HAKEKATNYA, HIGMAHNYA MENDIRIKAN SHOLAT
Berdasarkan persfektif Al Qur’an dan Hadits
No.8 Bersambung
SHALAT YANG DIAJARKAN DAN YANG DICONTOHKAN OLEH NABI SAW.
1-Berdiri tegak menghadap ke arah kiblat.
Diwajibkan melaksanakan sholat dengan berdiri, jika mampu berdiri, jika tidak
mampu berdiri, boleh sholat sambil duduk, jika sambil duduk tidak mampu, boleh
sambil berbaring. Baca. Hadits Nailul Authar ( NA). 863,864
[2.238] Berdirilah karena Allah (dalam salatmu) dengan khusyuk.
Dari ‘Imran bin Hushain bahwasanya Nabi s.a.w. telah bersabda: “Sholatlah
dengan berdiri; jika engkau tidak bisa, maka dengan duduk, jika engkau tidak
bisa, maka dengan berbaring dan jika engkau tidak bisa maka berisyaratlah”.
Hadits Bulughul Marom.347
2-Posisi berdiri mengarah, menghadap ke Kiblat, pandangan mata, kepala mengarah
ke tempat sujud, tidak boleh bendongak keatas. Baca.Qs.2:144, 149, 150, 115;
HBM.278; HSM.477-480; HSB.240-243
[2.144] Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh
Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke
arah Masjidilharam. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke
arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab
(Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidilharam itu
adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang
mereka kerjakan.
[2.149] Dan dari mana saja kamu ke luar, maka palingkanlah wajahmu ke arah
Masjidilharam; sesungguhnya ketentuan itu benar-benar sesuatu yang hak dari
Tuhanmu. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.
3-Sholat dilarang menghadap, melihat atau mendongak kelangit. HSB.417; HSM.381
3-Niat (niyat) didalam hati.
Niat artinya menyengaja, sengaja, bukan melafadzkan usholi. Nabi Muhammad
s.a.w.. Para sahabat kulafourrasidin. Para sahabat Tabi’i, Para sahabat Tabi’i
tabi’in yang mulia dan Para imam mazhab yang empat: “Imam Syafi’i, Imam Maliki,
Imam Ahmad bin Hambali, Imam Hanafi”, tidak ada yang mengajarkan kepada umat
Islam agar memulai sholatnya dengan membaca lafadz usholi. Hadits tentang
usholi itu palsu, hadits itu buatan (made in) Tanah Abang dan Batu Sangkar.
Barangsiapa tetap membaca usholi berarti tidak I’tibak, tidak mencontoh
sholatnya Rasulullah s.a.w., kalau nanti mati bukan diatas agama Muhammad s.a.w
(HSB.234, 443) (dosanya amat sangat berat. Silahkan anda baca Al Qur’an, surat
Al Ankabuut, surat ke 29 ayat 13) dan tertolak sholatnya. Jadi cukuplah
seseorang yang hendak sholat, cukup ia berniyat di dalam hatinya bahwa ia
hendak sholat… Lillahi ta’ala. Baca Qs.98:5; HSM.1861
Silahkan anda baca Soal-Jawab, Tentang berbagai masalah agama, oleh A.Hasan,
Buku jilid 2, halaman 423. Penerbit Diponegoro, Bandung.
4-Takbiratul ikhram
Mengucapkan takbiratul ikhram (Allahu’akbar) sambil mengangkat kedua tangan
sampai sejajar atau setentang dengan bahu / pundak dan kemudian meletakkan
tangan kanan diatas tangan kiri didada. Baca HSB.403; HSM.343,357; HBM.278,
284, 290, 291; Nailul Authar No. 857.
Dari ‘Abdullah bin ‘Umar r.a., katanya: Saya melihat Nabi s.a.w. memulai takbir
sholatnya: diangkatnya kedua tangannya sewaktu takbir itu hingga setentang
dengan kedua bahunya. Apabila beliau takbir untuk ruku’, beliau melakukan
seperti itu pula. Dan apabila beliau mengucapkan Sami’allahu liman hamidahu dan
mengucapkan Rabbana lakal hamd, beliau melakukannya seperti itu pula. Beliau
tidak melakukan demikian ketika (hendah) sujud dan ketika mengangkat kepala
dari sujud.” HSB.403
5-Doa Iftitah hanya dibaca pada raka’at yang pertama saja, raka’at selanjutnya
sampai selesai tidak membaca doa Iftitah.
(5a)-Doa iftitah yang dibaca oleh Rasulullah s.a.w. untuk sholat 5 waktu:
Dari Abu Hurairah r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. hening sebentar antara
takbir dan bacaan Faatihah. Aku bertanya, “Dengan nama bapak dan ibuku, ya
Rasulullah! Selama anda hening antara takbir dan bacaan Faatihah, apakah yang
anda baca?” Jawab beliau “Aku membaca : “Allahumma ba’id baini wa baina
khathayaya, kama ba’adta bainal masyriqi wal maghribi. Allahumma naqqini minal
khathayaya kama yunaqqats tsaubul abyadhu minad danasi. Allahummaaghsil
khathayaya bil maa-i wats tsalji wal baradi.” “Wahai Allah! Jauhkanlah
antaraku dan kesalahanku seperti jauhnya Timur dan Barat. Wahai Allah!
Sucikanlah aku dari segala dosa-dosaku, seperti halnya kain putih dicuci orang
dari kotoran. Wahai Allah! Bersihkanlah dari segala kesalahanku dengan air,
dengan salju, dan dengan es.” HSB.412;
Silahkan anda baca Hadits Bulughul Maram (HBM) No..286; Nailul Authar (NA).No.:
866; Hadits Shahih Muslim (HSM.554.
(5b)-Makmum dilarang menjahar bacaan dalam sholat.
Dari ‘Imran bin Hushain r.a., katanya: “Pada suatu kali Rasulullah s.a.w.
mengimami kami sholat Zhuhur atau Ashar. Setelah selesai sholat beliau
bersabda; “Siapa tadi dibelangku yang menjahar (artinya membaca dengan suara
keras atau nyaring) bacaan ‘Sabbihisma rabbikal a’la? Jawab seorang sahabat,
“Aku. Maksudku hanya semata-mata untuk kebaikan.” Sabda Rasulullah s.a.w.; “Aku
tahu maksudmu baik. Tetapi kamu mengganggu orang lain.” HSM.353
(5c)-Doa iftitah yang bersumber dari sahabat dan dijaharkan ketika membacanya:
Dari Anas r.a., katanya: “Seorang laki-laki datang dengan tergesa-gesa, lalu
dia masuk kedalam shaf. Sesudah itu dia membaca: “Alhamdulillahi hamdan
katsiran thayyiban mubarakan fihi.” (Puji-pujian bagi Allah sebanyak-banyaknya,
baik dan berkat). Ketika Rasulullah s.a.w. selesai sholat, dia bertanya, “Siapa
yang membaca kalimat itu tadi?” Jamaah diam saja, tidak ada yang menyahut.
Rasulullah s.a.w. bertanya kembali, “Siapa yang membaca kalimat itu tadi?
Sesungguhnya bacaannya itu tidak salah.” Laki-laki itu berkata, “Aku datang
tergesa-gesa, lalu kubaca kalimat itu.” Sabda Rasulullah s.a.w., “Kulihat
duabelas malaikat berebut hendak membawanya ke hadirat Allah Ta’ala.” HSM.556
Dari Ibnu ‘Umar r.a., katanya: “Ketika kami sedang sholat bersama-sama
Rasulullah s.a.w., tiba-tiba ada seorang laki-laki dalam jamaah membaca:
“Allahu Akbar, kabiran wal hamdulillahi katsiran wa subhanallahi bukratan wa
ashila.” (Allah Maha Besar, sempurna besar; segala puji bagi Allah
sebanyak-banyaknya, Maha Suci Dia pagi dan petang.) Maka bertanya Rasulullah
s.a.w., “Siapa yang membaca kalimat itu tadi?” Jawab laki-laki itu. “Aku, ya
Rasulullah!” Sabda Rasulullah s.a.w, “Aku kagum terhadap kalimat itu; karenanya
dibukakan segala pintu langit.” Kata Ibnu Umar, “Aku tidak pernah lupa
membacanya sejak kudengar Rasulullah s.a.w. membacanya.”HSM.557 (Hadits No.
556 dan 557, bertentangan dengan hadits 353)
Doa Iftitah yang bersumber dari sahabat ini (HSM.556 dan 557 dibawah ini)
masih perlu dipertimbangkan, karena doa iftitah seharusnya dibaca dengan siir,
dibaca didalam hati, tidak dijaharkan atau tidak dibaca dengan keras, sampai
orang mendengar bacaannya. Apalagi sebagai makmum dalam sholat berjamaah tidak
boleh menjahar bacaan dalam sholatnya. HSM.353
(5d)-Doa iftitah yang dibaca oleh Rasulullah s.a.w. pada pembukaan sholat malam.
“Allahumma rabba Jibraila, wa Mikaila, wa Isrofila, fathiros-samawati wal
ardhi, ‘alimal ghoibi wasy syahadi, anta tahkumu baina ‘Ibadika fima kanu fihi
yakhtalifuna, ihdini limakh talafa fihi minal haq-qi bi idznika, in-naka tahdi
man tasyau ila shirothim mustaqim”. HSM.742
“Wahai Allah! Tuhan Jibril, Mikail dan Isrofil; Maha pencipta langit dan bumi,
Maha Mengetahui yang ghoib dan yang nyata. Engkaulah hakim di antara
hamba-hamba-Mu tentang apa yang mereka perselisihkan, tunjukilah aku jalan
keluar yang benar dari perselisihan mereka, sesungguhnya Engkau Maha pemberi
petunjuk kepada jalan lurus, bagi siapa yang Engkau kehendaki”.Hadits Shahih
Muslim. (HSM).No.742
(5e)-Doa iftitah yang dibaca oleh Rasulullah s.a.w. untuk sholat qiyamulail
(sholat malam): “Sholat tahajud, tathawwu, nafilah, dll.):
Dari ‘Ali bin Abi Thalib r.a., katanya: “Biasanya apabila Rasulullah s.a.w.
sholat, beliau membaca (doa iftitah) sebagai berikut: “Waj-jahtu wajhiya
lilladzi fatharas-samawati wal ardhi hanifan musliman wama ana minal musyrikin.
In-na shalati wanusuki wa mahyaya wa mamati lil-lahi rabbil ‘alamin. La
syarikalahu wa bidzalika umirtu wa ana minal muslimin. Allahumma antal maliku,
la ilaha il-la anta. Anta Rab-bi, wa ana ‘abduka, zholamtu nafsi wa’taroftu
bidzanbi, faghfirli dzunubi jami’an, in-naka la yaghfirudz-dzumuba il-la anta.
Wahdini liahsanil akhlaqi, layahdi liahsanika il-la anta, washrif’an-ni
say-yiaha la yashrifu’an-ni say-yiaha il-la anta. Labaika wa sa’daika, wal
khoiru kul-luha fi yadaika, wasy-syarru laisa ilaika. Ana bika wa ilaika.
Tabarakta wa ta’alaita. Astaghfiruka wa atubu ilaika.” Hadis Shahih Muslim
(HSM).No.743
Aku hadapkan wajahku kepada Allah, Maha Pencipta langit dan bumi, dengan
keadaan ikhlas dan tidak mempersekutukan-Nya. Sesungguhnya sholatku, segala
ibadatku, hidup dan matiku, hanya semata-mata untuk Alloh Tuhan semesta alam.
Tidak ada sekutu bagi-Nya, dan karena itu aku patuh kepada perintah-Nya, dan
berserah diri kepada-Nya. Wahai Alloh! Engkaulah Maha Penguasa. Tidak ada
Tuhan selain Engkau. Engkaulah Tuhanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku zalim
terhadap diriku, dan aku sadar dengan doa-doaku. Karena itu ampunillah
dosa-dosaku semuanya. Sesungguhnya tidak ada yang berwenang mengampuni segala
dosa melainkan hanya Engkau. Dan tunjukilah aku akhlak yang paling bagus.
Sesungguhnya tidak ada yang dapat menunjukkannya melainkan hanya Engkau. Dan
buanglah daripadaku akhlak yang buruk, karena sesungguhnya tidak ada yang
sanggup membuangnya melainkan hanya Engkau. Kupatuhi segala perintahmu, dan
kuhentikan segala larangan-Mu. Segala kebajikan berada
ditanganmu. Sedangkan kejahatan tidak datang daripada-Mu. Aku berpegang teguh
dengan-Mu dan kepada-Mu. Maha Suci Engkau dan Maha Tinggi. Kumohon ampun
daripada-Mu dan aku bertobat kepada-Mu. HSM.No.743
Dalil-dalil yang lain, silahkan anda baca HSM.741, 742, 743; Nailul Authar.867;
HBM.285
Bersambung.
"Coba Yahoo! Mail baru yang LEBIH CEPAT. Rasakan bedanya sekarang!
http://id.mail.yahoo.com"
[Non-text portions of this message have been removed]