*Depok, 16 Februari 2010*
Bang Edi Jual Ayam Sedirham

Sejarah telah membuktikan stabilnya daya beli Dirham dan Dinar

[image: Jual Ayam dengan Dirham Perak]Profesi sehari-hari Bang Edi adalah
pengemudi yang bekerja di sebuah yayasan di Depok. Tetapi ayah beranak satu
ini termasuk pemuda ulet. Akhir pekannya, Sabtu dan Minggu, ia manfaatkan
untuk mengelola usaha pribadinya. Ia mondar-mandir Serang-Jakarta untuk
memperdagangkan produk di kampungnya: kelapa, ayam kampung, dan itik. Di
Jakarta Bang Edi telah memiliki beberapa pelanggan tetap.

Tentu ada yang istimewa yang membuatnya masuk berita situs
wakalanusantara.com ini. Ia menjual dagangannya, khususnya ayam dan itiknya,
juga dengan Dirham. "Saya menjual ayam kampung dengan harga 1-1.5 Dirham per
ekor," katanya. Menurut pengakuan Bang Edi, di kampungnya, di Serang, juga
sudah ada beberapa orang pemasoknya yang bersedia menerima Dirham.

Pengalaman Bang Edi ini sekaligus sekali lagi membuktikan bahwa nilai tukar
Dirham sangat stabil dalam masa ribuan tahun. Di zaman Rasulullah saw hidup,
sekitar 1500 tahun lalu, harga seekor ayam di Madiah juga 1 Dirham.

[image: Jual Kelapa dengan Dirham Perak]Salah satu langganan Bang Edi adalah
Warung "Ayam Tulang Lunak H Nawi", berlokasi tak jauh dari pertigaan Jl
Radio Dalam-H. Nawi, Jakarta Selatan. Warung ayam goreng ini memang tak jauh
dari Wakala Al Waqif, yang berlokasi di Jl Radio Dalam No 11. Karenanya, tak
ada kesulitan bagi pemilik warung ayam H Nawi untuk mendapatkan koin
Dirhamnya.

Jumlah pedagang yang menerima Dirham sebagai alat tukar semakin lama memang
semakin banyak. Ini menunjukkan bahwa percepatan sirkulasi koin-koin sunnah
Nabi Saw ini memang ada di tangan para pedagang. Menjadi tugas kita semua
untuk mengajak para pedagang sebanyak mungkin untuk mengikuti jejak Bang
Edi.

BANG EDI
+6221 8345 1340

Sumber :
http://www.wakalanusantara.com/detilurl/Bang.Edi.Jual.Ayam..Sedirham/231


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke