Assalamu 'alaikum wr. wb.


Saudara-saudariku...apakah kalian tahu ada sekelompok manusia mencurangi
kalian?



Mengurangi takaran yang seharusnya adalah hak kalian?



Kenapa kalian bertambah miskin?



Antara lain karena...


1. Penggunaan uang fiat (mengurangi takaran)

2. Hutang Luar Negeri (hutang dengan sistem riba)


Penjelasan simpelnya seperti ini (gabungan uang fiat dan hutang LN):

Uang Fiat: Dicetak dari bahan yang tidak memiliki nilai mis. kertas >>

Seigniorage : Selisih biaya cetak dengan nilai yang tertera; mis. US$ 1, biaya
cetak US$ 0,05. Seigniorage = US$ 0,95 >>
Keuntungan : Sebesar Seigniorage = US$ 0,95 untuk uang  KERTAS US$ 1 dibayar
dengan kekayaan riil  negara penghutang >>
Perpindahan Kekayaan : Dari yg menggunakan uang kertas kepada yang
mengeluarkan uang tsb. >>
Ketidak adilan : Dengan modal kecil / kertas, negeri kaya menyedot kekayaan
negara lain. >>
Kemiskinan : kemiskinan melanda negeri - negeri yang mengandalkan uang fiat
/ kertas negeri lain. >>
Kapital Berkurang : Kekayaan negeri habis terkuras oleh hutang luar negeri.
>>
Hutang : Negeri terlilit hutang, yg tak mungkin terlunasi dari generasi ke
generasi. >>
Kedaulatan : Negeri penghutang akan semakin tunduk pada yang memberi hutang.



QS. Huud 84-85 “Dan kepada Mad-yan saudara mereka, Syu'aib. Ia berkata:
"...Dan janganlah kamu kurangi takaran dan timbangan, sesungguhnya aku
melihat kamu dalam keadaan yang baik dan sesungguhnya aku khawatir
terhadapmu akan azab hari yang membinasakan ..."


Berikut adalah tulisan 2006...



Kembali ke Muamalat (Ekonomi Islam)



Siapa yang membuat sistem moneter dunia?

Pertanyaan tersebut sukar dijawab secara pasti. Namun pendekatan untuk
jawaban di atas adalah dengan melihat negara – negara yang pernah
mendominasi dunia. Kalau tidak puas dengan jawaban di atas saat ini kita
bisa tunjuk hidung ke IMF, World Bank & Bank for International Settlements
(BIS, yaitu asosiasi bank – bank sentral dunia). Kembali ke negara – negara
yang pernah mendominasi dunia yang dekat dengan masa kita antara lain adalah
Perancis & Inggris yang pernah berjaya sebelum Perang Dunia I, kemudian
Rusia dan Amerika Serikat setelah Perang Dunia II.



Kondisi Sekarang dan Asal - Usulnya

Uang kertas atau bisa juga disebut Fiat Money dulunya diback-up oleh emas.
Aktualnya pula bila anda punya uang senilai 10 US$ dulu bisa ditukar dengan
10 koin emas. Namun perlahan tapi pasti hal itu tidak berlaku lagi. Apalagi
sejak ada Perjanjian Bretton Woods. Untuk masa depan trennya adalah ke arah
*digital money*.



Setelah Perang Dunia II berakhir, Amerika mulai mendominasi perekonomian
dunia. Sebenarnya pada tahun 1940 – 1960 Amerika dan Eropa merubah strategi
penjajahannya, dari fisik ke ekonomi. Bekas negara – negara jajahan yang
sudah merasakan betapa mengerikannya kekuatan militer, strategi dan taktik
militer secara psikologis dapat dipastikan masih merasa “ngeri” terhadap
bangsa – bangsa penjajah. Sehingga mereka akan menurut dengan apa yang
mereka perintahkan.



Ke-184 negara anggota IMF yang dibentuk pada akhir Perang Dunia II dan
meminjamkan uang kepada negara-negara yang sangat mengalami kesulitan
ekonomi, masih didominasi oleh Amerika Serikat, negara-negara Eropa dan
Jepang (sumber *www.analisadaily.com* 2 September 2006)



Bangsa – bangsa penjajah kemudian berpura – pura “sadar / insyaf” bahwa apa
yang mereka lakukan adalah salah & tidak baik (mereka sering mengadakan
perundingan – perundingan dengan rakyat jajahannya, atau membuka jalur
diplomasi seluas – luasnya). Setelah memberikan kemerdekaan, apa yang mereka
lakukan?



Mereka berbaik hati mengucurkan bantuan berupa uang untuk “pembangunan” di
berbagai sektor. Dengan bunga tentunya (dan memainkan nilai tukar bila
diperlukan). Dengan bantuan uang baik berupa Dolar, Pondsterling dll maka
mau tidak mau negara – negara jajahan harus belanja keperluannya ke negara –
negara pemberi bantuan tadi (sekarang mereka bisa mempermainkan harga).



Kekurangan Uang Kertas

·                     Untuk nominal besar, nilainya tidak sepadan dengan
nilai fisiknya.

·                     Setiap tahun nilainya hampir selalu turun karena
inflasi

·                     Nilai tukar terhadap mata uang asing dapat berubah
setiap detik.



Dalam dunia bisnis ada istilah Moneyization yang artinya adalah:

Moneyization: The global financial phenomenon of individuals and businesses
moving their funds to monies in which they have the highest confidence, or
money in which they have a higher store of faith (*www.kitco.com* 11
September 2006)

Money is moving to where it is safest, and likely to rise in purchasing
power. Individuals have understood for more than forty years that they
cannot trust their government to maintain the purchasing power of their
national money. That phenomenon of individuals moving to money in which they
have a higher faith, moneyization, is a real world phenomenon. (*
www.kitco.com* 11 September 2006)



Kesimpulannya kecuali kita memegang mata uang US Dolar, Euro, Pondsterling
atau Yen kita tidak boleh merasa aman. (Bayangkan bila kita beli barang atau
bahkan hutang ke luar negeri, sudah harus bayar bunga masih ada resiko kurs
Rupiah tiba – tiba anjlok. Sehingga hutang kita menjadi semakin berat).



Contoh Matinya Uang Kertas

Sebelum tahun 1997 satu US$ setara Rp. 2.500,- Kini hampir 10 tahun berlalu
apakah Rupiah bisa kembali ke nilainya semula?(tulisan ini dibuat 2006)



Prinsip ekonomi : “Dengan pengorbanan sekecil – kecilnya, mendapat hasil
sebesar – besarnya”. Misal ada seorang pengusaha kayu di Indonesia, memberi
upah sekecil – kecilnya: satu pohon yang ditebang oleh buruhnya dihargai Rp.
1,- dan di Amerika untuk satu pohon buruhnya diupah US$. 1,-.

Maka dengan kurs 1 US$ = Rp. 9.100,- berapa pohon yang harus ditebang oleh
buruh Indonesia untuk membeli barang 1 US$? Jawabannya adalah 9.100 batang.



When a currency loses the confidence of its people, its fall becomes
exponential, as has happened to the Zimbabwe $, where in 1982 one U.S.$
equalled 1 Zimbabwe $. Today around Z$200,000 buys one U.S. $ if you can
find someone idiot enough to sell one for the Z$.

In day-to-day terms, the smallest note in Zimbabwe a Z$500 is the size of a
U.S.$. The price of a single-ply sheet of toilet paper is more expensive at
around Z$867.



Ketika sebuah mata uang kehilangan nilainya, jatuhnya akan secara
eksponensial, seperti yang terjadi di Zimbabwe $, di mana pada 1982 1 U.S $
setara 1 Zimbabwe $. Sekarang sekitar Z$200.000 untuk membeli 1 U.S. $
dengan catatan :jika kamu dapat menemukan orang yang cukup idiot untuk
menjual U.S $ ke Z$.

Saat ini, mata uang terkecil di Zimbabwe adalah Z$500 yang secara dimensi
fisik ukuran mata uangnya sama dengan 1 U.S$ (Kenapa dengan ukuran yang sama
nilainya bisa berbeda jauh?). Harga segulung tisu toilet malah lebih mahal,
sekitar Z$867 (uang kertas mereka tidak ada nilainya) (sumber *www.kitco.com
* 8 Mei 2006)

Hal di atas bisa saja terjadi untuk mata uang manapun, karena nilai uang
kertas mengikuti rumus – rumus, hal – hal teknis, dan faktor – faktor
ekonomi mikro dan makro. Jeleknya nilai mata uang kertas seringkali jauh di
atas nilai intrinsiknya Hal ini bukankah sama saja dengan melebihkan takaran
yang berulangkali diperingatkan dalam Al-Quran? Lain halnya kalau mata uang
yang nilainya sesuai nilai fisiknya.(misalnya emas, perak, atau mungkin di
masa mendatang benda – benda dari luar angkasa yang bernilai tinggi).



Mari berhitung

Sekarang bicara bunga. Kalau soal tanaman, bunga adalah bagian yang sangat
cantik, menggoda & menarik perhatian. Tapi sebaiknya lain kali saja membahas
soal tanaman mungil tadi. Misalkan Anda memiliki uang Rp 10 juta, disimpan
di bank dengan bunga 6% setahun selama 10 tahun. Maka setelah waktu berlalu
akan menjadi Rp 18.193.967. Apakah anda merasa biasa saja, sah – sah saja
dengan hal ini?



Kita lihat dari sudut pandang yang berbeda. Misal anda meminjam uang Rp 10
juta dengan bunga 12% (Bunga hutang selalu lebih besar dari bunga tabungan &
deposito) selama 10 tahun. Maka setelah waktu berlalu yang anda bayarkan ke
bank akan menjadi Rp 33.003.869.



Kalo melihat ilustrasi di atas, maka tidak heran yang kaya akan semakin kaya
dan yang miskin akan semakin miskin. Hilangnya kesenjangan sosial hanya akan
menjadi mimpi belaka.



Menurut Kontan No.49, Tahun X, 11 September 2006 : Laba bersih Bank Danamon
(konsolidasi) per Juni 2006 = Rp 612,89 Miliar. Bank NISP (konsolidasi) per
Juni 2006 = Rp 103,95 Miliar. Bank Internasional Indonesia (konsolidasi) per
Juni 2006 = Rp 352,25 Miliar. Saya tidak akan berkomentar soal ini.



Kembali ke Syariat Islam

Keadilan dalam hal ekonomi menurut Islam adalah tengah – tengah. Bukan “sama
rata sama rasa” ala komunis, bukan juga pemikiran “memangsa atau dimangsa”
ala kapitalis.

Kuncinya adalah :

·         Jangan melebihkan takaran

·         Jangan mengurangi takaran

·         Jangan memakan riba



QS. Al-Baqarah 275. “Orang-orang yang makan riba tidak dapat berdiri
melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran penyakit
gila . Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata ,
sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah
menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai
kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti , maka baginya apa
yang telah diambilnya dahulu ; dan urusannya kepada Allah. Orang yang
kembali , maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di
dalamnya.”



QS. Al-Baqarah 278-279. “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada
Allah dan tinggalkan sisa riba jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika
kamu tidak mengerjakan , maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan
memerangimu. Dan jika kamu bertaubat, maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak
menganiaya dan tidak dianiaya.”



QS. Ali Imran 130-134. “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan
riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu
mendapat keberuntungan. Dan peliharalah dirimu dari api neraka, yang
disediakan untuk orang-orang yang kafir. Dan ta'atilah Allah dan Rasul,
supaya kamu diberi rahmat. Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu
dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk
orang-orang yang bertakwa, orang-orang yang menafkahkan , baik di waktu
lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan
orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”



QS. Al An ‘aam 152. ”Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali
dengan cara yang lebih bermanfaat, hingga sampai ia dewasa. Dan
sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan
beban kepada sesorang melainkan sekedar kesanggupannya. Dan apabila kamu
berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil, kendatipun ia adalah kerabat ,
dan penuhilah janji Allah . Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu
agar kamu ingat.”



QS. Al A‘raaf 85. “Dan kepada penduduk Mad-yan saudara mereka, Syu'aib. Ia
berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu
selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari
Tuhanmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu
kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah
kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang
demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang
beriman".



QS. Huud 84-85 “Dan kepada Mad-yan saudara mereka, Syu'aib. Ia berkata: "Hai
kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tiada Tuhan bagimu selain Dia. Dan
janganlah kamu kurangi takaran dan timbangan, sesungguhnya aku melihat kamu
dalam keadaan yang baik dan sesungguhnya aku khawatir terhadapmu akan azab
hari yang membinasakan . Dan Syu'aib berkata: "Hai kaumku, cukupkanlah
takaran dan timbangan dengan adil, dan janganlah kamu merugikan manusia
terhadap hak-hak mereka dan janganlah kamu membuat kejahatan di muka bumi
dengan membuat kerusakan.”



Wallahu ‘alam



Diolah dari berbagai sumber...


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

===
Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits? Silahkan klik:
http://www.media-islam.or.id

Ingin belajar Islam via milis? Kirim email ke 
[email protected]! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke