Enyahkan Israel dari Peta Dunia!
                                        REMAJA,
tak melulu membicarakan hal-hal yang ringan. Remaja pun perlu tahu
tentang perkembangan dunia Islam di luar sana. Karena remaja muslim
adalah bagian dari Islam itu sendiri yang satu sama lain bersaudara.
Jadi jangan alergi dulu kalau topik kita kali ini tentang penjajah
bernama Israel yang pernah dikutuk Allah menjadi bangsa babi dan kera.

Babi
dan kera adalah jenis hewan yang tak ada lucunya sedikitpun juga.
Keduanya adalah jenis hewan yang licik dan berbahaya bagi manusia.
Sifat dan sikap Israel tak jauh beda dengan definisi kedua binatang
ini. Karena sifatnya itulah, maka pantang bagi umat Islam untuk
berdamai dengan Israel dengan alasan apapun juga. Karena sudah jelas
dan nyata bahwa mereka tak pernah bisa memenuhi perjanjian. Hanya satu
kata untuk mereka, lawan dengan jihad fi sabilillah.

Tak ada
bahasa manusia yang bisa digunakan untuk berkomunikasi dengan Israel.
Yang ada adalah bahasa perlawanan sebagaimana mereka membantai
saudara-saudara kita di Palestina. Bahkan tak jarang wartawan dan pihak
pemberi bantuan pun dibunuhi oleh kaum terlaknat ini. Baru-baru ini, 12
orang Indonesia yang terdiri dari wartawan, dokter, dan pembawa misi
kemanusian dengan bantuan sekadarnya di kapal Marmara Mavi dibombardir
oleh angkatan laut Israel. Padahal jelas-jelas kapal itu menunjukkan
identitasnya sebagai pembawa bantuan berupa pangan, pakaian dan
obat-obatan saja. 

Kepedulian yang ada bukan karena ada 12
warga negara Indonesia di sana. Kepedulian yang ada adalah karena kita
sesama umat Islam. Selain 12 warga negara Indonesia di kapal tersebut,
masih banyak saudara-saudara sesama muslim yang juga mengalami nasib
serupa. Bila misi perdamaian saja sedemikian entengnya Israel
membombardir, alasan apalagi yang bisa digunakan untuk mengajak damai
kaum Yahudi ini?

…Israel harus dilawan dengan angkatan
bersenjata yang sepadan. Lebih dari itu, keberadaan Israel harus
dihapuskan dari peta dunia karena toh tanah yang diakuinya itu adalah
rampasan dari penduduk Palestina yang merana…

Tak ada, itu jawabnya. Israel tidak
hanya harus dilawan dengan angkatan bersenjata yang sepadan. Tapi lebih
dari itu, keberadaan Israel harus dihapuskan dari peta dunia karena toh
tanah yang diakuinya itu adalah rampasan dari penduduk Palestina yang
merana. 

Apapun alasan pemerintah Israel untuk membenarkan
tindakannya, sudah terbukti mereka paranoid dan tak punya itikad baik
sedikitpun. Ada saja alasan yang dibuat-buat supaya mereka terlihat
tidak bersalah. Padahal faktanya, mereka memang tak ingin ada wartawan
yang menyuarakan kebenaran dari bumi para nabi tersebut. Mereka takut
belang kebiadabannya terungkap ke dunia meskipun dunia sendiri
sebenarnya sudah lebih dari tahu tentang kebiadaban mereka.

Pasalnya,
mereka bersembunyi di balik negara yang sok menjadi polisi dunia
bernama Amerika Serikat. Jadilah Israel semakin sewenang-wenang karena
ada yang membela dan membenarkan semua tindakan jahatnya. Berkaitan
dengan hal ini, semakin jelas bahwa Obama yang notabene Presiden AS,
tak peduli dia berkulit hitam dan bernama tengah Husein adalah termasuk
ke dalam golongan yang merestui pembantaian terhadap umat Islam. Jadi
tak ada alasan lagi untuk menerima Obama, dan saatnya untuk menghapus
Israel dari peta dunia.

… Israel bersembunyi di balik negara yang
sok menjadi polisi dunia bernama Amerika Serikat. Jadilah Israel
semakin sewenang-wenang karena ada yang membela dan membenarkan
kejahatannya…

How? Umat Islam yang terserak di
seluruh dunia atas nama negara-negara yang berbeda harus bersatu dan
mengerahkan angkatan bersenjatanya secara maksimal. Israel yang
penduduknya tak lebih dari satu kota kecil di Indonesia pasti keok bila
persatuan ini terwujud. Masalahnya adalah, maukah kaum muslimin bersatu
demi membela darah dan harga diri saudara seiman?

Itulah yang
harus mulai dipikirkan oleh pemerintah kita yang sampai saat ini
cenderung bingung dan ambigu dalam bersikap. Wallahu a’lam. [voa-islam.com]



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke