*Syaikh al-Awlaki: 44 Cara Mendukung Jihad (Bagian 2)*

Posted by in Islam

Jan 13th, 2009 | 2 responses



Untuk mendukung Jihad, Syaikh Anwar al-Awlaki mengingatkan kaum Muslimin
untuk waspada terhadap orang-orang munafik yang bisa membahayakan kaum
Muslimin. Menurut Syaikh al-Awlaki, kelompok-kelompok munafik ini masih
banyak di sekeliling kita dan ia mengingatkan bagaimana cara Rasulullah
memerangi orang-orang munafik itu, yaitu dengan membongkar dan mengungkap
kebohongan-kebohongan mereka.Bagian ke-2 dari tiga tulisan



*14. Hati-Hati dengan Kelompok Munafik*



Untuk mendukung Jihad, Syaikh Anwar al-Awlaki mengingatkan kaum Muslimin
untuk waspada terhadap orang-orang munafik yang bisa membahayakan kaum
Muslimin. Menurut Syaikh al-Awlaki, kelompok-kelompok munafik ini masih
banyak di sekeliling kita dan ia mengingatkan bagaimana cara Rasulullah
memerangi orang-orang munafik itu, yaitu dengan membongkar dan mengungkap
kebohongan-kebohongan mereka.



“Jika peperangan dengan kaum kafir adalah peperangan dengan pedang.
Peperangan dengan dengan kaum munafik adalah peperangan dengan kata-kata.
Karena kaum munafik bersembunyi dibalik agama untuk menyebarkan isu-isu
beracun mereka dan cara untuk melawan mereka adalah dengan mengungkapkan
kebenaran dan mengungkap kebohongan-kebohongan orang munafik itu dengan
senjata al-Quran dan Sunnah,” tulis al-Awlaki.



Orang-orang munafik bisa tampil dengan sosok yang karismatik atau
mengesankan orang lain, tapi sebenarnya itu semua hanya kepalsuan
belaka.Seperti firman Allah dalam QS 63;4 yang isinya “...Dan jika mereka
berkata, kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu
yang tersandar, mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan
pada mereka . Mereka itulah musuh (yang sebenarnya) maka waspadalah terhadap
mereka. Semoga Allah membinasakan mereka …”



Siapa kaum munafik itu? Mereka bisa datang dari para ulama dan orang-orang
yang menganut ideologi menyimpang. Kelompok seperti ini harus diungkap,
siapa sebenarnya mereka.



*15. Menularkan Semangat Jihad pada Orang Lain*



Menularkan semangat jihad pada orang lain merupakan salah satu bentuk ibadah
dan setiap kaum Muslimin diminta untuk melakukan perbuatan terpuji ini
seperti firman Allah swt dalam QS 8;65 “Hai Nabi, kobarkanlah semangat para
mukmin itu untuk berperang …” dan QS 4;84 “Maka berperanglah kamu pada jalan
Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri.
Kobarkanlah semangat para Mukmin (untuk berperang). Mudah-mudahan Allah
menolak serangan orang kafir-kafir itu. Allah sangat besar kekuatan dan amat
keras siksaannya.”



*16. Melindungi Mujahidin dan Menjaga Rahasia Mereka*



Seorang Muslim harus membiasakan dirinya untuk bisa menjaga rahasia, menjaga
lidah untuk melindungi saudara-saudara Muslim kita. Syaikh al-Awlaki
mencontohkan sikap sahabat Rasulullah yang menolak permintaan istrinya agar
menceritakan rahasia yang dikatakan Rasullullah pada sahabat itu. Umat
Islam, tulis Awlaki, harus membiasakan diri hanya berkata yang perlu saja.



Kerja yang berkaitan dengan jihad atau perang gerilya adalah kerja yang
penuh rahasia. Musuh-musuh Islam selalu berusaha untuk merekrut kalangan
orang Islam sendiri untuk melakukan infiltrasi. Musuh-musuh Islam itu akan
mengatakan bahwa mereka ingin melindungi umat Islam, dan jika perlu
mengikutsertakan para ulama agar membenarkan tindakan musuh-musuh Islam itu.



Oleh sebab itu, salah satu kewajiban kaum Muslimin adalah melindungi para
Mujahidin. Seorang Muslim yang memata-matai Muslim lainnya tidak lebih dari
perbuatan orang kafir. Allah berfirman,” …Barang siapa diantara kamu
mengambil mereka sebagai pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk
golongan mereka …”



*17. Mendoakan Para Mujahidin*



Jangan meremehkan doa. Doakanlah para mujahidin dalam sujud-sujud kita. Dan
doa yang penting kita panjatkan untuk perjuangan para mujahidin dalam setiap
salat adalah doa qunut. Kaum Muslimin harus mengingatkan para imam salatnya
ketika para mujahidin sedang berjuang di kancah peperangan, karena itu
adalah sunnah Rasulullah.



Dalam sebuah hikayat, dalam sebuah peperangan, seorang pemimpin pasukan
Muslim memerintahkan tentaranya untuk melihat apa yang dilakukan Muhammad
bin Wasi’ (salah seorang Muslim yang taat pada masa itu). Para tentara itu
kembali dan mengatakan bahwa mereka melihat Muhammad bin Wasi’ mengangkat
tangannya dan berdoa. Pimpinan pasukan Muslim itu lalu berkata, “Doa pada
Allah lebih disukai dari pada ribuan tentara !”



*18. Memantau dan Menyerbarkan Berita tentang Jihad Para Mujahidin*



Terus mengikuti informasi-informasi tentang perjuangan para Mujahidin sangat
penting bagi kaum Muslimin;

-Agar semangat jihad tetap menyala di hati kaum Muslimin

-Memperkuat rasa solidaritas pada sesama umat Islam

-Mendorong kaum Muslimin untuk ikut berjihad ketika kita melihat tindakan
para mujahidin yang pemberani-pemberani itu dan mendorong kaum Muslimin
untuk rela mati syahid.

-Kaum Muslimin akan melihat kebesaran Allah, bagaimana Allah melindungi
hamba-hambanya dan memberi mereka kemenangan.

-Mendorong kaum Muslim untuk banyak membaca sejarah atau buku-buku Fiqih
tentang Jihad. Sehingga memahami bagaimana para muhajidin mempraktekkan
jihad berdasarkan petunjuk-petunjuk fiqih.

-Pemberitaan tentang jihad adalah pemberitaan tentang kebaikan melawan
kejahatan, yang sudah ada sejak masa Nabi Adam dan akan terus ada sampai
akhir dunia. Ketika kaum Muslimin mengikuti informasi tentang perjuangan
jihad para mujahidin, mereka akan menjadi lebih dekat dengan al-Quran
dibandingkan dengan mereka yang tinggal di Menara Gading dan tidak peduli
dengan berita-berita tentang jihad para mujahidin.



Meski demikian, Syaikh Awlaki mengingatkan agar kaum Muslimin mengikuti
informasi tentang perjuangan para mujahidin dari sumbers-sumber yang asli.
Karena jika kita menyebarkan informasi yang tidak benar, kita sama saja
dengan kaum munafik. Allah berfirman dalam alquran surat 4;83 “Dan apabila
datang kepada mereka tentang berita tentang keamanan ataupun ketakutan,
mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya pada rasul dan
ulim amri diantara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui
kebenarannya akan dapat mengetahuinya dari mereka (rasul dan ulil amri.”



*19. Menyebarluaskan tulisan-tulisan para Mujahidin dan Para Ulamanya*



Syaikh al-Awlaki menyayangkan sebagian kaum Muslimin yang menganggap para
mujahidin kurang mendapat dukungan dari para ulama, tidak memiliki strategi
yang jelas dalam perjuangannya dan tindakan mereka dianggap sebagai tindakan
yang spontan dan reaktif.



Syaikh Awlaki menilai semua anggapan itu tidak benar karena banyak ulama dan
cendikiawan yang sekarang mendukung jihad. Ia mengakui, banyak
tulisan-tulisan para ulama dan cendikiawan Muslim yang berusaha memelintir
aturan-aturan berjihad dalam syariah Islam. Tapi banyak juga para ulama yang
memberikan penjelasan yang benar tentang jihad, yang menegaskan bahwa para
mujahidin hanya takut pada Allah dalam jihadnya dan tidak akan melakukan
hal-hal yang tidak menyenangkan orang lain, jika hal itu dibenci Allah. Para
ulama itu kata Syaikh Awlaki, merujuk tulisan-tulisan mereka pada Quran dan
Hadits, merujuk pada pendapat ulama seperti Ibn Hajar, al-Nawawi,
al-Qurtubi, Ibn Kathir, Ibn Taymiyyah dan empat imam. Adalah kewajiban umat
Islam untuk menyebarkan pengetahuan itu misalnya lewat buku-buku, pamflet,
blog, email dan cara-cara lainnya.



*20. Mengeluarkan Fatwa Mendukung Perjuangan Mujahidin*



Banyak ulama yang berani berkata apa adanya demi kebenaran. Kaum Muslim
harus mendukung para ulama itu dan menyebarkan fatwa-fatwa yang mereka
keluarkan. Banyak kaum Muslimin yang menyetujui cara-cara yang dilakukan
para mujahidin tapi mereka tidak berani melakukannya sampai ada ulama yang
membenarkan metodologi para mujahidin itu. Para generasi muda Muslim
membutuhkan tuntunan para ulama yang jujur dan berani berkata benar.



*21. Menyediakan Informasi pada para ulama dan Imam dengan berita-berita
tentang perjuangan para mujahidin.*



Hal ini dilakukan, karena ulama atau cendikiawan bukan berarti mereka tahu
segalanya. Para imam dan ulama harus disediakan material dan
informasi-informasi yang bagus. Mereka juga harus dibekali pengetahuan dan
informasi tentang perjuangan para mujahidin. Ummat harus sering-sering
mengingatkan atau berdiskusi tentang isu-isu terbaru perjuangan para
mujahidin dan hindari pertanyaan-pertanyaan kontroversial yang terkesan
mengkonfrontasi mereka. Berikan saran pada para imam agar membahas isu-isu
terbaru perjuangan para mujahidin dalam khutbah-khutbah mereka.



*22. Menjaga Kekuatan Fisik*



Rasulullah berkata, “Allah swt lebih mencintau kaum yang beriman lagi kuat
daripada kaum yang beriman tapi lemah …” (HR Muslim). Kesehatan dan kekuatan
fisik adalah bagian dari persiapan berjihad. Karena menjadi seorang
mujahidin harus mampu berjalan selama berjam-jam, menempuh jarak yang sangat
jauh, mendaki gunung dan bukit dan mampu berlari dengan cepat, bahkan sambil
membawa perlengkapan yang berat. Di medan jihad, mereka yang fisiknya lemah
hanya akan menjadi beban bagi mujahidin lainnya karena hanya akan
memperlambat gerakan para mujahidin. Oleh sebab itu, Syaikh al-Awlaki
menyarankan agar kaum Muslimin membiasakan diri melatih tubuhnya dengan
berolah raga serta menjaga kesehatan.



*23. Latihan Senjata*



Latihan menggunakan senjata adalah bagian yang sangat penting untuk
persiapan jihad. Allah berfirman,”Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka
kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambatkan
untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah,
musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya,” (QS.
8;60) Karena pentingnya latihan menggunakan senjata, maka, jika latihan
semacam itu tidak mungkin dilakukan di negara masing-masing, maka kaum
Muslimin bisa menyediakan dana dan waktu untuk belajar ke negara lain.



*24. Latihan Memberikan Pertolongan Medis*



Dalam banyak situasi, para mujahidin tidak punya akses ke rumah sakit. Dalam
situasi seperti ini, para mujahidin harus bisa memberikan pertolongan
pertama dan ini membutuhkan pengetahuan dan latihan yang sesuai dengan
kondisi dan situasi di tempat berjihad. Salah satunya bisa dilakukan dengan
melakukan kordinasi dengan saudara-saudara mereka sesama Muslim yang
memiliki ketrampilan ini.



*25. Mempelajari Fiqih Jihad*



Selain mempelajari ilmu fiqih tentang jihad, kaum Muslimin juga harus
mengetahui fatwa-fatwa ulama yang terkait dengan isu-isu yang dihadapi para
mujahidin sekarang ini, misalnya tentang aturan-aturan jihad, masalah korban
dan kerusakan fisik yang ditimbulkan, hubungan dengan aparat keamanan
pemerintahan non Muslim, pemerintahan negeri-negeri Muslim sekarang ini,
serta nilai-nilai jihad itu sendiri.



*26. Melindungi dan Mendukung Para Mujahidin*



Ketika para mujahidin dalam bahaya, kaum Muslimin berkewajiban melindungi
mereka. Mungkin tindakan ini akan membahayakan, tapi itulah pengorbanan yang
bisa kita lakukan untuk Allah swt. Syaikh al-Awlaki mencontohkan Taliban
yang melindungi para mujahidin dari negara-negara asing, walaupun untuk itu
mereka harus kehilangan kekuasaannya. Menurut Awlaki, itu bukan kekalahan
tapi sebuah kemenangan.



Allah swt berfirman,”Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta
berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan
memberi pertolongan (pada orang-orang muhajirin), mereka itulah orang-orang
yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang
mulia.(QS 8;74)



*27. Membangun Akidah Walaa’ dan Baraa’*



Seorang mujahidin harus memiliki pemahaman yang kuat tentang ketaqwaan dan
kesetiaan pada Allah swt. Kaum Muslimin harus memahami bahwa Allah swt tidak
akan memberikan kita kemenagan jika kita masih memiliki rasa cinta dalam
hati kita pada musuh-musuh Allah. Allah tidak memberikan kemenangan pada
rasul-rasul dan pengikutnya, sampai ketaqwaan dan kesetiaan mereka pada
Allah benar-benar lengkap, sampai mereka benar-benar menjauhkan diri dari
orang-orang kafir.



*28. Memenuhi kewajiban terhadap para tawanan perang Muslim*



Para ulama mengatakan bahwa kaum Muslimin punya kewajiban untuk membebaskan
saudara-saudara seiman mereka yang menjadi tawanan perang, meski mereka
harus mengeluarkan dana yang besar. Saat ini, banyak mujahidin yang
terlupakan dan mereka terkurung dalam sel-sel penjara di seluruh dunia. Umat
Islam harus terus disadarkan tentang keberadaan mereka, mendoakan dan
mengupayakan pembebasan mereka.



*29. Menjadi “mujahidin”  lewat internet*



Kaum Muslimin bisa menjadi “mujahidin internet” dengan cara menggunakan
media dunia maya untuk menyebarluaskan seruan jihad dan berita-berita
tentang perjuangan para mujahidin. Bisa dengan cara membukan forum diskusi,
email, membuat situs internet, menulis artikel tentang mujahidin dan
perjuangannya, dan lain-lain.



(bersambung ke bagian 3)



http://eko.webmediacenter.com/2009/01/13/syaikh-al-awlaki-44-cara-mendukung-jihad-bagian-2/



11/15/2009 4:04 PM


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

===
Untuk berlangganan milis Syiar Islam, kirim email ke:
[email protected]
Jangan lupa isi biodata anda.

http://media-islam.or.id

Umrah mulai US$ 1.500 dan Haji ONH Plus mulai US$ 6.500
http://media-islam.or.id/hajiumrah
TokoIslam.Info: Toko Obat Herbal Thibbun Nabawi. Aman dan Islami
http://media-islam.or.id/2010/04/22/tokoislam-info-menjual-obat-herbalalami-thibbun-nabawi

Belajar Islam via SMS:
http://media-islam.or.id/2008/01/14/dakwah-syiar-islam-lewat-sms-mobile-phone/Yahoo!
 Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke