Baca
<http://alhikmah.web.id/2009/10/baca-tulis-merupakan-kunci-ilmu-pengetahuan/
> Tulis merupakan Kunci Ilmu Pengetahuan
Sesungguhnya al-Quran yang pertama kali diturunkan adalah ayat-ayat yang
memerintahkan untuk membaca. Ayat-ayat tersebut merupakan rahmat pertama
yang di berikan Allah SWT kepada para hamba-Nya dan nikmat pertama yang
dicurahkan Allah kepada mereka. Ayat-ayat ini merupakan peringatan awal
tentang penciptaan manusia dari segumpal darah. Dan Sesungguhnya diantara
kemurahan Allah Taala adalah mengajarkan pada umat manusia sesuatu yang
tadinya tidak diketahui.
Maka Allah mengangkat dan memuliakannya dengan ilmu. Inilah jabatan yang
hanya diberikan Allah kepada bapak Manusia yaitu Adam alaihi sallam,
sehingga membedakannya dengan Malaikat. Dan ilmu terkadang ada dalam benak
kadang-kadang dengan lidah. Kadang-kadang pula berada dalam tulisan dan
bersifat mentalistik dan fromalistik. Kata formalistik memastikan ilmu
berada dalam tulisan, namun tidak sebaliknya. Oleh karena itu Allah Taala
berfirman : Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah.
Dan Allah berfirman:
íóÑúÝóÚö Çááóøåõ ÇáóøÐöíäó ÂãóäõæÇ ãöäúßõãú æóÇáóøÐöíäó ÃõæÊõæÇ ÇáúÚöáúãó
ÏóÑóÌóÇÊò
Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang
yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. (al-Mujaadilah: 11),
Dalam sebuah atsar ditegaskan: Qoyyidul ilma bil kitaabihi artinya
Ikatlah ilmu itu dengan tulisan
Berikut adalah ayat-ayat tentang awal tulisan ini:
ÇÞúÑóÃú ÈöÇÓúãö ÑóÈöøßó ÇáóøÐöí ÎóáóÞ{1} ÎóáóÞó ÇáÅäúÓóÇäó ãöäú ÚóáóÞò
{2}ÇÞúÑóÃú æóÑóÈõøßó ÇáÃßúÑóãõ {3}ÇÞúÑóÃú æóÑóÈõøßó ÇáÃßúÑóãõ {4} Úóáóøãó
ÇáÅäúÓóÇäó ãóÇ áóãú íóÚúáóãú {5}
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, {1} Dia telah
menciptakan manusia dari segumpal darah. {2} Bacalah, dan Tuhanmulah Yang
Maha Pemurah, {3} Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. {4} Dia
mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. {5}. QS. Al Alaq
: 1 5)
Ayat-ayat tersebut diataslah yang mengisyaratkan bahwa dengan membaca kita
akan mengetahui apa yang tidak kita ketahui sebelumnya. Tentu saja kita
butuh seorang pengajar untuk memahaminya, sebagaimana Allah mengajarkan
kepada para utusan-Nya, dan para utasan-Nya itu mengajarkan apa-apa yang
telah di ketahuinya kepada para sahabatnya dan demikian seterusnya.
Dari Abdullah bin Masud Radhiyallahu 'anhu , ia berkata:Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Tidak ada hasad (iri) yang
dibenarkan kecuali terhadap dua orang, yaitu terhadap orang yang Allah
berikan harta, ia menghabiskannya dalam kebaikan dan terhadap orang yang
Allah berikan ilmu, ia memutuskan dengan ilmu itu dan mengajarkannya kepada
orang lain. (HR Muslim No. 1352)
Membaca merupakan salah satu cara dalam mendapatkan ilmu, oleh karena itu
betapa pentingnya membaca, lihatlah betapa para ulama terdahulu yang shalih
dalam mencari ilmu:
Imam Syafi'i pernah ditanya tentang semangatnya mempelajari ilmu adab,
"Bagaimana ketamakanmu terhadapnya?" Beliau menjawab, "Ibarat orang yang
tamak mengumpulkan berbagai macam harta demi mencapai kepuasan terhadapnya.
Kemudian ditanya lagi, "Bagaimana cara kamu mencarinya?" Beliau menjawab
"Sebagaimana seorang ibu sedang mencari anaknya yang hilang, dia tidak
mencari apapun selain anaknya"
Imam Ahmad berkata "Aku mengembara untuk mencari hadits dan sunnah ke
Tsughur, wilayah Syam, Sawahil, Maroko, Al-Jazair, Madinah, Irak, wilayah
Hauran, Persia, Khurosan, gunung-gunung dan ujung dunia"
Abul Husain Ahmad bin Faris Al-Lughawi berkata, "Saya mendengar Ustadz Ibnu
Al-'Amid berkata, "Saya tidak pernah menyangka bahwa di dunia ini ada
kenikmatan lain yang lebih nikmat dari kepemimpinan dan kementrian yang aku
jabat, Hingga suatu saat aku bisa menyaksikan diskusi yang terjadi antara
Abu Qasim Ath-Thabrani dan Abu Bakr Al-Ji'ani.
Ath-Thabrani memiliki kelebihan dalam bidang hafalan dibanding dengan Abu
Bakr, sedangkan Abu Bakr memiliki kelebihan dalam sisi kejelian dan
kejeniusannya, hingga suara keduanya semakin meninggi dan tidak ada satupun
yang terkalahkan.
Al-Ji'ani berkata, "Saya memiliki sebuah hadits yang tidak didapatkan dunia
ini kecuali ada padaku". Ath-Thabrani berkata, "Mana?" Al-Ji'ani berkata
"Telah berkata kepada kami Abu Khulaifah Al-Jumahi, berkata kepada kami
Sulaiman bin Ayyub", Kemudian dia menyebutkan sebuah hadits. AL-Ji'ani pun
tersipu malu, maka saya semakin yakin bahwa jabatan bukan segala-galanya.
Saya kagum kepada Thabrani dan sangat senang kepadanya. (Siyar A'lamin
Nubala) [1]
Riwayat-riwayat tersebut adalah hanya sebagian kecil para salafush shalih
tentang bagaimana keseriusannya dalam menuntut ilmu.
Berikut saya kopikan sebuah tulisan yang semoga bermanfaat tentang
pentingnya membaca.
Enam Alasan Pentingnya Membaca
Jika Anda adalah seseorang yang benci dengan kegiatan membaca, ada baiknya
Anda kaji ulang. Mengapa? Di bawah ini saya cantumkan enam alasan pentingnya
kegiatan membaca. Saya tidak akan membuat tulisan ini menjadi panjang karena
tulisan ini khusus dibuat untuk Anda yang benci membaca.
Pertama:
Membaca penting karena dapat membuka wawasan baru. Banyak hal-hal baru yang
akan Anda temukan dalam sebuah bacaan. Hal-hal yang belum pernah Anda
ketahui. Bahkan hal-hal yang sebelumnya tidak pernah Anda bayangkan ada.
Kedua:
Membaca penting karena dapat memberikan pencerahan baru pada pemikiran Anda.
Saya yakin, tak jarang Anda digelayuti suatu persoalan yang Anda pikir tak
ada pemecahannya. Atau barangkali tak banyak pilihan pemecahan yang dapat
Anda tempuh. Bisa juga Anda menjalani sesuatu dengan suatu rutinitas yang
membosankan. Saya anjurkan pada Anda: membacalah! Maka tanpa Anda duga Anda
akan menemukan pencerahan baru bagaimana memecahkan masalah tersebut atau
mengubah sesuatu yang cenderung rutin dan membosankan itu. Tingkatkan
kualitas kehidupan pribadi Anda dengan membaca.
Ketiga:
Membaca penting karena dapat mencerdaskan intelektual, spiritual, emosional,
dan kepercayaan diri yang berpadu dengan kerendahan hati. Membaca akan
membuka peluang Anda untuk menyerap sebanyak mungkin ilmu pengetahuan yang
bermanfaat bagi kehidupan. Membaca akan menumbuhkan kemampuan Anda untuk
berpikir kreatif, kritis, analitis dan imajinatif. Melalui membaca Anda akan
membentuk kemampuan berpikir lewat proses: menangkap gagasan/informasi,
memahami, mengimajinasikan, menerapkan dan mengekspresikan.
Keempat:
Membaca penting karena membuat Anda menjadi seorang yang mandiri dalam
mencari pengetahuan. Anda tak akan tergantung pada sekolah, les, kursus,
atau seminar.
Kelima:
Membaca dapat memberikan kenikmatan tersendiri bagi jiwa. Membaca adalah
sebuah wisata pikiran. Melalui membaca, Anda bisa pergi ke mana saja. Tanpa
dibatasi oleh dimensi ruang dan waktu. Membaca akan memberikan kesempatan
kepada Anda untuk berangan-angan. Membebaskan pikiran.
Keenam:
Membaca dapat membuat hidup lebih sukses. Tak percaya? Buktikan saja
sendiri.[2]
Kemudian setelah apa yang dibaca, di pelajari baik dari jalur formal maupun
informal tulislah ilmu itu, agar masyarakat bisa mengetahui apa yang telah
kita temukan, karena demikianlah para salafhus salih dalam membimbing kaum
muminin. Mereka (salaf) siang menuntut ilmu dan di malam hari
menuliskannya, hingga sebagaimana kita ketahui banyak karya-karya tulisan
mereka yang di nikmati oleh generasi setelahnya.
Akhirul kalam
.
Jika seorang anak Adam meninggal, maka terputuslah semua amalnya kecuali 3
hal : Shadaqah Jariyyah, Ilmu yg Bermanfaat dan Anak yg Shalih yg
Mendoakannya. (Hadits Shahih Riwayat Muslim no.1631, dan Ahmad 2/372)
Semoga tulisan ini meng-inspirasi kita semua untuk mulai rajin membaca dan
menulis
.Amin. Silahkan versi ebook DISINI
<http://www.pilarfurniture.com/dl/1_baca_tulis_sumber_ilmu_pengetahuan.html>
(viewer: MS Doc)
Sumber :
http://alhikmah.web.id/2009/10/baca-tulis-merupakan-kunci-ilmu-pengetahuan/
Footnote:
_____
[1]
<http://alhikmah.web.id/2009/10/baca-tulis-merupakan-kunci-ilmu-pengetahuan/
#_ftnref1> Perpustakaan-Islam :
http://www.perpustakaan-islam.com/index.php?option=com_content
<http://www.perpustakaan-islam.com/index.php?option=com_content&view=article
&id=265:kesungguhan-dan-kenikmatan-para-salaf-dalam-menuntut-ilmu&catid=40:t
azkiyatun-nufus>
&view=article&id=265:kesungguhan-dan-kenikmatan-para-salaf-dalam-menuntut-il
mu&catid=40:tazkiyatun-nufus
[2]
<http://alhikmah.web.id/2009/10/baca-tulis-merupakan-kunci-ilmu-pengetahuan/
#_ftnref2>
http://suhadinet.wordpress.com/2008/06/19/enam-alasan-pentingnya-membaca/
A Dani Permana
24 Shawwal 1430 H
13 Oktober 2009
A Dani Permana
http://alhikmah.web.id
http://it-database.blogspot.com
_____
_____
[1] Perpustakaan-Islam :
http://www.perpustakaan-islam.com/index.php?option=com_content
<http://www.perpustakaan-islam.com/index.php?option=com_content&view=article
&id=265:kesungguhan-dan-kenikmatan-para-salaf-dalam-menuntut-ilmu&catid=40:t
azkiyatun-nufus>
&view=article&id=265:kesungguhan-dan-kenikmatan-para-salaf-dalam-menuntut-il
mu&catid=40:tazkiyatun-nufus
[2]
http://suhadinet.wordpress.com/2008/06/19/enam-alasan-pentingnya-membaca/
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
===
Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits? Silahkan klik:
http://www.media-islam.or.id
Ingin belajar Islam via milis? Kirim email ke
[email protected]! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[email protected]
mailto:[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/