BENCANA, MUSIBAH, COBAAN ANTARA LAIN: “BANJIR, GEMPA BUMI, TANAH LONGSOR,
TSUNAMI, KEBAKARAN, KECELAKAAN” DAN AJAL MANUSIA.
BILA MENDAPAT MUSIBAG BERSABAR DAN TAWAKKALAH
Berdasarkan persperktif Al Qur’an .
A’udzubillahi minasy syaithonir rojim. Bismillahirrahmanirrahiim.
Asallamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bapak-bapak, Ibu-ibu,
Saudara-saudara dan Adik-adikku yang insya Allah dimuliakan oleh Allah
Subhanahu Wa Ta’ala. Amien.
JANJI ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA KEPADA HAMBANYA. QS. 5:66; 7: 96;
Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat, Injil dan (Al
Qur'an) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan
mendapat makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka. Di antara mereka
ada golongan yang pertengahan. Dan alangkah buruknya apa yang dikerjakan oleh
kebanyakan mereka. Qs.Al Maa-idah (5): 66 Yang dimaksud , Allah akan
melimpahkan rahmat-Nya dari langit dengan menurunkan hujan dan menimbulkan
rahmat-Nya, dari bumi dengan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan yang buahnya melimpah
ruah.
[7.96] Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah
Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka
mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan
perbuatannya.Qs.Al A’Roof 96
PERINGATAN DAN ANCAMAN ALLAH SWT.
Dan tidak adalah Tuhanmu membinasakan kota-kota, sebelum Dia mengutus di
ibukota itu seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan
tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota; kecuali penduduknya dalam
keadaan melakukan kelaliman. Qs.28:59
Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada
orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menaati Allah) tetapi mereka
melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku
terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu
sehancur-hancurnya. Qs.17:36
Dan Kami tidak membinasakan sesuatu negeri pun, melainkan sesudah ada baginya
orang-orang yang memberi peringatan; untuk menjadi peringatan. Dan Kami
sekali-kali tidak berlaku lalim. Qs.26:208, 209
Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami
kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur? Atau apakah penduduk
negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di
waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain? Qs.Al A’Roof
(7):97,98
Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)?
Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi. Dan
apakah belum jelas bagi orang-orang yang mempusakai suatu negeri sesudah
(lenyap) penduduknya, bahwa kalau Kami menghendaki tentu Kami azab mereka
karena dosa-dosanya; dan Kami kunci mati hati mereka sehingga mereka tidak
dapat mendengar (pelajaran lagi)? Qs.Al A’Roof (7): 99,100
Negeri-negeri (yang telah Kami binasakan) itu, Kami ceritakan sebagian dari
berita-beritanya kepadamu. Dan sungguh telah datang kepada mereka rasul-rasul
mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, maka mereka (juga) tidak beriman
kepada apa yang dahulunya mereka telah mendustakannya. Demikianlah Allah
mengunci mati hati orang-orang kafir. Dan Kami tidak mendapati kebanyakan
mereka memenuhi janji. Sesungguhnya Kami mendapati kebanyakan mereka
orang-orang yang fasik. Qs.Al A’Roof (7): 101 s/d 102
Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan negeri-negeri di sekitarmu dan Kami
telah mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami berulang-ulang supaya mereka
kembali (bertobat). Qs.46:27
Tak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami
membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab
yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lohmahfuz).
Qs.17:58
Ketahuilah bahwa:”Azab, Musibah, Bencana, Cobaan dan Ajal manusia” adalah
dengan Izin Allah dan Diketahui oleh Allah SWT, itu sudah menjadi sunnatullah,
itu sudah menjadi ketetapan Allah. Berdasarkan Al Qur’an sebagai berikut:
MUSIBAH ATAU BENCANA.
Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah;
Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk
kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Qs At Taghaabun (64):
11
Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu
sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhim mahfuz) sebelum Kami
menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. Qs. Al
Hadiid (57): 22
BENCANA YANG MENIMPAMU, MAKA DARI (KESALAHAN) DIRIMU SENDIRI.
Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang
menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul
kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi. Qs.An Nisaa’ (4): 79
Dan apa musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan
tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari
kesalahan-kesalahanmu). Dan kamu tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah)
di muka bumi, dan kamu tidak memperoleh seorang pelindung pun dan tidak pula
seorang penolong selain Allah. Qs.42:30, 31
Jika Allah menimpakan suatu kemudaratan kepadamu, maka tidak ada yang
menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan
kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.Qs.Al An’Aam (6): 17
Allah mengazab siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi rahmat kepada siapa yang
dikehendaki-Nya, dan hanya kepada-Nya-lah kamu akan dikembalikan. Dan kamu
sekali-kali tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) di bumi dan tidak
(pula) di langit dan sekali-kali tiadalah bagimu pelindung dan penolong selain
Allah. Qs 29:21,22
GEMPA BUMI:
Apabila bumi diguncangkan dengan guncangannya (yang dahsyat), dan bumi telah
mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung) nya, dan manusia bertanya:
"Mengapa bumi (jadi begini)?", Qs.99:1 s/d 3
KAUM SALEH DITIMPA AZAB GEMPA BUMI:
Pemuka-pemuka yang menyombongkan diri di antara kaumnya berkata kepada
orang-orang yang dianggap lemah yang telah beriman di antara mereka:"Tahukah
kamu bahwa Saleh di utus (menjadi rasul) oleh Tuhannya?". Mereka menjawab:
"Sesungguhnya kami beriman kepada wahyu, yang Saleh diutus untuk
menyampaikannya".Orang-orang yang menyombongkan diri berkata: "Sesungguhnya
kami adalah orang yang tidak percaya kepada apa yang kamu imani itu".Kemudian
mereka sembelih unta betina itu, dan mereka berlaku angkuh terhadap perintah
Tuhan. Dan mereka berkata: "Hai Saleh, datangkanlah apa yang kamu ancamkan itu
kepada kami, jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang diutus (Allah)".
Karena itu mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayit-mayit yang
bergelimpangan di tempat tinggal mereka. Qs.Al A’Roof (7): 75 s/d 78
Manusia ditimpa adzab melalui gempa karena perbuatannya. Qs.Al A’Roof (7):78
Karena itu mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang
bergelimpangan di tempat tinggal mereka. Qs.Al A’Roof (7): 78
KAUM SYUAIB DITIMPA AZAB GEMPA BUMI:
Pemuka-pemuka dari kaum Syuaib yang menyombongkan diri berkata: "Sesungguhnya
kami akan mengusir kamu hai Syuaib dan orang-orang yang beriman bersamamu dari
kota kami, kecuali kamu kembali kepada agama kami". Berkata Syuaib: "Dan apakah
(kamu akan mengusir kami), kendatipun kami tidak menyukainya?" Sungguh kami
mengada-adakan kebohongan yang besar terhadap Allah, jika kami kembali kepada
agamamu, sesudah Allah melepaskan kami daripadanya. Dan tidaklah patut kami
kembali kepadanya, kecuali jika Allah, Tuhan kami menghendaki (nya).
Pengetahuan Tuhan kami meliputi segala sesuatu. Kepada Allah sajalah kami
bertawakal. Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan
hak (adil) dan Engkaulah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya. Pemuka-pemuka
kaum Syuaib yang kafir berkata (kepada sesamanya): "Sesungguhnya jika kamu
mengikuti Syuaib, tentu kamu jika berbuat demikian (menjadi) orang-orang yang
merugi". Kemudian mereka ditimpa gempa, maka
jadilah mereka mayit-mayit yang bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka..
7: 88--91
MEREKA YANG DITIMPA GEMPA BUMI (AZAB ALLAH):
Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang
bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka, (yaitu) orang-orang yang
mendustakan Syuaib seolah-olah mereka belum pernah berdiam di kota itu;
orang-orang yang mendustakan Syuaib mereka itulah orang-orang yang merugi.
Qs.Al A’Roof (7): 91,92
ADZAB ALLAH TIDAK HANYA MENIMPA ORANG LALIM (MUSYRIK DAN KAFIR) SAJA.
[8.25] Dan peliharalah dirimu daripada siksaan yang tidak khusus menimpa
orang-orang yang lalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat
keras siksaan-Nya.
MUSIBAH ADALAH UJIAN DAN COBAAN BAGI MANUSIA YANG MASIH HIDUP (SELAMAT)
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan,
kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita
gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa
musibah, mereka mengucapkan, "Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun" Mereka
itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan
mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.Qs 2:155 s/d 157
MUSIBAH SEBAGAI COBAAN MANUSIA YANG MASIH HIDUP:
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu
(cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa
oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam
cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya:
"Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah
itu amat dekat. Qs. 2: 214
Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan
jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya,
niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu.
Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang
dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Qs.Al Baqarah (2):
284
BAGI MEREKA YANG MATI DALAM MUSIBAH, KARENA MEMANG SUDAH AJALNYA TIBA
Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di
dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, Qs.An Nisaa’ (4): 78 (Pen.Artinya
apabila ajal sudah tiba, manusia tidak akan bisa menghindar dari maut ,
kematian atau ajal, kendatipun bersembunyi didalam benteng baja yang sangat
kuat)
Dialah Yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukannya ajal
(kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ditentukan (untuk berbangkit) yang
ada pada sisi-Nya (yang Dia sendirilah mengetahuinya), kemudian kamu masih
ragu-ragu (tentang berbangkit itu). Qs.Al An’am (6): 2 Artinya manusia
sebelum dilahirkan ke dunia, sudah ditentukan ajalnya, umurnya, rezekinya dan
jodohnya, tetapi itu rahasia Allah SWT.
Setiap manusia pasti akan menemui ajalnya (mati) entah kapan datangnya, karena
Allah-lah yang Maha Mengetahui, itu rahasia Allah, kapan malaikat Izroil akan
menjemput ruh atau ajal kita. Malaikat Izroil akan menjemput ajal kita, dimana
saja dan kapan saja, tua atau muda, kaya atau miskin, saleh atau salah, kalau
waktunya sudah jatuh tempo dan ajal tidak bisa diundur maupun dimajukan barang
satu menitpun, karena sudah ketetapan, sudah kepastian dan sudah dibukukan,
sudah dijurnal dibuku besarnya Allah SWT yaitu “Kitab Lauhim mahfuz” tidak bisa
dirubah-rubah lagi, maksudnya kalau sudah ajalnya tiba tidak ada seorangpun
didunia ini yang bisa mengundurkannya atau memajukan ajal manusia.
Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah:
Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai
ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Qs.Ali Imran (3):145
Tidak ada suatu umat pun yang dapat mendahului ajalnya, dan tidak (pula) dapat
mengundurkan (nya). Sia-sialah berdoa minta dipanjangkan umurnya!
Dan Kami tiada membinasakan sesuatu negeri pun, melainkan ada baginya ketentuan
masa yang telah ditetapkan. Tidak ada suatu umat pun yang dapat mendahului
ajalnya, dan tidak (pula) dapat mengundurkan (nya). Qs.Al Hijr (15):4, 5
Tidak (dapat) sesuatu umat pun mendahului ajalnya, dan tidak (dapat pula)
mereka terlambat (memperlambat dari ajalnya itu). Qs.Al Mu’minuun (23): 43
Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila
datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Qs.
63: 11
Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak
pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauhim
mahfuz). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah. Qs..Fathir
(35): 11
Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes, air mani,
sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang
anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa),
kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang
diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal
yang ditentukan dan supaya kamu memahami (nya). Qs.40: 67
KETETAPAN ALLAH ( SUNNATULLAH) TIDAK BISA DIRUBAH-RUBAH:
Keputusan di sisi-Ku tidak dapat diubah dan Aku sekali-kali tidak menganiaya
hamba-hamba-Ku. Qs.Qoof (50): 29
Nah sebagai kesimpulan ayat-ayat tersebut diatas, saya ambilkan salah satu
contoh, Di sebuah negara Hastina yang konon presidennya tamak akan kekuasaan
dan tamak akan harta, termasuk istrinya juga, bahkan konon hartanya tujuh
turunan tidak akan habis dan sebagai terkaya dinegara itu, harta khorunnya
banyak, punya rumah sakit banyak, punya dokter banyak, punya alat-alat
kedokteran banyak, kalau mau panggil 1000 dokter pun akan datang seketika, apa
kekurangannya di dunia ini, namum kalau ajal sudah tiba, malaikat Izroil siap
mencabut nyawanya, Malaikat Izroil tidak bisa disuap dengan jutaan dollar,
tidak diketahui kapan sakitnya, sakit apa, tiba-tiba saja ada khabar Ibu negara
meninggal, nah ini salah satu contoh, tidak perduli kaya atau miskin, tua atau
muda, pejabat atau rakyat, saleh atau salah, kalau ajal sudah datang, tidak
bisa dimajukan atau diundur walaupun hanya satu menit saja. Kata malaikat
Izroil, pokoknya cabut saja kalau sudah jatuh
temponya, suap no way, KKN no way, pejabat no way kata malaikat Izrooil..
BERSABAR DAN SHOLATLAH, BILA MENDAPAT MUSHIBAH / COBAAN BERAT
Kita sebagai orang muslim, apabila kita mendapat mushibah, atau cobaan berat,
maka kita ambil saja higmahnya, segala sesuatu Allah yang memberi-Nya, karena
Allah memberi kepada kita tentunya yang terbaik buat kita dan mintalah
pertolongan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan sabar dan tawakkal, dengan
mengerjakan sholat, karena sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
Qs.2:153
“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar
dan (mengerjakan) salat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”.
Qs.2: 153
BERTAKWA DAN BERTAWAKKAL APABILA MENDAPAT MUSIBAH:
“Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia (Allah) akan mengadakan
baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada
disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah
akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang
dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap
sesuatu.” Qs.Ath Tholaaq (65): 2, 3
MENGAPA NEGARAKU SELALU DITIMPA AZAB, MUSIBAH, BENCANA, BOM, BANJIR, TANAH
LONGSOR, GEMPA BUMI, TSUNAMI, KEBAKARAN?
PENYEBABNYA BARANGKALI ADALAH:
(1)-Agama hanya berlaku sebatas KTP-nya saja.
(2)-Banyak org menyembah: “Allah dan jin, setan, iblis, harta, kekuasaan,
penguasa, dsb.”
(3)-Kehidupan masyarakat, perilaku masyarakat sudah melebihi Jaman Jahiliyah.
(4)-Hukum-hukum Ketuhanan tidak berlaku. Hak Allah tidak dilaksanakan.
(5)-Korupsi merajalela disegala bidang, untuk urusan agamapun dikorupsi.
(6)-Perampokan, pencurian, perampasan hak, pemerasan dimana-mana.
(7)-Banyak sekali orang pinter, tetapi yang bener, jujur sudah langka.
(8)-Minuman keras, narkoba, mabuk-mabukan, menjadi kebanggaan.
(9)-Perzinaan, pelacuran, perselingkuhan, menjadi kebanggaan.
(10)-CD porno menyebar kemana-mana.
(11)-Hukum hanya berlaku buat orang miskin.
(12)-Ibu membunuh anaknya, Bapak membunuh anaknya, anak membunuh ibunya, anak
membunuh bapaknya, banyak pembunuhan. Dan masih banyak lagi.
Bapak-bapak, Ibu-ibu, Saudara-saudara dan Adik-adikku yang insya Allah
dirahmati dan dimuliakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Marilah saya mengajak
anda untuk instropeksi diri kita sendiri, sejauh mana keimanan, ketakwaan,
keta’atan, kepatuhan kita kepada Allah SWT, kita sebagai hamba Allah, sebagai
abdi Allah, sebagai budak Allah, sudah siapkah apabila azab Allah menimpa kita,
seperti saudara-saudara kita di Aceh dan sekitarnya yang terkena gempa dan
tsunami. Saudara-saudara kita yang ada di Jogja, Bantul dan sekitarnya yang
terkena gempa. Saudara-saudara kita di pantai selatan Pulau Jawa, Pantai
Pangandaran dan sekitarnya yang terkena gempa dan tsunami. Saudara-saudara kita
di Porong, Kedungbendo dan sekitarnya yang terkena banjir Lumpur, Lumpur
Lapindo yang tingginya mencapai 15 meter. Saudara-saudara kita di Tasikmalaya,
Garut dan sekitarnya. Bahkan yang sangat mengenaskan pada tgl 30 September 2009
gempa bumi di Padang dan sekitarnya. Semua
itu peringatan bagi kita semua, supaya kembali kepada hokum Al Qur’an dan
Hadits..
Hanya dengan beriman, bertakwa, ta’at, tunduk, patuh kepada Allah SWT kita akan
selamat didunia sampai di akhirat kelak, insya Allah.
Bagaimana caranya supaya kita bisa selamat didunia sampai di akhirat kelak?
Caranya: “Beriman, bertakwa, ta’at, tunduk, patuh kepada segala
ketentuan-ketentuan Allah dan Rosul-Nya dengan mengerjakan segala apa yang
diperintah oleh Allah dan Rosul-Nya, meninggalkan, menjauhi segala apa yang
dilarangan oleh Allah dan Rasul-Nya.
Demikian yang bisa saya sampaikan, saya hanya sebatas menyampaikan beberapa
ayat-ayat Al Qur’an. Semoga bermanfaat bagi yang membaca, dan yang
mengamalkannya didalam kehidupan seharihari. Allahu a’lam , Alhamdulillahir
Robbil’alamin, billahi taufik wal hidayah. Wassalamu’alaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Sukarman.
Sumber bacaan: Al Qur’an dan terjemahnya.
"Coba Yahoo! Mail baru yang LEBIH CEPAT. Rasakan bedanya sekarang!
http://id.mail.yahoo.com"
[Non-text portions of this message have been removed]