Copas dari blog: http://dinasulaeman .wordpress. com/2009/ 10/11/benarkah- 
ahmadinejad- yahudi/
--------

Sebenarnya sih.. males menanggapi isu yang udah lama beredar di internet ini: 
Ahmadinejad itu Yahudi. Tapi setelah koran mapan macam Kompas dan Telegraph 
memuat isu murahan ini dalam koran mereka (dan dikutip pula oleh koran2 level 
dua dan berbagai situs).. ya terpaksa juga deh, ikut nimbrung.

Pertama: kalau emang Ahmadinejad Yahudi, emangnya kenapa? Bukankah ini malah 
menjadi bukti bahwa Iran adalah negara yang demokratis dan pluralistis (dalam 
kerangka `toleransi' ya, bukan dalam arti `membenarkan semua agama'). Buktinya, 
orang Yahudi pun bisa mendapat tempat terhormat di Iran. Screening capres di 
Iran sangat ketat, jadi seandainya Ahmadinejad memang Yahudi, pasti sudah 
diketahui oleh KPU Iran (dan para ulamanya). Dan ternyata dia lolos screening 
tuh, artinya, seandainya dia Yahudi, lagi-lagi, ini bukti bahwa Iran itu 
demokratis dan pluralistis. Itu..kalau MEMANG benar Ahmadinejad Yahudi.

Kedua: dalil yang dipakai Telegraph (dan dikutip pula oleh Kompas) adalah 
"karena dulu nama family Ahmadinejad adalah Saburjian". Saburjian, kata koran 
itu, adalah nama keluarga yang umum dipakai oleh orang Yahudi. Nah, klaim ini 
perlu dikritisi lagi. Apa benar orang Yahudi di Iran pakai nama Saburjian? Saya 
tak menemukan data valid tentang hal ini. Bahkan, kata Saburjian ini tak saya 
temui di kamus Moin (kamus Farsi-Farsi yang tebalnya setengah meter). Padahal, 
kata Telegraph (dan Kompas), Saburjian ini konon artinya "penenun Sabour". 
Sabour sendiri katanya nama selendang khas Yahudi. Aneh juga kok kamus 
sekaliber Moin tak memuat kata itu. Atau mungkin ada yang punya kamus itu dan 
bisa memberi tahu saya, kata itu ada di halaman berapa?

Setelah konsultasi dengan teman di Iran (thanks to bro Alireza and Qanaatgar), 
saya dapat info begini. Ada kemungkinan bahwa Saburjian itu adalah nama 
pasvand. Istilah pasvand itu berbeda dengan family-name. Jadi, sebelum orang 
Iran mengenal tradisi family-name, mereka biasa memakai nama belakang yang 
merujuk pada pekerjaannya atau tempat tinggalnya. Misalnya, ada seorang kolega 
saya dulu di IRIB, nama belakangnya Jourab Duz. Itu ternyata nama pasvand yang 
berhubungan pekerjaan nenek moyangnya, penjahit kaos kaki. Sekarang, dia 
mengganti namanya dengan family-name, Khedmat-jou (=pencari pengabdian). Karena 
menurut istrinya, nama itu harus diganti karena bisa jadi bahan cemoohan 
teman-teman anaknya.

Ada juga teman saya dulu, nama belakangnya "Ranjkesh", artinya, "Orang yang 
menderita". Setelah menikah, istrinya meminta dia mengganti nama. Sekarang 
family name-nya "Raoufy" (dari kata Ar-Rauf, salah satu nama Allah, artinya 
`lembut'). Ada lagi sopir kantor IRIB nama belakangnya "Bi-khiyal" (=orang yang 
gak bisa mikir bener; ngawur; ngaco). Aneh ya? Tapi dia gak ganti nama. Mungkin 
karena istrinya gak minta, :D . Ada juga teman lain, namanya Yaser. Dia punya 
nama belakang "Shuri" (=ceria). Dia baru-baru ini ganti nama dengan nama yang 
lebih mentereng, "Mousavi-nia" (Mousavi mengacu pada nama family terkemuka di 
Iran, keluarga Mousavi). Teman saya Muhammad Qanaatgar nama aslinya Muhammad 
Lemodahi; Lemodahi adalah nama tempat yg sekarang tak ada lagi (musnah/punah) . 
Dia lalu ganti nama dengan Qanaatgar (=orang yang qona'ah).

Jadi, perihal Om Mahmud ganti nama (dan itupun, ayahnya yg mengganti, pada saat 
usianya 4 thn) dari Saburjian menjadi nama yang lebih mentereng "Ahmadinejad" 
(= ras Ahmadi, Ahmadi=Muhammad) , sebenarnya bukan hal aneh di Iran dan memang 
diakomodasi oleh hukum. Mereka tinggal datang ke Sabt-e Ahwal, yaitu instansi 
khusus yang mengurusi dokumen2 pribadi (surat nikah, akte lahir, dll).

Terkadang, ada nama-nama yang sudah jadi `milik' keluarga besar tertentu. 
Misalnya nama Mousavi, itu sudah jadi hak milik keluarga Ayatollah Mousavi 
Hamedani. Makanya teman kami Yaser saat mau pakai family-name Mousavi, dia 
musti minta izin pada keluarga Ayatullah Mousavi kalau mau pake nama itu. 
Daripada ruwet, dia tambah aja dengan "nia", jadilah namanya skrg Yaser 
Mousavi-nia.

Nah, balik lagi ke namanya Om Mahmud. Nama Saburjian kemungkinan adalah nama 
pasvand, bisa jadi nama suatu tempat di Iran yang kini tidak dikenali lagi, 
atau bisa juga nama pekerjaan (tapi ini juga blm jelas, seperti saya tulis 
tadi, kata Sabour tdk saya temukan di kamus Moin). Melihat ke kebiasaan orang2 
Iran untuk ganti nama pasvand dengan family-name yang lebih mentereng, sangat 
biasa kalau babenya Om Mahmud juga ganti nama. Yang pasti, sejauh ini tak ada 
bukti bahwa Saburjian benar2 nama klan Yahudi.

Begitu…
(written by Dina Y Sulaeman)

















      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke