oleh *Ihsan Tandjung*

   <http://www.eramuslim.com/suara-langit/penetrasi-ideologi/rss>

Ada sebuah gejala baru yang selama ini tidak pernah dikenal dalam tradisi
dan sejarah Islam. Yaitu munculnya sosok Muslim yang sibuk mencari keridhaan
non-Muslim alias kaum kuffar. Selama ini Islam mengarahkan seorang beriman
untuk hidup dengan landasan niat mengejar keridhaan Allah semata. Seorang
Muslim hamba Allah ialah seorang yang dalam segenap kiprahnya hanya
mengharapkan keridhaan Penciptanya. Setiap kali beramal, berfikir,
berbicara, bersikap bahkan berperasaan, seorang Muslim  selalu bertanya
bagaimanakah Allah akan menilai amal, fikiran, ucapan, sikap dan
perasaannya. Demikianlah cara pandang seorang Muslim sejati. Sedangkan bila
seorang Muslim pencari ridha kaum kuffar berkiprah, maka ia sibuk bertanya
bagaimanakah kaum kuffar akan menilai kiprahnya.



Dewasa ini kita berada dalam era paling kelam dalam sejarah Islam. Dunia
menyaksikan munculnya fenomena abnormal dimana seorang Muslim sibuk mencari
keridhaan kaum kuffar. Dalam babak kepemimpinan para Mulkan Jabriyyan atau
Para Penguasa Diktator dewasa ini, sebagian umat Islam menjadi terpengaruh
oleh fihak penguasa dunia. Padahal Allah  menyerahkan giliran kepemimpinan
dunia kepada kaum kuffar –seperti yang kita saksikan dewasa ini- hanyalah
dalam rangka menguji keimanan dan ke-istiqomahan kaum muslimin.



Bagi orang beriman yang tetap meyakini bahwa hanya Allah sajalah Penguasa
Sejati langit dan bumi, maka ia akan tetap hidup dan berkiprah berlandaskan
niat mencari keridhaan Allah. Namun bagi Muslim yang tertipu dan menyangka
bahwa kaum kuffar telah menjadi penguasa yang sungguh berkuasa di dunia,
maka mereka mulai mengalihkan hidup dan kiprahnya berlandaskan niat mencari
keridhaan para penguasa diktator tersebut.



Bila seorang Muslim sejati berbicara, ia berbicara untuk mencari ridha
Allah. Bila seorang Muslim pencari ridha kaum kuffar tinggal diam, maka ia
tidak berani berbicara karena ingin menyenangkan kaum kuffar. Bila seorang
Muslim berjuang, maka ia berjuang untuk mentaati perintah Allah dan dalam
rangka mengejar ridha Allah. Sedangkan seorang Muslim pencari ridha kaum
kuffar tidak berjuang –padahal ia sangat berhak untuk itu- karena tidak
ingin membuat kaum kuffar menjadi benci kepadanya. Sudah barang tentu ini
semua tidak diutarakan secara blak-blakan, melainkan dibungkus dengan dalih
misalnya ”langkah ini tidak baik untuk da’wah Islam” atau ”langkah ini akan
menjauhkan orang dari Islam”.



Muslim jenis baru ini sangat terobsesi dengan upaya menjaga image atau
citranya di hadapan orang kafir. Sedemikian rupa sehingga tolok ukur wala
dan bara-nya (loyalitas dan berlepas diri-nya) berlandaskan penilaian si
kafir terhadap image si Muslim. Muslim macam ini sangat menyukai sesama
Muslim yang berpenampilan ”anak baik” di hadapan kaum kafir. Dan ia sangat
mencela Muslim yang menurutnya mencoreng ”nama baik orang Islam”.



Jika identitas Islam yang ia tampilkan akan menggusarkan kaum kafir, maka ia
rela menyesuaikan identitasnya dengan apa saja asal kaum kuffar menjadi mau
menerimanya. Bila kaum kuffar mensyaratkan agar identitas Islam yang
dikedepankan hendaknya tanpa embel-embel ideologi , maka ia akan tampil
penuh rasa percaya-diri dengan  menerjemahkan kalimat Basmalah sebagai:
”Dengan nama Allah Tuhan Pengasih, Tuhan Penyayang, Tuhan Segala Agama.” Ia
akan siap membangun negara dengan meleburkan perbedaan ideologi ke dalam
faham Nasionalisme. Dalam rangka mencari ridha kaum kuffar ia akan menjamin
bahwa kemenangannya dalam pertarungan politik tidak akan diikuti dengan
penerapan hukum Syariah Islam. Ia akan menafsirkan kewajiban jihad di dalam
Al-Qur’an sebagai apa saja yang menyenangkan kaum kuffar asal bukan berarti
mengangkat senjata di jalan Allah dalam rangka ’isy kariman au mut syahidan
(hidup mulia atau mati syahid). Bahkan secara perlahan namun pasti mereka
sudah meninggalkan kosa kata jihad dalam kesehariannya...!!



Muslim jenis baru ini cenderung menjadi agresif, ekstrim dan tidak toleran
terhadap sesama saudara seimannya. Namun toleran, moderat dan santun kepada
kaum kuffar. Bila kepentingan kaum kuffar terusik atau terancam oleh
sebagian Muslim, maka ialah orang pertama yang lompat untuk memberikan
perhatian dan pembelaan bagi mereka. Ia tega berbicara menentang saudara
seimannya bahkan mengkhianatinya. Ia sampai hati menganjurkan sesama Muslim
untuk mengintai dan membocorkan rahasia saudara seimannya kepada fihak
berwenang demi memenuhi rasa aman dan tenteram kaum kuffar. Apa yang ia
lakukan diklaim sebagai berjuang demi Islam dan Da’wah. Apa yang dilakukan
umat Islam disebut sebagai tindak terorisme dan pembangkangan terhadap fihak
yang berwenang.



Bila ia berpapasan dengan seorang Muslim ia tampilkan wajah datar kadang
suram. Bila ia jumpa dengan kaum kafir ia tebar senyum dan sikap ramah.
Malah ada sebagian dari Muslim pencari ridha kaum kuffar ini yang tidak
sampai hati menyebut kaum kuffar sebagai kaum kuffar...!!! Sungguh sikap dan
tingkahnya sangat cocok dengan gambaran yang Allah berikan dalam Al-Qur’an:

*”Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan Hari
kemudian", padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.
Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, pada hal mereka
hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. Dalam hati mereka
ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang
pedih, disebabkan mereka berdusta. Dan bila dikatakan kepada mereka:
Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, mereka menjawab:
"Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan." Ingatlah,
sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka
tidak sadar.” (QS Al-Baqarah ayat 8-12)*


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

===
Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits? Silahkan klik:
http://www.media-islam.or.id

Ingin belajar Islam via milis? Kirim email ke 
[email protected]! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke