Saya setuju.
Harusnya itu jangan diperdebatkan lagi. Menghabiskan energi padahal saat ini 
ummat Islam tengah dibantai di Iraq dan Afghanistan. Herannya lagi pimpinan 
pembantai itu datang dan dielu2kan sebagai tamu agung di negeri kita.

Masalah ibadah, hukum asalnya dilarang, sampai ada dalil yang jelas
membolehkannya, masalah mu'amalah hukum asalnya boleh-boleh saja,
sepanjang ada dalil yang melarangnya" .


Ummat Islam di zaman Salahuddin Al Ayyubi beramai2 merayakan Maulid Nabi dengan 
mempelajari Siroh Nabi. Nyaris tidak ada ulama yang protes dan hasilnya memang 
bisa membangkitkan ummat Islam hingga mampu mengalahkan kaum kafir.

Yang penting dalam Maulid Nabi itu dilakukan hal2 positif seperti berzikir 
kepada Allah, mempelajari Siroh Nabi, dsb. Bukan hal2 yang menimbulkan 
kemusyrikan seperti rebutan tumpeng dan arak2an kebo yang disucikan untuk 
mengharap berkah dari selain Allah seperti di Yogya, Solo, dsb.
 
===
Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
http://media-islam.or.id
Milis Ekonomi Nasional: [email protected]


>
>Dari: Rahima <[email protected]>
>Kepada: [email protected]
>Cc: [email protected]
>Terkirim: Jum, 5 Maret, 2010 15:20:57
>Judul: [syiar-islam] Lagi tentang Maulid Nabi
>
> >
>
>
>
>
>  >
>>      
> 
>Lagi tentang Maulid Nabi. 
>>Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh
>
>>Bisa jadi, dengan membaca pandangan-pandangan mereka yang pro maulid, kita 
>>akan berubah pikiran, namun seketika hal itupun bisa pula berubah, apabila 
>>pandangan tersebut ada pula yang membantahnya. Dan sayapun mengalami hal itu, 
>>maka pada akhirnya saya mengambil kesimpulan, pada tulisan-tulisan saya yang 
>>berlalu masalah maulid nabi ini.
>>Jujur, lebih dari 50 judul buku dalam bahasa Arab tentunya, sudah saya baca 
>>untuk membaca masalah ini. Saya baca buku yang pro Maulid, saya juga baca 
>>buku yang anti maulid, serta saya baca buku yang netral. (karena memang salah 
>>satu sub judul disertasi saya membahas masalah maulid nabi ini, selain 
>>masalah basafa, tahlilan, warisan pusaka tinggi di Minang, tabuik, dllnya.
>>Saya mulai tulisan itu, dari mengemukakan apakah itu sunnah, apakah itu 
>>bid'ah. kaedah-kaedah dalam hal bid'ah(bagaimana sesuatu itu dikatakan bid'ah 
>>menurut syar'i).
>>Termasuk didalam buku2 yang saya baca, ada bantahan dari mereka yang 
>>berdalil, bahwa Rasulullah puasa senin kamis, ini mennadakan kalau hakikatnya 
>>bukan perayaan yang dmaksudkan, tetapi rasa syukur dengan berpuasa, bahkan 
>>disebutkan bukan hanya senin saja Rasulullah berpuasa, tetapi kamis juga, 
>>bukan dihari kelahiran beliau saja, dan jawaban Rasulullah saat itu juga, 
>>beliau suka berpuasa saat amalannya dinaikkan kehadirat Allah Ta'ala.
>>Bantahan mengenai firman Allah Ta'ala :"Maka atas karunia Allah, maka 
>>bergembiralah kamu", sebahagian yang pro menjadikan ayat ini menjadi dalil 
>>dibolehkannya maulid Nabi.dengan mengatakan kegembiraan mana lagi yang lebih 
>>tinggi selain kedatangan Rasulullah?
>> Dan hal ini dibantah pula bagi yang anti maulid, karena ayat tersebut, bukan 
>> ayat atas bergembiranya akan kelahiran Rasulullah, tetapi bergembira atas 
>> datangnya Islam. Karena Islam adalah nikmat yang paling tinggi dipermukaan 
>> bumi ini. Jadi, kalau kita bergembira atas kedatangan Islam, maka 
>> sepantasnyalah ummat islam menjalankan aturan syari'atnya sesuai pula dnegan 
>> aturan syari'at.
>>Dalil dari hadits, yang katanya Abu Lahab diringankan siksanya pada setiap 
>>hari senin, hari kelahiran Rasulullah, karena dia dulu bergembira akan 
>>kelahiran ponakannya, dibantah oleh mereka yang anti dengan memberikandalil 
>>akal dan naqal, kegembiraan Abu Lahab(hadits inipun msh dipertentangkan 
>>keshahihannya, andaikanpun shahih, mereka membantah dengan), mengatakan bahwa 
>>kegembiraan Abu Lahab ketika itu adalah kegembiraan manusia biasa yang 
>>ponakannya lahir, dan saat itu beliau belum menjadi Nabi, bahkan hadits 
>>tersebut di riwayatkan oleh Ibnu Abbas, dimana Ibnu Abbas kala itu belum 
>>masuk Islam, dan yang terpenting hadits tersebut, dibantahkan dengan firman 
>>Allah ta'ala, bahwa segala amalan orang kafir sia-sia (habaan mansuura) 
>>diakhirat kelak.
>>Begitu pula mengenai pendapat Imam Ibnu Hajar, karena dalam defenisinya Imam 
>>Ibnu Hajar sendiri mengatakan segala sesuatu yang bertentangan dengan agama, 
>>itulah yang dikatakan Bid'ah secara Syar'i.
>>Apabila ada perkataan Ulama mengenai masalah bid'ah Hasanah dan saiiah, itu 
>>hanyalah pembagian menurut bahasa.
>>Dan masih sangat banyak lagi pembicaraan masalah bid'ah ini, bahkan khusus 
>>buku tentang maulid nabi ini dibahas secara rinci. 
>>Pada akhirnya, saya berkesimpulan, balik kepada qaedah asal :"Segala amalan 
>>berupa Ibadah hukumnya dilarang, sampai ada dalil yang membolehkannya" , Dan 
>>segala hukum mu'amalat hukumnya boleh2 saja, sampai ada dalil yang 
>>melarangnya.
>> Inilah qaedah yang sangat penting dari qaedah penetapan hukum syar'i, 
>> disamping ada beberapa qaedah lainnya, tidak bisa saya sebutkan disini.
>>Sekarang tinggal kita pilih, merayakan maulid nabi ini, apakah masuk dalam 
>>masalah agama/ibadah, atau mu'amalah?
>>Soal hadits barang siapa yang mencontohkan contoh yang baik, maka dia akan 
>>mendapatkan pahalanya, barang siapa yang mencontohkan perbuatan buruk, maka 
>>dia akan mendapatkan balasannya.
>>Dalam hadits diatas, yang dipakai adalah kalimat :Sanna", bukan "bada'a".Juga 
>>dimana hadits tersebut ada sebab wurudul(datangnya) , mengapa sampai hadits 
>>tersebut keluar. Dan hakikatnya kala itu, memang seorang sahabat yang 
>>mencontohkan memberikan sedeqah pada muslim lainnya, dan perintah sedeqah 
>>memang sudah ada dalam Islam sebelumnya. banyak tercantum dalam AlQuran dan 
>>hadits.
>>Dalam bahasa Arab mengerti arti akar kata sebenarnya sangatlah penting. 
>>Karena memang berbeda makna keduanya.
>>Sementara dalam hadits yang mahsyur, dalam pembahasan masalah bid'ah adalah 
>>Rasulullah memakai kata-kata Bid'ah(Bada' a). "Kullu Bid'ah Dhalalah", semua 
>>yang dikatakan bid'ah itu adalah sesat.
>>Rasulullah tak memakai kata-kata Kullu sanna(sunnah) saiiah sesat. Tetapi 
>>disana disebutkan barang siapa yang mencontohkan perbuatan jelek, yang 
>>dicontohkannya itu adalah perbuatan jelek yang memang sudah ada sebelumnya, 
>>sementara bid'ah, adalah menciptakan sesuatu yang belum ada, dan secara 
>>syar'i sesuatu itu bertentangan dengan agama. Dari sisi bahasa saja, kedua 
>>hal ini sudah berbeda.
>>Karena itulah pertama sekali disertasi saya membahas masalah apakah itu 
>>sunnah secara bahasa dan syar'i, juga apa itu bid'ah secara bahasa dan syar'i 
>>juga, maka disanalah ketemu titik persoalannya.
>>Inilah luar biasanya bahasa Arab itu, karena itulah ada ulama yang mengkaji 
>>AlQuran dengan melihat kesesuaian antara kalimat dan cerita dalam ayat-ayat 
>>AlQuran. 
>>Pada akhirnya, kesimpulan saya seperti kaedah "Masalah ibadah, hukumnya 
>>adalah dilarang, sepanjang ada dalil yang membolehkan, dan masalah mu'amalah 
>>hukumnya boleh2 saja, sepanjang ada dalil yang melarangnya" . 
>>Kalau memang perayaan maulid nabi itu kita kategorikan dalam masalah ibadah, 
>>manakah dalil yang menyuruh kita untuk merayakan maulid nabi tersebut, yang 
>>benar-benar ayat menyuruh merayakan maulid nabi, bukan hanya sekedar 
>>penafsiran ayat belaka, kalau penafsiran yang kita ambil tanpa penafsiran 
>>dari salafusshalih, atau Rasulullah sendiri. Karena ini kaitannya dengan 
>>masalah ibadah, harus ada petunjuk khusus dari Allah dan Rasulnya, atau 
>>sahabat. Syarat diterimanya ibada adalah dua saja. Keikhlasan, dan sesuai 
>>dengan tuntunan syari'at.
>>Kalau perayaan maulid nabi itu kita pandang sebagai mu'amalah, sah-sah saja, 
>>karena siapa yang melarang manusia untuk bersilaturrahmi dan belajar 
>>bersama-sama untuk mengkaji ke Islaman?, jadi inti dari acara tersebut bukan 
>>merayakan maulid nabi, tetapi belajar dan mengaji, serta silaturrahmi, maka 
>>masuk dalam kategori mu'amalah. 
>>Kalau kita katakan maulid Nabi itu adalah ibadah, suatu kewajiban, tentu 
>>Rasulullah dan sahabatnyalah yang jauh lebih utama melakukan hal ini, dan 
>>merayakan hal ini.
>>Ada yang berdalil, bahwa segala perbuatan baik sah-sah saja, dengan 
>>mencontohkan penulisan AlQuran, Nahu, sharaf, dan sebagainya. Bagi Imam Malik 
>>Ra,dan lainnya mengatakan bahwa hal ini masuk dalam kaedah hukum "Almashalih 
>>Al Murshalah".
>>Beda antara bid'ah dengan al mashalih almurshalah adalah : Bid'ah i=merupakan 
>>ibadah yang dilakukan adalah berupa tujuan, sementara almashalih 
>>almursahalah, kebaikan yang dilakukan itu merupakan wasilah, atau tujuan 
>>untuk mencapai kebaikan tersebut. Membuat ilmu nahu dan titik, dan sebagainya 
>>dalam AlQuran serta penulisan AlQuran merupakan jalan untuk mencapai kebaikan 
>>itu, atau alat. Bagaimana seseorang membaca AlQuran dengan mudah, sementara 
>>dahulu AlQuran belum ada barisnya, maka dibuatlah alat untuk mempermudah hal 
>>tersebut.
>>D an hakikatnya, yang dinamakan Al Kitab, adalah sesuatu yang sudah 
>>terkumpul, sementara dahulu AlQuran dimasa Rasulullah belum mengumpulkan 
>>semua ayat-ayat AlQuran dalam satu kitab(buku). Maka oleh para sahabat justru 
>>dnegan pengumpulan AlQuran beliau-beliau itu merealisasikan isyarat dalam 
>>AlQuran dalam surahNya :"Dzaalikal kitaabulaa raibafiihi"( Itulah kitab yang 
>>dimana tidak ada keraguan lagi padanya).
>>Secara bahasa, yang dinamakan kitab adalah kumpulan dari lembaran-lembaran 
>>yang ditulis. Apakah zaman Rasulullah, sudah ada AlQuran terkumpul seperti 
>>sekarang ini? Tentu belum ada. Itu sebabnya perbuatan sahabat mengumpulkan 
>>AlQuran bukanlah masuk kepada bid'ah, tetapi merupakan AlMashalih Al 
>>Mursalah, jalan untuk mencapai/merealisas ikan dari isyarat ayat dalam 
>>AlQuran yang mana didalam AlQuran disebutkan :"Al Kitab".
>>Lantas, apakah mungkin, dengan maulid Nabi, kita bisa mengatakan jalan untuk 
>>mencapai kecintaan kita kepada Rasulullah? Kalau kita katakan iyah, apakah 
>>memang hal itu dilakukan oleh para sahabat dan tabi'in? Bukankah sudah jelas, 
>>dalam hal kecintaan kepada Allah dan RasulNya, sudah ada ketentuannya dalam 
>>Islam, yakni dengan mengikuti segala perintahNya dan menjauhi laranganNya.
>>Lantas ada yang berdalil dengan menyatakan sya'ir2 tentang Rasulullah, 
>>diperbolehkan oleh Rasulullah sendiri. Hadits tentang itu, turun saat muslim 
>>bergembira karena menang dalam peperangan.
>>Bahkan ada yang berdalih, kalau ayat AlQuran yang mengatakan bahwa :"hari ini 
>>kusempurnakan bagimu agama kamu, dan aku sempurnakan ni'matku untukmu, dan 
>>aku meridhai Islam itu agamamu".
>>Dengan mengatakan, bahwa, kenyataannya ada lagi ayat yang turun setelah itu, 
>>jadi masih ada kebaikan-kebaikan yang boleh dikatakan ibadah, meskipun masa 
>>Rasulullah dan sahabat juga Tabi'in belum melakukannya.
>>Dijawab oleh para Ulama lainnya, :"Barang siapa yang mengatakan bahwa masih 
>>ada lagi ibadah syari'at setelah rasulullah, maka sesungguhnya ia telah 
>>mengatakan Rasulullah telah mengkhianati Allah, karena itu berarti Rasulullah 
>>tidak menyampaikan risalahNya, padahal tugas Rasulullah adalah menyampaikan 
>>Risalah dariNya, kalau hal tersebut merupakan ibadah taqarrub kepadaNya, 
>>tentu dan pasti disampaikan oleh Rasulullah kepada ummatnya." 
>>Jadi, suatu hal yang mustahil Rasulullah bersifat menyembunyikan risalah yang 
>>merupakan perintah Allah dan merupakan tugas utama beliau diutus ke muka bumi 
>>ini, yakni untuk menyampaikan hukum syari'at Islam, dan tata cara beribadah 
>>kepada Allah Ta'ala.
>>Dan masih sangat banyak lagi dalil -dalil yang diambil oleh mereka yang pro, 
>>sebanyak itu pula bantahan yang diajukan oleh ulama lainnya. 
>>Sekali lagi, kalau sudah begini, ada baiknya kita kembali kepada asal kaedah 
>>:"Masalah ibadah, hukum asalnya dilarang, sampai ada dalil yang jelas 
>>membolehkannya, masalah mu'amalah hukum asalnya boleh-boleh saja, sepanjang 
>>ada dalil yang melarangnya" . Saya kira kaedah ini cukup fair, dan masuk 
>>dalam logika kita. Semua menjaga agar jangan terjadi kerancuan dalam hidup 
>>kita. Bagaimanapun manusia itu selalu saja kembali keasalnya.
>>Wassalamu'alaikum. Rahima. 5 Maret 2010
>>Wasssalamu'alaikum. Rahima.S.Sarmadi. Abd.Rahim. (Doqqi,Cairo) 
>
>>"Sebaik-baik manusia, adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi 
>>manusia lainnya".
>
>>[Non-text portions of this message have been removed]
>
>
> 


      Lebih aman saat online. Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih 
cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. 
Dapatkan IE8 di sini! 
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke