GAZA: Krisis Kemanusiaan?
by زهير on February 12, 2009

Ah, libur kemarin pun terasa menyakitkan. Hari-hari santaiku turut dipenuhi
oleh tangis jerit penduduk Palestina di Jalur Gaza, mendapati diri mereka
dibantai oleh tentara Zionis Israel. Bagaimana tidak: masjid, rumah,
sekolah, semua dihancurkan tanpa peduli siapa korban! Sampai-sampai seorang
musisi Barat pun bersimpati terhadap peristiwa ini, yang kemudian lagu
ciptaannya akan bisa kau dengar diputar berulang kali tanpa bosan di
pojok-pojok kos dan asrama.

Spontan berbagai reaksi pun bermunculan. Aksi-aksi turun ke jalan dilakukan
oleh berbagai elemen umat: aktivis dakwah, ibu-ibu pengajian, seniman, pun
para tuna netra. Semua mengecam pembantaian terhadap warga Palestina. Bahkan
tidak sedikit jumlah mereka yang menyediakan diri untuk turut berjuang
menumpah darah bersama melawan penjajah Israel, sekalipun tiada pernah
mereka menekuni dunia peperangan.

Tapi tunggu dulu, sebatas itukah aksi serta reaksi umat terhadap pembantaian
ini? Apakah hanya aksi-aksi turun ke jalan berteriak lantang, masa bodoh di
belakang? Di manakah reaksi para penguasa? Tidakkah kau melihat mereka tiada
peduli terhadap saudara-saudaramu muslim Palestina? Uang? Mereka mengirimkan
uang? Haha!

Hei kawan, tidakkah kau sadar, apa guna dan arti uang bagi rakyat Palestina?
Uang sama sekali tidak akan menghentikan pembantaian yang mereka hadapi! Aku
tidak mengatakan uang sama sekali tidak berguna, tapi apakah engkau dan para
penguasamu itu tiada berharap agar pembantaian ini segera berakhir dan tidak
akan terjadi lagi? Lalu, apakah hanya sekedar dengan uang, obat-obatan,
bantuan pangan-sandang-papan, itu semua akan menjamin peristiwa memilukan
semacam ini tiada lagi terjadi?
Pembantai dan yang Dibantai

Kau tahu, menurutku dalam suatu pembantaian paling tidak ada dua pihak:
pembantai, dan yang dibantai. Engkau tentu bisa saja terus menerus
memberikan bantuan uang, obat-obatan, pangan, dan segala macam lainnya untuk
si korban. Tapi perlu dicatat, bahwa selama si pembantai masih ada,
pembantaian itu pun akan selalu tetap terjadi. Engkau tidak ingin
terus-terusan menadahi tetesan air hujan dari gentengmu yang bocor tanpa
memperbaikinya, bukan?

Iya, aku sama sekali tidak mengatakan bahwa bantuan-bantuan tersebut tiada
berguna. Tentunya para korban pembantaian itu akan sangat senang dan
berterima kasih padamu atas bantuan-bantuan yang engkau berikan. Aku hanya
ingin mengingatkan: ayolah, lihat itu si pembantai masih tersenyum tertawa
di atas puing darah muslimin Gaza!
Duhai al-Mu’tashim!

Duhai, familiar nian perkataan ini di telingaku. Dikisahkan pada zaman
Khalifah al-Mu’tashim billah, ada seorang muslimah yang dijahili oleh
seorang Romawi di daerah Malta. “Duhai al-Mu’tashim! Di mana al-Mu’tashim?!”
pekiknya, mengharap pertolongan sang Khalifah. Mendengar seruan si muslimah
tadi, Khalifah sang ‘Amiru l-Mukminin pun mengirimkan bala tentara kaum
Muslim untuk segera menyambut seruannya. Lihatlah, itu baru sekedar jeritan
seorang muslimah!

Saudaraku, adakah itu terjadi saat ini? Adakah itu terjadi saat ribuan
Muslimin Palestina dibantai oleh Zionis Israel? Adakah itu terjadi saat 8000
Muslimin Bosnia dihabisi oleh serdadu Serbia? Adakah itu terjadi saat tanah
Irak dan Afganistan diduduki tentara Amerika? Adakah para penguasa di
negeri-negerimu barang sedikit saja mengirimkan bala bantuan dan tentara
untuk menghadapi mereka?

