Dr. Yusuf al-Qaradhawi mengatakan: bahwa ikhlas mampu melahirkan
ketenangan jiwa dan ketentraman hati. Dan ikhlas juga mampu membebaskan
manusia dari segala bentuk ketidakstabilan dan kegoncangan jiwa karena
orientasi dan keinginan manusia yang berbeda-beda.

Berhias diri dengan sifat ikhlas dan jujur akan mengantarkan setiap
individu mencapai keselamatan dan keberhasilan. Keikhlasan merupakan
senjata penyelamat yang paling ampuh bagi seseorang dalam menghadapi
setiap cobaan, sehingga tidak timbul kegelisahan yang membebani. Orang
yang ikhlas karena Allah, selalu memahami bahwa hidup dan kehidupan
tidaklah ada tanpa Allah yang menghidupkan. Maka ketenangan selalu
menghiasi hidupnya.

c.Tidak menyandarkan diri kepada kekuatan manusia

Kenapa manusia yang miskin meminta kepada sesama manusia yang juga
miskin serupa dirinya?. Mengapa manusia yang lemah meminta pertolongan
kepada sesamanya yang juga lemah?. Apa alasan kita mengharap dari
seseorang , sementara ia sendiri tidak bisa menepis lalat yang
menerjangnya?. Bakteri yang lebih kecil dari lalat, mampu merenggut
kesehatan orang-orang yang “gagah” dan iapun kelabakan mengembalikan
kesehatannya akibat serangan bakteri-bakteri itu.

“Wahai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu
perumpamaan itu. sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah
sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walau mereka
bersatu untuk menciptakannya, dan jika lalat itu merampas sesuatu dari
mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat
lemahlah yang meyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.”. (Qs.
al-Hajj [22]:73)

Betapa banyak diantara kita yang dihempaskan dan dihinakan oleh
ketamakan dan harapan-harapannya kepada makhluk sesamanya. Tidak
sedikit hak-hak yang terbengkalai, kemaslahatan yang terabaikan, dan
keadaan-keadaan menjadi tidak lurus karena ketamakan jiwa. Sehingga
kegelisahanpun tidak bisa di redam.

Kemudian, solusi terbaik agar jiwa tidak cepat rapuh dan gelisah
adalah; sandarkan hidup kita kepada Dia yang maha hidup. Lalu cukupkan
diri dengan selalu mengharap karunia-Nya. Jangan berharap berlebihan
kepada manusia, melebihi harapan kita kepada Allah. Sebab terkadang
hanya kekecewaan yang kita dapatkan. Tetapi ketika setiap harap hanya
tertuju kepada Allah, akan kita dapatkan Dialah sebaik-sebaik pemberi.

d.Selalu mengakui kekurangan diri

Bagi orang yang lemah percaya dirinya, tetapi besar gengsinya. Ia akan
berusaha menutupi kekurangan yang ada pada dirinya. Rasa takut dan malu
jika kekurangannya diketahui orang akan menambah kegelisahannya semakin
dalam. Dan sering kali ketidak percayaan diri ini bukan saja
mendatangkan gelisah, tetapi juga stress. Semuanya ini akibat ketidak
mampuan menerima kenyataan hidup.

Allah, Dialah yang menciptakan kita dari tidak ada menjadi ada.
Kesempurnaan hanya milik Allah. Menyadari bahwa kita hanya sebagai
hamba, mengharuskan kita untuk menerima segala takdir yang telah
ditetapkan-Nya. Oleh karenanya, seorang muslim sangat menyadari tentang
segala kekurangan yang dimilikinya.

e.Selalu Berhati-hati terhadap nafsu

Rasulullah Muhammad Saw memasukan hawa nafsu kedalam hal yang dapat
membinasakan, beliau bersabda: “Ada tiga hal yang dapat membinasakan;
kekikiran di yang patuhi, hawa nafsu yang ikuti dan kesombongan
seseorang terhadap dirinya sendiri”.

Muhammad bin Abdul Qawi Al-Mardawi dalam Mandhumatul Adab mengatakan;
“Kala hawa nafshu itu di tekan, akan lahir kemuliaan; dan saat
keinginannya di penuhi disitulah ada kehinaan yang abadi”.

Pernah disebutkan; Hawa nafsu itu pembohong yang tidak bisa di percaya,
melepasnya akan mendorong untuk mencari kenikmatan berikutnya tanpa
memikirkan dampak negatifnya. Ia pun memotivasi untuk mendapatkan
syahwat yang lebih cepat. Maka berhati-hati terhadap dorongan nafsu,
karena tidak ada seorangpun yang dapat masuk dan sampai kepada Allah
kecuali jika sudah memenangkan pertarungan atasnya. Nafsu itu selalu
menyeru kepada sikap durhaka dan mendahulukan kehidupan dunia.
Sedangkan Allah menyeru hamba-Nya agar takut kepada-Nya dan menahan
diri dari hawa nafsunya.


“Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya
nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang beri
rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha
penyayang”.
(Qs. Yusuf [12]:53).

f.Selalu berbaik sangka kepada Allah

Salah satu sifat yang selalu mendatangkan ketenangan adalah berbaik
sangka kepada Allah. Sifat ini akan membentengi kita dari rasa takut
dari apapun yang terjadi. Terutama terkait dengan hal-hal yang terasa
memberatkan diri, seperti saat menyikapi setiap kegagalan misalnya.

Orang yang selalu berprasangka baik kepada Allah tidak langsung
memponis keburukan ketika ia datang kepadanya. Tetapai selalu meyakini
bahwa ada hikmah dibalik semuanya, karena tidaklah Allah ketika
memberikan ujian, kecuali Allah mengetahui bahwa kita mampu untuk
menyelesaikannya.

“…Boleh jadi kalian membenci sesuatu, padahal sesuatu itu amat baik
bagi kalian, dan boleh jadi (pula) kalian menyukai sesuatu, padahal
sesuatu itu amat buruk bagi kalian. Allah mengetahui, sedangkan kalian
tidak mengetahui (segala akibatnya secara pasti)”. (Qs. Al-Baqarah
[2]:216)

Ketahuilah, segala sesuatu yang kita lakukan adalah reaksi langsung
dari apa yang ada dalam pikiran kita. jika pikiran kita selalu
diselimuti baik sangka terhadap sesuatu, niscaya kehidupan kita pun
anak selalu nampak baik.

Ibnu Taimiyah – seorang mujtahid besar- ketika dalam tekanan yang
menyakitkan, beliau berkata:

“Apa yang di lakukan musuh-musuhku?, tamanku dan surgaku berada dalam
dadaku. Membunuhku sama dengan mati syahid, mengasingkanku sama halnya
dengan bertamasya, memenjarakanku sama halnya dengan berkhalwat
(menyendiri dari keramaian).

Itulah sikap dari seorang alim yang dalam keadaan apapun selalu berbaik
sangka. Sehingga hidupnya selalu diselimuti kebahagiaan, dan tidak ada
kegelisahan.


******
"Kala hawa nafshu itu di tekan, akan lahir kemuliaan, dan saat
keinginannya di penuhi disitulah ada kehinaan yang abadi”.

*****

--
Posting oleh akhrudianto ke Komunitas Nurani Islam 107koma7fm Kota
Tangerang pada 6/01/2009 07:46:00 AM

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke