Sejak kecil kita tentu pernah mengaji dan atau tiap Muhamaram di sekolah
dasar atau sekolah lanjutan, kita tentu pernah mendengar kisah perjuangan
Rasulullah Saw dalam menegakkan kalimat tauhid dan menghadapi ancaman serta
perlawanan keras dari kaum kafir Quraiys. Kaum Quraiys ini juga sering
disebut sebagai Musyrikin Quraiys.

Definisi “Musyrik” sangatlah simpel, yakni menyekutukan Allah Swt dengan apa
pun. Musyrik secara literer merupakan antitesa dari “Tauhid” yang memiliki
arti: Mengesakan Allah Swt. Dan “Orang-Orang Musyrik” adalah mereka yang
menyekutukan Allah Swt. Banyak sekali ayat Al-Qur’an Nur Kaiem yang
menyatakan hal itu. Saya yakin, Anda pun sesungguhnya telah mengetahuinya.

Namun, berhubung Anda bertanya di dalam rubrik ini, maka saya
*berhuznudhon*jika yang Anda maksud adalah “Definisi Musyrik di Dalam
Dunia Kontemporer”,
di mana seringkali orang menyatakan jika di dunia kita sekarang ini, antara
kebenaran dengan kejahatan, antara al-haq dengan al-bathil, bahkan antara
ketauhidan dengan kemusyrikan, banyak wilayah abu-abu. Saya tidak sepandapat
dengan pandangan seperti itu. Islam adalah agama yang sederhana, jelas, dan
tegas. Sebagai agama yang dijamin Allah Swt sebagai agama yang paripurna,
yang paling sempurna, dan terjaga hingga akhir  zaman maka Islam sangat
terang benderang. Tidak ada wilayah abu-abu sedikit pun dalam Islam. Dan
seharusnyalah, sebagai orang yang bersyahadat, kita juga tidak pernah
ragu-ragu dalam menjalankan agama Allah Swt ini.

Kehidupan dunia adalah medan peperangan antara Pasukan Allah Swt melawan
pasukan Iblis dan Dajjal. Sebuah peperangan antara para penyeru ketauhidan
melawan penyeru kemusyrikan. Dan kian berkembangnya usia dunia, maka
berkembang pula siasat, taktik, dan strategi kaum pengikut Iblis dan Dajjal
untuk menyesatkan umat manusia dari jalan lurus ketauhidan. Taktik dan
srategi mereka, manipulasi mereka, seakan kian maju dan kian canggih.
Padahal sebenarnya, bagi seorang Muslim yang selalu awas, hal itu bukan
halangan yang berarti.

Sejak dahulu hingga sekarang, kitab suci al-Qur’an pun telah berkali-kali
memperingatkan, jika Yahudi merupakan musuh terbesar umat manusia. Allah Swt
telah memberi mereka berbagai label yang mencirikan sifat-sifat dasar
mereka, dari panggilan sebagai Kaum Kera dan Babi, hingga kaum yang fasik,
suka berdusta, gemar memutar-mutar lidah mempermainkan ayat-ayat Allah,
sering memberi kesaksian palsu, dan sebagainya.

Adalah kenyataan sejarah, jika kemudian orang-orang Yahudi ini tumbuh
menjadi satu bangsa yang sangat kuat dan berpengaruh di dunia sekarang.
Mereka menguasai jaringan media massa dunia, perbankan, militer, dan
sebagainya. Mereka juga menciptakan berbagai ideologi yang memecah-belah
umat manusia dari ketauhidan, antara lain Nasionalisme, Kapitalisme,
Komunisme, dan lain-lain. Demokrasi pun dibuat oleh mereka.

Ada kesadaran yang salah selama ini tentang demokrasi. Banyak kalangan
menyebut bahwa sistem pemerintahan buatan manusia ini berasal dari ajaran
Plato, seorang filsuf Yunani, yang tertuang dalam bukunya “La Republica”.
Mereka juga menganggap jika sistem pemerintahan Amerika Serikat sekarang,
yang disebut sebagai Panglima Demokrasi Dunia, mengadopsi demokrasi-nya
Plato. Ini salah besar! Sistem demokrasi sesungguhnya berasal dari Bani
Israel, tatkala mereka, 12 suku, mendiami wilayah Palestina setelah keluar
dari Mesir. Bani Israel telah menjalankan praktek ini berabad-abad sebelum
Plato lahir. Sejarahnya sangat panjang, antara lain bisa kita baca dalam
penelitian Max I. Dimont yang berjudul “Sejarah Yahudi”. Sistem demokrasi di
Indonesia sekaran pun, yang mengadopsi sistem demokrasi Amerika, juga
berasal dari “Sunnah Yahudi”.

Islam tidak mengenal demokrasi. Islam mengenal Syuro. Ini sangat berbeda
secara prinsipil. Dalam Demokrasi, “Suara seorang pelacur dianggap sama
dengan suara seorang Ustadz, masing-masing hanya dihitung satu suara”.
Sedangkan dalam Syuro, hal ini tentu tidak akan ditemui. Inilah yang
dikerjakan bangsa Indonesia sekarang, sehingga negara ini sampai 64 tahun
setelah proklamasi kemerdekaan, bukan malah membaik malah kian hancur tak
keruan.

Demokrasi merupakan salah satu *tools* kaum musyrik untuk memalingkan umat
manusia dari petunjuk Allah Swt. Demokrasi inilah yang kemudian berhasil
menjadikan orang-orang yang tadinya shaleh, orang-orang yang tadinya sepenuh
hati memperjuangkan agama Allah Swt, orang-orang yang tadinya begitu berani
menyuarakan al-haq dan menentang al-bathil dihadapan penguasa sekali pun,
berubah menjadi orang-orang yang kelu lidahnya menyuarakan al-haq, menjadi
orang-orang yang malu dengan perjuangan Islam, menjadi orang-orang yang
membela kebathilan dan menyimpan al-haq rapat-rapat di dalam hatinya.

Demokrasi inilah yang telah mengubah orang yang tadinya kita kenal dengan
sangat baik, menjadi orang yang asing dan ‘aneh’. Demokrasi inilah yang bisa
mengubah seorang yang sebenarnya faqih dalam ilmu ilmu agama, namun
bisa-bisanya menyepelekan perintah wajib menutup aurat para perempuan dengan
menyebut hal itu hanya sebagai “persoalan selembar kain” saja. Banyak yang
seperti ini sekarang. Bahkan ada yang tanpa malu menyatakan orang yang
memilih tidak ikut proses sunnah-Yahudi ini sebagai orang-orang yang mubazir
dan saudaranya setan.

Ini mengingatkan saya pada firman-firman Alah Swt, yang antara lain:

“Dan janganlah kamu campuradukan kebenaran dengan kebathilan dan (janganlah)
kamu sembunyikan kebenaran sedangkan kamu mengetahuinya” Al Baqoroh : 42.

“Dan apabila mereka berjumpa dengan orang yang beriman mereka berkata ‘kami
telah beriman’ tetapi apabila mereka kembali kepada setan – setan (para
pemimpin) mereka, mereka berkata “sesungguhnya kami bersama kamu, kami hanya
berolok – olok” Al Baqoroh : 14

“Dan apabila dikatakan kepada mereka jangan berbuat kerusakan di muka bumi,
mereka menjawab ‘sesungguhnya kami justru orang – orang yang berbuat
kebaikan’. Ingatlah sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan tetapi
mereka tidak menyadari” Al Baqoroh : 11 -12

“Mereka itulah yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka perdagangan
mereka itu tidak beruntung dan mereka tidak mendapat petunjuk” Al Baqoroh :
16

* *Padahal, ancaman Allah Swt terhadap orang-orang fasik sungguh tidak
main-main:

“Katakanlah (Muhammad) “Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang
yang lebih buruk pembalasannya  dari orang fasik di sisi Allah? Yaitu orang-
orang yang di laknat dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang
dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thagut. Mereka itu lebih
buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus” Al Maidah : 60

“Dan bacakanlah (Muhammad) kepada mereka, berita orang yang telah Kami
berikan ayat – ayat Kami kepadanya, kemudian dia melepaskan diri dari ayat –
ayat itu, lalu dia diikuti oleh setan, maka jadilah dia termasuk orang –
orang yang tersesat. Dan sekiranya Kami menghendaki niscaya kami tinggikan
derajatnya dengan (ayat – ayat) itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan
mengikuti keinginannya yang rendah, maka perumpamaan mereka seperti anjing.
Jika kamu menghalaunya dijulurkan lidahnya dan jika kamu membiarkannya ia
tetap menjulurkan lidahnya juga. Demikianlah perumpamaan orang – orang yang
mendustakan ayat – ayat Kami. Maka ceritakanlah kisah – kisah itu agar
mereka berpikir” Al A’raf : 175 – 176.

Seorang Muslim seharusnya hanya tunduk pada Allah Swt dan Rasul-Nya.
Sedangkan terhadap manusia lainnya, apakah dia menyandang gelar doktor, atau
apa pun, selama dia menyeru pada ketauhidan maka ikutilah, namun jika dia
sudah mulai “aneh-aneh”, maka ingatkanlah. Jika sudah diingatkan ternyata
masih “Aneh”, maka tinggalkanlah. Inilah sebenar-benarnya tauhid.

Dalam zaman seperti sekarang, bertahan pada jalan ketauhidan memang jauh
dari hingar-bingar duniawi. Tauhid adalah jalan para Nabi Allah yang sunyi
dan banyak cobaan. Sebab itu, tidak banyak yang bisa bertahan meniti jalan
ini dan akhirnya tergoda pada kelezatan duniawi, salah satunya yang bernama
“Kekuasaan”. Semoga kita bukan termasuk orang-orang seperti ini.* Amien Ya
Rabb al amien. Wallahu’alam bishawab. *

*Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.*


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

===
Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits? Silahkan klik:
http://www.media-islam.or.id

Ingin belajar Islam via milis? Kirim email ke 
[email protected]! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke