Psikologi Interpelasi Nuklir Iran (2)

Manfaat Interpelasi DPR tentang nuklir Iran bukan untuk hari ini, 
tetapi untuk politik luar negeri mendatang. Tak sepantasnya 
interpelasi masalah Iran dijadikan kesempatan untuk menggoyang 
Pemerintah, karena hal ini akan membuat Pemerintah disibukkan oleh 
politik "jaim" (jaga image), sementara tugas-tugas real Pemerintah 
bidang ekonomi jadi terganggu.

Dalam berdiplomasi Indonesia harus memiliki konsep diri positip, 
yakni sebagai Negara dengan jumlah penduduk besar bukan saja pasar 
yang bisa bernegosiasi, tetapi juga  bisa memainkan peranan penting 
di dunia, berbasis Negara-negara Non Blok, maupun basis Negara-negara 
OKI. Jika potensi itu tidak digunakan, jangan berharap Indonesia akan 
mempunyai posisi tawar di dunia.

Nampaknya respond psikologis Pemerintah RI terhadap interpelasi DPR 
tntang resolusi nuklir Iran sudah  langsung nampak pada Perwakilan 
Tetap Indonesia di PBB.  Jum`at 8 Juni 2007 kemarin, Dewan Keamanan 
PBB gagal mengeluarkan pernyataan pers kecaman kepada Presiden Iran, 
karena sikap oposisi Indonesia, meski Indonesia hanya Anggauta tidak 
Tetap Dewan Keamanan PBB. Perancis sebagai inisiator yang didukung 
Amerika dan Inggris merasa sangat kecewa atas terganjalnya draft 
kecaman PBB kepada Presiden Iran Ahmadinejad. Dalam pidato ulang 
tahun wafatnya Imam Khumaini, Ahmadinejad memang melakukan serangan 
verbal atas Israel dengan mengatakan bahwa , hitungan mundur bagi 
Zionis Israel telah dimulai sejak kekalahan Israel melawan Hizbollah 
Lebanon baru-baru ini.

Kali ini, Perwakilan Tetap Indonesia di PBB benar-benar menunjukkan 
konsep diri positipnya sebagai bangsa besar.sehingga berani melakukan 
oposisi secara keras kepada Barat.  Hasan Kleib, deputy Wakil tetap 
Indonesia di PBB menyatakan bahwa ada tiga alasan mengapa Indonesia 
menentang draft Dewan Keamanan PBB.  Pertama; DK PBB tidak adil dalam 
memilih issue. Pernyataan dan bahkan perbuatan Israel yang nyata-
nyata melanggar HAM dan perdamaian internasional, menangkapi tokoh-
tokoh HAMAS tak pernah diprotes oleh DK PBB. Kedua; pernyataan 
Ahmadinejad hanyalah retorika, persis seperti retorika Israel pada 
April 2007 lalu, yang mengancam akan membunuh Presiden Iran . Ketiga. 
Ahmadinejad tidak menyebut Israel tetapi Zionis.

Ke depan, kita harus selalu nengok sejarah, bahwa Indonesia dalam 
usianya yang masih sangat muda pernah bisa menggerakkan Negara-negara 
Asia Afrika untuk melepaskan diri dari penjajahan, melalui Konprensi 
Asia Afrika .Bung Karno bahkan mengutip ayat al Qur'an dalam 
pidatonya di depan Sidang Umum PBB, suatu hal yang mencengangkan 
Negara-negara Islam ketika itu. 

Di Malta saya pernah berjumpa seseorang dari Ghana yang selalu 
memperhatikan saya karena saya memakai peci hitam. Setelah tahu saya 
dari Indonesia, ia memeluk erat-erat saya sambil berkata oh Sukarno, 
Sukarno. Dia bilang sangat berterima kasih kepada Indonesia yang 
telah mengilhami perjuangan rakyat Ghana hingga merdeka. 

Kaidah konsep diri berbunyi; barangsiapa merasa mampu pada akhirnya 
ia mampu beneran. Barangsiapa merasa tidak mampu maka akhirnya benar-
benar tidak mampu. Mampukah Indonesia memainkan peran penting di 
dunia ? Jawabnnya;Pernah mampu, dan akan tetap mampu Insya Alloh.

Pelajaran dari konsep diri positip dapat juga diambil dari apa yang 
dilakukan oleh khalifah Abu Baker Siddiq. Ketika sepeninggal 
Rasulullah suasana dalam negeri kacau dengan adanya pembelotan dari 
kaum murtad dan kelompok yang enggan membayar zakat, khalifah Abu 
Baker justeru mengirim ekpedisi militer ke perbatasan Rumawi. Semua 
petinggi sahabat ketika itu menentang keputusan Khalifah, tetapi Abu 
Bakar Siddiq tetap bersikukuh dengan keputusannya dengan alasan bahwa 
ekpedisi ini sudah direncanakan oleh Rasulullah sebelum wafatnya. 
Ketika ekpedisi militer pulang dengan membawa keberhasilan, maka 
pemberontak dalam negeri menjadi kehilangan nyalinya. Luar negeri aja 
kalah, apalagi kita, kata mereka. Nah politik luar negeri Indonesia 
yang gagah akan mempersubur nasionalisme di hati rakyat. Kelembekan 
diplomasi akan membuat bargaining posisition ke luar lemah plus tidak 
dihormati oleh rakyat sendiri.

Wassalam,
agussyafii

====================================================
Sekiranya berkenan mohon kirimkan komentar anda melalui 
http://mubarok-institute.blogspot.com, [EMAIL PROTECTED]
====================================================


Kirim email ke