Assalamu'alailkum Sodara2 ku, Semoga kita semua selalu dalam lindungan ALLAH dan senantiasa mendapat curahan rahmat dan kasih sayang-Nya.
Sblmnya, terimakasih kpd Sodara moderator yg sudah meloloskan tulisan ini. Saya dan istri adlh pasangan muda yg Alhamdulilah sudah dipercaya ALLAH memelihara amanat-Nya berupa 2 orang anak laki2. si sulung sudah 3 thn, Adiknya baru 1 thn. Sblmnya kami 'ngontrak' sebuah rumah petak. Namun krn anak2 sudah mulai tumbuh besar, kami berpikir sebaiknya tidurnya sudah mulai dipisahkan. Awalnya kami berusaha cari KPR, tapi modal kami blm cukup. Lalu kami menemukan sebuah rumah kontrakan baru dg jumlah kamar yg memadai utk kebutuhan kami. lingkungannya pun bagus bersih. "Tapi rumah inilah yg saat ini agak merisaukan hati Saya." Awalnya Saya semangat krn lingkungannya yg bersih. di sbuah komplk. perumahan yg tertata rapih. ideal utk anak2. di seberang komplek ada TK Islam. Saya memang bercita-cita ingin memasukan anak2 ke sekolah2 Islam terpadu minimal sampai tingkat SMU agar pendidikan agama, akidah dan akhlaknya lebih intensif. Namun stlh bayar DP kemudian mulai sedikit2 renovasi, Saya baru sadar trnyt rumah2 di sederetan satu block ini 'dikontrak' oleh orang2 Batak Nasrani. Pasangan2 muda juga dan anak2nya seumuran dg anak2 kami. Hanya 2 rumah lainnya yg penyewanya muslim. itupun yg satu dihuni oleh 3 wanita single. yg satu lagi dihuni 1 guru wanita single. Mohon maaf, jangan salah paham. Kami sama sekali tidak fanatik suku. Kamipun bukan over fanatik agama. Dalam pergaulan kami, kami pun berteman baik dg teman2 dari berbagai suku. banyak teman baik kami non muslim. Kesan kami,Tetangga2 baru inipun, dalam konteks sosial kemasyarakatan adalah orang2 yg baik dan friendly. Namun Saya percaya bahwa lingkungan pergaulan berpengaruh thd 'perkembangan pribadi anak dan akidahnya'. Yg Saya risaukan saat ini adlh Bagaimana dg kepribadian dan akidah anak2 Saya nanti?, sementara mereka kemungkinan akan lama bergaul dan hidup di komunitas non muslim. Saya takut "tdk mampu mengemban amanat ALLAH". dlm keseharian, kami adl pasangan yg sama2 bekerja. Istri Saya seorang perawat yg kerja shift2-pan. Saya sendiri kerja dari Senin sampai Sabtu. Berangkat jam 6 pagi. pulang sampai rumah rata2 jam 9 malam. Saya sangat menyadari keterbatasan waktu Saya dg anak2. itulah makanya saya senang di sbrng rumah ada sekolah Islam. Keberadaan sekolah itulah salah satu pertimbangan kuat kenapa saya memilih rumah itu. Semua keputusan Saya lebih berorientasi kpd kepentingan anak. Mungkin kerisauan Saya ini terlalu berlebihan. Tapi Saya masih belum bisa menghilangkan 'ganjalan' ini. Saya mohon, kiranya ada dari sodara2 ku yg bisa menentramkan hati Saya atau memberikan sumbang saran dan kiat2 buat Saya. Barangkali ada dari Sodara2 ku yg punya pengalaman sama dengan Saya bisa memberikan tips2 nya. Saya sangat berterima kasih atas atensinya. Sayapun terbuka utk menerima kritik maupun saran. Saya menunggu saran Sodara2, atau bisa langsung di emailkan ke alamat email Saya. Terima kasih, Wassalam [Non-text portions of this message have been removed]

