Doa Iftitah Sholat Malam Dan Penegakkan hukum Allah

Selasa, 05/05/2009 09:56 WIB


 Dalam sebuah hadits shohih riwayat Imam Muslim terdapat sebuah tanya jawab
antara seorang sahabat bernama Abu Salamah ibnu Abdurrahman bin Auf
*radhiyallahu
’anhu * dengan istri Nabi Ummul Mu’minin Aisyah *radhiyallahu ’anha*.
Sahabat ini menanyakan soal bacaan doa yang biasa Nabi *shollallahu ’alaih
wa sallam* ucapkan bila membuka sholat malam alias sholat tahajjud. Artinya
beliau ingin tahu doa *iftitah* Nabi *shollallahu ’alaih wa sallam* ketika
mengawali sholat malam. Maka Aisyah *radhiyallahu ’anha* menjelaskan dengan
lengkap. Ternyata jika kita renungkan isinya maka tampak betapa banyak
pelajaran dan mutiara hikmah yang bisa kita petik darinya. Adapun lengkap
haditsnya adalah sebagai berikut:





*Berkata Abu Salamah ibnu Abdurrahman bin Auf: “Aku bertanya kepada Ummul
Mu’minin Aisyah: Dengan doa apakah Nabi **shollallahu ’alaih wa
sallam* *membuka
sholatnya bila ia bangun malam?” Aisyah menjawab: “Bila Nabi **shollallahu
’alaih wa sallam* *bangun malam beliau membuka sholatnya dengan: **Allahumma
Rabba Jibriila wa Mikaaiila wa Iraafiila Faathiros-samawaati wal ardhi
‘aalimal-ghaibi wasy-syahaadati anta tahkumu baina ‘ibaadika fiima kaanuu
fiihi yakhtalifuuna ihdinii limakhtulifa fiihi minal-haqqi bi-idznika innaka
tahdii man tasyaa-u ilaa shiraatim-mustaqiim** (“Ya Allah, Rabb Jibril,
Mikail dan Israfil. Wahai Pencipta langit dan bumi. Wahai Rabb yang
mengetahui hal-hal yang ghaib dan nyata. Engkau yang menghukumi (memutuskan)
di antara hamba-hambaMu dalam perkara yang mereka perselisihkan.
Tunjukkanlah aku, dengan seizinMu, pada kebenaran dalam perkara yang mereka
perselisihkan. Sesungguhnya Engkau menunjukkan jalan yang lurus bagi
orang-orang yang Engkau kehendaki**.”) * *(HR Muslim  1289)*




 *Pertama, *doa ini diawali dengan menyeru Allah dengan beberapa atribut
muliaNya. Mula-mula si hamba menyebut Allah sebagai Rabb dari *tiga malaikat
* *mulia *yang masing-masing mempunyai tugas-tugas tertentu yang luar biasa.
Yaitu malaikat *Jibril* yang merupakan panglima alias pimpinan segenap
malaikat lainnya. Di samping itu malaikat Jibril juga bertugas mengantarkan
wahyu kepada para Rasul Allah. *Subhaanallah*...! Jadi, kita seolah
diingatkan bahwa Allah yang kita seru di tengah malam itu ialah Rabb dari
malaikat yang telah mengantarkan wahyu Kitabullah Zabur kepada Nabiyullah
Daud ’*alihis-salaam*, Kitabullah Taurat kepada Nabiyullah Musa ’*
alihis-salaam*, Kitabullah Injil kepada Nabiyullah Isa ’*alihis-salaam *serta
Kitabullah Al-Quran Al-Karim kepada Nabi kita Muhammad* shollallahu ’alaih
wa sallam*.



Çááóøåõãóø ÑóÈóø ÌóÈúÑóÇÆöíáó æóãöíßóÇÆöíáó æóÅöÓúÑóÇÝöíáó

“*Ya Allah, Rabb Jibril, Mikail dan Israfll...”*



Kemudian kita menyeru Allah yang merupakan Rabb malaikat *Mikail*, yaitu
malaikat yang bertugas mengantarkan rizki setiap makhluk ciptaan Allah.
Setiap manusia memperoleh rizki, maka malaikat inilah yang bertugas
mengantarkan dan memastikan ia sampai kepada manusia tersebut. Bahkan hingga
rizki segenap hewan dan tumbuh-tumbuhan.... Semua memperoleh rizkinya berkat
izin  Allah semata via kurir istimewa malaikat Mikail ini. *Subhaanallah*...!
Jadi, melalui potongan doa ini kita seolah diingatkan bahwa Allah yang kita
jadikan tempat mengeluh di tengah malam itu ialah  Rabb Pemberi Rizki yang
Maha Murah dan bahwa Allah mempunyai malaikat yang bertugas sebagai aparat
penyalur rizki yang tidak pernah sesaatpun lalai ataupun malas menjalankan
tugasnya...!



Selanjutnya kita memanggil Allah yang merupakan Rabb dari malaikat *Israfil*,
yaitu malaikat yang bertugas meniup sangkakala pada saatnya sebanyak dua
kali. Tiupan pertama pertanda dimulainya peristiwa dahsyat hari Kiamat.
Selanjutnya begitu Kiamat tegak maka tidak ada satupun makhluk yang akan
dibiarkan Allah masih bernyawa selain malaikat Maut pancabut nyawa. Hingga
Allah akan mencabut nyawa malaikat Maut itu dengan tanganNya sendiri. *
Wallahu’a’lam.* Selanjutanya malaikat Israfil akan meniup sangkakala kedua
kalinya sebagai pertanda dihidupkan dan dibangkitakannya kembali segenap
makhluk dari kuburnya.



æóäõÝöÎó Ýöí ÇáÕõøæÑö ÝóÕóÚöÞó ãóäú Ýöí ÇáÓóøãóÇæóÇÊö æóãóäú Ýöí ÇáúÃóÑúÖö

 ÅöáóøÇ ãóäú ÔóÇÁó Çááóøåõ Ëõãóø äõÝöÎó Ýöíåö ÃõÎúÑóì ÝóÅöÐóÇ åõãú ÞöíóÇãñ
íóäúÙõÑõæäó



”*Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi
kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali
lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).**”
(QS Az-Zumar ayat 68)*



Jadi, melalui potongan doa ini kita diingatkan akan Allah sebagai Yang Maha
Tahu dan Maha Kuasa menetapkan bila akan terjadinya peristiwa dahsyat hari
Kiamat. Hari dimana manusia tidak akan sanggup membayangkannya. Hari dimana
Allah akan hancurkan segenap alam semesta yang diciptakan dengan tanganNya
sendiri atas Kehendaknya sendiri. Kemudian Allah izinkan malaikat Israfil
untuk meniup sangkakala sebagai pertanda diawalinya peristiwa dahsyat
tersebut. Untuk selanjutnya meniup sangkakala sekali lagi pertanda tegaknya
hari berbangkit dimana setiap manusia akan berdiri satu per satu menunggu
giliran dirinya diperiksa dan diadili oleh Allah Yang Maha Perkasa, Maha
Adil lagi Maha Bijaksana.



*Kedua, *selanjutnya kita menyeru Allah dalam kaitan sebagai Pencipta langit
dan bumi. Artinya, melalui potongan doa ini kita diingatkan betapa  kecil
dan tidak berdayanya diri ini di  hadapan Allah Yang Maha Agung yang telah
menciptakan segenap lapisan langit dan bumi beserta segenap isinya. *
Subhaanallah.*..! Hal ini diharapkan akan menumbuhkan rasa tunduk dan
berserah diri dalam hati menghadapi Allah Dzat yang Maha Kuasa satu-satunya
fihak tempat kita  menghamba, mengabdi, bergantung dan memohon pertolongan.



ÝóÇØöÑó ÇáÓóøãóÇæóÇÊö æóÇáúÃóÑúÖö

*.” Wahai Pencipta langit dan bumi.”*




 *Ketiga*, kemudian kita menyeru Allah Yang Maha Tahu perkara ghaib maupun
nyata dalam kehidupan ini. Artinya, potongan doa ini menumbuhkan dalam diri
bahwa fihak yang kita seru di tengah malam adalah Rabb Yang tidak saja
mengetahui segenap perkara yang tampak dan bisa diindera, melainkan juga
mengetahui segenap perkara tidak tampak bahkan di luar jangkauan panca
indera manusia. Allah ialah Dzat Yang Maha Tahu apa yang sudah, sedang dan
akan terjadi dengan segenap rincian kejadiannya. Allah ialah Dzat Yang Maha
Tahu segenap perkara baik dalam dimensi yang terjangkau oleh fikiran manusia
maupun tidak. Allah ialah Dzat Yang Maha Tahu segenap peristiwa yang dialami
makhluk kasar manusia maupun makhluk halus, baik jin maupun malaikat. *
MasyaAllah*...!



ÚóÇáöãó ÇáúÛóíúÈö æóÇáÔóøåóÇÏóÉö

”*Wahai Rabb yang mengetahui hal-hal yang ghaib dan nyata.”*



*Keempat*, kemudian kita bersaksi bahwa Allah merupakan  Hakim yang Maha
Bijaksana, Maha Adil lagi Maha Baik. Allah memutuskan dengan keputusan
terbaik dalam berbagai perkara yang diperselisihkan oleh hamba-hambaNya. Dan
kita kaitkan dengan realitas dunia dimana kita saksikan dewasa ini begitu
banyak perbedaan pendapat dan perselisihan antara manusia. Baik itu dalam
urusan pribadi, perdagangan, politik, sosial, budaya, seni, pendidikan,
hukum, militer, antar negara dan lain-lain. Melalui potongan doa ini, kita
diingatkan bahwa sebaik-baiknya penyelesaian menghadapi segala perbedaan
pendapat dan perselisihan antar sesama manusia ialah dengan mengembalikannya
kepada Allah, Wahyu Allah, Kitabullah  dan hukum Allah.



ÃóäúÊó ÊóÍúßõãõ Èóíúäó ÚöÈóÇÏößó ÝöíãóÇ ßóÇäõæÇ Ýöíåö íóÎúÊóáöÝõæäó

”*Engkau yang menghukumi (memutuskan) di antara hamba-hambaMu dalam perkara
yang mereka perselisihkan.”*



Pada hakikatnya kekacauan yang timbul dewasa ini merupakan konsekuensi logis
dari


 kesombongan manusia yang menyangka bisa menghasilkan kebijakan yang adil
bagi segenap manusia padahal mereka menyelesaikannya dengan fikiran dan
hukum bikinan manusia. Mereka enggan untuk mengembalikan segenap urusan
hidup dan perbedaan pendapat  kepada Allah Yang Maha Adil lagi Maha
Bijaksana. Sampai kapan manusia akan terus berlaku sombong dengan
meninggalkan hukum berdasarkan petunjuk dan wahyu Allah *Subhaanahu Wa
Ta’aala*? Sampai kapan manusia akhirnya akan menyadari bahwa segenap fikiran
mereka disatupadukan tidak akan pernah bisa menghasilkan hukum yang
adil-bijaksana bagi manusia lainnya? Hanya dengan mengakui bahwa Allah-lah
satu-satunya fihak Yang Maha Adil dan Maha Bijaksana ummat manusia akan
menjalani kehidupan yang penuh keadilan hakiki di dunia yang fana ini. *
Wallahua’lam*...!



*Kelima*, lalu barulah kita mengajukan permohonan dengan rendah diri dan
rendah hati di hadapan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Suci. Kita nyatakan
ketergantungan kita akan petunjukNya untuk memberikan keputusan yang benar
di tengah perselisihan pendapat yang merebak di antara umat manusia. Dan
kita tegaskan bahwa hanya Allah-lah satu-satunya fihak yang menunjuki
manusia ke jalan yang lurus. Tidak ada manuisa manapun, sebesar apapun
kekuasaan dan pengaruhnya di muka bumi ini, yang dapat mengantarkan dan
menunjuki manusia lain ke jalan yang lurus dan terjamin mengantarkan kita ke
surga tempat kebahagiaan sejati dan abadi.



 ÇåúÏöäöí áöãóÇ ÇÎúÊõáöÝó Ýöíåö ãöäú ÇáúÍóÞöø ÈöÅöÐúäößó Åöäóøßó ÊóåúÏöí
ãóäú ÊóÔóÇÁõ Åöáóì ÕöÑóÇØò ãõÓúÊóÞöíãò

”*Tunjukkanlah aku, dengan seizinMu, pada kebenaran dalam perkara yang
mereka perselisihkan. Sesungguhnya Engkau menunjukkan jalan yang lurus bagi
orang-orang yang Engkau kehendaki.”*



Lalu dengan tetap menyerahkan keputusan akhir kepada Allah, kita nyatakan
dengan jujur bahwa pada akhirnya Allah saja yang berhak menentukan siapa di
antara hamba-hambanya yang berhak mendapat petunjukNya. Namun tentunya kita
berharap kepada Allah bahwa diri kita termasuk mereka yang dipilihNya untuk
memperoleh petunjukNya di tengah kesemrawutan perselisihan di antara umat
manusia.



Oleh karenanya, sebagai bukti bahwa doa yang kita baca bukan sekedar pemanis
di bibir sekedar untuk ”menyenangkan” Allah belaka, maka dalam realitas
selanjutnya kita berusaha sekuat tenaga merujuk kepada ketentuan-ketentuan
Allah melalui kitabNya, Al-Qur’an dan tuntunan RasulNya, hadits-hadits
shohih dari Nabi Muhammad  *shollallahu ’alaih wa sallam* dalam
menyelesaikan berbagai urusan hidup di dunia. Sebab kita sangat khawatir
bahwa jika segenap masalah –baik kecil apalagi besar-  tidak kita selesaikan
berdasarkan apa yang Allah telah wahyukan, maka ancaman Allah sangat kita
takuti. Kita sangat khawatir bahwa sikap meninggalkan hukumNya adalah sikap
dusta dalam mengakui Allah sebagai Hakim yang Maha Bijaksana, Maha Adil lagi
Maha Baik.



æóãóäú áóãú íóÍúßõãú ÈöãóÇ ÃóäúÒóáó Çááóøåõ ÝóÃõæáóÆößó åõãõ ÇáúßóÇÝöÑõæäó

”*Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka
mereka itu adalah orang-orang yang kafir.**” (QS Al-Maidah ayat 44)*



æóãóäú áóãú íóÍúßõãú ÈöãóÇ ÃóäúÒóáó Çááóøåõ ÝóÃõæáóÆößó åõãõ ÇáÙóøÇáöãõæäó

”*Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah,
maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.**” (QS Al-Maidah ayat 45)*



æóãóäú áóãú íóÍúßõãú ÈöãóÇ ÃóäúÒóáó Çááóøåõ ÝóÃõæáóÆößó åõãõ ÇáúÝóÇÓöÞõæäó

”*Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah,
maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik.**” (QS Al-Maidah ayat 47)*




 Ketiga ayat di atas merupakan ancaman bagi setiap orang  yang tidak
menjalankan penyelesaian perkara dengan kembali kepada Hukum Allah.
Bayangkan, ancamannya sampai tiga macam label yang mengerikan..! Manusia
yang memutuskan perkara tidak menurut apa yang diturunkan Allah, berarti ia
dipandang Allah sebagai *kafir, zalim *dan *fasik*...! Lalu dalam ayat
lainnya bahkan dengan tegas Allah hanya menawarkan dua pilihan bagi suatu
masyarakat dalam kaitan dengan urusan hukum. Atau masyarakat itu
mengembalikannya kepada hukum Allah dan bila tidak mau, maka masyarakat itu
dipandang Allah sebagai  masyarakat yang memilih *hukum Jahiliyah*.





ÃóÝóÍõßúãó ÇáúÌóÇåöáöíóøÉö íóÈúÛõæäó æóãóäú ÃóÍúÓóäõ ãöäó Çááóøåö ÍõßúãðÇ
áöÞóæúãò íõæÞöäõæäó



”*Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang
lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?**” (QS
Al-Maidah ayat 50)*



*Ya Allah, tunjukkanlah pada kami bahwa yang benar itu memang benar adanya
dan berilah kami kekuatan untuk mematuhinya. Dan tunjukkanlah kepada kami
bahwa yang batil itu memang batil dan berilah kami kekuatan untuk
meninggalkannya. Amin ya Rabb.*



http://eramuslim.com/suara-langit/ringan-berbobot/doa-iftitah-sholat-malam-dan-penegakkan-hukum-allah.htm


 Kamis. 22:17


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

===
Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits? Silahkan klik:
http://www.media-islam.or.id

Ingin belajar Islam via milis? Kirim email ke 
[email protected]

Dapatkan buku-buku Islami di DemiMasa Online Bookstore 
http://www.demimasa.co.idYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke