Dari Moderator: Dari pengamatan saya, hal ini karena sebagian kita masih terbelenggu penyakit ashobiyyah. Yaitu fanatisme kelompok.
Pimpinan kelompoknya diikuti secara membabi-buta (taqlid), sementara kritik/nasehat ulama di luar kelompoknya tidak dianggap. Kadang2 kalau beda kelompok dianggap bukan ikhwan. Padahal Ashobiyyah itu dilarang: Barangsiapa menolak ketaatan (membangkang) dan meninggalkan jama'ah lalu mati maka matinya jahiliyah, dan barangsiapa berperang di bawah panji (bendera) nasionalisme (kebangsaan atau kesukuan) yang menyeru kepada fanatisme atau bersikap marah (emosi) karena mempertahankan fanatisme (golongan) lalu terbunuh maka tewasnya pun jahiliyah. (HR. An-Nasaa'i) Tak jarang jika ada pengajian atau ceramah Jum'at, yang diundang hanya dari kelompoknya saja. Hingga menimbulkan kecemburuan. Padahal ummat Islam itu satu (Al Hujuraat). Kita juga dilarang berpecah-belah. Dakwah itu untuk menyebarkan Islam. Bukan untuk memperluas pengaruh kelompok. Jadi semoga kita semua terhindar dari penyakit fanatisme golongan dan berjuang benar-benar lillahi ta'ala. Bukan demi kelompok kita. Wassalam Yup! setuju, sebaiknya kita tetap berpegang pada 'peringatan' ALLAH saja. "Saling ingat mengingat dalam kebaikan, saling ingat mengingat dalam kesabaran" dan "tetap bersatu dalam Buhul-buhul ALLAH, dan tidak bercerai-berai". Musuh2 Islam pasti akan selalu berupaya menghancurkan Islam. Bagaimanapun caranya. Krn bwt mereka, 'segala cara halal'. walaupun itu tdk ber etika dan tdk ber moral. Krn Over PD, sudah dijamin masuk sorga, melakukan kemunkaran pun tdk pernah malu2 dan takut. Mari kita ingat sesumbar Iblis, 'sampai dunia kiamat' Dia akan terus berupaya menyesatkan manusia. Tdk bisa dg jalan 'Frontal',lewat 'jln belakang'. Namanya Iblis bisa menjelma dalam bentuk apa saja, menjelma menjadi siapa saja. Wassalam ----- Original Message ----- From: <[email protected]> To: "Mulyono" <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]> Sent: Thursday, October 08, 2009 8:36 AM Subject: Re: [syiar-islam] RE: [Al-Ikhwan] virus baru: rhoma/fahmi tamami? Fwd: [...] Selamatkan Masjid dari Radikalisme Setuju! Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: "Mulyono" <[email protected]> Date: Thu, 8 Oct 2009 08:26:10 To: <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]> Subject: [syiar-islam] RE: [Al-Ikhwan] virus baru: rhoma/fahmi tamami? Fwd: [...] Selamatkan Masjid dari Radikalisme Sebaiknya kita semua saling mengingatkan agar kita semua waspada, bahwa siasat adu domba yang dilakukan musuh2 Islam sedikit demi sedikit masuk menjadi makanan kita sehari-hari. Coba perhatikan berbagai adu domba yang berkaitan dengan masalah: 1. Indonesia vs Malaysia terus diadu, 2. Timur Tengah yang mulai mengepung Iran termasuk isu Iran yang disebar ke komunitas muslim Asia masalah komentar Ahmadinejad, 3. Fatwa2 Syaikh Qardhawi yang coba dicari celah untuk dibenturkan dengan mereka yang berbeda pemahaman, 4. Masalah terorisme yang semakin membelenggu aktivitas umat Islam, bahkan dalam beribadah juga diawasi, 5. Masalah2 furu'iyah yang terus dibenturkan sesama umat Islam seolah2 itu masalah yang besar. 6. Aktivitas kaum JIL yang menganggap selain Islam lebih bagus daripada umat Islam yang tak sepaham dengan JIL 7. Dll, masih banyak lagi adu domba yang arahnya ingin membuat ajaran Islam tak perlu dipahami dengan baik, cukup sholat aja udah selesai, yang penting menjaga demokrasi dan kebebasan seluruh dunia. Bagi yang sadar bahwa semua itu adalah adu domba tidak akan terpancing dan terus bergerak demi kemajuan Islam. Bagi yang tidak sadar, isu furu'iyah dan aktivitas yang tidak sepaham dengan kebiasaan dia akan dianggap ancaman bagi komunitas dia, bahkan dianggap musuh yang berbahaya dibanding musuh dari luar Islam. kemudian mereka akan mendeklarasikan 'perang' melawan 'perbedaan' tsb. Ujung2nya, ya umat Islam dibenturkan dengan umat Islam sendiri......na'udzubillah....... -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[email protected]]on Behalf Of Faris Bawazier Sent: Wednesday, October 07, 2009 6:06 PM To: '[email protected]'; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected] Subject: RE: [Al-Ikhwan] virus baru: rhoma/fahmi tamami? Fwd: [...] Selamatkan Masjid dari Radikalisme Mungkin sudah lama engga nyanyi, Jadi nyanyinya ngawur .... ________________________________ From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Satriyo Sent: 07 October 2009 16:04 To: [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected] Subject: [Al-Ikhwan] virus baru: rhoma/fahmi tamami? Fwd: [...] Selamatkan Masjid dari Radikalisme -- Sesungguhnya, hanya dengan mengingat Allah, hati akan tenang. now surely by Allah's remembrance are the hearts set at rest. N'est-ce point par l'évocation d'Allah que se tranquillisent les coeurs. im Gedenken Allahs ist's, daß Herzen Trost finden können. >> al-Ra'd [13]: 28 Ada apa dengan Bang Haji? Rhoma Irama Resmikan Fahmi Tamami Jatim SURABAYA - Forum Silaturahmi Ta'mir Masjid dan Musala Indonesia (Fahmi Tamami) Jawa Timur diresmikan langsung oleh Rhoma Irama kemarin (6/10). Raja dangdut yang aktif berdakwah melalui musik itu berharap, Fahmi Tamami Jatim mampu menyelamatkan masjid dan musala dari gerakan Islam radikal. Acara di gedung PW NU Jatim itu dihadiri sejumlah kiai dan pengurus NU. Mereka, antara lain, Ketua PW NU Jatim KH Hasan Mutawakkil Alallah; Rais Syuriah PW NU Jatim KH Miftahul Akhyar; pimpinan Ponpes Syalafiah As-Syafi`iyah Situbondo KH Fawaid As'ad; pengasuh ponpes Bumi Shalawat Tulangan, Sidoarjo, dan KH Agoes Ali Masyhuri. Rhoma Irama menjelaskan, Fahmi Tamami muncul karena adanya keresahan atas upaya pengambilalihan masjid oleh kelompok Islam radikal. Menurut dia, gerakan itu mulai tumbuh dan berkembang di daerah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi). ''Indikasinya, muncul ritual-ritual baru di masjid, di luar yang biasa diajarkan Islam pada umumnya,'' ujarnya. Modusnya, lanjut Rhoma, kalau ada masjid yang tidak memiliki unsur organisasi dengan jelas, perwakilan Islam radikal itu akan mengontrak rumah di sekitar masjid. Lantas, mereka menawarkan diri untuk menjadi pengurus masjid, guru mengaji, serta pendakwah. ''Sedikit demi sedikit mereka mulai mengafirkan, memfitnah, dan membidahkan ajaran dan tokoh-tokoh Islam,'' jelasnya. Sejak saat itu, berbagai kajian dilakukan untuk meng-counter gerakan radikal tersebut. Akhirnya, Rhoma berinisiatif membentuk Fahmi Tamami yang didukung Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dan Ketua PB NU Hasyim Muzadi. ''Ada tiga platform yang diusung. Yakni, keagamaan, kebangsaan, dan sosial masyarakat,'' paparnya. Dia berharap agar ormas yang dibentuknya itu bisa menekan berbagai bentuk intervensi beribadah seseorang. Sebab, gerakan radikal tersebut mulai merangsek di bidang politik melalui pembentukan partai, menguasai dunia keagamaan melalui masjid, dan bidang pendidikan melalui akademisi. ''Khususnya buku, mereka menjadikan buku sebagai ujung tombak untuk merusak akidah keislaman masyarakat,'' tuturnya. Ketua Fahmi Tamami Jatim Mujahid Anshori menambahkan, pergerakan Islam radikal di Jatim memang tidak separah di Jakarta. Meski demikian, dia tidak mau berleha-leha dan lengah. ''Kalau dibiarkan, sesama umat Islam akan saling berhadapan. Fahmi Tamami tidak menghendaki adanya perselisihan itu,'' tegasnya. ''Saat ini, kita selamat karena kultur Islam Jatim masih kuat,'' lanjutnya. Ketua PW NU Jatim Hasan Mutawakkil Alallah memastikan adanya dukungan dari warga nahdliyin. Para deklarator Fahmi Tamami memang berasal dari berbagai latar belakang ormas Islam di Indonesia. ''Khususnya mereka yang sepaham bahwa Islam radikal harus dilawan,'' katanya. (dim/aam/oni) sumber:http://www.jawapos.co.id/metropolis/index.php?act=detail&nid=93976 [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ === Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits? Silahkan klik: http://www.media-islam.or.id Ingin belajar Islam via milis? Kirim email ke [email protected]! Groups Links __________________________________________________ Apakah Anda Yahoo!? Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam http://id.mail.yahoo.com