Kawan, satu-satunya perlakuan seorang penguasa yang aku dengar sebagai
reaksi keras terhadap peristiwa pembantaian ini, adalah pengusiran duta
Israel oleh Hugho Chavez, presiden Venezuela! Penguasa negeri muslim? Yang
tidak hanya sekedar memberikan bantuan uang, mengutarakan himbauan,
mengeluarkan kecaman? Adakah engkau tahu?
Krisis Kemanusiaan, atau Konflik Agama?

Ada yang mengatakan, “*Tidak usahlah kau bawa-bawa agama! Ini krisis
kemanusiaan, tidak ada unsur agama!*” Faktanya memang, umat Islam dan
non-Muslim hidup berdampingan di Yerussalem dan kota-kota lain, baik di
daerah Israel maupun Palestina. Tidak ada yang mengganggu ketika mereka
sholat, pun terdapat masjid-masjid di berbagai kota.

Namun bukan di situ permasalahannya! Yang aku pahami, Islam adalah suatu
jalan hidup yang menyeluruh, melingkupi semua aspek kehidupan. Ketika engkau
meyakini Islam dan menjalankannya, maka tidak ada lagi perbedaan dan
pembedaan antara ranah “*spiritual*” dan “*politik*“; semuanya diatur dalam
Islam. Begitu pula Islam melingkupi permasalahan seperti kasus pembantaian
ini. Intinya, untuk semua masalah dan permasalahan yang engkau hadapi,
Islam-lah yang engkau jadikan sebagai solusi. Karena memang, Islam punya
solusi, Islam adalah solusi.

Ketahuilah kawan, Rasulullah dulu pernah mengatakan bahwa andaikata dunia
dan seisinya ini hancur, itu adalah lebih ringan di sisi Allah dibanding
dengan terbunuhnya seorang Muslim! Sekarang tidakkah kau lihat, ribuan
Muslimin Palestina dibantai dan dibunuhi tanpa pandang bulu? Ingatkah engkau
dengan kisah al-Mu’tashim yang aku ceritakan di beberapa paragraf yang lalu?
Masihkah engkau menganggap ini bukan permasalahan kaum Muslimin?
Pokok Permasalahan dan Solusinya

Setiap permasalahan pasti ada solusinya. Aku yakin itu. Yang menjadi
persoalan kemudian, solusi yang diberikan baru bisa dikatakan tepat bila
memang itu merupakan solusi untuk pokok atau pangkal dari permasalahan yang
ada. Oleh karena itu, pertama-tama kita harus tahu dulu, di mana pangkal
permasalahannya, baru kemudian kita tentukan solusi yang tepat untuknya.

Bagaimana dengan konflik Palestina-Israel ini? Adakah kau tahu di mana pokok
permasalahannya? Pangkalnya? Yang mana bila itu dihilangkan, maka konflik
“abadi” ini pun akan berakhir?

Ya, hapuskan negara Israel! Pangkal permasalahannya adalah berkuasanya
Zionis Israel di atas tanah Palestina! Maka, solusinya tidak lain adalah
menghapus kekuasaan mereka atas tanah tersebut! Tapi tentu kau pun bertanya
pesimis, memangnya gampang mengusir mereka para Zionis Israel? Siapa yang
mampu melakukannya?

Itulah, kawan. Saat ini aku dan engkau, dan kaum Muslimin di seluruh penjuru
dunia, sama sekali tidak ada seorang Khalifah yang melindungi umat. Hanya
Khalifah-lah yang akan berani mengirimkan pasukan jihad kaum Muslimin demi
membela darah dan kehormatan umat. Adakah engkau masih enggan
memperjuangkannya?

--
*Mengenang pembantaian kaum Muslim Gaza setahun yang lalu,*
http://aryabima.wordpress.com/2009/02/12/gaza-konflik-kemanusiaan-agama/


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke