Sebaiknya kita semua saling mengingatkan agar kita semua waspada, bahwa
siasat adu domba yang dilakukan musuh2 Islam sedikit demi sedikit masuk
menjadi makanan kita sehari-hari.

Coba perhatikan berbagai adu domba yang berkaitan dengan masalah:
1. Indonesia vs Malaysia terus diadu,
2. Timur Tengah yang mulai mengepung Iran termasuk isu Iran yang disebar ke
komunitas muslim Asia masalah komentar Ahmadinejad,
3. Fatwa2 Syaikh Qardhawi yang coba dicari celah untuk dibenturkan dengan
mereka yang berbeda pemahaman,
4. Masalah terorisme yang semakin membelenggu aktivitas umat Islam, bahkan
dalam beribadah juga diawasi,
5. Masalah2 furu'iyah yang terus dibenturkan sesama umat Islam seolah2 itu
masalah yang besar.
6. Aktivitas kaum JIL yang menganggap selain Islam lebih bagus daripada umat
Islam yang tak sepaham dengan JIL
7. Dll, masih banyak lagi adu domba yang arahnya ingin membuat ajaran Islam
tak perlu dipahami dengan baik, cukup sholat aja udah selesai, yang penting
menjaga demokrasi dan kebebasan seluruh dunia.

Bagi yang sadar bahwa semua itu adalah adu domba tidak akan terpancing dan
terus bergerak demi kemajuan Islam. Bagi yang tidak sadar, isu furu'iyah dan
aktivitas yang tidak sepaham dengan kebiasaan dia akan dianggap ancaman bagi
komunitas dia, bahkan dianggap musuh yang berbahaya dibanding musuh dari
luar Islam. kemudian mereka akan mendeklarasikan 'perang' melawan
'perbedaan' tsb. Ujung2nya, ya umat Islam dibenturkan dengan umat Islam
sendiri......na'udzubillah.......



-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]]on Behalf
Of Faris Bawazier
Sent: Wednesday, October 07, 2009 6:06 PM
To: '[email protected]'; [email protected];
[email protected]; [email protected];
[email protected]
Subject: RE: [Al-Ikhwan] virus baru: rhoma/fahmi tamami? Fwd: [...]
Selamatkan Masjid dari Radikalisme


  Mungkin sudah lama engga nyanyi, Jadi nyanyinya ngawur ....

________________________________
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf
Of Satriyo
Sent: 07 October 2009 16:04
To: [email protected]; [email protected];
[email protected]; [email protected];
[email protected]
Subject: [Al-Ikhwan] virus baru: rhoma/fahmi tamami? Fwd: [...] Selamatkan
Masjid dari Radikalisme

--
Sesungguhnya, hanya dengan mengingat Allah, hati akan tenang.
now surely by Allah's remembrance are the hearts set at rest.
N'est-ce point par l'évocation d'Allah que se tranquillisent les coeurs.
im Gedenken Allahs ist's, daß Herzen Trost finden können.
>> al-Ra'd [13]: 28

Ada apa dengan Bang Haji?

Rhoma Irama Resmikan Fahmi Tamami Jatim

SURABAYA - Forum Silaturahmi Ta'mir Masjid dan Musala Indonesia (Fahmi
Tamami) Jawa Timur diresmikan langsung oleh Rhoma Irama kemarin (6/10). Raja
dangdut yang aktif berdakwah melalui musik itu berharap, Fahmi Tamami Jatim
mampu menyelamatkan masjid dan musala dari gerakan Islam radikal.

Acara di gedung PW NU Jatim itu dihadiri sejumlah kiai dan pengurus NU.
Mereka, antara lain, Ketua PW
NU Jatim KH Hasan Mutawakkil Alallah; Rais Syuriah PW NU Jatim KH Miftahul
Akhyar; pimpinan Ponpes Syalafiah As-Syafi`iyah Situbondo KH Fawaid As'ad;
pengasuh ponpes Bumi Shalawat Tulangan, Sidoarjo, dan KH Agoes Ali Masyhuri.

Rhoma Irama menjelaskan, Fahmi Tamami muncul karena adanya keresahan atas
upaya pengambilalihan masjid oleh kelompok Islam radikal. Menurut dia,
gerakan itu mulai tumbuh dan berkembang di daerah Jabodetabek (Jakarta,
Bogor, Depok, Tangerang,
Bekasi). ''Indikasinya, muncul ritual-ritual baru di masjid, di luar yang
biasa diajarkan Islam pada umumnya,'' ujarnya.

Modusnya, lanjut Rhoma, kalau ada masjid yang tidak memiliki unsur
organisasi dengan jelas, perwakilan Islam radikal itu akan mengontrak rumah
di sekitar masjid. Lantas, mereka menawarkan diri untuk menjadi pengurus
masjid, guru mengaji, serta pendakwah. ''Sedikit demi sedikit mereka mulai
mengafirkan, memfitnah, dan membidahkan ajaran dan tokoh-tokoh Islam,''
jelasnya.

Sejak saat itu, berbagai kajian dilakukan untuk meng-counter gerakan radikal
tersebut. Akhirnya, Rhoma berinisiatif membentuk Fahmi Tamami yang didukung
Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dan Ketua PB NU Hasyim Muzadi. ''Ada
tiga platform yang diusung. Yakni, keagamaan, kebangsaan, dan sosial
masyarakat,'' paparnya.

Dia berharap agar ormas yang dibentuknya itu bisa menekan berbagai bentuk
intervensi beribadah seseorang. Sebab, gerakan radikal tersebut mulai
merangsek di bidang politik melalui pembentukan partai, menguasai dunia
keagamaan melalui masjid, dan bidang pendidikan melalui akademisi.
''Khususnya buku, mereka menjadikan buku sebagai ujung tombak untuk
merusak akidah keislaman masyarakat,'' tuturnya.

Ketua Fahmi Tamami Jatim Mujahid Anshori menambahkan, pergerakan Islam
radikal di Jatim memang tidak separah di Jakarta. Meski demikian, dia tidak
mau berleha-leha dan lengah. ''Kalau dibiarkan, sesama umat Islam akan
saling berhadapan. Fahmi Tamami tidak menghendaki adanya perselisihan itu,''
tegasnya. ''Saat ini, kita selamat karena kultur Islam Jatim masih kuat,''
lanjutnya.

Ketua PW NU Jatim Hasan Mutawakkil Alallah memastikan adanya dukungan dari
warga nahdliyin. Para deklarator Fahmi Tamami memang berasal dari berbagai
latar belakang ormas Islam di Indonesia. ''Khususnya mereka yang sepaham
bahwa Islam radikal harus dilawan,'' katanya. (dim/aam/oni)

sumber:http://www.jawapos.co.id/metropolis/index.php?act=detail&nid=93976

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]






[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke