Oleh KH. A. Mustofa Bisri
Tanya:
Ingin tanya sedikit Pak Mus.
1. Alasan apa yang menyebabkan saudara percaya bahwa Muhammad itu rasul
Allah, sedangkan yang mengatakan bahwa dia itu rasul Allah, adalah Muhammad itu
sendiri, tidak ada yangmenyaksikan kebenaran pengangkatan ini?
2. Apakah agama itu dapat menyelamatkan saudara dari hukuman kekal,
dengan alasan apa saudara mengiyakannya?
3. Maukah saudara menerima Kristus (Isa Almasih) sebagai Tuhan dan juru
selamat saudara? Sebab ada tertulis demikian:
"Isaa faa innahu Ruuhullah wa kalimatuh u" (Isa itu sesungguhnya Roh Allah dan
firman -Nya) Hadits Anas bin Malik, Mutiara Hadits hal. 533. "Innamal masichu
Isa bin Maryama Rasulullahi wakalimatuhu alqaaha ila Maryama wa ruuhun minhu"
(Sesungguhnya Isa Almasih bin Maryam itu adalah utusan Allah d an firman-Nya
yang ditumpahkan -Nya kepada Maryam dan Roh daripada -Nya) Quran surah An-Nisaa
171. "Innallaha ja'ala Yusu'a hadzalladzi shalabtuhu antum Rabba wa masichan"
(Sesungguhnya Allah telah menjadikan Yesus yang kamu salibkan itu Tuhan dan
Kristus) A'malul Rasuli 2 : 36 "Akulah jalan kebenaran dan hidup. Tidak ada
seorangpun yang datang kepada Bapa (surga), kalau tidak melalui Aku" Yohannes
14:6. Maaf kalau uraiannya terlalu panjang.
D. Prasetyo Hariono
Ngresep Timur Semarang
Jawab:
Agar tidak bertele-tele dan, baiklah saya akan menjawab sesuai dengan
pertanyaan Anda, urut pernomor.
1. Banyak alasan yang menyebabkan saya dan sekian juta manusia normal
lainnya mempercayai bahwa Muhammad Saw. adalah Rasul Allah. Utusan Allah. Ada
persaksian Allah sendiri, persaksian kitab-kitab Allah sebelum Al Quran seperti
Taurat dan Injil, persaksian tokoh - tokoh dunia termasuk yang Yahudi dan
Nasrani, dan sebagainya. Tapi untuk Anda kiranya cukup satu alasan saja.
Begini saudara Prasetyo :
Seribu orang barangkali masih mungkin bersekongkol untuk berbohong. Tapi semua
orang yang waras pastilah mengatakan mustahil satu generasi ke generasi
bersepakat berbohong.
Itulah sebabnya antara lain, hampir semua orang yang mengerti di dunia ini
sepakat bahwa kitab suci Al-Quran adalah satu-satunya, setidaknya termasuk
salah satulah, kitab yang paling otentik di dunia.
Ia dipercayai oleh jutaan, kalau tidak milyaran orang sebagai bersumber dari
wahyu Allah yang disampaikan oleh Nabi Muhammad Saw.
Kandungan Al-Quran yang begitu sarat dengan mutiara-mutiara ilmu pengetahuan,
hikmah, etika, hukum, sejarah, dan sebagainya, sudah sama -sam diketahui orang.
Sampai kini orang bias membacanya sendiri. Saya rasa hanya orang yang tidak
pernah membacanya atau orang sakit batinnya saja yang mengingkari kenyataan ini.
Nah menurut persaksian sejarah (artinya bukan cerita beberapa ribu orang ke
beberapa ribu oran, tapi dari generasi ke generasi dan terdiri dari yang mukmin
maupun yang bukan), Muhammad SAW. adalah seorang yang buta huruf, tidak bisa
membaca dan tulis, tidak pernah berguru atau mengaji kepada siapa pun.
Menurut penalaran yang wajar, adalah tidak mungkin bin mukal orang yang seperti
itu bias berbicara seperti segala yang menjadi kandungan Al - Quran tersebut.
kesimpulan logisnya: apa yang disampaikan Muhammad SAW. itu bukan dari dirinya
sendiri tapi benar -benar wahyu dari Allah.
Apalagi jika diingat bahwa --kalau saja Anda tahu bahasa sastra dan Arab bahasa
Al-Quran sedemikian tinggi nilai sastranya. (Sehingga tantangan Al- Quran
sendiri --yang masih terbukan hingga hari kiamat-- kepada siapa pun yang tidak
percaya, untuk mendatangkan satu surah saja yang seperti surah dalam Al -Quran,
sampai kini tak ada dan tak bakal ada yang mampu "memanfaatkannya" untuk
"mempermalukan" Al-Quran dengan memenuhi tantangan itu).
Dan Al-Quran, firman Allah itu, menyatakan bahwa Muhammad bin Abdillah Saw
adalah utusan - Nya.
2. Bahwa agama yang menyelamatkan saya maupun Anda. Tapi Allah Swt.
Tuhan kita. Dialah atu-satunya yang bisa menyelamatkan dari hukuman sementara
maupun kekal.
Agama adalah tuntutan dan ajaran-Nya dengan mana Ia berkenan dan berjanji
menyelamatkan mereka yang mengikutinya.
3. Anda ini lucu. Jangankan hanya kutipan beberapa kutipan yang rancu
lafal maupun maknanya begitu, suruhlah pujangga dan ahli kitab sedunianya
membacakan segala yang ada yang pada mereka kepada saya, selagi akal saya masih
waras, mana mungkin saya yang mengakui dan menerima makhluk, siapa pun dia,
apakah dia istimewa karen lahir tanpa bapak - ibu seperti Adam, lahir tanpa ibu
sperti Hawa (Eve); lahir tanpa ayah seperti Isa, atau beribu - bapak seperti
Muhammad Saw sebagai Tuhan dan Juru selamat dalam arti secara hakiki dapat
menyelamatkan.
Naudzu billah min dzaalik !
Lagi pula tak ada satu pun kutipan Anda, jika benar Anda mengutipnya atau
menafsirkannya yang menunjukkan bahwa Isa Al -Masih itu Tuhan. Bahkan Al -Quran
surah An-Nisaa 171 yang anda kutip sebagiannya itu justru merupakan teguran
kepada Ahlul -Kitab agar tidak melampaui batas dalam beragama dan tidak
mengatakan tentang Allah kecuali yang benar.
"Al-Masih, Isa putra Maryam itu tidak lain hanyalah utusan Allah dan yang
diciptakan dengan kalimat-Nya (kun ! = jadilah) yang diarahkan-Nya kepada
Maryam dan dengan tiupan roh daripada - Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah
dan rasul -rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan, "Tuhan itu tida".
Berhentilah beranggapan begitu. Itu lebih baik bagimu. Allah tidak lain adalah
Tuhan Yang Maha Esa. Maha Suci Allah dari yang mempunyai anak. Segala yang di
langit dan dibumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai penyelamat" (QS.
4. An-Nisaa: 171)
(Agak lengkap saya memaknai ayat 171 surah An Nisaa yang Anda kutip, sekalian
untuk menunjukkan bukti ketinggian bahasa dan sastra Al-Quran. Dengan hanya
tahu bahasa Arab, belum tentu orang bisa menafsirkan Al -Quran. Apalagi yang
tidak tahu bahasa Arab).
Pendek kata kutipan-kutipan Anda itu, terlepas dari kerancuannya, tidak
manambah dan mengurangi keyakinan saya bahwa Isa Al -Masih bin Maryam tak lebih
dari seorang Nabi dan Utusan Allah (Notabene: meskipun saya tidak menyaksikan
sendiri keangkatannya).
Demikianlah mudah-mudahan Allah menunjukkan kita jalan yang benar. Aamiin
[Non-text portions of this message have been removed]