Semalam pas
pulang kerja sebelum tidur gw liat pemilihan
puterin indonesiatadinya ga niat sama sekali buat nonton, tp pas yg masuk
lima besar ada dr aceh dan ga pake jilbabjd penasaran eh betul aja
pas presenternya nanya (si charles) knp
ga pake jillbab nih dr aceh ?. Jawabannya mencerminkan Qory bodoh, dia
bilang begini yang intinya ”rambut
adalah mahkota wanita yang indah dan harus diperlihatkan”
trus yang bikin
gw kesel sama Pemda Aceh, Knp kesel ?. ya iyalah terang aja kesel soalnya qory
sebelumnya minta ijin ke pemda aceh tuk
melepas jilbabnyadan Alhamdulillah( kata Qory) di ijinkan.
Sangat2 Kontra Produktif, Hukum
Cambuk dah diberlakukan, dan yang teranyar RUU tentang Hukum Rajam baru
disahkan.
Apa Pemda ga koordinasi
ma DPRD Aceh ?.
Yang satu ( DPRD
) mau minimalisir kejahatan (Syahwat) eh yang satu lagi mau buka kesempatan
selebar2nya
buat syahwat.
Coba bayangkan
klo semua wanita aceh ngajuin permohonan untuk buka jilbab dg berbagai alasan,
innalillahideh….
dan ga mungkin
ditolak sama pemda soalnya nanti wanita2 yang ngajuin permohonan itu pasti
protes masa qory boleh kita ga ?.
Pa Gubernur
pecat tuh orang yg ijinin Qory boleh buka
jilbab( Insya Allah bapak paham Al Quran, Amiin)
Dunia dah going
crazy boys and galz….. ga kebayang klo nanti sama mc miss universe disampaikan
kepada khalayak dunia…..”inilah Qory Sandriorivadari indonesia,
perwakilan dari Acehkota SERAMBI MEKKAH…….”
waduh nama holy cityitu mau dikemanain (yang
jelas ga kemana hehehe ^_^ )
Gw jadi mau tau
Qory Sandrioriva semulusapa sih
^_^! ahh gw tau caranya gampang tungguin
aja miss universe nanti kan ada acara foto2 pake bikininah disitu Gw bisa
liat sepuasnyahahahaha……
atau klo pny foto Qory Sandrioriva pake bikinitinggal download dari internet
selesai deh tinggal cetak segede2nya buat Gw
pajang di kamar heheheh…..
mmm…. kesiaan
orang tuanya nanti bakal diminta pertanggungjawaban ( bila belum bertobat)
Qory Sandrioriva kasihanilah mama papa mu….. mungkin
pada saat mama papa mu mau mau surga terhalang oleh perbuatanmu….
Qory Sandrioriva
semoga Allah memberi hidayah, Amiin.
tidak bermaksud
Provokatif apalagi Menghina, Kebenaran itu harus disampaikan walaupun Pahit…..
*
Dari Jilbab ke Bikini, Qory Sandrioriva
http://public.kompasiana.com/2009/10/10/dari-jilbab-ke-bikini-qory-sandrioriva/
*
Walau sudah
berfoto dengan busana bikini, dan sempat beberapa saat menduduki posisi satu di
polling yang dilansir situs resmi ajang ratu sejagad itu, namun semua itu belum
membuat Zivanna Letisha Siregar menjadi sukses dan berhasil masuk ke dalam
15 besar di ajang Miss Universe 2009.
Di polling itu,
Zizi sempat menduduki posisi satu dengan nilai 2,84. Sedangkan Miss Brazil,
Larissa Costa yang berada di posisi runner up memiliki poin 2,74. Kemudian
Lourdes Figueroa, Miss Guatemala membuntuti di peringkat tiga dengan perolehan
poin 2,68. Namun seiring berjalannya waktu, Zizi turun ke posisi ke-3.
Zizi pun sempat
meminta doa resturakyat Indonesia.
Sayangnya, rakyat Indonesia tidak tanggap
sasmitaterhadap permintaan Zizi tersebut. Apakah tidak seharusnya rakyat
Indonesia, segera mengadakan tabligh
akbardan istigozahserta doa bersama lintas agamauntuk mendoakan
agar Allah SWT berkenan memenangkan Zizi yang bertujuan mulia, yaitu mengangkat
harkat martabat dan kemuliaan nama bangsa Indonesia melalui bikini two
piecenyaitu ?.
Berkenaan dengan
bikini Puteri Indonesia 2008 di rangkaian acara Miss Universe 2009 di Nassau
itu, memang menimbulkan pro dan kontra. Ada yang mendukungnya dan ikut
berbangga karenanya, namun ada pula yang menyesalkannya.
Salah satu
misalnya, artis Marsha Timothy, pacarnya
Fachri Albar, mengaku bangga melihat Zivanna Letisha Siregar berbikini.
Namun, Yana Julio, lain lagi pendapatnya. Menurut Yana Julio, Puteri Indonesia
seharusnya tak perlu memakai pakaian
renang two piecesalias bikini,
tak harus memamerkan anggota tubuh, badan yang diperlihatkan kepada umum itu,
seluruh dunia bisa ngelihatnya.
Agak aneh juga sikap dari Yana Yulio ini.
Sebagai seorang selebritis, kok tidak berlaku sama seperti lazimnyaorang-orang
yang ada di komunitasnya. Biasanya selebritisapalagi artis, akan mendukung
hal-hal yang bernuansa sesuatu yang memamerkan kebertelanjangan. Pameran
seputar Sekwilda (sekitar wilayah dada
dan belahannya) serta Bupati (buka
paha tinggi-tinggi dan pangkalnya) bahkan tak jarang yang sangat mendukung seks
bebasdan seks diluar lembaga pernikahan.
Terlepas dari
itu, ada hal lain yang barangkali merupakan pangkal titik tolak kegagalan
Indonesia di ajang miss-miss-an dunia itu. Ini terlepas apakah anda termasuk
pendukung seks bebas (termasuk dengan
anda menasihati anak perempuan anda agar jangan takut untuk kehilangan
keperawanannya sebelum menikah, dan menganjurkan anak lelaki anda untuk
senantiasa mengantungi kondom di saku celananya) dan terlepas dari pendapat
anda tentang bikininya si Zizi.
Mayoritas rakyat
Indonesia sangat menyukai yang berwajah
Indoalias blasteranalias keturunan campuran. Memang cantik-cantik
dan ganteng-ganteng. Namun, mungkin bagi para juri di anjang kontes hal itu
bukan merupakan nilai lebih.
Tidak eksotis,
yang khas asli Indonesia. Mengapa kita tidak mencoba mengirimkan gadis cantik
asli dari Papua ?, atau dara jelita asli dari Kupang ?, atau perawan manis asli
dari Jawa ?.
Mungkinkah
karena kita ini hakikatnya western
minded, sehingga merasa minder jika mengirimkan dara jelita yang berdarah 100%
inlander ?.
Bagaimana
menurut anda ?
*
Miss Bikini Inlander Indonesia
http://public.kompasiana.com/2009/08/24/miss-bikini-inlander-indonesia/
*
Yang masih
hangat diperbincangkan di tanah air adalah kesertaan dua putri Indonesia di dua
kontes berbeda.
Pertama, kontes
bikini yang diadakan di China yang diikuti oleh Yoke Paramita Djati Walujo,
gadis asal Bali dan tampil atas nama Bali.
Kedua, kontes
Ratu Kecantikan, atau biasa dikenal dengan Miss Universe, diikuti oleh Zivanna
Letisha Siregar, gadis asal Jakarta mewakili Indonesia setelah tampil sebagai
jawara di pemilihan Putri Indonesia 2008 lalu.
Keikutesertaan
dua putri asal Indonesia di dua ajang berbeda itu memunculkan polemik dan
pro-kontra berkepanjangan di tengah masyarakat, yang bermula dari keikutsertaan
Indonesia secara resmi di ajang tersebut sampai saat ini,
Polemik tersebut
bahkan merambah hingga blog Kompasiana. Bahkan salah satu postingan terkait
kontes tersebut masuk dalam kategori terpopuler selama beberapa pekan terakhir.
Pada kolom Opini
di Harian Republika yang terbit hari ini, Senin (24/8), Dr. Adian Husaini
menuliskan sebagian dari catatan memoar “Dia dan Aku: Memoar Pencari Kebenaran”
karya DR. Daoed Yoesoef
yang salah satunya terkait dengan kontes
pemilihan ratu kecantikan sejagat.
Terlepas dari
berbagai kontroversi yang dimunculkan oleh sang Doktor lulusan Sorbonne Prancis
(1972) dan sebagai ketua Dewan Direktus CSIS (1972-1998) ketika menjabat
sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) periode (1977-1982), beliau
secara khusus memiliki pandangan sangat
berbedatentang berbagai kontes atau pemilihan ratu kecantikan, baik yang
berskala Internasional, nasional atau lokal kedaerahan.
Sebuah cara
pandang yang layak dijadikan bahan pemikiran ditengah kontroversi yang belum
berakhir hingga saat ini, termasuk pro-kontra pada tulisan: “Apa Salahnya
Zivanna Berbikini”.
Berikut
penggalan tulisan beliau terkait kontes-kontesan itu, “Pemilihan ratu-ratuan
seperti yang dilakukan sampai sekarang, disamping
pelecehan terhadap keperempuanan, tujuan dari kegiatan ini tak lain adalah
meraup keuntungan berbisnis, bisnis tertentu; perusahaan kosmetik, pakaian
renang, rumah mode, salon kecantikan dengan mengekploitasi kecantikan yang
sekaligus menjadi kelemahan perempuan, insting primitif dan anfsu elementer
laki-laki serta kebutuhan akan uang untuk bisa hidup mewah.”
Lebih jauh, Dr.
Daoed Yoesoef menulis tentang kontes dan pemilihan ratu sejagat yang dianggap
sebagian orang yang pro untuk manfaat pariwisata dan mengharumkan nama bangsa
dengan kalimat berikut, “Adalah normal
mencari keuntungan dalam berbisnis, namun bisnis tidak boleh mengenyampingkan
begitu saja etika. Janganlah menutup-nutupi target keuntungan bisnis itu dengan
dalih muluk-muluk, sampai-sampai mengatasnamakan bangsa dan Negara.”
Dr. Daoed
Yoesoef juga tidak mengingkari bahwa seorang perempuan tentu boleh tampil
cantik, namun beliau
mengingatkan tiga hal : Pertama, kecantikan
jangan diumbar, dibiarkan untuk dieksploitasi seenaknya oleh orang/pihak lain
hingga membahayakan dirinya sendiri. Kedua, jangan
memupuknya secara berlebihan, karena bagaimana pun kecantikan itu hanya setebal
kulit. Ketiga, kecantikan
yang dipupuk lalu dijadikan standar personalitas berpotensi menjadi liang kubur
bagi perempau bersangkutan.
Dr. Daoed
Yoesoef juga menolak argumentasi bahwa kontes kecantikan juga menonjolkan sisi
intelektualitas dan keberanian perempuan tersebut dengan mengatakan,
“Percayalah, tidak akan ada gadis sumbing
yang akan terpilih menjadi ratu betapun tinggi IQ-nya, terpuji sikapnya, atau
keberaniannya yang mengagumkan.”
Tentang para
peserta yang kemudian tampil dengan baju renang lalu berlenggak-lenggok di atas
catwalk,
ia berkata, “Namun tampik berbaju
renang melenggang di catwalk, ini soal yang berbeda. Gadis itu bukan untuk
mandi, tapi disiapkan, didandani, dengan sengaja supaya enak ditonton, bisa
dinikmati penonjolan bagian keperempuanannya yang biasanya tidak diobral untuk
setiap orang.”
Akhirnya beliau
menyamakan para peserta kontes kecantikan itu dengan sapi perah, “Setelah
dibersihkan lalu diukur badan,
termasuk buah dadanya dan kemudian diperas susunya untuk dijual, tanpa
menyadari bahwa dia sebenarnya sudah dimanfaatkan, dijadikan sapi perah. Untuk
kepentingan dan keuntungan siapa ?”
Di akhir opini
tulisan Dr.Adian Husaini tersebut, beliau menulis kalimat pamungkas Dr. Daoed
Yoesoef sebagai jalan keluar dari polemic ini, “Stop all those nonsense !.
Hentikan semua kegiatan pemilihan ratu
kecantikan yang jelas mengekploitasi perempuan dan pasti merendahkan
martabatnya.kalau perempuan sendiri bergairah melakukan perbuatan yang tercela
itu karena kepentingan materi sesaat tanpa mempedulikan masa depan anak-anak,
ya mau bilang apa lagi !”.
Saya kira
tulisan ini bisa mewakili argumentasi kita dalam memandang persoalan kontes
Miss Universe yang sesungguhnya hanya merendahkan
kehormatandan martabat seorang
wanita. Sangat jauh dari kemungkinan mengharumkan
nama bangsa.
Bahkan sangat
tragis, ternyata para pesertanya bak ’sapi
perah’ yang dimanfaatkan demi keuntungan berbagai pihak. Masihkah ada alasan
lain, wahai kaum yang
berfikir ???.
*
Miss Universe Laksana Sapi Perah ?
http://public.kompasiana.com/2009/08/24/miss-universe-laksana-sapi-perah/
*
[Non-text portions of this message have been removed]