Akankah TV ONE di Gempa Ranah Minang semangat sehebat saat ‘Perang
Global thd Teroris Islam’, dan METRO TV kiprahnya sehebat saat ‘Tsunami Aceh’…..
?????
 
*
 
Pemberitaan dan pengungkapan informasi seputar peristiwa ‘Perang Global 
Pemerintah Indonesia terhadap
Terorisme’ yang ditayangkan melalui media tivi, bagi sebagian besar
pemirsa, tak dapat terhindarkan, harus diakui, TV ONE adalah jawaranya
dibandingkan dengan saluran stasiun tivi pesaingnya.
 
Harus diakui, TV ONE menayangankannya dengan relatif sangat detail,
dilengkapi info aktual, diiringi nuansa spirit yang penuh semangat, narasi yang
menggugah sekaligus menyentuh, dilengkapi dengan tambahan pernak-pernik
kisah-kisah dramatis yang ada dibalik peristiwa kasat matanya.
 
Paling tidak begitulah yang dirasakan oleh sebagian kalangan. Hasilnya,
entah berkorelasi langsung atau tak langsung, turut menggugah kesadarannya
mayoritas rakyat Indonesia untuk mewaspadai gerak-geriknya mereka-mereka yang
ber-jenggot, ber-celana ngatung, ber-jidat dengan noktah hitam, ber-surban,
ber-gamis, serta perempuan-perempuan ber-wajah tertutup cadar.
 
Di masa depan, entah akan berlangusng sampai berapa puluh tahun ke
depan, mereka yang ber-jenggot, ber-celana ngatung, ber-jidat dengan noktah
hitam, ber-surban, ber-gamis, serta perempuan-perempuan ber-wajah tertutup
cadar, sangat bisa jadi akan termarjinalkan dari pergaulan sosial di masyarakat
sekitarnya.
 
Saat ini, lagi hangat-hangatnya tragedi gempa bumi di Ranah Minang,
wilayah Sumatera Barat lalu disusul dengan guncangan serupa di wilayah Jambi.
 
Tingkat kedahsyatannya daya rusaknya, maupun korban yang terjadi
ditanah tempat kelahiran Muhammad Hatta dan Buya Hamka ini memang masih kalah
jauh dibandingkan dengan kedahsyatan dan kerusakan akibat bencana yang pada
waktu lalu pernah terjadi di Serambi Makkah, Aceh.
 
Akan tetapi, relatif lebih dahsyat dan lebih massif tingkat
kerusakannya jika dibandingkan dengan bencana gempa bumi serupa yang pernah
menimpa wilayah tlatah Kasultanan Ngayogyokarto Hadiningrat.
 
Pada waktu bencana Aceh, tak dapat dipungkiri, METRO TV merupakan
stasiun tivi yang berada di garda paling depan dalam menayangkan dan
menungungkap serta menginformasikan info akual dengan sangat detail, dilengkapi
dengan tambahan pernak-pernik kisah-kisah dramatis yang ada dibalik peristiwa
bencana itu, diiringi nuansa spirit penuh semangat penggugah empati dan simpati
dengan narasi yang menggugah sekaligus menyentuh kalbu sanubarinya pemirsanya.
 
Hasilnya, banjir simpati dan empati, mungkin selama seabad ke depan,
mayoritas rakyat Indonesia bahkan masyarakat dunia masih akan mengalir bagi
rakyat Aceh yang lagi dirudung duka.
 
Di masa depan, entah akan berlangsung sampai berapa abad ke depan,
mayoritas masyarakat Indonesia akan terkenang betada ngerinya kedahsyatan
bencana tsunami yang pernah terjadi di Serambi Makkah itu.
 
Memang begitulah peran vital dan kedigdayaan serta kestrategisan dari
peran media televisi yang sangat efektif dalam menggugah kesadaran masyarakat,
membangkitkan empati dan simpati masyarakat, membentuk opini masyarakat,
termasuk menanamkan memori serta mengeset mainstream cara pandang masyarakat.
 
Kita tunggu saja peran media televisi dalam bencana gempa bumi di Ranah
Minang ini. Kita tunggu kiprah TV ONE dan Metro TV, serta stasiun televisi
lainnya.
 
Akankah termarjinalkan seperti pemberitaan peristiwa gempa bumi yang
terjadi di wilayah dengan sebutan kota seribu pesantren, Tasikmalaya, yang
terjadi pada beberapa waktu lalu, yang sekarang mulai terlupakan.
 
Semoga TV ONE dalam Duka Ranah Minang ini mampu mengulangi kehebatan
kiprah dan prestasi serta semangatnya menyamai saat menayangkan peristiwa 
‘Perang Global Pemerintah Indonesia terhadap
Terorisme Islam’, dan semoga demikian pula dengan METRO TV yang sepak
terjangnya akan sehebat kiprahnya sewaktu peristiwa ‘Tsunami Serambi Mekkah, 
Nanggroe Aceh Darussalam’.
 
Wallahualambishsawab.
 
*
Referensi Artikel
Terkait :
‘Anugerah & Bencana adalah Kehendak-Nya’, klik disini atau disini
‘After 2004, Musim Panen Gempa Bumi ?’, klik disini atau disini
‘Provokasi, Apakah Perlu ?’, klik disini atau disini
‘Mengapa TV One Dicekal ?’, klik disini atau disini
‘Mem-PKI-kan Muslimin Berjenggot yg Bergamis dan Bersurban’,
klik disini atau disini
*
Duka Ranah Minang: TV One Vs Metro TV
http://public.kompasiana.com/2009/10/02/duka-ranah-minang-tv-one-vs-metro-tv/
http://politikana.com/baca/2009/10/02/duka-ranah-minang-tv-one-vs-metro-tv.html
 
***
 
 
Dari milis
sebelah : [email protected] & ElshintaGroup@ yahoogroups. com 

 ----- Original Message ----- 
From: gitarkopong © 
To: ElshintaGroup@ yahoogroups. com 
Sent: Thursday, October 01, 2009 5:22 AM
Subject: [ElshintaGroup] Yth. Pimpinan TV ONE

 

Yth. Pimpinan TV ONE

 
Saya sungguh
marah melihat perkataan salah satu 
Penyiar anda saat Breaking News Gempa di SUMBAR
tentang evakuasi 60 siswa korban gempa sumbar yang tertimbun direruntuhan
sekolahan mereka

disana Penyiar memberondong pertanyaan-pertanya an yang tidak pantas ditanyakan
kepada orang tua korban dari siswa tersebut lewat telepon
acara ini disiarkan secara langsung.

saya tidak habis pikir kenapa penyiar menanyakan 
"gimana perasaan bapak mengenai hal ini"
"gimana perasaan bapak apabila putri bapak tidak ditemukan"
"gimana perasaan bapak apabila putri bapak ternyata tewas"
dsb. 

sedangkan si bapak sudah menyatakan bahwa dia pasrahkan saja semua ini kepada
Allah, yang penting putrinya dan semua korban bisa segera dievakuasi.
Semoga bapak mendapat Hidayah dari NYA.

tapi sang Penyiar ini masih memberondong dengan pertanyaan2 yang seharusnya
tidak perlu malah membuat sang bapak tersudut.

mohon di perhatikan karyawan Bapak.

saya tidak bisa menyebutkan nama karena bapak pasti sudah tahu.

hormat saya
Tito Doni Asmoro 
 
***


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke