Wa'alaikum salam wr wb, Ya lihat saja dulu. Jika memang terlalu dekat dan pergaulannya terlalu intensif/sering, sebaiknya jika ada rezeki pindah rumah kontrakan.
Nabi meminta kita agar bergaul dgn orang saleh. Karena faktor teman/lingkungan juga bisa mempengaruhi kita. Sebelum memilih rumah, coba lihat2 tetangga sekitarnya. http://media-islam.or.id/2008/06/23/tips-membangun-dan-membina-rumah-yang-islami/ Wassalaj --- In [email protected], "silver Hawk" <heavenknow...@...> wrote: > > Assalamu'alailkum Sodara2 ku, > Semoga kita semua selalu dalam lindungan ALLAH dan senantiasa mendapat > curahan rahmat dan kasih sayang-Nya. > > Sblmnya, terimakasih kpd Sodara moderator yg sudah meloloskan tulisan ini. > > Saya dan istri adlh pasangan muda yg Alhamdulilah sudah dipercaya ALLAH > memelihara amanat-Nya berupa 2 orang anak laki2. si sulung sudah 3 thn, > Adiknya baru 1 thn. Sblmnya kami 'ngontrak' sebuah rumah petak. Namun krn > anak2 sudah mulai tumbuh besar, kami berpikir sebaiknya tidurnya sudah mulai > dipisahkan. Awalnya kami berusaha cari KPR, tapi modal kami blm cukup. Lalu > kami menemukan sebuah rumah kontrakan baru dg jumlah kamar yg memadai utk > kebutuhan kami. lingkungannya pun bagus bersih. "Tapi rumah inilah yg saat > ini agak merisaukan hati Saya." > > Awalnya Saya semangat krn lingkungannya yg bersih. di sbuah komplk. perumahan > yg tertata rapih. ideal utk anak2. di seberang komplek ada TK Islam. Saya > memang bercita-cita ingin memasukan anak2 ke sekolah2 Islam terpadu minimal > sampai tingkat SMU agar pendidikan agama, akidah dan akhlaknya lebih > intensif. Namun stlh bayar DP kemudian mulai sedikit2 renovasi, Saya baru > sadar trnyt rumah2 di sederetan satu block ini 'dikontrak' oleh orang2 Batak > Nasrani. Pasangan2 muda juga dan anak2nya seumuran dg anak2 kami. Hanya 2 > rumah lainnya yg penyewanya muslim. itupun yg satu dihuni oleh 3 wanita > single. yg satu lagi dihuni 1 guru wanita single. > > Mohon maaf, jangan salah paham. Kami sama sekali tidak fanatik suku. Kamipun > bukan over fanatik agama. Dalam pergaulan kami, kami pun berteman baik dg > teman2 dari berbagai suku. banyak teman baik kami non muslim. Kesan > kami,Tetangga2 baru inipun, dalam konteks sosial kemasyarakatan adalah orang2 > yg baik dan friendly. > Namun Saya percaya bahwa lingkungan pergaulan berpengaruh thd 'perkembangan > pribadi anak dan akidahnya'. Yg Saya risaukan saat ini adlh Bagaimana dg > kepribadian dan akidah anak2 Saya nanti?, sementara mereka kemungkinan akan > lama bergaul dan hidup di komunitas non muslim. Saya takut "tdk mampu > mengemban amanat ALLAH". dlm keseharian, kami adl pasangan yg sama2 bekerja. > Istri Saya seorang perawat yg kerja shift2-pan. Saya sendiri kerja dari Senin > sampai Sabtu. Berangkat jam 6 pagi. pulang sampai rumah rata2 jam 9 malam. > Saya sangat menyadari keterbatasan waktu Saya dg anak2. itulah makanya saya > senang di sbrng rumah ada sekolah Islam. Keberadaan sekolah itulah salah satu > pertimbangan kuat kenapa saya memilih rumah itu. Semua keputusan Saya lebih > berorientasi kpd kepentingan anak. > > Mungkin kerisauan Saya ini terlalu berlebihan. Tapi Saya masih belum bisa > menghilangkan 'ganjalan' ini. Saya mohon, kiranya ada dari sodara2 ku yg bisa > menentramkan hati Saya atau memberikan sumbang saran dan kiat2 buat Saya. > Barangkali ada dari Sodara2 ku yg punya pengalaman sama dengan Saya bisa > memberikan tips2 nya. Saya sangat berterima kasih atas atensinya. Sayapun > terbuka utk menerima kritik maupun saran. Saya menunggu saran Sodara2, atau > bisa langsung di emailkan ke alamat email Saya. > > Terima kasih, > Wassalam > > [Non-text portions of this message have been removed] >

