Kita Mesti Telanjang dan Benar-benar
Bersih
Suci Lahir dan Di Dalam Batin
Tegaklah Ke Dalam Sebelum Bicara
Singkirkan Debu Yang Masih Melekat (2x)
Anugerah dan Bencana Adalah Kehendak-Nya
Kita Mesti Tabah Menjalani
Hanya Cambuk Kecil Agar Kita Sadar
Adalah ‘DIA’ Di Atas Segalanya (2x)
 
 
Anak
Menjerit-jerit
Asap Panas Membakar
Lahar dan Badai Menyapu Bersih
ini
Bukan Hukuman
Hanya Satu Isyarat
Bahwa Kita Mesti Banyak Berbenah
 
 
Memang Bila Kita Kaji Lebih Jauh
Dalam Kekalutan
Masih Banyak Tangan
Yang Tega Berbuat Nista
Oh…..
 
 
Tuhan
Pasti Telah Memperhitungkan
Amal dan Dosa Yang Telah Kita Perbuat
Kemanakah
Lagi Kita Kan Sembunyi
Hanya Kepada-Nya Kita Kembali
Tak
Ada Yang Bakal Bisa Menjawab
Mari Hanya Tunduk Sujud Pada-Nya
 
 
Kita Mesti Berjuang Memerangi Diri
Bercermin dan Banyaklah Bercermin
Tuhan Ada Di Sini Di Dalam Jiwa Ini
Berusahalah Agar Dia Tersenyum Oh
Berubahlah Agar Dia Tersenyum
 
[ lirik lagu ‘Untuk
Kita Renungkan’ : Ebiet G Ade ]
 
*
 
Perjalanan
ini Terasa Sangat Menyedihkan
Sayang Engkau Tak Duduk Disampingku Kawan
Banyak Cerita Yang Mestinya Kau Saksikan
Di Tanah Kering Bebatuan
Tubuhku
Terguncang Dihempas Batu Jalanan
Hati Tergetar Menampak Kering Rerumputan
 
 
Perjalanan ini Pun Seperti Jadi Saksi
Gembala Kecil Menangis Sedih… Oooo…

Kawan Coba Dengar Apa Jawabnya
Ketika Ia Kutanya Mengapa

Bapak Ibunya Telah Lama Mati
Ditelan Bencana Tanah Ini
 
Sesampainya Di Laut
Kukabarkan Semuanya
Kepada Karang Kepada Ombak Kepada Matahari
 
 
Tetapi
Semua Diam Tetapi Semua Bisu
Tinggal aku Sendiri Terpaku Menatap Langit

Barangkali Disana Ada Jawabnya
Mengapa Di Tanahku Terjadi Bencana
 
Mungkin
Tuhan Mulai Bosan Melihat Tingkah Kita
Yang Selalu Salah dan Bangga Dengan Dosa-dosa
 
Atau
Alam Mulai Enggan Bersahabat Dengan Kita
Coba Kita Bertanya Pada Rumput Yang Bergoyang
 
[ lirik lagu ‘Berita Kepada Kawan’ : Ebiet
G Ade ]
 
 
…Bila
perzinahan dan riba (penyelewengan) telah terang-terangan dilakukan oleh
penduduk suatu negeri maka sesungguhnya mereka telah menghalalkan bagi diri
mereka untuk terkena azab Allah…
[HR. Bukhari]
 
…Tidak ada
seorang muslim pun yang ditimpa gangguan semacam tusukan duri atau yang lebih
berat daripada itu melainkan dengan ujian itu Allah SWT menghapuskan perbuatan
buruknya serta digugurkan dosa-dosanya sebagai mana pohon kayu menggugurkan
daun-daunnya…
[HR. Bukhari dan Muslim]
 
 
…Apabila
bumi diguncangkan dengan guncangannya (yang dahsyat) dan bumi telah
mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)-nya, dan manusiapun bertanya :
“Mengapa bumi (jadi begini) ?”. Pada hari itu, bumi menyampaikan beritanya,
karena sesungguhnya Tuhanmu (Allah SWT) telah memerintahkan (yang sedemikian
itu) kepadanya. Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan yang
bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka.
Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan
melihat (balasan)-nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah
pun, niscaya dia akan melihat (balasan)-nya pula…
[QS : 99 : Al
Zalzalah]
 
*
Anugerah & Bencana adalah Kehendak-Nya
http://public.kompasiana.com/2009/10/02/anugerah-bencana-adalah-kehendak-nya/
http://politikana.com/baca/2009/10/02/5742-anugerah-bencana-adalah-anugerah-nya.html
 
***
 
Indonesia sepertinya
memang telah ditakdirkan sebagai wilayah yang rawan gempa bumi, dalam arti kata
sejak zaman dulu sampai hari ini sering terjadi gempa bumi, dan tak akan
berhenti alias tak akan terhindarkan gempa bumi akan terus berlangsung di 
Indonesia
pada masa-masa mendatang.
 
Gempa bumi yang terjadi
di Indonesia bisa disebabkan oleh pergerakan magma gunung berapi atau gempa
vulkanik, namun bisa juga disebabkan oleh pergerakan lempeng bumi. Hal ini
disebabkan Indonesia mempunyai banyak gunung berapi, dan berada pada wilayah
pertemuan 3 lempeng kerak bumi, yaitu lempeng Eurasia, lempeng Pasifik dan
lempeng India-Australia. Selain itu, Indonesia juga berada pada wilayah
pertemuan 2 jalur gempa utama dunia, yaitu jalur gempa sirkum pasifik dan jalur
gempa Alpide Transiatic.
 
Secara umum, Indonesia
dapat dibagi dalam 6 zonasi gempa. Secara garis besarnya, pembagian zonasi
tersebut adalah daerah zona 1, ini adalah zonasi terawan, terdapat didaerah
sekitar Papua. Selanjutnya zona 2, 3, 4, berada didaerah sekitar Sumatera dan
Jawa serta Bali. Sedangkan zona 5, berada di sekitar Kalimantan, dengan zonasi
teraman, zona 6 berada di sekitar daerah Kalimantan Barat.
 
Pada dasarnya,
pencapaian kemajuan teknologi sampai pada hari ini belum ada yang mampu 
memprediksi
secara tepat, kapan gempa bumi itu akan terjadi, dan dilokasi mana akan terjadi
gempa bumi itu.
 
Namun ada yang menarik.
Menurut data yang coba dikumpulkan dari berbagai sumber, gempa bumi dengan
kekuatan lebih dari 6,0 SR yang mengguncang Indonesia semenjak tahun 1930-an
sampai dengan hari ini, kok sepertinya frekuensi terjadinya meningkat tajam
terhitung dimulai sejak tahun 2004.
 
————————————————————————————-
1933-11-24 : Sumatera :
Magnitude 8,7
1938-02-01 : Laut Banda
: Magnitude 8,5
————————————————————————————-
1976-10-29 : Irian Jaya
- Magnitude
————————————————————————————-
1977-03-09 : Sumatera
Barat - Magnitude
1977-08-10 : Sumbawa -
Magnitude
————————————————————————————-
1979-12-12 : Lombok -
Magnitude 7,1
————————————————————————————-
1992-12-12 : Flores -
Magnitude 7,6
————————————————————————————-
2000-06-04 : Bengkulu,
Sumatera : Magnitude 7,9
————————————————————————————-
2002-10-10 : Irian Jaya
: Magnitude 7,6
2002-11-02 - Northern
Sumatera, Indonesia - Magnitude 7.5
————————————————————————————-
2003-05-26
: Halmahera : Magnitude 7,0
————————————————————————————-
2004-01-02 : Bali :
Magnitude 6.2
2004-01-28 : Seram
: Magnitude 6.7
2004-02-05 : Irian
Jaya : Magnitude 7.0
2004-02-07 : Irian
Jaya : Magnitude 7.3
2004-07-25 : Southern
Sumatra : Magnitude 7.3
2004-11-11
: Kepulauan Alor : Magnitude 7.5
2004-11-26 : Papua
: Magnitude 7.1
2004-12-26 : Aceh,
Sumatra : Magnitude 9.1
————————————————————————————-
2005 01 01 : Off
the West Coast of Northern Sumatra : Magnitude 6.6
2005-02-19
: Sulawesi : Magnitude 6.5
2005-02-26
: Simeulue : Magnitude 6.8
2005-03-02 : Laut
Banda : Magnitude 7.1
2005-03-28
: Sumatera Utara : Magnitude 8.6
2005-04-10
: Kepulauan Mentawai : Magnitude 6.7
2005-05-14 : Pulau
Nias : Magnitude 6.8
2005-05-19 : Pulau
Nias : Magnitude 6.9
2005-07-05 : Pulau
Nias : Magnitude 6.7
2005-11-19
: Simeulue : Magnitude 6.5
————————————————————————————-
2006-01-27 : Laut
Banda : Magnitude 7.6
2006-03-14 : Seram
: Magnitude 6.7
2006-05-16 : Pulau
Nias : Magnitude 6.8
2006-05-26 : Yogya,
Jawa : Magnitude 6,3
2006-07-17 : Jawa
Barat : Magnitude 7,7
2006-07-19 : Selat
Sunda : Magnitude 6.2
2006-07-23 : Teluk
Tomini, Minahasa, Sulawesi Utara : Magnitude 6,6
2006-08-11
: Simeleu, Sumatera : Magnitude 6,0
————————————————————————————-
2007-03-06
: Sumatera Barat, Sumatera : Magnitude 6,4
2007-08-09 : Jawa
Barat : Magnitude 7,5
2007-09-12
: Bengkulu, Sumatera : Magnitude 7,9
2007-11-26
: Sumbawa : Magnitude 6,7
————————————————————————————-
2009-08-28
: Bau-Bau, Sulawesi Tenggara : Magnitude 6,9
2009-09-02 : Jawa
Barat : Magnitude 7,3
2009-09-07
: Yogyakarta : Magnitude 6,8
2009-09-09
: Toli-Toli, Sulawesi Tenggara : Magnitude 6,0
2009-09-09 : Laut
Bitung, Sulawesi Tengah : Magnitude 6,0
2009-09-19
: Ternate, Maluku Utara : Magnitude 6,4
2009-09-19 : Nusa
Dua, Bali : Magnitude 6,4
2009-09-30
: Sumatera Barat : Magnitude 7,6
————————————————————————————-
 
Pertanda apakah itu ?.
Apakah karena bumi sudah semakin tua dan sudah semakin mendekati kiamat ?.
Apakah peningkatan frekuensinya itu ada hubungannya makin meningkatnya
kebejatan tingkah polah manusia ?. Apakah tak ada hubungannya dengan apapun
juga ?. Bukan pertanda apapun juga ?. Semua itu hanyalah semata kejadian alam
yang biasa-biasa saja ?.
 
Dalam budaya keyakinan
spiritual di sebagian manusia Jawa, ada yang meyakini adanya korelasi hubungan
erat yang saling pengaruh mempengaruhi antara kejadian/peristiwa/situasi di
jagad gede (macro cosmos / alam / bumi jagad raya) dengan kejadian / peristiwa
/ situasi yang ada di jagad cilik (insan manusia / masyarakat).
 
Sehingga seringkali
peristiwa-peristiwa alam yang terjadi dijadikan bahan untuk intropeksi terhadap
dirinya pribadi (termasuk juga intropeksi terhadap tata masyarakatnya) agar
menjadi selaras dan harmoni dengan alam. Maka tak heran, jika jika dirasakan
sedang alam murka, mereka lalu mencoba melakukan laku tirakat, agar alam
kembali reda amarahnya.
 
Takhayul Bidah
Khurafatkah tindakan mereka itu ?. Kuno dan anti kemajuan serta modernitaskah
keyakinan spiritual mereka itu ?.
 
Ajaran Islam
sesungguhnya secara implisit mengajarkan pula bagaimana hubungan tindakan yang
bersifat pribadi akan berpengaruh terhadap masyarakat sekitarnya walau mereka
tidak ikut melakukannya. Salah satu diantaranya adalah perbuatan zina, dimana
konon disekelilingnya (40 rumah) yang ada disekitarnya akan kehilangan barokah
dari-Nya karena adanya perbuatan itu.
 
Ada lagi tentang hukum
Fardhu Kifayah, dimana jika tidak ada sekelompok kaum Muslim yang melakukannya
maka semuanya ikut menananggung dosa karena terabaikannya kewajiban Fardhu
Kifayah tersebut.
 
Jadi, benarkah memang
hukum alam itu konon katanya terjadi karena kehendak alam semata yang
menisbikan adanya campur tangan dari Dzat Yang Maha Tunggal serta Maha Kuasa ?.
 
Memang, tak ada kejadian
sekecil apapun di alam ini yang terjadi tanpa sepengetahuan dan ijin dari Allah
SWT. Akan tetapi, tak ada salahnya jika kita semua mencoba mulai berintropeksi
diri. Karena semua olah kerja dan tindakan serta raihan keberhasilan yang kita
dapatkan dan kita bangga-banggakan itu tentunya bisa terjadi karena atas
sepengetahuan dan ijin dari Allah SWT, namun sudahkan izin-Nya itu juga
disertai dengan Ikhlas dan Ridho-Nya ?.
 
Tak ada salahnya kita
berintropeksi diri, sebab ada beberapa jenis perbuatan maksiat yang jika sudah
kelewat batas akan mengundang datangnya bala bencana. Dimana bala bencana itu
akan menimpa kepada semuanya tanpa kecuali, tidak hanya kepada mereka yang
melakukannya.
 
…Bila perzinahan dan
riba (penyelewengan) telah terang-terangan dilakukan oleh penduduk suatu negeri
maka sesungguhnya mereka telah menghalalkan bagi diri mereka untuk terkena azab
Allah… [HR. Bukhari]
 
Zolimkah Yang Maha Kuasa
atas azab yang ditimpakan-Nya itu ?. Berlimang dosakah mereka yang sedang diuji
oleh-Nya dengan bala dan bencana ?.
 
…Tidak ada seorang
muslim pun yang ditimpa gangguan semacam tusukan duri atau yang lebih berat
daripada itu melainkan dengan ujian itu Allah SWT menghapuskan perbuatan
buruknya serta digugurkan dosa-dosanya sebagai mana pohon kayu menggugurkan 
daun-daunnya…
[HR. Bukhari dan Muslim]
Sucikah kita yang sampai
saat ini tak tersentuh oleh ujian berupa bala dan bencana-nya ?.
 
Allah SWT terkadang
justru menguji kita dengan kenyamanan dan keamanan serta waktu yang panjang
untuk terus berbangga memamerkan semua perbuatan dosa dan maksiatnya tanpa
sempat menyadari perbuatannya sampai akhir usia rentanya sehingga tak tersisa
lagi waktu untuk bertaubat kepada-Nya.
Masih ingatkah kita
semuanya tentang adanya hizab pada hari setelah kiamat nantinya, dimana tak
akan ada kejahatan seberat zarah pun yang dapat disembunyikan ?.
 
…Apabila bumi
diguncangkan dengan guncangannya (yang dahsyat) dan bumi telah mengeluarkan
beban-beban berat (yang dikandung)-nya, dan manusiapun bertanya : “Mengapa bumi
(jadi begini) ?”. Pada hari itu, bumi menyampaikan beritanya, karena
sesungguhnya Tuhanmu (Allah SWT) telah memerintahkan (yang sedemikian itu)
kepadanya. Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan yang
bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka.
Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan
melihat (balasan)-nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah
pun, niscaya dia akan melihat (balasan)-nya pula… [QS : 99 : Al Zalzalah].
 
Wallahualambishsahwab.
 
Catatan Kaki :
Empati dan simpatiku
untuk saudara-saudaraku yang sedang dirudung duka. Teriring doa, semoga mereka
yang meninggal diampuni segala dosanya dan diterima semua amal ibadahnya,
mereka yang ditinggalkan juga mereka yang sedang dirudung duka dan lara lapa
diberikan ketabahan dan kesabaran serta menjadikannya semakin meningkat derajat
iman taqwanya. Amin Allahumma Amien Ya Kariem…
 
*
After 2004, Musim Panen Gempa Bumi ?
http://public.kompasiana.com/2009/10/01/after-2004-musim-panen-gempa-bumi/
http://politikana.com/baca/2009/10/01/after-2001-musim-panen-gempa-bumi.html
 
***


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke