oleh *Ihsan Tandjung* <http://www.eramuslim.com/suara-langit/penetrasi-ideologi/rss>
Islam datang untuk mengeluarkan manusia dari lalimnya berbagai agama menuju keadilan Islam. Artinya, seorang muslim yang benar imannya tidak pernah beranggapan apalagi berkeyakinan bahwa semua agama sama baiknya dan sama benarnya. Ia yakin bahwa Allah taaala tuhan semesta alam tidak mungkin membiarkan manusia dalam kebungungan memilih jalan hidup yang benar untuk menghantarkan dirinya menuju keselamatan di dunia dan akhirat. Sedangkan orang yang berfaham pluralisme adalah manusia yang bingung memilih jalan hidup sehingga untuk gampangnya ia katakan bahwa semua agama sama baiknya dan sama benarnya. Mereka berpendapat bahwa hanya dengan pluralisme masyarakat heterogen akan sanggup hidup damai dan toleran satu sama lain. Andaikan kita hidup tanpa petunjuk dari Yang Maha Benar mungkin kita juga akan sependapat dengan logika berfikir seperti itu. Karena itu berarti bahwa tidak ada fihak manapun di dalam masyarakat yang berhak meng-claim bahwa agamnyalah yang memiliki monopoli kebenaran. Tetapi Allah taaala bantah pandangan seperti ini melalui firman-Nya: æóáóæö ÇÊøóÈóÚó ÇáúÍóÞøõ ÃóåúæóÇÁóåõãú áóÝóÓóÏóÊö ÇáÓøóãóæóÇÊõ æóÇáúÃóÑúÖõ æóãóäú Ýöíåöäøó Èóáú ÃóÊóíúäóÇåõãú ÈöÐößúÑöåöãú Ýóåõãú Úóäú ÐößúÑöåöãú ãõÚúÑöÖõæäó *Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu. (QS Al-Muminun ayat 71)* Ayat di atas secara jelas membantah pandangan yang mengatakan bahwa kebenaran bersifat relatif sehingga dapat berjumlah banyak sesuai jumlah hawa nafsu manusia. Bahkan melalui ayat ini Allah taaala menegaskan betapa dahsyatnya dampak yang bisa timbul dari mengakui kebenaran berbagai fihak secara sekaligus. Digambarkan bahwa langit dan bumi bakal binasa karenanya. Sebab masing-masing pembela kebenaran tersebut pasti akan mempertahankan otoritas kebenarannya tanpa bisa menunjukkan dalil atau wahyu Ilahi yang membenarkannya. Lalu atas dasar apa seorang muslim meng-claim kebenaran mutlak ajaran Islam? Tentunya berdasarkan wahyu otentik kitab suci Al-Quran. Di dalamnya Allah taaala jelas-jelas berfirman: ÇáúÍóÞøõ ãöäú ÑóÈøößó ÝóáóÇ Êóßõæäóäøó ãöäó ÇáúãõãúÊóÑöíäó *Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu. (QS Al-Baqarah ayat 147)* Jelas bagi seorang mumin bahwa kebenaran haruslah yang bersumber dari Allah taaala Rabbul aalamiin. Oleh karenanya kitapun meyakini sepenuhnya tatkala Allah taaala berfirman: Åöäøó ÇáÏøöíäó ÚöäúÏó Çááøóåö ÇáúÅöÓúáóÇãõ *Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. (QS Ali Imran ayat 19)* æóãóäú íóÈúÊóÛö ÛóíúÑó ÇáúÅöÓúáóÇãö ÏöíäðÇ Ýóáóäú íõÞúÈóáó ãöäúåõ æóåõæó Ýöí ÇáúÂóÎöÑóÉö ãöäó ÇáúÎóÇÓöÑöíäó *Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (QS Ali Imran ayat 85)* Berdasarkan kedua ayat di atas ummat Islam menjadi mantap dalam meyakini bahwa satu-satunya jalan keselamatan di dunia dan akhirat hanyalah jalan Islam. Yaitu jalan yang telah ditempuh oleh Nabi Muhammad shollallahu alaih wa sallam. Bukan ummat Islam yang meng-claim kebenaran mutlak ajaran Islam, melainkan Allah taaala sendiri yang meng-claim hal tersebut. Kita hanya meyakini dan mentaati firman Allah taaala. Oleh karena itulah Nabi shollallahu alaih wa sallam menjelaskan betapa berbedanya ganjaran ukhrowi yang akan diterima seorang mumin dibandingkan seorang kafir (non-muslim) akibat perbuatan baiknya di dunia. ÞóÇáó ÑóÓõæáõ Çááøóåö Õóáøóì Çááøóåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó Åöäøó Çááøóåó áóÇ íóÙúáöãõ ãõÄúãöäðÇ ÍóÓóäóÉð íõÚúØóì ÈöåóÇ Ýöí ÇáÏøõäúíóÇ æóíõÌúÒóì ÈöåóÇ Ýöí ÇáúÂÎöÑóÉö æóÃóãøóÇ ÇáúßóÇÝöÑõ ÝóíõØúÚóãõ ÈöÍóÓóäóÇÊö ãóÇ Úóãöáó ÈöåóÇ áöáøóåö Ýöí ÇáÏøõäúíóÇ ÍóÊøóì ÅöÐóÇ ÃóÝúÖóì Åöáóì ÇáúÂÎöÑóÉö áóãú Êóßõäú áóåõ ÍóÓóäóÉñ íõÌúÒóì ÈöåóÇ *Sesungguhnya Allah tidak menganiaya (mengurangi) seorang mu'min hasanatnya, diberinya di dunia dan dibalas di akherat. Adapun orang kafir, maka diberi itu sebagai ganti dari kebaikan yang dilakukannya di dunia, sehingga jika kembali kepada Allah, tidak ada baginya suatu hasanat untuk mendapatkan balasannya. (Muslim 5022)* ÞóÇáó ÑóÓõæáõ Çááøóåö Õóáøóì Çááøóåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó Åöäøó Çááøóåó áóÇ íóÙúáöãõ ãõÄúãöäðÇ ÍóÓóäóÉð íõÚúØóì ÈöåóÇ Ýöí ÇáÏøõäúíóÇ æóíõÌúÒóì ÈöåóÇ Ýöí ÇáúÂÎöÑóÉö æóÃóãøóÇ ÇáúßóÇÝöÑõ ÝóíõØúÚóãõ ÈöÍóÓóäóÇÊö ãóÇ Úóãöáó ÈöåóÇ áöáøóåö Ýöí ÇáÏøõäúíóÇ ÍóÊøóì ÅöÐóÇ ÃóÝúÖóì Åöáóì ÇáúÂÎöÑóÉö áóãú Êóßõäú áóåõ ÍóÓóäóÉñ íõÌúÒóì ÈöåóÇ *Bersabda Rasulullah shollallahu alaih wa sallam: Se¬orang kafir jika berbuat kebaikan di dunia, maka segera diberi balasannyadi dunia. Adapun orang mu'min jika ber¬buat kebajikan, maka tersimpan pahalanya di akherat di samping rizqi yang diterimanya di dunia atas keta'atannya. (Muslim 5023)* Saudaraku, marilah kita syukuri nimat iman dan Islam yang Allah taaala karuniakan kepada kita. Marilah kita sampaikan sholawat dan salam bagi manusia pilihan yang telah mengajarkan kita hakikat iman dan Islam, yakni Nabi Muhammad shollallahu alaih wa sallam. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ === Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits? Silahkan klik: http://www.media-islam.or.id Ingin belajar Islam via milis? Kirim email ke [email protected]! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

