Jum'at : Hakikat, Keutamaan Dan Syari'at Minggu, 3  Januari  2010 15 :32 :06  
WIB JUM’AT : HAKIKAT, KEUTAMAAN DAN SYARI’AT Oleh Ustadz Arief Syarifuddin Lc 
HAKIKAT JUM’AT Kata (الْجُمُْعَة) dalam bahasa Arab berasal dari kata (جَمَعَ 
الشَّيْءَ) yang berarti  mengumpulkan sesuatu yang terpisah menjadi satu. Dan 
kata (الْجَمْعُ) bisa  bermakna jama’ah, yakni kumpulan manusia. Dan Muzdalifah 
disebut (الْجَمْعُ)  karena manusia (orang-orang yang berhaji) berkumpul di 
tempat tersebut.  Demikian pula hari dikumpulkannya manusia pada hari kiamat 
disebut (يَوْم الْجَمْعِ) .  Semua yang berasal dari kata ini, kembali kepada 
makna “mengumpulkan” atau “ berkumpul”. Dan hari Jum’at –yang sebelumnya oleh 
orang-orang Arab disebut ‘ Arubah- dinamakan (الْجُمُعَة) karena manusia (kaum 
muslimin) berkumpul untuk  menunaikan shalat Jum’at. Kata (الْجُمُعَةُ) juga 
sering digunakan untuk  mengungkapkan kata shalat yang dilakukan pada hari 
Jum’at (waktu Dhuhur).[1] Yang dimaksud dengan Jum’at di sini, yaitu nama salah 
satu hari dari tujuh hari  dalam satu pekan yang berada antara hari Kamis dan 
hari Sabtu. Hari Jum’at ini  adalah hari yang agung dan termulia diantara 
hari-hari lain. Pada hari itu  terdapat keistimewaan dan keutamaan serta 
keterkaitan dengan sebagian  hukum-hukum dan adab-adab syari’at  sebagaimana 
akan dijelaskan berikut ini. KEUTAMAAN HARI JUM’AT Hari Jum’at memiliki 
beberapa keutamaan sebagaimana tertuang dalam  beberapa hadits Nabi, 
diantaranya: Pertama. Hari Jum’at adalah hari yang paling utama diantara 
hari-hari lainnya. Kedua. Nabi Adam Alaihissalamdiciptakan pada hari Jum’at dan 
pada hari ini pula diwafatkan. Pada hari ini ia dimasukkan ke dalam surga dan 
pada hari ini pula  dikeluarkan dari surga. Ketiga. Hari kiamat akan terjadi 
pada hari Jum’at.[3]  Abu Hurairah Radhiyalahu 'anhu meriwayatkan, bahwa Nabi 
Shallallahu 'alaihi  wa sallam bersabda. خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ 
الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ، فِيْهِ خُلِقَ آدَمُ، وَفِيْهِ أُدْخِلَ 
الْجَنَّةَ، وَفِيْهِ أُخْرِجَ  مِنْهَا، وَلاَ تَقَوْمُ السَّاعَةُ إِلاَّ فِي 
يَوْمِ الْجُمُعَة . "Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya adalah hari 
Jum’at; pada hari ini  Adam q diciptakan, pada hari ini (Adam Alaihissalam) 
dimasukkan ke dalam  surga, dan pada hari ini pula ia dikeluarkan dari surga. 
Dan tidaklah kiamat akan  terjadi kecuali pada hari ini.[HR Muslim, no. 854 ] 
Dalam riwayat Aus bin Aus Radhiyallahu 'anhu dengan lafal: إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ 
أَيَّامِكُمْ يَوْمُ الْجُمُعَةِ، فِيْهِ خُلِقَ آدَمُ، وَفِيْهِ قُبِضَ، وَفِيْهِ 
النَّفْخَةُ، وَفِيْهِ  الصَّعِقَةُ ....... "Sesungguhnya seutama-utama hari 
kalian adalah hari Jum’at ; pada hari ini  Adam Alaihissalam diciptakan, pada 
hari ini pula ia dimatikan, pada hari ini  ditiupkan sangkakala (tanda kiamat), 
dan pada hari ini pula hari kebangkitan"[4 ] Keempat. Hari Jum’at merupakan 
keistimewaan dan hidayah ya (bersambung)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Kirim email ke