Transformasi Petani Berbasis
Komunitarianisme<http://entrepreneurorganik.blogspot.com/2009/07/transformasi-petani-berbasis.html>
http://entrepreneurorganik.blogspot.com/

*Adalah* benar bahwa Politik (struktural) adalah cara yang paling strategis
untuk 
membangun<http://2.bp.blogspot.com/_Krde6gg3MpM/SlbazrBTsGI/AAAAAAAAAAU/CbpO-dhVpEY/s1600-h/DSC00820.jpg>kemajuan
di banyak sektor, terutama sektor pertanian. Namun sestrategis
apapun jika hanya berhenti pada tataran retoris tak akan menjelma perubahan.
Ada kalanya kita perlu menempuh cata lain, semisal dengan model pergerakan
non struktural pada basis sosial-ekonomi melalui gerakan komunitarianisme.
 Dari Dusun Ciburial, Kelurahan Alam Endah, Kecamatan Rancabali Kabupaten
Bandung, mari kita mengenal apa itu yang disebut petani sejati, yakni petani
yang hidupnya berdaya, sejahtera tanpa harus mengandalkan peran negara
secara keseluruhan.

Di era 1980an, -sebelum kegiatan agribisnis berjalan,- masyarakat petani di
kawasan itu dikenal miskin dan terbelakang berbalut dengan kebodohan dan
kekolotan. Setelah 15 tahun lebih sistem agribisnis pertanian berlangsung
kenyataan telah berubah menakjubkan. Benar bahwa kemiskinan masih ada,
tetapi fakta yang sekarang terjadi mayoritas petani di sana lebih
sejahtera.<http://2.bp.blogspot.com/_Krde6gg3MpM/SlbZ4O2FVOI/AAAAAAAAAAM/Tj9KeVVgPlw/s1600-h/DSC00671.jpg>
 Orang-orang di desa itu menceritakan kepada penulis, pada tahun 1980
sebenarnya para petani memiliki tanah yang cukup luas. Sebagian besar para
petani memiliki tanah mendekati 0,5 hektar, golongan menengah memiliki tanah
seluas 0,5 hektar, sebagian lagi mencapai 1 hektar. Namun dari semua
golongan pemilik tanah ini tetap saja sulit menikmati hasil panen secara
kontinyu. Pasalnya, harga produk pertanian di pasaran seringkali menindas
panen mereka.

 *Komunitarianisme*
 Pelajaran berharga penulis melakukan riset lapangan ke Pondok-pesantren
Al-Ittifaq dan kampung sekitarnya ternyata membuahkan sebuah hasil yang
unik, yakni sebuah transformasi ekonomi dan sosial dari komunalisme ke arah
bentuk masyarakat komunitarianisme. Komunitarianisme mula-mula harus
dibedakan dengan komunalisme. Ia adalah sejenis organisme sosial yang
berkembang dari pilar individu yang menyatu dalam sebuah gagasan untuk
meraih tujuan ideal berupa kemaslahatan bersama.
 Pada konteks hubungan sosial kemasyarakatan keduanya memang memiliki
persamaan berupa kesepakatan bersama tentang nilai dan norma yang dipandang
sebagai etika bersama. Adapun titik perbedaannya terletak pada gagasan ideal
untuk mencapai target sesuatu. Bisa dikatakan, komunalisme adalah sejenis
kegiatan bersama tanpa mengedepankan visi (pandangan hidup masa depan).
Individu-individu di era komunalisme yang berada di dalamnya (baca:
masyarakat pedalaman yang terbelakang secara ekonomi maupun pendidikan)
sulit menerima pembaruan (modernisasi). Sedangkan komunitarianisme sarat
dengan keterbukaan.
 Peranan sosok KH Fuad Afandi yang menyatukan potensi pesantren dengan
masyarakat petani melalui slogan “kerjasama” (Al-Ittifaq) mampu mengubah
masyarakat komunalisme yang jumud ke arah masyarakat komunitarianisme yang
dinamis dan kemudian menorehkan modal sosial bagi kaum tani.
 Modal sosial yang terjadi di kawasan Alam Endah tersebut mirip seperti yang
dikatakan Robert Putman, “menjadikan masyarakat memiliki nilai kolektif dari
semua jaringan sosial dan kecenderungan untuk melakukan sesuatu bagi sesama.
Sebagai ide abstrak, modal sosial tersebut bisa diwujudkan dalam bentuk
organisasi yang secara praksis berupa paguyuban untuk kegiatan sosial,
koperasi untuk kegiatan ekonomi/bisnis, lembaga swadaya untuk penguatan SDM
dan institusi pendidikan.

 *Dampak sosial*
 Pesantren Al-Ittiffaq yang nota-bene adalah representasi lembaga pendidikan
golongan masyarakat bawah yang memiliki ciri-ciri komunalisme ala masyarakat
pedalaman di Pasundan kini telah mewujud dalam bingkai komunitarianisme. Hal
yang unik, bahwa gerakan itu justru muncul dari ruang komunalisme pesantren,
sebuah lembaga pendidikan yang selama ini dikenal gemar memisahkan diri dari
tradisi masyarakat setempat. Al-Ittifaq dengan caranya sendiri telah mampu
menjadi basis penguatan masyarakat sipil melalui Koperasi Pondok Pesantren
yang digunakan sebagai kegiatan simpan pinjam serta pemasaran produk-produk
pertanian.
 Kolektivitas yang kompak tersebut kini membuahkan hasil luar biasa dalam
bidang pendidikan, yakni sekolah Taman Kanak-Kanak, Madrasah Ibtida’iyah,
Madrasah Aliyah. Di pesantren salafiahnya, lebih dari 350 santri anak-anak
petani lulusan SD/SMP bisa belajar ilmu agama di Pesantren Al-Ittifaq
sekaligus beragribisnis tanpa biaya dan sekitar 400 siswa bisa sekolah di
madrasah Al-Alif sambil bekerja paruh waktu. Selama lima tahun sudah mampu
memberikan insentif modal hidup kepada 62 kepala keluarga dalam bentuk aset
rumah sederhana dan beberapa petak tanah sebagai aset pribadi.
Program-program tahunan lain yang tak bisa dilupakan ialah sunnatan massal,
pernikahan massal serta mobilisasi kegiatan sosial untuk pembangunan sarana
pedesaan lainnya.
 Apa yang terjadi di Alam Endah dengan mesin organisasi koperasi dan
kelompok tani yang menginduk ke Pondok Pesantren Al-Ittifaq memberi bukti
bahwa ada jalan lain di luar neoliberalisme dan sosialisme, yakni
komunitarianisme, sebuah “ideologi” yang memang tidak relevan jika ditarik
dalam konteks negara dan bangsa tetapi sangat strategis diterapkan untuk
mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat desa.
 Melalui pola gerakan komunitarianisme dengan model kepemimpinan
kewirausahaan memperhatikan nasib kaum bawah, kaum tani yang sekalipun hanya
memiliki beberapa petak tanah pada akhirnya bisa ikut menikmati kemajuan.
Hal ini tak lepas dari format gerakan yang dibangun dengan model kerjasama
(gotong-royong), atau dalam bahasa Arabnya Al-Ittifaq. Kita bisa menyaksikan
langsung di sana.
 FAIZ MANSHUR( *Penulis sedang melakukan studi gerakan
*
 *petani mandiri Al-Ittifaq Rancabali Bandung).*


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

===
Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits? Silahkan klik:
http://www.media-islam.or.id

Ingin belajar Islam via milis? Kirim email ke 
[email protected]! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke