Wa'alaikum salam wr wb,
Jika sampai "masuk"/bersetubuh, haram. Tapi jika tidak, dibolehkan cuma harus 
hati2.

Antara Haid dan Lelaki

Allah Ta'ala berfirman:
وَيَسْأَلُونَكَ
 عَنِ 
الْمَحِيضِ 
قُلْ هُوَ 
أَذًى 
فَاعْتَزِلُواْ
 النِّسَاء 
فِي 
الْمَحِيضِ 
وَلاَ 
تَقْرَبُوهُنَّ
 حَتَّىَ 
يَطْهُرْنَ 
فَإِذَا 
تَطَهَّرْنَ 
فَأْتُوهُنَّ
 مِنْ حَيْثُ 
أَمَرَكُمُ 
اللّهُ
"Mereka bertanya kepadamu tentang (darah) haid. Katakanlah, "Dia itu adalah 
suatu kotoran (najis)". Oleh sebab itu hendaklah kalian menjauhkan diri dari 
wanita di tempat haidnya (kemaluan). Dan janganlah kalian mendekati mereka, 
sebelum mereka suci (dari haid). Apabila mereka telah bersuci (mandi bersih), 
maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepada kalian." 
(QS. Al-Baqarah: 222)
Dari Abu Hurairah  bahwa Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam 
bersabda:
مَنْ أَتَى 
كَاهِنًا 
فَصَدَّقَهُ 
بِمَا 
يَقُولُ أَوْ 
أَتَى 
امْرَأَةً 
حَائِضًا 
أَوْ أَتَى 
امْرَأَةً 
فِي 
دُبُرِهَا 
فَقَدْ 
بَرِئَ 
مِمَّا 
أُنْزِلَ 
عَلَى 
مُحَمَّدٍ
"Barangsiapa mendatangi seorang dukun kemudian membenarkan apa yang dia 
katakan, atau mendatangi seorang wanita yang sedang haid, atau mendatangi 
(jima' dengan) wanita lewat duburnya, maka dia telah berlepas diri dari apa 
yang telah diturunkan kepada Muhammad." (HR. Abu Daud no. 3405 dan sanadnya 
dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Al-Misykah  no. 1294)
Dari Aisyah -radhiallahu anha- dia berkata:
كَانَتْ 
إِحْدَانَا 
إِذَا 
كَانَتْ 
حَائِضًا 
فَأَرَادَ 
رَسُولُ 
اللَّهِ 
صَلَّى 
اللَّهُ 
عَلَيْهِ 
وَسَلَّمَ 
أَنْ 
يُبَاشِرَهَا
 أَمَرَهَا 
أَنْ 
تَتَّزِرَ 
فِي فَوْرِ 
حَيْضَتِهَا 
ثُمَّ 
يُبَاشِرُهَا.
 قَالَتْ: 
وَأَيُّكُمْ 
يَمْلِكُ 
إِرْبَهُ 
كَمَا كَانَ 
النَّبِيُّ 
صَلَّى 
اللَّهُ 
عَلَيْهِ 
وَسَلَّمَ 
يَمْلِكُ 
إِرْبَهُ
"Jika salah seorang dari kami (istri-istri Nabi) sedang mengalami haid dan 
Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam berkeinginan untuk bermesraan 
dengannya, maka beliau menyuruhnya  untuk mengenakan sarung guna menutupi 
tempat keluarnya darah haid (kemaluan), lalu beliau pun mencumbuinya." Aisyah 
berkata, "Hanya saja, siapakah di antara kalian yang mampu menahan hasratnya 
sebagaimana Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam menahan." (HR. Al-Bukhari 
no. 302)
Dari Ummu Salamah -radhiallahu anha- dia berkata:
بَيْنَمَا 
أَنَا 
مُضْطَجِعَةٌ
 مَعَ رَسُولِ 
اللَّهِ 
صَلَّى 
اللَّهُ 
عَلَيْهِ 
وَسَلَّمَ 
فِي 
الْخَمِيلَةِ
 إِذْ حِضْتُ, 
فَانْسَلَلْتُ
 فَأَخَذْتُ 
ثِيَابَ 
حِيضَتِي. 
فَقَالَ لِي 
رَسُولُ 
اللَّهِ 
صَلَّى 
اللَّهُ 
عَلَيْهِ 
وَسَلَّمَ: 
أَنَفِسْتِ؟ 
قُلْتُ: 
نَعَمْ. 
فَدَعَانِي 
فَاضْطَجَعْتُ
 مَعَهُ فِي 
الْخَمِيلَةِ
"Ketika aku berbaring bersama Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam dalam 
satu selimut, tiba-tiba aku haid, lantas aku keluar secara perlahan-lahan untuk 
mengambil pakaian khusus untuk masa haid. Maka Rasulullah shallallahu `alaihi 
wasallam bertanya kepadaku, "Apakah kamu sedang nifas (haid)?" Aku menjawab, 
"Ya." Lalu beliau memanggilku, lalu aku berbaring lagi bersama beliau dalam 
satu selimut." (HR. Al-Bukhari no. 298 dan Muslim no. 444)
http://al-atsariyyah.com/?p=1861

--- In [email protected], "sugiarto" <sugia...@...> wrote:
>
>  
>  
> Assalamu'alikum wr.wb
>  
> Saudaraku,mohon penjelasan bagaimana hukumnya bermesraan {( maaf ).
> bukan bercinta )} dengan istri diwaktu sedang haid
>  
> Atas penjelasannya yang berhubungan dengan hal tersebut diucapkan terima
> kasih
>  
> Wa'alaikum salam wr.wb
>  
>  
>  
>  
>  
>  
> Sugiarto
> Pt Indoaluminium Intikarsa Industri
> Jl. Kalimalang KM.24 - Desa Gandamekar
> Cibitung - Bekasi 17520
> Phone ( 021 ) - 88320058     Ext - 111
>  
>  
> Email : sugia...@...
>  
>  
>  
>  
>  
>  
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke