Bismillahirrahmaanirrahiim,..

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

 

Kemaren aku lagi mengulang-ngulang hafalanku Q.S Al Baqarah
dan Al Maidah.Dan disana kutemukan masalah perintah berperang bagi kaum
muslimin, terhadap mereka yang memerangi kaum muslimin tersebut.

 

Rakyat Palestina Muslimin, merupakan bagian dari ayat yang
kurasa pas dengan zaman sekarang, karena AlQuran itu, buat masa depan, sekarang
dan yang akan datang.

 

Dan kaum muslimin itu adalah bagaikan tubuh yang satu, bila
sakit satu anggota tubuh, maka anggota yang lain ikut merasakannya. Dan salah
satu syarat kesempurnaan keimanan seseorang adalah sebagaimana tertuang dalam
hadits shahih yang sangat mahsyur. Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam
bersabda : “Tidak beriman salah seorang kamu, sehingga ia mencintai saudaranya,
sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri”.

 

Dalam Q.S Al Maidah dari ayat 20-26, disana tertera kisah
bangsa Yahudi, dan watak mereka semenjak dahulunya, adalah bangsa yang sombong,
perusak, suka ingkar janji.

 

Mungkin, bangsa Yahudi merasa bahwa Palestina, termasuk juga
Mesir adalah tanah mereka yang dijanjikan oleh Tuhan, itu sebabnya mereka akan
mati-matian mempertahankan dan merebut tanah tersebut dari kaum muslimin,
apalagi menurut mereka, hal tersebut termaktub dalam kitab suci mereka.

 

Dalam Q.S Al Maidah tersebut, aku merenungi, sepertinya,
dahulu memang mereka diperintahkan oleh Allah Ta’ala agar memasuka tanah
suci(Palestina). Silahkan dilihat Q.S Al Maidah 20-26. Dalam Q.S AlBaqarahpun
ada perintah memasuki kota
suci tersebut.

 

“Ketika nabi Musa berkata kepada kaumnya :”Hai kaumku,
masuklah kamu ketanah suci(Palestina), dan janganlah kamu lari
kebelakang(karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang
merugi”.

 

Lantas, apa kata kaum nabi Musa ketika itu(Bani Israel=
sebahagian besar bangsa Yahudi), :”Mereka berkata, Hai Musa, sesungguhnya
didalam negeri itu ada orang-orang yang gagah perkasa. Sesungguhnya kami
sekali-kali tidak akan memasukinya, sebelum mereka keluar dari negeri itu, jika
mereka keluar, maka kami akan memasukinya”.

 

Dari ayat diatas, jelas tertera, dari dahulu memang bangsa
Yahudi hakikatnya adalah kaum yang “Penakut”. Terbukti mereka sangat takut pada
orang-orang yang kuat, bahkan dalam ayat selanjutnya, mereka adalah bangsa yang
takut akan perperangan.

 

Namun, amat disayangkan ummat Islam sekarang, kurang
memahami ayat ini, (ini disebabkan, karena sebahagian besar ummat Islam, sudah
mulai cuek dengan tadabbur ayatNya), sehingga merasa, bangsa Yahudi adalah
bangsa yang kuat dan pemberani, maka terjadilah sebaliknya, ummat Islam takut
memerangi bangsa Yahudi. 

 

Ummat Islam sudah dijangkiti penyakit egois, mementingkan
dirinya sendiri. Yang penting anak cucuku dan keluargaku aman, sudahlah,
ngapain mikirin ummat Islam lainnya. Hakikatnya, disinilah letak kehancuran
ummat Islam itu sendiri, terutama yang berwatak egois itu sebenarnya. Ummat
Islam akan hancur, bila dia sudah berwatak EGOIS. Siapa Loe, siapa Gue, Loe
sakit, gue kagak mau tahu, tapi, kalau aku sakit, aku minta bantuan Loe atau 
bantuan
lainnya.

 

Ini dia watak yang sebenarnya meluluh lentakkan roda
kemajuan ummat Islam, dari segala sisi lini kehidupannya, tapi hal ini tak akan
pernah disadarinya, karena kebutuhan ekonomi, kebutuhan duniawinya lebih
merasuki pikirannya, dikarenakan kecintaannya pada dunia melebihi kecintannya
pada akhirat

 

Bangsa Israel
(Yahudi), hakikatnya tak memiliki bumi pertiwi, semenjak mereka enggan
diperintahkan Allah Ta’ala untuk memasuki kota
suci(Palestina tersebut), silahkan dilihat ayat 26. Dan mereka merasa bahwa
nabi Musa adalah nabi mereka sendiri, sehingga mereka menyangka bahwa setiap 
tanah
yang pernah diduduki /dilewati nabi Musa As, adalah tanah mereka juga(termasuk
Mesir, tepatnya di Sinai). 

 

Padahal, sudah sangat jelas tertera, bagaimana keengkaran
mereka terhadap nabi mereka sendiri, mereka engkar terhadap semua perintah nabi
Musa As. Suatu hal yang sangat aneh.

 

Dan lebih aneh sebenarnya kaum Muslimin, kenapa tidak  memahami/mendalami 
perintah-perintah yang ada
dalam AlQuran, masalah bangsa Yahudi ini. Bukankah, ummat Islam diperintahkan
memerangi kaum yang memerangi mereka, dan mengusir kaum yang mengusir mereka
dari negeri mereka sendiri? 

 

Andaikan saja, aku bisa diizinkan berjihad kenegeri itu,
pasti aku mau, karena dikepalaku adalah mati syahid dan surga. Sayangnya
kebanyakan ummat Islam, tak menginginkan syahid dan surga, sebab, masih ingin
bersenang-senang dulu dengan kehidupan duniawiyanya yang bagaikan fatamorgana
ini. Dunia, yang digambarkan oleh rasulullah seperti nenek-nenek yang sudah tua
renta. Apa sih keindahan wajah keriput kayak jeruk purut itu, perawan kagak,
janda kembang juga kagak? Inilah hakikat gambaran dunia sebenarnya, kalau kita
mau sama-sama menyadarinya, kita seakan berada dikawasan keriput yang ciut,
semakin menyusut.

 

Mari sama-sama kita mendo’akan rakyat Palestina, ummat
tertindas, ummat yang selalu dihina, dan ummat muslimin secara keseluruhan agar
kembali bersikap berani, kembali berwatak sebagaimana yang diperintahkan oleh
Allah Taala, mari kita berdo’a untuk diri kita sendiri, dan muslimin lainnya,
agar Allah selalu memberikan hidayah dan pertolonganNya kepada kita ummat
muslimin dimanapun berada.

 

Wassalamu’alaikum. Cairo,
1 Juni 2010, Rahima

 

                                                                                
                 
Wasssalamu'alaikum. Rahima.S.Sarmadi.Abd.Rahim.(Doqqi,Cairo) 





 "Sebaik-baik manusia, adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi 
manusia lainnya".


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke