Sebentar hari lagi, jika
Allah SWT masih memberi kita kecukupan umur, Insya Allah, kita akan menjumpai
hari yang istimewa, yaitu hari Jumat. Hari istimewa ini lebih bertambah special
lagi karena merupakan hari Jumat terakhir di penghujung bulan Ramadhan kali
ini.
 
Mengapa Jumat dikatakan
sebagai hari yang istimewa ?. Apa keistimewaan hari Jumat ?. Mengapa hari Jumat
besok itu dikatakan sebagai hari istimewa yang special ?. 
 
Ya, hari Jumat dikatakan sebagai hari yang istimewa, karena memang merupakan 
hari yang teristimewa dibandingkan
hari-hari lainnya. Rasulullah SAW bersabda. “Hari
terbaik di mana matahari terbit di dalamnya ialah hari Jumat. Pada hari itu
Adam Alaihis Salam diciptakan, dimasukkan ke surga, dikeluarkan daripadanya,
dan kiamat tidak terjadi kecuali di hari Jumat.” (HR.
Muslim)
 
“Allah menyimpangkan kaum sebelum kita dari hari Jum’at. Maka untuk kaum
Yahudi adalah hari Sabtu, sedangkan untuk orang-orang Nasrani adalah hari Ahad,
lalu Allah membawa kita dan menunjukkan kita kepada hari Jum’at”. (HR.
Muslim)
 
Hari Jumat sebagai hari yang istimewa mempunyai beberapa
keistimewaan. Salah satunya berkaitan dengan adanya saat istimewa di tempat
istimewa yang Insya Allah akan mustajab untuk terkabulnya munajat sebuah doa. 
 
Seperti yang kita ketahui, ada faktor-faktor yang ikut
mempengaruhi bertambahnya kemustajaban terkabulnya sebuah doa. Diantaranya itu 
adalah
faktor tempatnya, waktunya, orangnya, tata cara doanya, dan gabungan dari
faktor-faktor itu.
 
Faktor tempat, kita mengenal ada tempat-tempat yang mustajabah,
diantaranya seperti Raudah yang ada di dalam masjid Nabawi (tempat ini dulunya 
ada diantara rumah
Rasullulah SAW dengan mimbar beliau) lalu ada juga tempat yang ada diantara
Hajar Aswad dengan Pintu Kakbah, juga ada maqom Ibrahim (tempat dimana 
diletakkan maqom bekas telapak kaki Nabiyullah Ibrahim AS)
serta tempat-tempat yang lainnya.
 
Sedangkan faktor waktu, seringkali kita mendengar betapa
mustajabnya doa yang dilantunkan di sepertiga malam terakhir. Dimana pun kita
berada, Insya Allah, sepertiga malam itu adalah waktu yang mustajabah untuk
berdoa.  
 
Selainnya itu, ada faktor waktu yang digabungkan dengan faktor
tempat dan faktor orangnya, kita mengenal Hari Arafah. Tempat itu bukan tempat
mustajabah, jika bukan pada hari Arafah. Dan, di Arafah pada hari Arafah pun
bukan hal yang mustajabah jika bukan oleh orang yang sedang mengenakan kain
Ihram dalam ritual ibadah hajinya. 
 
Itulah kemustajaban hari Arafah di Padang Arafah. Oleh karena itu,
mereka yang sedang berhaji, sekalipun dalam keadaan sedang sakit keras pun,
akan diangkut ke padang Arafah pada hari Arafah. Karena memang tak akan sah
ibadah hajinya, tanpa hadir di Arafah pada hari Arafah.       
 
Kembali ke soal saat istimewa dan tempat istimewa di hari Jumat besok
itu, kapan dan dimana ?. Sama seperti hari-hari Jumat yang telah silam dan akan
senantiasa terus berulang di hari-hari Jumat yang akan datang. Dimana
tergabungnya dua faktor kemustajaban sebuah lantunan doa, yaitu faktor waktu
dan faktor tempat.  
 
Saat istimewanya faktor waktunya yaitu saat di antara duduknya khatib
di atas mimbar saat berkhutbah Jumat. Faktor tempatnya adalah di masjid tempat
kita menjalankan ibadah Sholat Jumat berjamaah.
 
Rasullah Shallallahu 'Alaihi
Wasallam bersabda :”Sesungguhnya pada
hari Jumat ada waktu yang apabila seorang muslim shalat bertepatan dengannya
lalu ia meminta kepada Allah maka akan dikabulkan permintaanya. Rasulullah
Shallallahu 'Alaihi Wasallam lalu mengisyaratkannya dengan tangan beliau bahwa
waktu itu hanya sebentar saja“. (HR. Bukhari dan Muslim)
 
Lalu apa specialnya hari Jumat besok itu apa ?.
 
Specialnya karena hari Jumat besok adalah merupakan hari Jumat terakhir di 
penghujung bulan
Ramadhan kali ini, dimana tahun depan belum tentu kita akan menjumpainya lagi,
jika Allah SWT tak lagi memberikan kecukupan umur kepada kita.
 
Tambah specialnya lagi,
karena saat itu, doa akan dilantunkan oleh orang yang sedang berpuasa.
Specialnya ini tidak akan dijumpai di bulan berikutnya. Karena memang akan 
dijumpai
hari Jumat lagi, namun faktor dimana orang yang berdoa sedang berpuasa di bulan
suci Ramadhan yang penuh ampunan dan rahmat-Nya itu tidak menyertainya lagi.
 
Maka berbahagialah mereka
yang sedang berpuasa Ramadhan, besok pada hari Jumat, duduk khusyuk di masjid,
menyimak kotbah khatib, lalu melantunkan doa saatdi antara duduknya khatib di 
atas mimbar saat berkhutbah
Jumat.
 
Dahsyat. Saat itu, doa
dilantunkan saat tergabungnya tiga faktor kemustajaban terkabulnya sebuah doa,
faktor waktu, faktor tempat, lalu fakor orangnya. Kedahsyatannya bagaikan anak
panah yang siap melesat di busur nan kuat yang dibentangkan oleh tangan yang
kukuh dan perkasa.
 
Namun jangan lupa, ketepatan
arah bidikannya akan mempenguruhi juga. Ketepatannya ini butuh tuntunan alat
bidik yang akan menjamin ketepatan bidikannya. Apa alat bidiknya ?.
 
Alat pembidik sasarannya itu
adalah Shalawat teruntuk Rasulullah SAW. Seperti kita ketahui, sebelum
melantunkan sebuah doa, sangat dianjurkan untuk melantunkan Shalawat terlebih
dahulu. 
 
“Tidak satu doa pun kecuali antara doa itu dan langit terdapat suatu
hijab, sehingga dibacakan shalawat. Kalau dibacakan shalawat, maka terkoyaklah
hijab itu dan masuklah doa itu. Dan bila tidak dibacakan shalawat, maka
kembalilah doanya”. (HR. Anas bin Malik ra)
 
Sayyidina Umar bin Khattab
ra pernah berkata: “Saya mendengar bahwa
doa itu ditahan diantara langit dan bumi, tidak akan dapat naik, sehingga
dibacakan shalawat atas Nabi Muhammad SAW”. 
 
Sayyidina Ali bin Abi Thalib
ra meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda : “Tiada
suatu doa, kecuali antara doa dengan Allah Ta’ala terdapat suatu hijab. Sampai,
yang berdoa itu membaca shalawat untuk Nabi Muhammad SAW. Kalau hal itu
dilakukan, maka tersingkaplah hijab itu, dan dikabulkanlah doa baginya”.
 
“Tiap-tiap urusan penting dan berharga yang tidak dimulai dengan
hamdalah dan shalawat, maka urusan itu akan kehilangan berkahnya”. (HR. 
Ar-Rahman).
 
Maka janganlah kita lupa,
sebelum melantunkan doa, lantunkanlah shalawat terlebih dahulu. Apalagi besok
itu adalah hari Jumat, dimana hari Jumat itu salah satu amalan utama yang
sangat dianjurkan adalah memperbanyak Shalawat.
 
“Sesungguhnya hari yang paling utama bagi kalian adalah hari
Jumat, maka perbanyaklah shalawat kepadaku di dalamnya, karena shalawat kalian
akan ditunjukkan kepadaku. Para sahabat berkata : ‘Bagaimana ditunjukkan
kepadamu sedangkan engkau telah menjadi tanah ?’. Nabi bersabda : ‘Sesungguhnya
Allah mengharamkan bumi untuk memakan jasad para Nabi”. (HR. Abu Dawud,
Ibnu Majah, An-Nasa’i) 
 
“Perbanyaklah shalawat pada hari Jum'at dan malam Jum'at”. (HR.
Baihaqi) 
 
“Perbanyaklah membaca shalawat padaku pada setiap hari Jum'at, sebab
shalawat ummatku dipintakan kepadaku setiap hari Jumat. Maka siapa yang paling
banyak shalawatnya kepadaku dari mereka maka ia orang yang terdekat dari mereka
kepadaku akan tingkatannya”. (HR. Baihaqi)
 
Insya Allah, doa
yang kita lantunkan akan luar biasa dahsyat. Insya Allah, anak panah itu akan
melesat cepat dan tepat pada sasarannya. 
 
“Hari Jum’at itu ada dua belas jam. Tidak ada seorang Muslimpun yang memohon
sesuatu kepada Allah dalam waktu tersebut melainkan akan dikabulkan oleh Allah.
Maka peganglah erat-erat (ingatlah bahwa) akhir dari waktu tersebut jatuh
setelah ‘Ashar”. (HR. Abu Dawud, an-Nasa’i dan al Hakim)
 
Namun, akankah
umur kita masih akan sampai di hari Jumat besok ?.
 
Oleh sebab itu, maka
marilah kita bermunajat kepada-Nya, semoga kita diberi-Nya umur panjang yang
barokah. Sehingga masih dicukupkan umur kita untuk menjumpai hari Jumat besok,
dan juga hari-hari Jumat di bulan berikutnya termasuk bulan Ramadhan tahun
depan. 
    
Semoga pula diri
saya pun akan demikian pula adanya. Dan, karena wit gedang woh pakel, ngomong 
gampang ananging nglakoni kuwi angel
(ngomong itu gampang tapi menjalankannya
itu yang susah) maka semoga pula diri saya juga diberikan-Nya kesempatan
dan kemampuan serta kekuatan untuk menjalankannya.
 
Amien,
Alllahumma Amien Ya Kariem.
 
*
Hari Istimewa yang Special, Jangan
Terlewatkan !
http://public.kompasiana.com/2009/09/16/hari-istimewa-yang-special-jangan-terlewatkan/
*


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke