Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh,

 

Dibawah ini terdapat asmaul husna, semoga bermanfaat dan mudah-mudahan dengan 
seringnya kita mengkajinya, maka kita dimudahkan oleh Allah SWT untuk menghafal 
dan memahaminya, Amiin. 

Mungkin ada yang bisa memberikan penjelasan lebih tentang asmaul husna ini, 
supaya kita lebih gampang untuk mengingatnya.

 

1. AR RAHMAAN

( MAHA PENGASIH )

 

2. AR RAHIIM

( MAHA PENYAYANG )

 

3. AL MAALIK

( MAHA RAJA )

 

4. AL QUDDUUS

( MAHA SUCI )

 

5. AS SALAAM

( PEMBERI KEDAMAIAN )

 

6. AL MU’MIN

( MAHA PEMBERI KEAMANAN )

 

7. AL MUHAIMIN

( MAHA MEMELIHARA )

 

8. AL ’AZIIZ

( MAHA PERKASA )

 

9. AL JABBAAR

( MAHA PEMAKSA )

 

10. AL MUTAKABBIR

( PEMILIK SEGALA KEAGUNGAN )

 

11. AL KHAALIQ

 

12. AL BAARI’

 

13. AL MUSHAWWIR

( MAHA PEMBENTUK )

 

14. AL GHAFFAAR

( MAHA PENGAMPUN )

 

15. AL QOHHAAR

( MAHA PENAKLUK )

 

16. AL WAHHAAB

( MAHA PEMBERI )

 

17. AL RAZZAAQ

( MAHA PEMBERI REZKI )

 

18. AL FATTAAH

( PEMBUKA PINRU RAHMAT )

 

19. AL’ ALIIM

( MAHA MENGETAHUI )

 

20. AL QAABIDH

( MAHA MENYEMPITKAN )

 

21. AL BAASITH

( MAHA MELAPANGKAN )

 

22. AL KHAAFIDH

( MAHA MERENDAHKAN )

 

23. AR RAAFI’

( MAHA MENINGGIKAN )

 

24. AL MU’IZZ

( MAHA MEMULIAKAN )

 

25. AL MUDZILL

( MAHA MENGHINAKAN )

 

26. AS SAMII’

( MAHA MENDENGAR )

 

27. AL BASHIIR

( MAHA MELIHAT )

 

28. AL HAKAM

( MAHA MENETAPKAN HUKUM )

 

39. AL ’ADL

( MAHA ADIL )

 

30. AL LATHIIF

( MAHA LEMBUT )

 

31. AL KHABIIR

( MAHA MENGETAHUI )

 

32. AL HALIIM

( MAHASABAR )

 

33. AL ’AZHIIM

( MAHA AGUNG )

 

34. AL GHAFUUR

( MAHA PENGAMPUN )

 

35. ASY SYAKUUR

( MAHA MENGHARGAI )

 

36. AL ’ALIYY

( MAHA TINGGI )

 

37. AL KABIIR

( MAHABASAR )

 

38. AL HAAFIIZH

( MAHA MEMELIHARA )

 

39. AL MUQIITU

( MAHA MENJAGA )

 

40. AL HASIIB

 

41. AL JALIIL

 

42. AL KARIIM

 

43. AL ROQIIB

 

44. AL MUJIIB

( MAHA MENGABULAKAN )

 

45. AL WAASI ’

( MAHA LUAS )

 

46. AL HAKIM

( MAHA BIJAKSANA )

 

47. AL WADUUD

( MAHA MENGASIHI )

 

48. AL MAJIID

( MAHA MULIA )

 

49. AL BAA’ITS

( MAHA MEMBANGKITKAN )

 

50. ASY SYAHIID

( MAHA MENYAKSIKAN )

 

51. AL HAQQ

( MAHA BENAR )

 

52. AL WAKIIL

( MAHA MEWAKILI )

 

53. AL QOWIYY

( MAHA KUAT )

 

54. AL MATIIN

( MAHA KOKOH )

 

55. AL WALIYY

( MAHA PELINDUNG )

 

56. AL HAMIID ( MAHA TERPUJI )

 

57. AL MUHSHII

( MAHA MENGHITUNG )

 

58. AL MUBDI’

( MAHA MEMULAI )

 

59. AL MU’IID

( MAHA MENGEMBALIKAN )

 

60. AL MUHYII

( MAHA PEMBERI KEHIDUPAN )

 

61. AL MUMIIT

( MAHA MEMATIKAN )

 

62. AL HAYY

( MAHA HIDUP )

 

63. AL QOYYUUM

( MAHA BERDIRI SENDIRI )

 

64. AL WAAJID

( MAHA MENEMUKAN )

 

65. AL MAAJID

( MAHA MULIA )

 

66. AL WAAHID

( MAHA TUNGGAL )

 

67. AL AHAD

( MAHA ESA )

 

68. ASH SHAMAD

( MAHA DIBUTUHKAN )

 

69. AL QOODIR

( MAHA MAMPU )

 

70. AL MUQTADIR

( MAHA BERKUASA )

 

71. AL MUQODDIM

( MAHA MEMPEREPAT )

 

72. AL MU’AKHKHIR

( MAHA MENUNDA )

 

73. AL AWWAL

( MAHA AWAL )

 

74. AL AAKHIR

( MAHA AKHIR )

 

75. AZH ZHAAHIR

( MAHA NYATA )

 

76. AL BAATHIN

( MAHA TERSEMBUNYI )

 

77. AL WAALII

( MAHA MEMERINTAH )

 

78. AL MUTA’AALII

( MAHA TINGGI )

 

79. AL BARR

( SUMBER SEGALA KEBAIKAN )

 

80. AT TAWWAAB

( MAHA PENERIMA TOBAT )

 

81. AL MUNTAQIM

( MAHA PENUNTUT BALAS )

 

82. AL ’AFUWW

( MAHA PEMAAF )

 

83. AR RA’UUF

( MAHA BELAS KASIH )

 

84. MAALIKUL MULK

( MAHA MEMILIKI KERAJAAN ABADI )

 

85. DZUUL – JALAALI-WAL- IKROOM

( MAHA MEMILIKI KEBESARAN DAN KEMULIAN )

 

86. AL MUQSITH

( MAHA ADIL )

 

87. AL JAAMI’

( MAHA MENGHIMPUN )

 

88. AL GHANIYY

( MAHA KAYA )

 

89. AL MUGHNII

( MAHA PEMBERI KEKAYAAN )

 

90. AL MAANI’

( MAHA PENCENGAH )

 

91. ADH DHAAR

( MAHA PEMBERI KESUKARAN )

 

92. AN NAAFI’

( MAHA PEMBERI MANFAAT )

 

93. AN NUUR

( MAHA PEMBERI CAHAYA )

 

94. AL HAADII

( MAHA PEMBERI PETUNJUK )

 

95. AL BADII’

( MAHA PENCIPTA HAL BARU )

 

96. AL BAAQII

( MAHA KEKAL)

 

97. AL WAARITSU

( MAHA MEWARISI )

 

98. AR ROSYIID

( MAHA PEMBERI PETUNJUK KE JALAN BENAR )

 

99. ASH SHABUUR

( MAHA SABAR )

 

Jazakullohil khoir

 

Wassalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh,

Elfimardi/adi

 

  _____  

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On 
Behalf Of A Nizami
Sent: 14 Januari 2010 10:17
To: [email protected]; FAUZIAH; [email protected]; 
sabili; padhang-mbulan; Forsimpta; yisc_al-azhar
Subject: [syiar-islam] Re: Sifat-sifat Allah yang Wajib Kita Ketahui

 

  

Iya bu Angga,
Sifat 20 ini biasanya diajarkan di awal-awal mengaji saat kita TK atau SD. Jadi 
aqidah ummat Islam sejak anak-anak sudah tertanam dengan kuat. Landasannya pun 
insya Allah valid karena berdasarkan dari Al Qur'an. Insya Allah tidak mungkin 
para ulama berijtihad dan bersekutu untuk satu hal yang sesat.

Kalau kita paksa belajar Asma'ul Husna yang merupakan 99 nama, jangankan 
anak-anak kita memahaminya. Orang-orang dewasa saja banyak yang belum hafal. 
Apalagi faham. Jadi harusnya hal itu tidak diributkan..

Berikut jawaban saya untuk saudara Fauziah.

Asmaul Husna itu adalah 99 sifat Allah.
Nah saudara Fauziah, hafalkah anda 99 sifat Allah tersebut?
Bisakah anda menjelaskan pada kita semua 99 sifat Allah tersebut sehingga kita 
yakin akan keagungan Allah?

Jika anda bisa, silahkan dibagi ilmunya kepada kita di sini.

Sifat Allah itu banyak tidak terhingga. Namun kita sulit menghafal apalagi 
sampai memahami semuanya.

Oleh karena itu, sebagian ulama ada yang membahasnya jadi 20 Sifat agar
ummat Islam punya bekal aqidah sehingga bebas dari usaha pemurtadan.

Coba kita lihat:
Qidam (Terdahulu)

Allah itu Qidam (Terdahulu). Mustahil Allah itu Huduts (Baru).

"Dialah Yang Awal �" [Al Hadiid:3]

Allah adalah Pencipta segala sesuatu. Allah yang menciptakan langit,
bumi, serta seluruh isinya termasuk tumbuhan, binatang, dan juga
manusia.
"Yang demikian itu adalah Allah, Tuhanmu, Pencipta segala sesuatu..?" [Al 
Mu'min:62]

Oleh karena itu, Allah adalah awal. Dia sudah ada jauh sebelum langit,
bumi, tumbuhan, binatang, dan manusia lainnya ada. Tidak mungkin Tuhan
itu baru ada atau lahir setelah makhluk lainnya ada.

Kalau aqidah kita betul2 mantap dan meyakini sifat Allah yang Qidam
(terdahulu), mustahil ummat Islam murtad menyembah Yesus sebagai tuhan
yang baru dilahirkan.

Bayangkan, selama 3,5 abad dijajah Belanda, ummat Islam Indonesia masih
92% karena Tauhid mereka kuat. Kitab Sifat 20 itu seperti bacaan wajib
yang dibaca di mana2 ketika itu.

Namun dalam 30 tahun terakhir sejak ada kelompok yang membid'ahkan
Kitab Sifat 20, sebagian ummat Islam nyaris tanpa aqidah. Ummat Islam
sekarang turun tinggal kurang dari 80% saja. Tak heran jika parpol
Islam juga tidak laku lagi. Padahal dulu Masyumi pernah menang Pemilu
dan M Natsir jadi Perdana Menteri.

Coba lihat sifat Allah yang Baqo'. Ini ada dalil Al Qur'annya:
Baqo' (Kekal)

Allah itu Baqo' (Kekal). Tidak mungkin Allah itu Fana' (Binasa).
Allah sebagai Tuhan Semesta Alam itu hidup terus menerus. Kekal abadi
mengurus makhluk ciptaannya. Jika Tuhan itu Fana' atau mati, bagaimana
nasib ciptaannya seperti manusia?

"Dan bertawakkallah kepada Allah yang hidup (kekal) Yang tidak mati�" [Al 
Furqon 58]

"Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang 
mempunyai kebesaran dan kemuliaan." [Ar Rahman:26-27]

Karena itu jika ada "Tuhan" yang wafat atau mati, maka itu bukan Tuhan. Tapi 
manusia biasa.
===







[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke