Assalamu'alaikum wr wb, Meski agama Islam kurang menyukai orang yang meminta-minta, apalagi jika memintanya dengan memaksa dan jauh melebihi kebutuhannya/berlebih, tapi mengemis itu tidak diharamkan.
Pada saat seseorang dalam keterpaksaan karena anak/istrinya kelaparan, ketimbang anak istrinya mati kelaparan atau kena busung lapar dia boleh meminta-minta. Dan kita juga harus memberi orang miskin baik yang meminta atau pun yang tidak meminta-minta. Yang penting jangan jadikan mengemis sebagai profesi. Tapi terus berusaha dengan segala daya dan upaya agar tidak jadi pengemis. Dalam hadits disebut kecaman terhadap orang yang sengaja memilih profesi sebagai pengemis: Dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Orang yang selalu meminta-minta pada orang-orang, akan datang pada hari kiamat dengan tidak ada segumpal daging pun di wajahnya." Muttafaq Alaihi. Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa meminta-minta harta orang untuk memperkaya diri, sebenarnya ia hanyalah meminta bara api. Oleh karenanya, silahkan meminta sedikit atau banyak." Riwayat Muslim. Dari Zubair Ibnu al-'Awwam ra bahwa Nabi SAW bersabda: "Seorang di antara kamu yang mengambil talinya, lalu datang dengan seonggok kayu di atas punggungnya, kemudian menjualnya dan dengan hasil itu ia menjaga kehormatannya adalah lebih baik daripada ia meminta-minta orang yang terkadang mereka memberinya atau menolaknya." Riwayat Bukhari Meski dihadits tsb mengemis dikecam, namun dalam keadaan terpaksa Allah membolehkannya dan kita hendaknya memberi sebagian harta kita untuk mereka. Berikut berbagai dalil dari Al Qur'an: "dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta)" [Al Ma'aarij:24-25] "Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian" [Adz Dzaariyaat:19] "Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa." [Al Baqarah:177] "Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya." [Adh Dhuhaa:10] Wassalam === Ayo Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits http://media-islam.or.id Info untuk Indonesia lebih baik: www.infoindonesia.wordpress.com Belajar Islam via SMS: REG SI ke 3252 Berhenti ketik:UNREG SI Hanya dari Telkomsel Milis Syiar Islam: [email protected] Selalu bersama teman-teman di Yahoo! Messenger. Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/

