-- 
Sesungguhnya, hanya dengan mengingat Allah, hati akan tenang.
now surely by Allah's remembrance are the hearts set at rest.
N'est-ce point par l'évocation d'Allah que se tranquillisent les coeurs.
im Gedenken Allahs ist's, daß Herzen Trost finden können.
>> al-Ra'd [13]: 28


 Ada apa dengan Bang Haji?

Rhoma Irama Resmikan Fahmi Tamami Jatim

SURABAYA - Forum Silaturahmi Ta'mir Masjid dan Musala Indonesia (Fahmi
Tamami) Jawa Timur diresmikan langsung oleh Rhoma Irama kemarin (6/10). Raja
dangdut yang aktif berdakwah melalui musik itu berharap, Fahmi Tamami Jatim
mampu menyelamatkan masjid dan musala dari gerakan Islam radikal.

Acara di gedung PW NU Jatim itu dihadiri sejumlah kiai dan pengurus NU.
Mereka, antara lain, Ketua PW
NU Jatim KH Hasan Mutawakkil Alallah; Rais Syuriah PW NU Jatim KH Miftahul
Akhyar; pimpinan Ponpes Syalafiah As-Syafi`iyah Situbondo KH Fawaid As'ad;
pengasuh ponpes Bumi Shalawat Tulangan, Sidoarjo, dan KH Agoes Ali Masyhuri.


Rhoma Irama menjelaskan, Fahmi Tamami muncul karena adanya keresahan atas
upaya pengambilalihan masjid oleh kelompok Islam radikal. Menurut dia,
gerakan itu mulai tumbuh dan berkembang di daerah Jabodetabek (Jakarta,
Bogor, Depok, Tangerang,
Bekasi). ''Indikasinya, muncul ritual-ritual baru di masjid, di luar yang
biasa diajarkan Islam pada umumnya,'' ujarnya.

Modusnya, lanjut Rhoma, kalau ada masjid yang tidak memiliki unsur
organisasi dengan jelas, perwakilan Islam radikal itu akan mengontrak rumah
di sekitar masjid. Lantas, mereka menawarkan diri untuk menjadi pengurus
masjid, guru mengaji, serta pendakwah. ''Sedikit demi sedikit mereka mulai
mengafirkan, memfitnah, dan membidahkan ajaran dan tokoh-tokoh Islam,''
jelasnya.

Sejak saat itu, berbagai kajian dilakukan untuk meng-counter gerakan radikal
tersebut. Akhirnya, Rhoma berinisiatif membentuk Fahmi Tamami yang didukung
Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dan Ketua PB NU Hasyim Muzadi. ''Ada
tiga platform yang diusung. Yakni, keagamaan, kebangsaan, dan sosial
masyarakat,'' paparnya.

Dia berharap agar ormas yang dibentuknya itu bisa menekan berbagai bentuk
intervensi beribadah seseorang. Sebab, gerakan radikal tersebut mulai
merangsek di bidang politik melalui pembentukan partai, menguasai dunia
keagamaan melalui masjid, dan bidang pendidikan melalui akademisi.
''Khususnya buku, mereka menjadikan buku sebagai ujung tombak untuk
merusak akidah keislaman masyarakat,'' tuturnya.

Ketua Fahmi Tamami Jatim Mujahid Anshori menambahkan, pergerakan Islam
radikal di Jatim memang tidak separah di Jakarta. Meski demikian, dia tidak
mau berleha-leha dan lengah. ''Kalau dibiarkan, sesama umat Islam akan
saling berhadapan. Fahmi Tamami tidak menghendaki adanya perselisihan itu,''
tegasnya. ''Saat ini, kita selamat karena kultur Islam Jatim masih kuat,''
lanjutnya.

Ketua PW NU Jatim Hasan Mutawakkil Alallah memastikan adanya dukungan dari
warga nahdliyin. Para deklarator Fahmi Tamami memang berasal dari berbagai
latar belakang ormas Islam di Indonesia. ''Khususnya mereka yang sepaham
bahwa Islam radikal harus dilawan,'' katanya. (dim/aam/oni)

sumber:http://www.jawapos.co.id/metropolis/index.php?act=detail&nid=93976

[Non-text portions of this message have been removed]


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke