*Israel** Terapkan Total Track Diplomasi*
Menyadari tertutupnya wilayah politik, Israel membuka semua jalur di luar wilayah politik untuk menjalin hubungan dengan Indonesia. sejak Orba hingga saat ini, terdengar adanya hubungan gelap antara Israel dengan Indonesia. Kasus tender di Telkomsel beberapa waktu lalu, kembali membuka ingatan publik tentang hubungan tak resmi IsraelIndonesia yang sudah menjadi rahasia umum ini. Bagi Israel, Indonesia adalah negara yang sangat penting untuk ditaklukkan secara politik. Tanda dari penaklukan ini adalah dibukanya hubungan diplomatik antara Jakarta dan Tel Aviv. Sebagai pra kondisinya, negara Zionis ini membuka semua jalur yang bisa mendekatkan hubungan dengan Indonesia. Karenanya, sering terdengar adanya hubungan ekonomi, perdagangan, militer, pendidikan, budaya, agama, bahkan olahraga dengan Israel. Untuk membuka hubungan gelap ini, Wartawan Sabili Dwi Hardianto dan Fotografer Arief Kamaludin mewawancarai M Hamdan Basyar (Peneliti di Pusat Penelitian Politik LIPI). Hamdan yang memiliki pengalaman penelitian di Yordania (1995), Mesir (1995), Turki (1996), Belanda (1996), Inggris (1996), Singapura (2004), Malaysia (2004), Australia (2005), dan Iran (2008) ini, menerima Sabili di ruang kerjanya, Kamis (28/1/2010). Berikut petikannya: Bagaimana Anda menilai hubungan IsraelIndonesia? Ada perbedaan antara hubungan diplomatik dengan hubungan lainnya. Sampai saat ini, secara politik, dalam menjalin hubungan dengan Israel, Indonesia masih konsisten dan terikat dengan amanat Pembukaan UUD 45 yang anti penjajahan. Sehingga, Indonesia menerapkan kebijakan resmi yang anti Israel. Tapi kenyataannya dalam bentuk lain terjadi hubungan gelap atau tidak resmi yang menjadi rahasia umum sejak *Orde Baru* hingga saat ini. *Contoh bentuk hubungan gelap itu?* Pada masa *Orba*, militer dan intelijen Indonesia, sangat dekat dengan Israel. Saya pernah membaca pengakuan perwira TNI yang dikirim ke Israel. Ketika akan berangkat, ia mengaku tak diberi tahu negara yang akan dituju. Setelah sampai ia baru sadar telah berada di Israel. Di negara Zionis ini, ia dilatih militer dan intelijen oleh Mossad (Badan Intelijen Israel). Ia juga mengaku, jika misinya terbongkar taruhannya nyawa. Ketika kembali ke Jakarta, perwira ini menjadi pejabat militer. Hal ini juga diakui Jendral (Purn) Soemitro dalam memoarnya yang berjudul: Soemitro dari Pangdam Mulawarman Sampai Pangkopkamtib. Di situ ia tegaskan, ada hubungan harmonis antara Mossad dengan TNI. Sekarang militer kita masih berhubungan? Masih. Kalangan militer sendiri menginformasikan, anggaran TNI tahun 2008 dan 2009 mengalokasikan pembelian senjata produksi Israel. Membelinya memang tak langsung ke Israel tapi melalui Singapura. Informasi ini juga menjadi perdebatan dalam rapat tertutup antara Komisi I DPR dengan Departemen Pertahanan. Di dunia intelijen lebih tertutup lagi. Yang biasa terjadi adalah cerita setelah episode selesai dimainkan. Artinya, secara resmi atau individu yang terlibat, akan membuka ke publik setelah misi selesai dijalankan. Hal ini mengindikasikan, hubungan militer dan intelijen kedua negara masih berjalan, meski pemerintah pasti berkilah. Pembuktian ilmiah pun sulit dilakukan karena yang tercium hanya baunya saja. Tapi penuturan dari pelaku sejarah menjadi bagian dari pembenaran yang selama ini sudah menjadi rahasia umum. Dephan memilih senjata dari Israel karena faktor apa? Secara teknis saya kurang paham. Yang jelas, jual beli senjata, termasuk untuk militer adalah bagian dari bisnis internasional yang sangat menguntungkan. Karenanya, broker senjata juga sangat berpengaruh di sini. Pengusaha Singapura, selama ini juga berperan sebagai broker senjata yang dominan di kawasan Asia. Mungkin saja, broker itu memberikan tawaran menggiurkan bagi oknum tertentu di militer Indonesia. Atau, Israel sengaja menekan harga jual sehingga lebih murah dibanding produk sejenis dari negara lain agar dipilih Indonesia dengan target tertentu yang telah mereka kalkulasi di masa datang. *Hubungan ekonomi dan perdagangan bagaimana?* Melalui jalur perdagangan justru lebih terbuka, karena Presiden *Abdurrahman Wahid* (Gus Dur) pernah memformalkannya dengan mengeluarkan Surat Keputusan Menperindag No 23/MPP/01/2001. Tujuan Gus Dur saat itu adalah membuka kepada publik tentang hubungan gelap IndonesiaIsrael yang selama ini sudah berjalan, tapi kebijakan ini ditolak publik. Bagi Israel, hubungan perdagangan adalah jalur termurah untuk menjalin komunikasi dengan pemerintah Indonesia. Apalagi dalam dunia bisnis terkenal istilah Uang Tidak Mengenal Ideologi, karena yang diperhatikan hanya keuntungan. Inilah yang digunakan Israel untuk menaklukkan Indonesia. Makanya, ketika utusan dagang dari Kadin Israel datang ke Jakarta, bertemu dengan berbagai pihak, termasuk Menperindag dan Kadin Indonesia, saya tidak heran. Demikian juga ketika tender Telkomsel diikuiti dua perusahaan yang pemiliknya diduga pengusaha Israel, saya juga tidak heran. Pasalnya, selama ini memang sudah terjalin hubungan dagang yang harmonis antara IsraelIndonesia. Bahkan ada pengakuan dari Kadin Israel bahwa mereka sudah menjalin perdagangan dengan Indonesia. Sekarang, Surat Keputusan Menperindag itu masih berlaku atau sudah dibatalkan? Persisnya saya kurang tau, apakah sudah dibatalkan atau belum. Tapi jika tidak ada surat resmi dari pejabat yang sama atau tingkat atasnya yakni presiden untuk membatalkannya, berarti Surat Keputusan Menperindag No 23/MPP/01/2001 yang dikeluarkan 10 Januari 2001 oleh Menteri Perindustrian dan Perdagangan Luhut Binsar Pandjaitan itu, secara legal masih berlaku sampai sekarang. Jika belum dibatalkan, secara formal berarti Indonesia sudah membuka hubungan dagang dengan Israel. Karena yang muncul saat itu hanya penolakan dari publik, tapi tidak ada statemen resmi dari pemerintah yang mencabut keputusan itu. Kasus ini tenggelam dengan sendirinya setelah Gus Dur dilengserkan. Bagi Israel, dengan surat keputusan itu berarti ada pengakuan resmi hubungan dagangnya dengan Indonesia. Ini menjadi salah satu faktor mengapa hubungan bisnis dengan Israel terus meningkat. Sambungannya dapat dibaca di Majalah Sabili Edisi 15 XVII http://www.sabili.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=1420:israel-terapkan-total-track-diplomasi&catid=83:wawancara&Itemid=200 5/30/2010 9:51 PM [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ === Untuk berlangganan milis Syiar Islam, kirim email ke: [email protected] Jangan lupa isi biodata anda. http://media-islam.or.id Umrah mulai US$ 1.500 dan Haji ONH Plus mulai US$ 6.500 http://media-islam.or.id/hajiumrah TokoIslam.Info: Toko Obat Herbal Thibbun Nabawi. Aman dan Islami http://media-islam.or.id/2010/04/22/tokoislam-info-menjual-obat-herbalalami-thibbun-nabawi Belajar Islam via SMS: http://media-islam.or.id/2008/01/14/dakwah-syiar-islam-lewat-sms-mobile-phone/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

