memang tidak ada satu pihak pun yang bisa disalahkan baik itu masyarakat,
maupun stasiun TV (karena ini sudah bicara kebudayaan). dan itulah yang saya
sebut lingkaran setan tsb.
menjawab postingan sebelumnya yang menanyakan siapa yang bertanggung jawab atas
beberapa tayangan di berbagai siaran "TV swasta", saya menegaskan kita semua
yang harus bertanggung jawab.
stasiun TV juga bukan satu2nya pihak yang diminta pertanggung jawabannya. .
karena ini bicara industri/bisnis.
lebih dari itu, saya juga mau mengomentari sedikit:
Pun kalau menyalahkan sepenuhnya pada stasiun televisi tidaklah bijak, karena
stasiun televisi menentukan rating berdasar pada banyaknya pemasang iklan pada
saat penayangan acara. Jadi kalau yang pasang iklan banyak saat acara tersebut
ditayangkan, mengapa harus dihentikan?
perlu dikoreksi pak, bukan Stasiun TV yang menentukan rating, tapi berdasarkan
survey AC nielsen kepada responden yang sudah diacak. saat ini, AC nielsen
merupakan satu2nya lembaga independen yang menjadi acuan para praktisi Tv dan
khususnya iklan untuk 'berjualan' di program TV yang sedang digemari masyarakat.
jadi kalau berdasarkan survey, misalnya sinetron A, share penontonnya sedikit,
maka bisa dipastikan tidak ada pemasang iklan yang mau jualan di sinetron
tersebut. nah kalau tidak ada iklannya, praktis stasiun Tv akan mengehentikan
tayangan tsb.
demikian saya jelaskan kembali mengenai postingan saya sebelumnya:
kalau mau, dibuat perombakan total di kebudayaan masyarakat.
maksudnya kalau ada sinetron/Tv program yang penuh dengan sihir, kekerasan,
percintaan anak2, ya gak usah di tonton.
kalau sharenya jelek (maksudnya gak ada yang nonton), yang berimbas gak ada
yang pasang iklan, Stasiun TV juga gak mau nayangin lagi. tapi ya apa mungkin
meminta orang indonesia lebih selektif nonton TV? terutama yang di daerah2.
kan sama aja berharap merubah kebudayaan yang udah mengakar dan itu maha
beratnya.
jadi pak hary.....
memang masyarakat kita yang rata2 belum ter-educate menganggap bahwa tayangan
itu hiburan semata buat mereka tanpa memikirkan dampaknya.
yang blingsatan siapa sih soal tayangan2 yang tidak bermutu? ya pasti orang2
yang tingkat awareness-nya udah tinggi. ya kita2 ini... pak asep, mas hary,
mbak dinda....
karena kalau meminta masyarakat tidak menonton tayangan yang tidak bermutu, ya
tidak mungkin...
meminta stasiun TV mengehentikan tayangan yang tidak bermutu? juga tidak
mungkin karena ini bisnis. bisa rugi kalau tidak ada yang nonton acaranya, gak
ada pemasang iklan....
itulah lingkaran setan tadi pak..
apa yang harus kita lakukan?
ya selektif aja memilih tayangan TV untuk anak2 kita.
atau langganan TV kabel.
beres udah....
terimakasih
maaf kalau ada yang kurang berkenan
hessti effendy
---------------------------------
Ready for the edge of your seat? Check out tonight's top picks on Yahoo! TV.
[Non-text portions of this message have been removed]