Bagian Kelima
 Urusan-Urusan Qadhaiyah Imarah dan Khilafah

 Kitab Pertama

 Bab I
 Hukum-Hukum Membentuk Pemerintahan

 2096. "Membentuk jabatan imamah adalah tugas yang difardhukan atas umat."

 Hukum ini disepakati para mujtahidin.

 2097. "Diperlukan adanya seseorang kepala negara bagi seluruh ummat
 Islam di dunia dan tidak dibolehkan mereka mengangkat dua orang untuk
 mengendalikan mereka dalam suatu masa; baik yang diangkat itu dapat
 bekerja sama atau tidak."

 Hukum ini disepakati para imam yang empat.

 Ibnu Khaldun telah membahas masalah ini dalam bukunya Al Muqaddimah.1

 2099. "Khilafah boleh menunjukkan penggantinya."

 Hukum ini mereka sepakati, sebagai yang telah dilakukan oleh Abu Bakar Siddiq.

 2100. "Tidak boleh seorang perempuan diangat menjadi kepala negara;
 tidak boleh orang kafir; tidak boleh anak kecil yang belum sampai umur
 dan tidak boleh yang gila."

 Hukum ini disepakati para mujtahidin.

 2101. "Orang yang diangkat oleh kepala negara, sah pengangkatannya dan
 hukum-hukum yang mereka tetapkan harus dijalankan."

 Hukum ini disepakati para mujtahidin.

 2102. "Rakyat wajib mengangkat kepala negaranya dan tidak boleh
 sesuatu masyarakat dibiarkan tidak berpemerintahan."

 2103. "Rakyat wajib mentaati imamnya, terkecuali pada pekerjaan maksiat."

 Hukum ini disepakati segenap ulama.

 2014. "Tidak boleh kita menentang pemerintah atau kepala negara selama
 mereka belum melakukan kekufuran yang nyata."

 Demikian pendapat jumhur ulama. Setengah ulama membolehkan, bahkan
 mewajibkan rakyat menentang kepala negara yang zalim, walaupun belum
 nyata kufurnya.

 2015. "Kita wajib bersabar terhadap kecurangan-kecurangan penguasa:
 jangan segera mengadakan perlawanan serta kita wajib menyampaikan
 kritik-kritik kepada mereka."

 Hukum ini disepakati oleh para ulama.

 2106. "Kepala negara wajib membela dan memberi perlindungan kepada
 rakyat serta menyelesaikao segala rupa kemaslahatan mereka, baik
 mengenai dunia maupun akhirat."

 Segenap ulama bersepakat menetapkan hukum ini.

 (Teungku Muhammad Hasbi ash Shiddieqy. Hukum-Hukum Fiqh Islam;
 Tinjauan Antar Madzhab. PT. Pustaka Rizki Putra Semarang, 2001. Hal.
 516-517)

 1 Kami cenderung kepada pendapat Ibnu Khaldun. i.h.


-- 
+++
[5:50] apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum)
siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang
yakin? (AL MAA-IDAH (HIDANGAN) ayat 50)
---
Wala' untuk Islam
Shofhi Amhar
http://sites.google.com/site/ibnushobirin

Kirim email ke