Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Menghitung Harga Nafas Kita 

Tuesday, 10 November 2009 09:41 usamah   
<http://www.hidayatullah.com/index.php?view=article&catid=143%3Aiptek&id=9772%3Amenghitung-harga-nafas-kita&format=pdf&option=com_content&Itemid=99>
  
Sekali bernafas, manusia memerlukan 0,5 liter udara. Pernahkah kita 
merenungkan, minimal merasakan rasa syukur? 
Oleh: Syaefudin 

  <http://www.hidayatullah.com/images/foto/breathe.jpg> Bernafas, mungkin sudah 
dianggap biasa dan tak lagi menarik dibahas oleh sebagian orang. Pasalnya, 
sejak bangun tidur sampai terlelap, manusia tak lepas dari kegiatan mengambil 
udara di alam bebas ini. Namun, pernahkah Anda memperhatikan bagaimana nikmat 
Allah ini sebenarnya bernilai miliaran rupiah? Tak perlu menghitung kegiatan 
bernafas secara keseluruhan yang melibatkan berbagai organ tubuh, cukup kiranya 
menjumlah rupiah dari setiap udara yang dihirup. 

Sekali bernafas, umumnya manusia memerlukan 0,5 liter udara. Bila perorang 
bernafas 20 kali setiap menitnya, berarti udara yang dibutuhkan sebanyak 10 
liter. Dalam sehari, setiap orang memerlukan 14.400 liter udara. 

Lalu, berapa nilai tersebut bila dirupiahkan? Sebagaimana diketahui, udara yang 
dihirup manusia terdiri dari beragam gas semisal oksigen dan nitrogen. 
Keduanya, berturut-turut 20% dan 79% mengisi udara yang ada di sekitar manusia. 
Bila perbandingan oksigen dan nitrogen dalam udara yang manusia hirup sama, 
maka setiap kali bernafas manusia membutuhkan oksigen sebanyak 100 ml dan 395 
ml lainnya berupa nitrogen. Artinya, dalam sehari manusia menghirup 2880 liter 
oksigen dan 11.376 liter nitrogen.  

Jika harga oksigen yang dijual saat ini adalah Rp 25.000 per liter dan biaya 
nitrogen per liternya Rp 9.950 (harga nitrogen $ 2.75 per 2,83 liter, data 
nilai tukar dollar  
<http://www.bi.go.id/web/id/Moneter/Kurs+Bank+Indonesia/Kurs+Transaksi/> Bank 
Indonesia pada 9 November 2009), maka setiap harinya manusia menghirup udara 
yang sekurang-kurangnya setara dengan Rp 176.652.165. Dengan kata lain, bila 
manusia diminta membayar sejumlah udara yang dihirup berarti setiap bulannya 
harus menyediakan uang sebesar 5,3 Miliar rupiah. Dalam setahun, manusia dapat 
menghabiskan dana 63,6 Miliar. 

Itu hanya jumlah uang yang diperlukan dalam setahun. Bila dihitung seluruh 
kebutuhan seumur hidup, pastilah nilainya lebih mencengangkan lagi. Sungguh, 
Allah maha pemurah atas segala karunia-Nya. Tak terkecuali nikmat Allah dari 
udara yang digunakan manusia sebagai bahan bernafas setiap saatnya.  

Udara yang melimpah ruah di alam adalah bukti kasih sayang Allah yang luar 
biasa. Sekumpulan gas tersebut diberikan Allah kepada manusia dengan cuma-cuma. 
Tak sepeser pun dipungut dari manusia atas nikmat yang amat penting tersebut. 
Oleh karenanya, sudah sepantasnyalah manusia bersyukur kepada Sang Pencipta. 
Dia-lah Rabb yang mengurus kita di siang dan di malam hari sebagaimana firman 
Allah, “katakanlah: ‘Siapakah yang dapat memelihara kamu di waktu malam dan 
siang hari selain (Allah) Yang Maha Pemurah?’…”(QS Al Anbiyaa’ 21: 42). 
 
  _____  

Lebih 
<http://sg.rd.yahoo.com/id/messenger/trueswitch/mailtagline/*http:/id.messenger.yahoo.com/invite/>
  bergaul dan terhubung dengan lebih baik. 
Tambah lebih banyak teman ke Yahoo! Messenger sekarang!

This e-mail is confidential and may contain legally privileged information. If 
you are not the intended recipient, you should not copy, distribute, disclose 
or use the information it contains. Please e-mail the sender immediately and 
delete this message from your system. E-mails are susceptible to corruption, 
interception and unauthorized amendment; we do not accept liability for any 
such changes, or for their consequences. You should be aware, that PT TITAN 
Petrokimia Nusantara might monitor your e-mails and their content.



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke