Wa'alaikum salam wr wb,

--- In [email protected], "Yusi Candra" <ycan...@...> wrote:
> Assalamu'alikum wr, wb
> 
> Saudara ku yang di rahmati Allah , mohon penjelasan tentang :
> 
> 1.    Apakah hukumnya jika keluar cairan sisa ( maaf ) bersetubuh
> setelah mandi wajib ,kemudian masuk waktu imsyak, Apakah hukum puasanya
> ?

Jika berhubungan selesai sebelum adzan Subuh maka tidak mengapa jika mandi 
wajib setelah adzan Subuh.

Yang membatalkan adalah keluarnya air mani ketika bersetubuh. Ada pun ketika 
mandi masih keluar juga (tidak sengaja) itu tidak membatalkan.

Buat perbandingan bisa dilihat di:
http://www.muslim-audio.org/show.php?tipe=file&id=21
http://bulanramadhan.wordpress.com/2009/08/11/suami-mencium-dan-mencumbui-istrinya-di-siang-ramadhan-mencampuri-istri-tanpa-mengeluarkan-mani/

> 2.    Bagaimana hukum haid susulan ( setelah bersih ) tetapi mengulang
> kembali tapi sedikit dan bukan berupa darah bagai mana pula hukum
> puasanya ?

Jika itu darah haid, batal.
http://www.almanhaj.or.id/content/1082/slash/0
> 3.    Bagai mana cara membayar puasa yang tertinggal ( niat  ? ) , 
> 
> Atas penjelasanya saya ucapkan terima kasih semoga kita selalu di
> berkati & dirahmati Allah .Swt.

Mengenai puasa harus didahulu oleh niat, imam Malik dan Imam Syafi'e 
berpendapat niat puasa bisa dilakukan malam sebelum Ramadhan dalam hati 
misalnya (bisa bahasa apa saja, tapi dalam hati): Aku berniat berpuasa bulan 
Ramadhan pada tahun ini lillahi ta'ala. Jadi jika ada yang terlupa niatnya, 
bisa tertutup dgn niat sebelum Ramadhan.

Ulama lain berpendapat agar semakin mantap, maka niat diucapkan setiap hari 
sebelum subuh.

Wassalam

> Wasalam
> 
>  
> 
> Yusi Candra
> 
> Evaluator Data & Pelaporan
> 
>  
> 
> Perencanaan Perawatan Mesin
> 
> PT. Bukit Asam ( Persero ) Tbk.
> 
> Jl. Parigi Dalam no.1
> 
> Phone. (0734)451096  ext 2537 
> 
> Hp. +6281373130768
> 
> E-mail : ycan...@... <mailto:ycan...@...> 
> 
>   
> 
>  
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke